cover
Contact Name
-
Contact Email
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
F1 Building 1st Floor, Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang. Sekaran Campus, Gunungpati District, Semarang City, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JSSF : Journal of Sport Science and Fitness
ISSN : 22526528     EISSN : 27455718     DOI : https://doi.org/10.15294/jssf
Core Subject : Health,
Journal of Sport Science and Fitness (JSSF) is an open access online journal and printed by request, which published by Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang, Indonesia. It is a special platform for sport scientist, lecturers, students, or even sport practitioners who want to publish their scientific works such as original papers, reviews and short reports. Hence, it aims to provide reliable source of information on current developments in the fields related to adaptive physical exercise, physical fitness, sport nutrition, and motion analysis for anyone who interested on sports science issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 290 Documents
ANALISIS GERAK TENDANGAN DEPAN PADA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i3.6252

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui tingkat presentase kebenaran tendangan depan pada siswa SMA Pondok Modern Selamat yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gerak tendangan depan pada ekstrakurikuler pencak silat yang ditinjau dari segi biomekanika. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan secara sistematik, akurat, fakta, dan karakteristik mengenai gerak tendangan depan pencak silat. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Pondok Modern Selamat yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pencak silat. Jumlah sampel sebanyak 20 orang. Teknik penarikan sampel menggunakan Total Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan rekaman video gerakan tendangan depan, pencak silat yang dilakukan oleh 20 sampel. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif presentase. Hasil dari penelitian tendangan depan yang ditinjau dari segi biomekanika, semua sampel memiliki presentase yang baik.Research has been conducted to find out the level of percentage the truth of front kicks in the high school students of Pondok Modern Selamat who following pecak silat extracurricular. The aim in the research is to find out of front kicks in the pencak silat extracurricular with biomechanica observation.  The method used is descriptive research that is research which aims to describe systematically, accurate, facts, and characteristics of the motion of the kick ahead of pencak silat. The number of samples in this research are all high school students of Pondok Modern Selamat who follow pencak silat extracurricular activities. The number of samples as many as 20 people. Sample withdrawal technique using Total Sampling. Data collection techniques using video footage of the kick movement ahead, pencak silat by 20 samples. Data analysis using a descriptive percentage analysis techniques. Results from the research front kicks all the samples have a good percentage.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KERJASAMA TIM DALAM PERMAINAN BOLA BASKET PADA SEHATI BASKETBALL SCHOOL SEMARANG
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i3.6253

