cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
Nilai Kearifan Lokal dan Etos Kerja Diaspora Minangkabau di Kota Semarang Prasetyo, Kuncoro Bayu; Mustafid, Imam Zulkhifli
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 1 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena menarik yang terjadi pada diaspora Minangkabau di Kota Semarang, dimana sebagian besar kehidupan mereka berpedoman pada nilai kearifan lokal. Nilai kearifan lokal tersebut kemudian juga membentuk sebuah etos kerja para diaspora Minangkabau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk-bentuk nilai kearifan lokal yang masih dipercayai diaspora Minangkabau serta bagaimana nilai kearifan lokal tersebut membentuk etos kerja diaspora Minangkabau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis teori adalah menggunakan teori reproduksi budaya dari Arjun Appadurai dan Hannerz serta teori habitus dari Pierre Bordieu. Hasil dari penelitian menunjukan: Bentuk-bentuk nilai kearifan lokal yang masih diyakini tersebut berwujud pada pepatah-petitih yang syarat dengan nilai budaya lokal Minangkabau. Nilai-nilai tersebut kemudian direproduksi kembali oleh diaspora Minangkabau di Semarang dan menjadi sumber etos kerja mereka.
Bentuk Toleransi Umat Beragama Islam dan Konghucu di Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang Kurnianto, Rahadhion Dwi; Iswari, Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 1 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toleransi menjadi hal yang penting bagi masyarakat khususnya pada masyarakat yang bersifat multikultural. Keberanekaragaman yang ada di Indonesia rawan menyebabkan konflik horizontal di masyarakat, terutama potensi konflik antar agama. Perbedaan yang ada mampu untuk diterima dengan sikap toleransi oleh masyarakat Desa Karangturi, Lasem. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Konsep yang digunakan yaitu Multikultural H.A.R Tilaar dan Toleransi Djohan Effendi. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Desa Karangturi sebagai daerah multikultural yang terkenal dengan masyarakat keturunan Tionghoa mampu hidup rukun dan damai dengan masyarakat asli Jawa. 2) Berbagai bentuk toleransi yang ada di Desa Karangturi Lasem mencerminkan sikap masyarakat Lasem menerima etnis pendatang Tionghoa sehingga berdiri kawasan Pecinan. 3) Sikap toleransi yang ada di Desa Karangturi merupakan sikap turun termurun yang sudah ada sejak datang dan menetapnya keturunan Tionghoa. Penanaman nilai dan norma yang diberikan sejak kecil bertujuan untuk menjaga kerukunan yang ada di masyarakat.
MAKNA SIMBOLIK RITUAL BUANG ANAK DI DESA PONCOHARJO KECAMATAN BONANG KABUPATEN DEMAK Suliyah, Suliyah; Brata, Nugroho Trisnu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 1 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ritual “buang anak” adalah ritual di mana anak “harus dibuang” karena memiliki hari kelahiran atau weton sama dengan salah satu anggota keluarganya. Fenomena ini terjadi pada masyarakat di Desa Poncoharjo Kecamatan Bonang Kabupaten Demak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pelaksanaan ritual “buang anak” di Desa Poncoharjo, (2) tata cara pengembalian hak asuh secara simbolik, dan (3) fungsi ritual “buang anak”. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, validasi data, dan triangulasi data. Analisis data memakai metode analisis data kualitatif yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) di dalam kehidupan masyarakat terdapat pelaksanaan ritual “buang anak” yang didasarkan dengan hari kelahiran atau weton yang dimiliki sama dengan anggota keluarga yang lain, (2) Pengembalian hak asuh anak secara simbolik akan dilaksanakan jika anak yang bersangkutan laki-laki yaitu ketika dikhitan. Sedangkan untuk anak perempuan yaitu ketika melangsungkan pernikahan, (3) Fungsi dilaksanakanya ritual “buang anak” sebagai upaya mencari keselamatan atau tolak balak bagi seluruh anggota keluarga yang bersangkutan, dan menjadi ritual yang dipercaya oleh masyarakat.
