cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 432 Documents
Sewu Mergo Siji Pati Sebagai Pandangan Hidup Orang Kalang di Desa Tratemulyo Kecamatan Weleri Kendal Hayati, Nurmala; Iswari, Rini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalang sebagai bagian dari masyarakat yang mendiami wilayah Weleri, salah satunya di Desa Tratemulyo. Kalang memiliki kepercayaan sewu mergo siji pati dan digunakan sebagai pandangan hidup. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui kepercayaan sewu mergo siji pati sebagai pandangan hidup Orang Kalang di Desa Tratemulyo Kendal. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan konsep kepercayaan, pandangan hidup, dan sangkan paraning dumadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan sewu mergo siji pati memiliki ajaran-ajaran hidup yang bersumber dari leluhur dan juga terdapat nilai-nilai hidup. Keberadaan Orang Kalang tentunya juga menimbulkan pandangan yang berbeda dari masyarakat dilihat dari tiga aspek yakni kelahiran, perkawinan, dan kematian. Pandangan tersebut memunculkan adanya sikap ethok-ethok untuk menghargai kegiatan yang dilakukan oleh Orang Kalang.
Relasi Sosial Ekonomi Dalam Sistem Pembagian Kerja Nelayan Pursin (Studi Kasus Di Desa Kramat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal) Susanto, Rizal; Rini, Hartati Sulistyo
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat pembagian kerja secara spesifik berdasarkan bidang keahlian dalam nelayan pursin. Hubungan sosial ekonomi yang dipengaruhi oleh pembagian kerja membuat dinamika kehidupan pada kelompok nelayan pursin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana munculnya pembagian kerja dalam nelayan pursin Tegal, bagaimana pola pembagian kerja dalam nelayan pursin Tegal, dan relasi sosial ekonomi dalam sistem pembagian kerja nelayan pursin Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian ini dianalisis menggunakan teori strukturasi Giddens. Hasil penelitian ini adalah: 1) pembagian kerja pada nelayan membuat aktivitas pencarian ikan dengan menggunakan alat tangkap pursin menjadi lebih ringan dan lebih efisiensi waktu. Pembagian kerja juga memunculkan stratifikasi beberapa kelas struktur nelayan. 2) pola pembagian kerja terbagi kedalam tiga tahapan yaitu proses persiapan tawur, proses tawur, proses pencadukan dan penyimpanan ikan. 3) struktur kerja yang ada dalam nelayan pursin mempengaruhi relasi sosial ekonomi nelayan, dimana hal ini ditentukan oleh aspek ekonomi yaitu pendapatan dan aspek sosial dalam wujud relasi sosial. Munculnya dinamika relasi sosial ekonomi diantara pemilik modal dan diantara nelayan itu sendiri dipengaruhi dengan adanya relasi kuasa.
Perilaku Membeli Produk Pemutih Wajah di Kalangan Perempuan Pekerja Millet Tempat Pelelangan Ikan Jongor Kelurahan Tegalsari Kota Tegal Nindia, Sefira Rizki Ayu; Arsal, Thriwaty; Mustofa, Moh. Solehatul
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehadiran produk pemutih mempengaruhi gaya hidup seseorang, khususnya bagi kaum perempuan. Keinginan untuk memiliki penampilan yang menarik dan cantik karena kecantikan bagi perempuan merupakan simbol keberadaan dalam lingkungan. Berbagai usaha dilakukan untuk mempertahankan citra diri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna produk pemutih bagi perempuan pekerja millet, dan untuk mengetahui faktor apa saja yang mendorong perempuan pekerja millet dalam menggunakan produk pemutih wajah.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: Konsep cantik perempuan pekerja millet yaitu berasal dari lingkungan sosial perempuan pekerja millet, iklan, pembuktian eksistensi diri, dan konsep diri (self) tentang perempuan yang cantik. Faktor-faktor yang mendorongperempuan pekerja millet dalam menggunakan produk pemutih wajah adalah(1) adanya pengaruh teman sepergaulan (2) adanya keinginan untuk memiliki kulit wajah cantik, (3) pengaruh suami. Saran dari penelitian ini adalah perempuan pekerja millet sebaiknya mempertimbangkan jaminan kualitas krim pemutih dari penjual produk pemutih, dan perempuan pekerja millet sebaiknya memperhatikan antara kebutuhan kebutuhan sehari-hari dan keinginan membeli produk pemutih.