Abstract

Permasalahan penelitian adalah: 1) apakah ada hubungan kecerdasan emosional dengan kerjasama tim?, 2) berapa besar hubungan kecerdasan emosional dengan kerjasama tim?. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui adanya hubungan kecerdasan emosional dengan kerjasama tim., 2) Untuk mengetahui seberapa besar hubungan kecerdasan emosional dengan kerjasama tim. Penelitian mengkaji hubungan variabel bebas kecerdasan emosional dengan variabel terikat hasil kerjasama tim.Populasi adalah seluruh anak didik pada Sehati Basketball School Semarang Tahun 2013 sebanyak 28. Sampel penelitian diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan angket dan kuesioner kecerdasan emosional dan kerjasama tim.Analisis data menggunakan analisis korelasi chi-square. Hasil analisis data memiliki nilai Value 0,799 mendekati 1 dan signifikansi 0,000, hal ini menunjukan adanya hubungan antara kecerdasan emosional dengan kerjasama tim. Simpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan kecerdasan emosioanal dengan kerjasama tim pada sehati basketball school Semarang memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 yaitu terdapat hubungan yang kuat. Saran terkait simpulan tersebut yaitu bagi pelatih, hendaknya memberikan program latihan tidak hanya untuk meningkatkan teknik dan skill saja, akan tetapi memberikan program latihan yang mampu meningkatkan kecerdasan emosional.The research problems are: 1) Is there any correlation between emotional quotient and team cooperation?, 2) How much is the correlation between emotional quotient and team cooperation?. This research is aimed to: 1) To find out the correlation between emotional quotient and team cooperation, 2) to find out how much the correlation between emotional quotient and team cooperation is. Moreover, the research is to analyze the correlation between independent variable, in which in this case is emotional quotient and the result of team cooperation as the dependent variable. In addition to this, population as the subject of the research is 28 students of Sehati Basketball School Semarang, in the academic year o 2013. The technique of sampling used is total sampling. Furthermore, the researcher used questionnaire of emotional quotient and team cooperation to collect the data. Then, the data gathered is analyzed by using chi-square correlation technique. The result of the data analysis revealed that the Value is 0.958 close to 1 and its significant is 0.247 close to 0, it shows that there is correlation between emotional quotient and team cooperation. Above all, based on this research, it can be conclude that there is correlation between emotional quotient and team cooperation at Sehati basketball school Semarang in which it has significant value of 0,247. Referring the data, the researcher would like to offer some suggestions for the coach. The coach is supposed to provide an exercising program not only to improve the students’ technique and skill, but also an exercising program to improve the students’ emotional quotient
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA LANSIA DI PANTI WREDHA RINDANG ASIH III KECAMATAN BOJA
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i3.6254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: hubungan IMT dengan kekuatan genggaman tangan, kekuatan otot punggung, kekuatan otot tungkai, kekuatan otot total relatif di Panti Wredha Rindang Asih III Kecamatan Boja.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey test dan penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif koresional. Populasi penelitian ini yaitu lansia di Panti Wredha Rindang Asih III kecamatan Boja. Sampel sebanyak 15 orang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Variabel bebas penelitian adalah IMT, variabel terikat adalah kekuatan otot. Instrumen penelitian menggunakan hand grip dynamometer, back and leg dynamometer, mikrotoa, timbangan, keusioner identitas sampel dan riwayat kesehatan. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi.Hasil penelitian: 1) uji hubungan IMT dengan kekuatan otot genggaman tangan diperoleh (r-hitung = 0,358), 2) uji hubungan IMT dengan kekuatan otot punggung diperoleh (r-hitung = 0,324), 3) uji hubungan IMT dengan kekuatan otot tungkai diperoleh (r-hitung = 0,348), 4) uji hubungan IMT dengan kekuatan otot total relatif diperoleh (r-hitung = 0,209), sedangkan r-tabel psebesar 0,514.Simpulan penelitian tidak terdapat hubungan IMT dengan kekuatan otot pada lansia. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah 1) perlu penambahan aktifitas fisik pada lansia di Panti Wredha Rindang Asih III Kecamatan Boja agar dapat menjaga kebugaran jasmaninya serta kekuatan ototnya, 2) perlu peningkatan asupan energi pada lansia di Panti Wredha Rindang Asih III Kecamatan Boja, dengan peningkatan asupan energi diharapkan IMT meningkat dan kekuatan otot meningkat. The purpose of this research: BMI relationship with grip strength, back muscle strength, leg muscle strength, total relative musclestrengthinPantiWredhaRindangAsihIII. The method usedin this studyis asurveyandstudyof thistestare included in thedescriptive researchkoresional. This study populationthat iselderlyin nursing homes Rindang Asih Boja III districts. Sample of 15 peoplewas obtainedthroughpurposive sampling technique. The independent variables were BMI, the dependent variableisthe strength ofthe muscle. The research instrumentusing a handgrip dynamometer, back andleg dynamometer, mikrotoa, scales, and question nairessample identityand medical history. Analysis using correlation analysis. Results ofthe study: 1) testthe relation shipof BMIwithhand grip muscle strength was obtained (r-count =0.358), 2) testthe relationshipof BMIwithback musclestrengthwas obtained(r-count =0.324), 3) testthe relation shipof BMI withleg muscle strength obtained(r-count =0.348), 4) testthe relation shipof BMI with total relative muscle strength was obtained (r-count =0.209), while ther-table 0.514. Conclusions BMI study there was no correlation withmuscle strengthin the elderly. Advice can be given researc hersare 1) theneed toincrease physical activityin the elderlyin Panti Wredha Rindang Asih III in order tomain tainphysical fitness and muscle strength, 2) needs to bean increase inenergyintakein the elderlyin Panti Wredha Rindang Asih III, with increased expectedin creasesin energy intakeand BMI increased musclestrength.
MOTIVASI BEROLAHRAGA BAGI PARA SANTRI PONDOK PESANTREN AL-ASROR SEMARANG TAHUN 2013
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i3.6255

