cover
Contact Name
-
Contact Email
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
F1 Building 1st Floor, Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang. Sekaran Campus, Gunungpati District, Semarang City, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JSSF : Journal of Sport Science and Fitness
ISSN : 22526528     EISSN : 27455718     DOI : https://doi.org/10.15294/jssf
Core Subject : Health,
Journal of Sport Science and Fitness (JSSF) is an open access online journal and printed by request, which published by Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang, Indonesia. It is a special platform for sport scientist, lecturers, students, or even sport practitioners who want to publish their scientific works such as original papers, reviews and short reports. Hence, it aims to provide reliable source of information on current developments in the fields related to adaptive physical exercise, physical fitness, sport nutrition, and motion analysis for anyone who interested on sports science issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 290 Documents
PENGARUH SENAM SANG SURYA TERHADAP KEKUATAN OTOT TUNGKAI DAN KELENTUKAN TOGOK LANSIA DI PADEPOKAN TAPAK SUCI BANJARNEGARA TAHUN 2013
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i1.6091

Abstract

Tujuan:Untuk mengetahui pengaruh senam sang surya terhadap kekuatan otot tungkai; kelentukan togok kedepan; kelentukan togok kebelakang pada lansia di padepokan tapak suci banjarnegara tahun 2013. Metode: Populasi penelitian ini adalah peserta warga binaan perguruan tapak suci kabupaten banjarnegara yang berjumlah 30 lansia. Sampel dalam penelitian berjumlah 20 lansia. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposif sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah senam sang surya dengan variabel terikat antara lain hasil kekuatan otot tungkai, kelentukan togok kedepan, dan kelentukan togok kebelakang. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan desain One group pre test – post test. Metode analisis data penelitian menggunakan analisis data statistik T-test. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian bahwa senam sang surya berpengaruh meningkatkan kekuatan otot tungkai lansia, kelentukan togok kedepan lansia, dan kelentukan togok kebelakang lansia. Dilihat dari Sig (2-tailed) hasil pre test dan post test kekuatan otot tungkai = 0,042 < 0,05 maka H1 diterima, dilihat dari Sig (2-tailed) hasil pre test dan post test kelentukan togok kedepan = 0,013 < 0,05 maka H1 diterima, dilihat dari Sig (2-tailed) hasil pre test dan post test kelentukan togok kebelakang = 0,000 < 0,05 maka H1 diterima. Simpulan: Senam sang surya dapat meningkatkan kekuatan otot tungkai lansia, kelentukan togok kedepan lansia, dan kelentukan togok kebelakang lansia di padepokan tapak suci Banjarnegara Tahun 2013. Saran: Kepada lansia pada umumnya dapat menggunakan senam sang surya untuk meningkatkan kekuatan otot tungkai, kelentukan togok kedepan, dan kelentukan togok kebelakang. Purposes: To investigate effects of sang surya gymnastic on leg muscle strength; forward trunk flexibility; backward trunk flexibility in elder people at padepokan Tapak Suci Banjarnegara in 2013. Methods: The Population of this study is that participants of padepokan Tapak Suci at Banjarnegara regency, amounting to 30 elderly people. The sample of this study are 20 elderly. The method of sample selection was purposive sampling. In this study there are two variables: Sang Surya Gymnastic as the independent variable and the results of leg muscle strength, forward trunk flexibility, and backward trunk flexibility as the dependent variable. Research methods using experimental design One group Pre test – Post test. Data analysis methods of research using statistics analysis T-test. Results: Sang Surya Gymnastic is able to increased leg muscle strength, foreward trunk flexibility, and backward trunk flexibility in elderly. Seen from Sig (2-tailed) results of pre test and post test leg muscle strength = 0.042< 0.05 then H1 is accepted, seen from Sig (2-tailed) results of pre-test and post-test forward trunk flexibility = 0.013<0.05 then H1 is accepted, seen from Sig (2-tailed) results of pre-test and post-test backward trunk flexibility =0.000 < 0.05 then H1 is accepted. Conclusion: from the above data is Sang Surya Gymnastic can  improve elderly leg muscle strength, elderly foreward trunk flexibility, and elderly backward trunk flexibility at Padepokan Tapak Suci Banjarnegara in 2013. Suggestion: Generally, Sang Surya Gymnastic is recommended to improve leg muscle strength, forward trunk flexibility, and backward trunk flexibility in elder people.
OLAHRAGA TRADISIONAL BALAMBAT DI KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG – JAWA TENGAH
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i1.6092