Perubahan Peran Bapak Rumah Tangga Dalam Keluarga Buruh Pabrik Mps Tulis Apriani, Tri Devy; Arsi, Antari Ayuning
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibu memperlihatkan eksistensi di ranah publik dengan bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Perubahan peran ibu berpengaruh terhadap peran bapak dalam keluarga. Bapak menjadi bapak rumah tangga dalam keluarga buruh Pabrik Rokok MPS Tulis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan peran bapak rumah tangga dan implikasinya dalam keluarga buruh Pabrik Rokok MPS Tulis Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Analisis konsep menggunakan Konsep Nature dan Konsep Nurture, serta Konsep Gender Stereotip. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bapak dalam keluarga pada saat ini sudah melibatkan diri di ranah domestik dan hasil pekerjaan bapak rumah tangga tidak kalah dengan yang dikerjakan ibu.
Perilaku Sosial Santri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Muballighin Desa Reksosari Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang Ningrum, Vena Zulinda; Rochana, Totok
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku sosial merupakan tindakan-tindakan yang berkaitan dengan segala perbuatan yang secara langsung berhubungan atau dihubungkan dengan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui bentuk perilaku sosial santri. 2) Mengetahui faktor-faktor yang membentuk perilaku sosial santri. 3) Mengetahui jenis perilaku sosial santri. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perilaku sosial santri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Muballighin mencerminkan sifat yang baik yaitu saling menghormati, bersikap sopan santun, saling tolong menolong, peka dan peduli terhadap sesama, serta mempunyai rasa terima kasih yang tinggi. Perilaku sosial santri dapat dilihat dari kegiatan sehari-hari yang dilakukan sebagai contoh ketika ada temannya yang sakit saling menjenguk dan merawat, memberi salam kepada sesama santri dan mencium tangan kepada yang lebih tua atau kyainya. 2) Faktor pembentuk perilaku sosial santri yang paling berpengaruh adalah perilaku sang kyai yaitu disiplin, kewibawaan, kedekatan terhadap santri, memberikan kasih sayang, dan nasihat. Menurut kyai seorang guru harus menjadi uswatun khasanah dalam kehidupan sehari-hari bagi santri-santrinya. 3) Jenis perilaku santri yang paling menonjol adalah kecenderungan perilaku dalam hubungan sosial dimana santri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Muballighin sudah dapat hidup mandiri, dapat bergaul, ramah, dan patuh terhadap tata tertib yang dapat dilihat dari perilaku sopan santri di dalam kehidupan sehari-hari di pondok pesantren.
Permasalahan Anak-anak Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Kampung Buruh Migran sebagai Akibat Aktivitas Migran Fajar, Fajar; Brata, Nugroho Trisnu
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji permasalahan anak yang timbul akibat aktivitas migran. Salah satu persoalan Tenaga Kerja Wanita (TKW) mengenai salah asuh anak yang mendapat perhatian Serikat Buruh Migran Wanita (SBMW) cabang Wonosobo. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan pengamatan. Analisis data akan disajikan dengan kualitatif model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat banyak anak yang ditinggal ibunya bekerja keluar negeri. Anak yang ditinggal ke luar negeri ada yang berusia di bawah 5 tahun, ada juga anak yang berusia SD hingga remaja. Permasalahan yang muncul dari fenomena tersebut adalah berupa: kesulitan berkomunikasi, minder dan murung, kapiran (tidak diperhatikan), dan hyperaktif. Permasalahan itu muncul pada anak-anak yang usianya dibawah 5 tahun. Permasalahan lainnya yaitu anak remaja hingga dewasa mulai berani memaksa dan mengancam ibunya untuk memenuhi segala permintaannya, sering tidak masuk sekolah bahkan sampai tidak naik kelas dan dropout dari sekolah. kongko-kongko, mabuk, menunjukan sikap malas, tidak mau bekerja karena mengandalkan remiten dari ibunya, bahkan ada pula yang mencuri dan melakukan pergaulan bebas.
Siasat Usaha Industri Kecil dalam Menghadapi Dominasi Industri Besar (Studi Kasus pada Industri Kecil Klaster Bordir dan Konveksi Desa Padurenan Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus) Luthfi, Asma; Muasyaroh, Luthfiatul
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 8 No 2 (2019): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui siasat usaha yang dilakukan oleh industri kecil di Desa Padurenan dalam menghadapi dominasi industri besar. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah dimensi moral oleh Scott dan dimensi rasional oleh Popkin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kondisi usaha kecil terdiri dari berbagai karakteristik yakni lama pendirian usaha, dan perluasan pangsa pasar. 2) Bentuk persaingan usaha konveksi berupa harga dan pangsa pasar, 3) Hambatan yang dialami industri kecil dalam menghadapi persaingan usaha yaitu modal, sumber daya manusia, sarana prasarana dan pemasaran. 4) Siasat usaha yang dilakukan oleh industri kecil meliputi mengikuti trend pasar, optimalisasi penggunaan bahan baku, promosi online maupun offline, sikap terbuka terhadap konsumen dan tenaga kerja, serta pemanfaatan jaringan sosial.