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi seberapa besar motivasi santri dalam berolahraga dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi kendala bagi santri pondok pesantren Al-Asror sehingga mereka kurang termotivasi untuk berolahraga. Metode yang digunakan adalah metode survey dan teknik pengambilan data dengan angket (kuesioner). Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah motivasi berolahraga. Analisis data menggunakan riset deskriptif presentase. Hasil penelitian, motivasi intrinsik lebih besar pengaruhnya yaitu 84% jika dibandingkan dengan motivasi ekstrinsik yang hanya sebesar 78% dalam berolahraga dipondok pesantren Al-Asror Semarang. Kesimpulan penelitian ini adalah secara umum motivasi para santri pondok pesantren Al-Asror Semarang termasuk dalam kategori sangat tinggi.The objectives of this research were to obtain information how motivated students in exercising and to know the factors which became an obstacle for the students of Al-Asror Islamic Boarding School thus they were less motivated to exercise. The method that was used was Survey method and questionnaire data retrieval techniques (questionnaires). The variables that were used in this research are the motivation to exercise and analysis of the data used descriptive research percentage. The results of the research, intrinsic motivation is greater influence that is 84% if it was compared to extrinsic motivation that is only by 78% in exercising in Al-AsrorIslamic Boarding School of Semarang. The conclusion of this research is generally motivation of the students of Al-Asror Islamic Boarding School of Semarang that is included in the very high category.
HUBUNGAN KUALITAS TARI DENGAN KEBUGARAN JASMANI, PERSEN LEMAK DAN INDEKS MASA TUBUH
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 3 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i3.6256

Abstract

Gerak tari yang lincah dan memiliki intensitas latihan yang tinggi di duga akan mempengaruhi pada kebugaran jasmani, lemak tubuh, dan indeks masa tubuh.Peneliti bertujuan mengetahui hubungan kualitas tari dengan  kebugaran jasmani, persen lemak dan indeks masa tubuh. Jenis penelitian ini adalah survey test yang meneliti hubungan kualitas tari dengan kebugaran kasmani, persen lemak dan indeks masa tubuh. Sampel penelitian berjumlah 20 orang.Pengambilan sampel menggunakan teknik purporsive sampling. Penelitian ini memiliki 4 variabel yaiitu: 1) kualitas tari 2) kebugaran jasmani 3) persen lemak 4) indeks masa tubuh. Teknik pengumpulan data untuk kualitas tari dengan penilaian dari pelatih tari ternama di Karawang, tes kebugaran jasmani menggunakan TKJI, persen lemak menggunakan Skinfold Caliper dan indeks masa tubuh menggunakan timbangan dan meteran tinggi badan.Pemeriksaan keabsahan data menggunakan uji normalitas dan uji hubungan menggunakan uji regresi sederhana.Hasil penelitian adalah: 1) data kebugaran jasmani bernilai 0.802 sehingga berhubungan. 2) data persen lemak bernilai 0.771 sehingga berhubungan. 3) data indeks masa tubuh bernilai 0.796 sehingga berhubungan. Nilai hubungan yang mendekati angka 1 maka variable berhubungan erat. Kesimpulan penelitian ini adalah: terdapat hubungan yang positif antara kualitas jasmani dengan kebungaran jasmani, persen lemak, dan indeks masa tubuh.An energatic and high intensity rehearsal dance is assumed willinfluence physical fitness, fat, and body mass index. The researcher aimed to determine the relationship of dance quality with physical fitness, fat percentage and body mass index. This research is using survey test that examines the relationship dancequality with fitness, fat percentage and body mass index. The study has 20 people for the sample. The researcher uses purporsive sampling to get the sampling. This study has 4 variables: 1) the quality of the dance 2) physical fitness 3) fatpercentage4) body mass index. The data collection techniques of dancequalitybased on famous Karawang dance coach assessment, physical fitness using TKJI test, fat persentage using Skinfold Caliper and for body mass index using weights and height meter. The researcher uses normality regression. The results of the study are: 1) the physical fitness data is 0.802 so they are related. 2) The fat persentage data is 0771 so they are related. 3) The body mass index data is 0796 so they are related. If the variable data is close to 1, the variables are related. The conclusion is: There is a positive relationship between the physical qualities with physical fitness, fat percentageand body mass index
PENGARUH LATIHAN POLA STRAIGHT-SET DAN DROP-SET TERHADAP HIPERTROPI DAN KEKUATAN OTOT BISEP PADA MEMBER FIK FITNESS CENTER UNNES SEMARANG
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i2.6260