Abstract

 Tujuan: Untuk mengetahui sejarah, cara permainan, peraturan, respon pemerintah, masyarakat dan faktor pendukung olahraga tradisional balambat. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Kelurahan Beji Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. Instrumen pengumpulan data yaitu observasi atau pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bersifat induktif. Hasil: Penelitian ini menunjukan bahwa balambat adalah olahraga zaman dahulu yang dimainkan oleh anak-anak penggembala dengan peralatan bermain menggunakan pecahan genteng dan bola dari serabut kelapa. Respon pemerintah sampai saat ini belum memberikan bantuan, sedangkan respon masyarakat sangat baik dan mendukung. Faktor pendukung meliputi pendanaan dan sarana prasarana. Simpulan: Olahraga tradisional balambat merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua regu, yaitu regu penjaga dan regu pelempar/pelari dengan peralatan bermain menggunakan pecahan genteng dan bola yang terbuat dari serabut kelapa. Akan tetapi, respon pemerintah sampai saat ini belum memberikan bantuan dan faktor pendukung masih sangat minim. Purpose: To investigate its history, method of the game, rule, government response, people and element support of traditional balambat. Methods: This is diskriptif and qualitatif study. Research was conducted in Beji village, Eastern Districts Ungaran, Semarang Regency. Data colection instruments are observation, interview and documentation. Use data analisis in study descriptive and qualitative method is inductive. Results: Balambat is sport ancient who played hendsman with tools use roof sprinkles and ball from coconut fiber. Response of the government up to now has not given aid while people are good and support. Element supports including financial and infrastructure. Conclusions: Balambat is sport wich played by two groups, that is keeper groud and runner group with tools use roof sprinkles and ball wich made from coconut fiber. However, response of the government up to now has not given aid and element support
PROFIL KAPASITAS VITAL PARU PADA PEMAIN KLUB FUTSAL PUTRA SEBAYU TEGAL TAHUN 2013
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i1.6203

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui profil kapasitas vital paru pada pemain futsal putra sebayu Tegal tahun 2013. Metode: Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik tes. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain klub futsal putra Sebayu Tegal tahun 2013 yang berjumlah 20 pemain. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Putra Sebayu Tegal tahun 2013 yang berjumlah 20 pemain. Variabel dalam penelitian ini adalah variable tunggal, di mana penelitian ini hanya ada satu objek penelitian yaitu profil kapasitas vital paru. Hasil: Tes kapasitas vital paru menggunakan spirometer test, sebagian besar sampel penelitian dalam kategori baik sekali 1 pemain (5%), kategori baik 4 pemain (20%), sedang 9 pemain  (45%), selebihnya kategori kurang 4 pemain (20 %),  dan kurang sekali 2 pemain (10%). Simpulan: Kapasitas vital paru pada pemain klub futsal Putra Sebayu Tegal dalam kategori sedang yaitu sebesar 3,37%. Saran: 1) Bagi pemain yang masih memiliki tingkat kapasitas vital paru yang kurang hendaknya lebih meningkatkan aktifitas fisik melalui peningkatan aktifitas olahraga yang bersifat aerobik. 2) Bagi klub futsal putra Sebayu Tegal hendaknya lebih serius oleh pengurus klub agar dapat membentuk pemain yang sehat dan berprestasi.Purpose: To know the profile of vital capacity of lung in futsal players at futsal club Putra Sebayu Tegal in 2013. Methods: A survey method used in this study. The population in this study is all players in futsal club Putra Sebayu Tegal. Randomize sampling technique was used in this study n=20. Variable in this study is a single variable (profile of vital capacity of lung). Results: Using a spirometer to measure the vital capacity of lung, most of the research sample in either category 1 player once (5%) , both category 4 players (20%) , while 9 players (45%) , the remaining categories are less 4 players (20%), and less so 2 players (10%). Conclusion: The vital capacity of lung in player of futsal club Putra Sebayu Tegal in average category = 3.37%. Suggestion: 1) For players who have low levels of vital capacity of lung should further improve physical activity through increased activity of aerobic exercise. 2) For the men's futsal club sebayu Tegal should be more serious attention to the completeness of sports facilities and infrastructure that is provided by the club's players in order to establish a healthy and outstanding 
MODEL PEMBINAAN PRESTASI OLAHRAGA VOLI PANTAI DI KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2013
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i1.6205