Kelompok Kicau Mania, Kontes Burung dan Kesadaran Konservasi Burung Kicau Di Kabupaten Blora Mafaja, Khoirul; Husain, Fadly
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 1 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memelihara burung merupakan bagian dari kebudayaan Jawa. Dahulu jenis burung Perkutut merupakan hewan populer yang dipelihara orang-orang Jawa. Pada saat ini jenis burung yang dipelihara berubah menjadi jenis burung kicau sehingga memunculkan istilah kelompok kicau mania sebagai kelompok penggemar burung kicau. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui 1) profil kelompok kicau mania, 2) aktivitas kontes kicau, 3) kesadaran konservasi memelihara burung kicau. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yautu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kicau mania merupakan penggemar burung kicau yang memiliki berbagai pengetahuan tentang burung kicau serta pernah mengikuti kegiatan kontes kicau, 2) Aktivitas kicau mania adalah mengikuti kontes kicau, 3) Sudah ada kesadaran mengenai konservasi burung kicau yaitu tidak menangkap burung kicau dewasa di alam dan telah ada upaya pengembangbiakan untuk jenis burung Love Bird. Kelompok penggemar burung atau biasa disebut kicau mania semakin populer saat ini. Semakin maraknya aktivitas kontes kicau menandakan semakin banyaknya minat terhadap burung kicau. Memelihara burung kicau juga memunculkan kesadaran konservasi bagi penggemar burung kicau.
Pendidikan Kewirausahaan Sebagai Penuntun Perkembangan Kemandirian Siswa Di SMA Muhammadiyah Wonosobo Rahayu, Awit; Fatimah, Nurul
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 1 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penerapan pendidikan kewirausahaan di SMA Muhammadiyah Wonosobo yang telah ditunjuk sebagai SMA Kewirausahaan oleh KEMENDIKBUD. Tujuan dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pendidikan kewirausahaan dan untuk mengetahui bagaimana strategi sekolah dalam mengembangkan pendidikan kewirausahaan di SMA Muhammadiyah Wonosobo. Fenomena dalam penelitian ini dianalisis menggunakan dua teori yaitu teori habitus dan teori tindakan Max Weber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SMA Muhammadiyah Wonosobo penerapannya secara intra dan ekstra sebagai program SMA Kewirausahaaan, sekolah telah menerapkan strategi dalam mendukung program tersebut, sayangnya beberapa strategi yang telah diterapkan mulai menurun perannya.
Budaya “Menunduk” pada Generasi Millennial dalam Dunia Nyata (Studi Kasus Generasi Millennial di Desa Demaan Kudus) Syahputra, Afdit Kurniawan; Pudji Astuti, Tri Marhaeni
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berikut merupakan penelitan kualitatif mengenai fenomena kecanduan smartphone pada kalangan Millennial di Desa Demaan Kudus. Tujuan yang ingin dicapai dari kajian ini adalah mengetahui perilaku generasi Millennial di Desa Demaan, Kudus akibat adanya smartphone; mengetahui alasan generasi Millennial di Desa Demaan, Kudus lebih mengutamakan dunia maya; serta mengetahui pandangan generasi Millennial di Desa Demaan, Kudus dalam melihat gejala sosial yang ada di dunia maya. Perilaku mengutamakan dunia maya daripada dunia nyata yang dilakukan oleh generasi Millennial menyiratkan munculnya sebuah budaya baru, yakni budaya “menunduk”. Fenomena budaya “menunduk” dianalisis dengan perspektif konsep generasi milik Tapscott, pilihan rasional milik Coleman, interaksionisme simbolik milik Blummer serta realitas sosial milik Berger dan Luckman.
Strategi Pemanfaatan Gadget pada Santriwati di Pondok Pesantren As Salafy Al-Asror (Studi Kasus pada Santriwati Pelajar di Yayasan Al-Asror) Mahfudhoh, Alifia; Fatimah, Nurul
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan makna gadget bagi santri dan strategi pemanfaatan gadget di Pondok Pesantren As Salafy Al-Asror. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di Pondok Pesantren As Salafy Al-Asror, Patemon, Gunungpati, Kota Semarang. Data yang dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Makna fungsi gadget bagi santriwati ada dua yaitu, gadget sebagai alat komunikasi dan gadget sebagai alat untuk mencari informasi, hal tersebut dapat dilihat dari latar belakang santriwati yaitu dari latar belakang keluarga, teman bermain, dan tingkat jenjang pendidikan. 2) Strategi untuk menggunakan gadget yang dilakukan oleh santriwati ada lima strategi yaitu, pertama, ketika santriwati dikunjungi atau ditimbali mahromnya (orang yang tidak boleh dinikahi seperti orang tua, om dan tante), kedua, santriwati meminjam gadget kepada wali kamar, ketiga, santriwati meminjam ke teman sekolah, keempat santriwati membawa dan dititipkan ke teman sekolah dan yang kelima, santriwati membawa gadget ke dalam pondok secara diam-diam.