Abstract

Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh latihan beban pola straight-set dan drop-set terhadap hipertropi dan kekuatan otot bisep pada member Fik Fitness Center UNNES Semarang. Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah peserta member aktif dari Fik Fitness Center yang berjenis kelamin laki-laki. Pemilihan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik Random Sampling (N=110, n=20). Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu latihan pola straight-set dan pola drop-set, sedangkan variabel terikat, peningkatan hipertropi dan kekuatan otot bisep. Metode pengumpulan data dalam metode ini adalah menggunakan pree test dan post test. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik statisti t-test. Hasil: Hasil test hipertropi dan kekuatan otot bisep menggunakan pola Straight set. Pree test kanan rata-rata  26.78 post test 27.78 dengan t-hitung6.024 dan signifikasi 0.000 pree test kiri 26.44 post test 27.14 t-hitung 4.360 dengan signifikasi 0.000  Hasil test hipertropi dan kekuatan otot bisep menggunakan pola latihan Drop set. Pree test kanan 26.81 post test 28.10 t-hitung 8.508 dan signifikasi 0.000 pree test kiri 26.40 post test27.47 t-hitung 7.212 dengan signifikasi 0.000. Perbedaan pengaruh antara latihan pola straight set dan drop set yaitu. Straight set kanan rata-rata 26.44 drop set kanan 26.40 t-hitung 0.040 dengan signifikasi 0.969 straight set kiri rata-rata 27.14 drop set 27.47 t-hitung 0.317 dengan signifikasi 0.755. Simpulan: Ada pengaruh latihan menggunakan pola straight-set dan drop-set terhadap peningkatan hipertropi dan kekuatan otot bisep, dan tidak ada perbedaan yang berarti antara latihan menggunakan pola straight-set atau drop-set terhadap hipertropi dan kekuatan otot bisep pada member Fik Fitness Center UNNES Semarang, kedua pola latihan tersebut sama-sama memberi pengaruh hipertropi dan kekuatan otot bisep yang cukup signifikan.Purpose: To determine the effect of weight training patterns of a straight-sets and drop sets for biceps muscle hypertrophy and strength at Nikken members Fitness Center UNNES Semarang. Methods: The population in this study were participants active member of Nikken Fitness Center male sex. The selection of the sample in this research is to use random sampling technique (N=110, n=20). The variables in this study consisted of a straight-set training patterns and patterns of drop-set against an increase in hypertrophy and strength of the biceps. Methods of data collection in this method is the use Pree test and post-test, analysis of the data in this study using the technique of statisti t-test. Results: Test results biceps muscle hypertrophy and strength using Straight pattern set. Pree right test average of 27.78 with 26.78 post test t-test 6024 and 0000 Pree significance test left post test 26.44 27.14 4.360 t-test with a 0.000 significance test results biceps muscle hypertrophy and strength exercises using patterns Drop sets. Pree test post test 28.10 26.81 right t-test 8508 and 0000 Pree significance test left post test 26.40 27.47 7212 t-test with a significance of 0.000. The difference between the effect of the exercise pattern in straight sets and drop sets are. Right straight sets on average 26.44 26.40 drop set right t-test with significance 0.040 0969 left straight sets on average 27.14 27.47 drop sets 0.317 t-test with significance 0.755. Conclusions: There was an effect of exercise using a straight-set pattern and drop-set against increase in hypertrophy and strength of the biceps, and there was no significant difference between the exercise using a straight-set pattern or drop-sets for biceps muscle hypertrophy and strength at Nikken members Fitness Center Unnes Semarang, both patterns are equally exercise influence hypertrophy and strength significant biceps muscle.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SMASH KEDENG DENGAN PENAMBAHAN LATIHAN DEPTH JUMP DAN KNEE TUCK JUMP
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i1.6261