Abstract

Tujuan: untuk mengetahui model pembinaan prestasi olahraga voli pantai di Kabupaten Indramayu. Metode: Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di lakukan di Tim Voli Pantai Kabupaten Indramayu. Obyek penelitian ini adalah pembinaan prestasi olahraga voli pantai di Kabupaten Indramayu, sedangkan sasaran peneltian ini adalah model pembinaan prestasi olahraga voli pantai di Kabupaten Indramayu. Instrument dan metode pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, reduksi data, dan verifikasi data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil: penelitian menunjukukan bahwa  model pembinaan prestasi olahraga voli pantai Kabupaten Indramayu menggunakan model piramida, yaitu melaluli pemasalan dan pembibitan, kepengurusan organisasi terkoordinasi dan terprogram dengan baik. (Hal ini dapat dilihat dari jadwal latihan, empat kali dalam satu minggu, waktu 2 jam, perekrutan anggota melalui seleksi, program latihan dari jangka pendek, menengah, jangka panjang, yang semuanya itu dapat mendukung pencapaian prestasi dalam bidang olahraga voli pantai). Sarana dan prasarana yang dimiliki Tim Voli Pantai Indramayu sudah memadai (Hal ini dapat dilihat dengan adanya kantor kesekertariatan, adminitrasi di tim voli pantai Kabupaten Indramayu, lapangan sebagai tempat latihan dua lapangan untuk 15 atlet, jumlah bola yang sesuai dengan jumlah atlet)Purpose: to know the achievement development model of beach volleyball in Indramayu County. Methods: The approaching used in this research is descriptive qualitative. The research was done with Indramayu volley ball team. The object is performance development of volley ball in Indramayu, and the aim is performance development model of volley ball in Indramayu. The instrument and data-collection were done by observation technique, interview and documentation. The data validity used in this research was triangulation technique, data reduction and data verification. Data analysis in this research was descriptive qualitative. Results: The research resulted that the performance development of volley ball in Indramayu was coordinated and programmed well (this can be seen from the exercise schedule, which is four times a week, 2 hours, member recruitment by selection, short, medium and long-term exercise programme, which was all due to support the achievement in volley ball sport). Media and preparation that is owned by Indramayu volley ball team is pretty much sufficient (this can be seen by the presence of secretary office, administration used in the team, the field that can contain 15 athletes, the amount of balls equalled with all athletes).
SUMBANGAN POWER OTOT LENGAN, KEKUATAN GENGGAMAN, FLEKSIBILITAS PERGELANGAN TANGAN DAN KEKUATAN TUNGKAI TERHADAP KEMAMPUAN TEMBAKAN PENALTI PADA HOCKEY
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i1.6208