Gibek: Aktivitas Ilegal Pertambagan Batu Kapur dan Dampak Ekologi di Kabupaten Blora Agustin, Diana Nur; Brata, Nugroho Trisnu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gibek merupakan aktivitas pemanfaatan sumber daya alam batu kapur sebagai proses adaptasi masyarakat. Aktivitas gibek merupakan aktivitas pertambangan ilegal yang sudah berjalan kurang lebih sejak tahun 1980-an. Aktivitas yang berlangsung secar turun temurun, dilalukan masyarakat sebagai pekerjaan sampingan di samping pekerjaan utama bertani. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui cara masyarakat Desa Kajengan memanfaatkan lingkungan sekitar tempat tinggal, untuk kelangsungan hidup, 2) untuk mengetahui pola-pola aktivitas masyarakat Desa Kajengan dalam memanfaatkan area pertambangan batu kapur, 3) untuk mengatahui pengaruh aktivitas pertambangan batu kapur terhadap kondisi lingkungan ekologi sekitar area pertambangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Kajengan Kecamatan Todanan Kabupaten Blora. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekologi budaya oleh Julian H. Steward. Hasil penelitian menunjukan: 1) pemanfaatan sumber daya alam batu kapur yang ada di Desa kajengan merupakan bentuk adaptasi masyarakat terhadap lingkungan untuk bertahan hidup, 2) disisi lain pemanfaatan sumber daya ini merupakan aktivitas ilegal yang dilakukan secara turun temurun oleh masyarakat, dengan alasan aktivitas tersebut berada di tanah milik masyarakat dan dalam prakteknya, pekerja pertambangan hanya menggunakan peralatan sederhana dan manual, 3) dengan adanya aktivitas tersebut kini berdampak pada sumber Mata Air Kajengan yang dari tahun ke tahun debit airnya berkurang.
Pengembangan Kampung Jawi sebagai Destinasi Wisata di Kota Semarang Ridhwan, Hasna Farras Elian; Wijaya, Atika
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Jawi sebagai sebuah kampung wisata memerlukan keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan wilayahnya sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Semarang. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui 1) bentuk partisipasi masyarakat dalam mengembangkan Kampung Jawi, 2) kendala yang dihadapi dalam mengembangkan Kampung Jawi serta solusi yang dilakukan, 3) rintisan program pengembangan Kampung Jawi. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) partisipasi yang dilakukan masyarakat dalam mengembangkan Kampung Jawi dapat dilihat melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. Bentuk partisipasi yang dilakukan berupa pemberian ide, tenaga, harta benda, serta keterampilan yang dimiliki, (2) kendala yang dihadapi dalam mengembangkan Kampung Jawi berupa adanya kecemburuan sosial, dan keterbatasan dana. Solusi yang dilakukan berupa mengadakan kegiatan yang melibatkan seluruh masyarakat serta meminta warga untuk melakukan iuran, (3) rintisan program pengembangan Kampung Jawi sebagai destinasi wisata di Kota Semarang meliputi pengembangan dalam hal ekonomi, fasilitas, dan sumber daya manusia.
Diskriminasi terhadap Kaum Gemuk (Studi Kasus: Kalangan Remaja Bertubuh Gemuk di Wonosobo) Wahyuni, Kholifa Diah; Prasetyo, Kuncoro Bayu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena sosial yang terjadi di masyarakat yakni mengenai diskriminasi terhadap kaum gemuk, karena wacana mengenai tubuh ideal berupa tubuh langsing yang didukung oleh peran media sebagai pembentukan gambaran idealitas tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk diskriminasi yang dialami kalangan remaja bertubuh gemuk di Wonosobo, dampak diskriminasi terhadap konsep diri kalangan remaja bertubuh gemuk di Wonosobo, respon kalangan remaja bertubuh gemuk di Wonosobo terhadap bentuk diskriminasi yang dialami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan teori interaksionalisme simbolik oleh George Herbert Mead serta konsep the body, culture and society oleh Philip Hancock. Teori dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan tentang tubuh masih mempengaruhi interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk diskriminasi yang dialami oleh remaja gemuk yaitu diskriminasi dalam aspek sosial dan diskriminasi dalam aspek pekerjaan. Dampak diskriminasi terhadap diri kalangan remaja bertubuh gemuk di Wonosobo adalah dampak secara psikologi, dampak secara ekonomi, dan dampak secara sosial. Dari adanya diskriminasi yang diterima oleh remaja gemuk, diantara mereka memberikan respon yang berbeda yaitu respon mengabaikan dan respon menolak berupa melakukan diet. Faktor gender sangat mempengaruhi respon yang muncul, dimana remaja gemuk laki-laki lebih banyak menunjukkan respon mengabaikan dan remaja gemuk perempuan menunjukkan respon menolak.