Alih Fungsi Lahan Dan Dampaknya Pada Kehidupan Sosial Petani Di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar Syukur, Muhammad; Sakmawati, Sakmawati; Bastiana, Bastiana
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 9 No 1 (2020): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya alih fungsi lahan dan kehidupan sosial petani setelah adanya alih fungsi lahan yang terjadi di Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 10 orang yang bekerja sebagai petani, 2 orang dari Kelompok Tani dan Bapak Lurah Tamangapa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Alih fungsi lahan di Kelurahan Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar terjadi karena pertumbuhan penduduk (pendatang), kepentingan pembangunan, kemauan dari pemilik lahan itu sendiri (penduduk lokal), keadaan atau kondisi suatu lahan dan perkembangan kegiatan ekonomi masyarakat sehingga mendorong terjadinya pembangunan dengan menggunakan lahan pertanian untuk pembangunan toko atau ruko terutama pada lahan pertanian yang ada di pinggir jalan raya. Kehidupan sosial petani setelah adanya alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian juga mengalami perubahan baik ditinjau dari aspek mata pencaharian, interaksi sosial, mobilitas sosial dan strata sosialnya.
Jamaah Wahabi Dan Kohesi Sosial Masyarakat Abdurrohman, Abdurrohman; Tari Dewi, Baiq Pransiska Ayu Julian; Asror, M. Zainul
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 9 No 1 (2020): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Keberadaan Wahabi dan kohesi sosial di masyarakat Desa Nyiur Tebel Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui keberadaan jamaah wahabi terhadap kohesi social masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Berdasarkan data penelitian dapat di laporkan bahwa masuknya paham wahabi dibawa langsung oleh H. Al-Ma’ruf Hajar, Lc pada tahun 2014. Keberadaan paham ini mempengaruhi hubungan sosial masyarakat, dimana sebelum masuk paham wahabi di Desa Nyiur Tebel, hubungan sosial masyarakat sangat harmonis, hal ini terlihat pada saat masyarakat saling tolong menolong dalam melaksanakan acara-acara besar dan gotong royong. Namun, setelah paham wahabi masuk ke Desa Nyiur Tebel, pada titik inilah mulai terganggu kohesi sosial masyarakat karena ada beberapa warga yang menganut paham wahabi dan penganut wahabi enggan menghadiri kegiatan-kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Kendati demikian keberadaan Wahabi yang semakin kuat di Desa nyiur tebel tidak sampai menimbulkan konflik antar masyarakat yang berbeda organisasi kemasyarakatan. Hal ini karena pertama faktor hubungan kekerabatan, nilai religius yang kuat, dan tingkat pendidikan yang cukup tinggi.
Penerapan Kesetaraan Gender Dalam Pendidikan Pada Siswa Di SMAN 5 Mataram Wadi, Hairil; A, Muh. Khaerul Watoni; ZM, Hamidsyukrie
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 9 No 1 (2020): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pemahaman siswa SMAN 5 Mataram tentang kesetaraan gender; (2) mengetahui penerapan kesetaraan gender pada aspek akses; (3) aspek partisipasi; (4) aspek kontrol; dan (5) aspek manfaat siswa dalam pendidikan di SMAN 5 Mataram. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan: (1); pemahaman siswa tentang kesetaraan gender yakni pada tahapan siswa menjelaskan, merincikan, dan mencirikan; (2) Penerapan kesetaraan gender pada aspek akses siswa di SMAN 5 Mataram yaitu kesempatan menggunakan fasilitas yang sama antara siswa laki-laki dan perempuan, kebeasan berpendapat, bertanya, dan kebebasan menjadi pengurus kelas; (3) Penerapan kesetaraan gender pada aspek partisipasi siswa di SMAN 5 Mataram yaitu keaktifan siswa laki-laki dan perempuan dalam mengerjakan soal, keaktifan berdiskusi, dan keaktifan bertanya dan menjawab; (4) Penerapan kesetaraan gender pada aspek kontrol siswa di SMAN 5 Mataram yaitu adanya relasi kekuasaan dan keberdayaan yang setara; (5) Penerapan kesetaraan gender pada aspek manfaat siswa di SMAN 5 Mataram yaitu manfaat pada aspek akses berupa siswa lebih nyaman, tidak mudah bosan dan lebih enak. Kemudian pada aspek partisipasi berupa siswa menjadi lebih mengerti, lebih berani, dan lebih percaya diri.