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sumbangan power otot lengan, kekuatan genggaman, fleksibilitas pergelangan tangan, dan kekuatan tungkai terhadap kemampuan tembakan penalti pada hockey. Metode penelitian menggunakan survey test. Populasi dan sampel penelitian ini sebanyak 16 anggota UKM Hockey UNNES yang terdiri 10 pemain putra dan 6 pemain putri. Analisis data menggunakan regresi ganda. Hasil penelitian adalah 1) power otot lengan memberikan sumbangan 13,01%, 2) kekuatan genggaman memberikan sumbangan 21,00%, 3) fleksibilitas pergelangan tangan memberikan sumbangan  12,63%, 4) kekuatan tungkai memberikan sumbangan  38,54%, sedangkan power otot lengan, kekuatan genggaman, fleksibilitas pergelangan tangan, dan kekuatan tungkai secara bersama-sama memberikan sumbangan terhadap kemampuan tembakan penalti hockey yaitu 85,18% dan sisanya yaitu 14.82% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian. Sumbangan kekuatan tungkai lebih besar dibandingkan dengan variable-variabel yang lain, untuk itu para pelatih diharapkan dapat meningkatkan kekuatan tungkai dengan cara latihan  secara rutin dan terprogram dengan baik hal-hal yang dapat meningkatkan kekuatan tungkai seperti sqoat jump, serta push up untuk meningkatkan power otot lengan. Bagi para pemain hockey hendaknya meningkatkan latihan teknik dan latihan kondisi fisik secara seimbang karena teknik yang baik tanpa diimbangi kondisi fisik yang baik akan menghasilkan tembakan penalti yang kurang maksimal.The research objective was to determine the contribution of muscle power arm, grip strength, wrist flexibility and leg strength on the ability of penalty shots hockey.Metode test.Populasi survey and research using this sample as many as 16 members of SME Hockey UNNES comprising 10 players and son 6 players daughter. Analysis of data using multiple regression. The results of the study were 1) arm muscle power contributed 13,01%, 2) grip strength contributed 21,00%, 3) flexibility wrist contributed 12,63%, 4) leg strength contributed 38,54%, while muscle power arm, grip strength, wrist flexibility and strength tungkaisecara together contribute greatly to the ability of the hockey penalty shot 85,18% and the remaining 14,80% is influenced by other variables not included in the study. Coach suggested that athletes in the penalty shootout of exercise training in order to increase the intensity. In addition to enhancing and improving skills should also improve the physical condition of a balanced exercise for good technique without offset good physical condition will result in less than the maximum penalty.
SURVEY DAMPAK LATIHAN OLAHRAGA YANG DILAKUKAN PARA PENDERITA PASCA STROKE DI RUMAH SAKIT
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i1.6209

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak latihan olahraga yang dilakukan para penderita pasca stroke di rumah sakit se-kabupaten Pati. Penelitian dilaksanakan ditempat fisioterapi Keluarga Sehat Hospital Pati dan RSUD Soewondo Pati. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel yang digunakan keseluruhan berjumlah 30 pasien pasca penderita stroke. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan angket (kuesioner), wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment bivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan dampak latihan olahraga yang digunakan pada pasien penderita pasca stroke. Varibel latihan olahraga terdapat unsur kesungguhan latihan dan unsur intensitas latihan. variabel dampak ke penyembuhan penderita stroke terdapat efek psikis dan peningkatan yang didapat akibat latihan olahraga. Dengan hasil pengolahan data dari program SPSS, koefisien korelasi kesungguhan latihan dengan efek psikis adalah 0,513 dan p; 0,004, koefisien korelasi kesungguhan latihan dengan peningkatan didapat adalah 0,251 dan p; 0,182, koefisien korelasi intensitas latihan dengan efek psikis adalah 0,248 dan p; 0,187, dan koefisien korelasi intensitas latihan dengan peningkatan didapat adalah 0,246 dan p; 0,190. Para penderita pasca stroke lebih bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam memperoleh penyembuhan melalui program latihan olahraga.This study aims to determine impact exercise that is performed post stroke patients in the all hospital district Pati. The study which held in place physiotherapy Keluarga Sehat Hospital Pati and General Hospital Soewondo Pati. This research is a quantitative study. The samples used were 30 patients post stroke. Data collection techniques performed in this study using a questionnaire, interview and documentation. Analysis using bivariate product moment correlation. The results showed the impact of exercise used in patients with post stroke. There is an element of variable exercise training seriousness and intensity of the exercise element. variable impact on stroke survivors healing and psychic effects are obtained as a result of an increase in exercise training. With the results of the data processing program SPSS, correlation coefficient seriousness psychological effects of exercise with is 0,513 and p; 0,004, with a correlation coefficient of seriousness exercise enhancement obtained was 0,251 and p; 0,182, the correlation coefficient with the psychological effects of exercise intensity was 0,248 and p; 0,187, and the correlation coefficient with the exercise intensity improvement obtained is 0,246 and p; 0,190. The post stroke patients is more eager and sincere in obtaining healing through exercise programs.
PROFIL KONDISI FISIK SISWA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET PUTRA SMA N 02 UNGARAN TAHUN 2012
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i1.6210