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar perbedaan latihan smash kedeng dengan penambahan latihan depth jump dan knee tuck jump terhadap ketepatan smash kedeng pada siswa ekstrakurikuler sepak takraw SMA 2 BAE Kudus. Sampel yang digunakan sebanyak 14 peserta ekstrakurikuler sepak takraw SMA 2 BAE Kudus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Matched Subjects Desaigns dengan menggunakan metode pre-test post-test design. Metode analisis data penelitian menggunakan analisis data statistik T-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan latihan pliometrik Depth jump dan Knee tuck jump berpengaruh meningkatkan ketepatan smash kedeng. Hasil latihan Deph jump tes awal mendapatkan mean (8,85) dan tes akhir (14,85). Hasil latihan Knee tuck jump tes awal mendapatkan mean (8,14) dan tes akhir (13,42). Simpulan latihan pliometrik Depth jump dapat lebih baik meningkatkan ketepatan smash kedeng dari pada latihan dengan penambahan Knee tuck jump di ekstrakurikuler sepak takraw SMA 2 BAE Kudus.The purpose of this study is to determine the significant differences of  kedeng smash exercise by adding exercises of depth jump and knee tuck jump to the accuracy of the smash kedeng in sepak takraw extracurricular students of SMA 2 BAE. The samples of this study were 14 participants of sepak takraw extracurricular students in SMA 2 BAE. This research is Matched Subjects Design research using the pre-test post-test design . The data was analyzed by using T -test . The results shows that by adding exercises of plyometrics Depth jump and Knee the accuracy of smash kedeng is improved. The mean results of the Depth jump exercise in the beginning test is 8.85 and in the final test is 14.85. The mean result of Knee tuck jump exercise in the beginning test is 8.14 and in the final test is 13.42. It can be inferred that plyometrics Depth jump exercise can improve the accuracy of smash kedeng better than Knee tuck jump to sepak takraw extracurricular students of SMA 2 BAE.
MENINGKATKAN KECEPATAN LARI 100 METER DENGAN LATIHAN INTERVAL 1 BANDING 2 DAN 1 BANDING 3
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i1.6264

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang perbedaan latihan interval 1 banding 2 dengan 1 banding 3 terhadap kecepatan berlari 100 meter, Metode  penelitian yang digunakan adalah eksperimen pre-test dan post-test group. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet POPDA lari 100 meter putra Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar berjumlah 20 atlet. Sampel dalam penelitian ini mengunakan total sampling adalah mengambil seluruh populasi penelitian berjumlah 20 atlet. Treatment yang digunakan adalah latihan interval 1 banding 2 dan 1 banding 3 sebanyak 16 kali pertemuan selama 6 minggu, latihan dilakukan 3 kali setiap minggunya. Variabel penelitian ini terdiri dari dua variabel bebas yaitu latihan interval 1 banding 2 dan latihan interval 1 banding 3, variabel terikatnya kecepatan lari 100 meter. Instrumen tes menggunakan peluit untuk aba-aba, dan stopwatch untuk mengukur waktu yang ditempuh. Teknik analisis data dilakukan dengan statistik menggunakan uji t dengan taraf signifikan 5 %. Memperoleh hasil bahwa rata-rata kecepatan berlari pada sampel dengan latihan interval 1 banding 2 sebelum diberikan program latihan (6,81 m/s), dan setelah diberikan progam latihan interval 1 banding 2 rata-rata kecepatan yang didapat (7,37 m/s), dan dari hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa setelah sampel diberikan progam latihan interval 1 banding 2 mengalami peningkatan kecepatan sebesar (0,56 m/s). rata-rata kecepatan berlari pada sampel dengan latihan interval 1 banding 3 sebelum diberikan program latihan (6,82 m/s), dan setelah diberikan progam latihan interval 1 banding 3 rata-rata kecepatan yang didapat (7,03 m/s), dan dari hasil pre-test dan post-test menunjukan bahwa setelah sampel diberikan progam latihan interval 1 banding 3 mengalami peningkatan kecepatan sebesar (0,21 m/s). Maka dapat disimpulkan latihan interval 1 banding 2 lebih baik dalam meningkatkan kecepatan  dari pada latihan interval 1 banding 3 yaitu 0,56>0,21.The purpose of this study is to know about the difference 1 to 2 with 1 to 3 the running speed of 100 meters, The method used is experimental pre-test and post-test group. The population in this study is POPDA athlete running 100 meters District of Jenawi Karanganyar totaled20 athletes. The sample in this study uses total sampling is take the entire study population totaled20 athletes. Treatments were used is interval training 1-to-2 and 1-to-3 a total of 16 times over the past 6 weeks, the practice is done 3 times each week. The variables of this study consisted oftwo independent variables is 1-to-2 interval training and interval training 1-to-3, dependent variable isSpeed ​​of 100 meters. Instrument tests using whistle to cue, and stopwatch to measure the time taken. The data analysis techniques statistics using the t test with a significance level of 5%. Get results obtained indicate that the average speed (6,81m/s), and after the exercise program given intervals of 1 to 2 the average speed obtained (7,37m/s), and from the pre-test and post-test indicates that the after a given sample interval training program 1 to 2 increased speed of (0,56m/s). average running speed on the training sample intervals 1 to 3 before being given an exercise program (6,82m/s), and after the exercise program given intervals of 1 to 3 the average speed obtained (7,03m/s), and from the pre-test and post-test showed that after a given sample interval training program 1 to 3 increased speed of (0,21m/s). It can be concluded exercise intervals of 1 to 2 is better in improving the speed of the interval training 1-to-3 is 0,56>0,21.
PENGARUH PROGAM LATIHAN IMAGERY TERHADAP PENINGKATAN TEKNIK BANTINGAN CABANG OLAHRAGA PENCAK SILAT PADA LATIHAN EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT DI MAN 2 SEMARANG
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i1.6265