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kondisi fisik siswa ekstrakurikuler bola basket putra SMA N 02 Ungaran tahun 2012. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa ekstrakurikuler bola basket putra SMA N 02 Ungaran tahun 2012 yang berjumlah 12 siswa. Sample yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Berdasarkan hasil penelitian bahwa rata-rata skor tingkat kondisi fisik siswa ekstrakurikuler bola basket putra SMA N 02 Ungaran tahun 2012 adalah sebesar 2.65 yang termasuk dalam kategori kurang. Ditinjau dari tingkat kondisi fisik masing-masing siswa yaitu, 9 siswa (75%), selebihnya 3 siswa (25%) dalam kategori sedang. Simpulan dari hasil penelitian ini yaitu kondisi fisik siswa ekstrakurikuler bola basket putra SMA N 02 Ungaran tahun 2012 dalam kategori kurang.The purpose of this study was to determine the level of the physical condition of man’s basketball extraculicular of negeri 02 senior high school year 2012. The study population was all man’s basketball extraculicular of negeri 02 senior high school year 2012  totaling 12 people. The sample in this study uses total sampling. Based on the survey results revealed that the average score of the level of the physical condition of man’s basketball extraculicular of negeri 02 senior high school year 2012 is 2.65 which is included in the category less. Judging from the level of the physical condition of each athlete is known that most of the athletes, 9 studens (75%) in the category of less, the remaining 3 studens (25%) in the medium category. Conclusions from this research that the physical condition of man’s basketball extraculicular of negeri 02 senior high school year 2012 in the category of less.
EFEK PEMBERIAN LATIHAN KESEIMBANGAN DALAM MEMPERTAHANKAN KEMAMPUAN KESEIMBANGAN MANULA PANTI WREDHA RINDANG ASIH 1 UNGARAN
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i1.6211

Abstract

Manula adalah masa dimana mereka mengalami kondisi fisiologis dan anatomis yang semakin menurun. Yang mengakibatkan mereka sering terjatuh dan menyebabkan patah tulang. Penelitian ini dilakukan di Panti Wredha Rindang Asih 1 Ungaran, bertujuan untuk mengetahui efek pemberian latihan keseimbangan dalam meningkatkan kemampuan keseimbangan manula. Dengan diberikannya treatment berupa latihan keseimbangan (balance exercise) yang berjumlah 16 item dan pengukuran dilakukan dengan Berg Balance Scale (BBS). Berdasarkan hasil BBS pretest diperoleh rata-rata 41,9 nilai BBS, dengan klasifikasi 40% atau 4 orang dalam keadaan keseimbangan cukup dan 60% atau 6 orang dalam keseimbangan baik dan posttest rata-rata 44,3 nilai BBS, dengan klasifikasi  20% atau 2 orang dalam keadaan keseimbangan cukup, 50% atau 5 orang dalam keseimbangan yang baik dan 30% atau 3 orang dalam keseimbangan yang sangat baik. Dan berdasarkan uji t-test dengan taraf signifikansi 5% menunjukkan t hitung sebesar -2,491 dan t tabel sebesar 2,101. Sehingga t hitung > t tabel, dan mean posstest > pretest, menunjukkan ada perbedaan dan peningkatan yang signifikan antara pretest dengan posttest. Sehingga hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian latihan keseimbangan mampu meningkatkan kemampuan keseimbangan pada manulaElderly is a period where they undergo physiological and anatomical conditions of diminishing . Which resulted in their frequent falls and causes fractures . This research was conducted in nursing homes Rindang Asih 1 Unggaran , aimed to determine the effect of balance training in elderly people improve balance . With the treatment given in the form of balance training ( balance exercises ) , amounting to 16 items and measurements done with the Berg Balance Scale ( BBS ) . Based on the results obtained BBS pretest average of 41.9 BBS value , the classification of 40 % or 4 people in a state of balance enough and 60 % or 6 people in a good balance and a posttest average of 44.3 BBS value , the classification of 20 % or 2 people in a state of balance enough , 50 % or 5 people in a good balance and a 30 % or 3 people in a very good balance . And based on t-test with a significance level of 5 % indicates t of -2.491 and t table is 2.101 . So t count > t table , and the mean posstest > pretest , showed no significant difference and improvement between pretest to posttest . So the results of this study it can be concluded that the provision of balance exercises can improve balance ability in the elderly.
LATIHAN SPLIT JUMPS DAN ALTERNATE LEG BOUNDS UNTUK MENINGKATKAN POWER TENDANGAN JEJAG PADA PENCAK SILAT
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i2.6213

Abstract

Tujuan: 1) Perbedaan pengaruhlatihan split jumps dan alternate leg bounds terhadap power tendangan jejag pada ekstrakurikuler pencak silat MTS Al-Khoiriyah Kota Semarang, 2) Pengaruh latihan split jumps terhadap power tendangan jejag pada ekstrakurikuler pencak silat kota Semarang, 3) Mengetahui yang lebih efektif antara latihan split jumps dan alternate leg bounds terhadap power tendangan jejag ekstrakurikuler pencak silat MTS Al-Khoiriyah Kota Semarang. Metode: Populasi penelitian ini adalah ekstrakurikuler pencak silat MTS Al-Khoiriyah Kota semarang. Sampel dalam penelitian berjumlah 30 siswa dan siswi. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Penelitian ini ada dua variabel yaitu latihan dengan split jumps, latihan dengan alternate leg bounds sebagai variabel bebas serta hasil power tendangan jejag sebagai variabel terikat. Metode penelitian menggunakan eksperimen. Metode analisis data penelitian menggunakan analisis data statistik T-test. Hasil: latihan split jumps dan latihan alternate leg bounds memberikan pengaruh yang berbeda terhadap peningkatan power tendangan jejag Ekstrakurikuler Pencak Silat MTS. Al- Khoiriyah Kota Semarang. Latihan split jumps (10.74%) lebih baik pengaruhnya dari pada latihan alternate leg bounds (10.35%) terhadap peningkatan power tendangan jejag Ekstrakurikuler Pencak Silat MTS Al- Khoiriyah Kota Semarang. Simpulan: Latihan split jumps dan latihan alternate leg bounds memberikan pengaruh yang berbeda terhadap peningkatan power tendangan jejag ekstrakurikuler pencak silat MTS. Al- Khoiriyah Kota Semarang. latihan dengan split jumpdan alternate leg bounds sama-sama meningkatkan hasil power tendangan jejag, namun latihan dengan split jumps lebih efektif meningkatkan hasil power tendangan jejagekstrakurikuler pencak silat MTS. Al- Khoiriyah Kota Semarang.Purpose: 1) Differences training effect split the alternate leg jumps and bounds to the power kick in extra curricular martial arts jejag MTS Al-Khoiriyah Semarang, 2) Effect of split exercise power jumps to kick in extra curricular martial arts jejag Semarang, 3) Knowing more effective among training split jumps and alternate leg bounds to the power of martial arts kicks jejag extracurricular MTS Al-Khoiriyah Semarang. Methods: The population was martial arts extracurricular MTS Al-Khoiriyah Semarang City. The sample in the study were 30 male and female students . Sampling using total sampling. This study there are two variables, exercise with split jumps, exercises with alternate leg bounds as the independent variable and the results of a power kick jejag as the dependent variable. Research using experimental methods. Methods of analysis of research data using statistical data analysis T-test. Results: Split exercise exercises alternate leg jumps and bounds give a different effect on the increase in power kick jejag Extracurricular Pencak Silat MTS. Al-Khoiriyah Semarang. Exercise split jumps (10.74 %) better effect on the exercise of the alternate leg bounds (10:35 %) of the increase in power kick jejag Extracurricular Pencak Silat Al-Khoiriyah MTS Semarang. Conclusion: Split exercise exercises alternate leg jumps and bounds give a different effect on the increase in the power of martial arts kicks jejag extracurricular MTS. Al-Khoiriyah Semarang. exercise with a split jump and alternate leg bounds both improve outcomes jejag power kick, but exercise is more effective with split jumps increase the results of a power kick martial arts extracurricular jejag MTS. Al-Khoiriyah Semarang.
PENGARUH METODE LATIHAN TERPUSAT DAN ACAK TERHADAP KETEPATAN DROPSHOT PEMAIN BULUTANGKIS PB.RAHMAT PATI 2013
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i2.6215

Abstract

Tujuan: 1). Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode latihan terpusat terhadap ketepatan dropshot permaianan bulutangkis. 2). Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode latihan acak terhadap ketepatan dropshot pemain bulutangkis.3). Untuk mengetahui hasil yang lebih baik antara metode latihan terpusat dan metode latihan acak terhadap ketepatan dropshot pemain bulutangkis. Metode: Desain penelitian ini adalah pola M-S atau macthing by subjek design. Populasi pada penelitian ini adalah 20  atlet PB. Rahmat Pati tahun 2013, sampel penelitian ini 16 orang dengan teknik purposive sampling. Variabel penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas  dan variabel terikat. Variabel bebas yaitu ketepatan dropshot dengan mengunakan metode latihan terpusat dan acak. Serta satu variabel terikat yaitu ketepatan dropshot. Instrumen tes menggunakan tes dropshot dari Tohar. Data statistik uji t dengan  rumus pendek pada taraf signifikasi 5% dan d.b n-1. Hasil: Data diperoleh dari kelompok satu t-hitung -5,118 dan kelompok dua -5,158 dengan taraf signifikasi 5% dan diperoleh t tabel  1,895 maka < t tabel, berarti ada perbedaan. Dari uji perbedaan kelompok mean, kelompok eksperimen  satu 77,50 dan mean kelompok dua 71,25, berarti latihan dengan meteode latihan terpusat lebih baik daripada metode latihan Acak. Simpulan: 1) Ada pengaruh metode latihan terpusat terhadap ketepatan dropshot pemain bulutangkis. 2) Ada pengaruh metode latihan acak terhadap ketepatan dropshot pemain bulutangkis. 3) ketepatan dropshot dengan menggunakan metode latihan terpusat lebih baik daripada metode latihan acak. Purpose: 1). To determine whether there is efeech of rotation of the montion using training methods massed practice the accutacy oc dropshot badmintion game. 2). The determine whether there is effect of rotation montion approch using training menhods terpusat the accurency of dropshot badmintion game. 3). To find better result between mention aproch using training menhods massed practic and distributed the accuracy of dropshot badmintoin game. Methods: Patters of M-S matching by subject design was used in this study. Population in this research were 20 athletes PB.RAHMAT Pati Tahun 2013, the research sempel of 16 people with a total sampling. Variabel this research consisted of two variabel: the variabel independent and the variabel dependent. Instrument dropshot  of this using test Tohar. t test statistica with a short formula at the significance level of 5% and n-1. Results: Data obtained from the t-count groups and group two -5.158 -5.118 with significance level of 5% and then obtained t table 1,895 <t table, there is a difference. Of the test group mean difference, 77.50 experimental group one and group two 71.25 mean, mean exercise with centralized training meteode better than random training methods. Conclusion: 1). There is efefct of rotation of the montion approachusing training methods massed practic the accuracy of dropshot badmintion game. 2). There effect of rotation of montoin approach using training menthods terpusat the accuracy of dropshot badmintion game. 3). The accuracy using training menthods terpusat better than acak montion approach using training menthods messed practic.