Abstract

Masalah penelitian ini adalah dalam pencak silat kategori tanding memiliki banyak teknik,salah satunya teknik bantingan. Para anggota ekstrakurikuler pencak silat MAN 2 Semarang mengalami kesulitan mendalami teknik ini, dengan adanya latihan imajeri memberikan kemudahan dan mampu mengulang gerakan di dalam pikiran sehingga teknik bantingan bisa diterapkan dan dipahami dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa progam latihan imajeri dapat meningkatkan teknik bantingan dalam pencak silat kategori tanding pada anggota ektrakurikuler pencak silat MAN 2 Semarang. Populasinya adalah siswa MAN 2 Semarang yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat. Jumlah sampel sebanyak 10 orang yang sabuk jambon. Teknik penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes bantingan dengan 10 kali percobaan. Analisi data menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan antara thitung dengan ttabel adanya pengaruh yang signifikan dalam penelitian ini jika thitung> ttabel dan data dalam penelitian menunjukkan thitung> ttabel yaitu 3,26 > 1,833, yang menyatakan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dengan latihan imajeri terhadap peningkatan teknik bantingan. Dari hasil tersebut Ha diterima dan Ho ditolak. Simpulan dalam penelitian ini adalah latihan dengan menggunakan progam latihan imajeri dapat membantu meningkatkan teknik bantingan dalam pencak silat serta siswa memiliki ketenangan dalam mengambil keputusan.Saran yang dapat diberikan penulis adalah progam latihan hendaknya dilakukan rutin tiap minggu seperti halnya memberikan progam latihan fisik.The problem of this research is in the pencak silattraining has many techniques, one of which is technique dings.The members of the pencak silatextracurricular MAN 2Semarang had difficulty explore this technique, with the imageryexercises provide convenience and is able to repeat themovement in the mind so that the dingstechnique can be appliedand well understood. The purpose of this study is to determine that the imageryexercise program can improve the dings technique thepencak silatsparring category at extracurricularpencak silatmember MAN 2 Semarang. The population is students who followMAN 2 Semarang extracurricular pencak silat. The total sample of 10 students who already wearing pink belt. The sampling technique using purposive sampling. Data collection techniques using test dings with 10 attempts. Data analysis using the ttest. The results showed the difference between the tcount with ttabel, there is a significant influence in this study if tcount> ttable and the data in the study showed tcount> ttable ie 3.26> 1.833, whichstates that there is significant with imagery exercises toincrease dings techniques. From these results Ha is accepted and Ho isrejected. Conclusions of This research is an exercise in using the imageryexercise program can help improve the dings technique in the pencak silat as well as students have the peace in taking decision. Recomendation that can be given is the author of the exerciseprogram should be done regularly every week as well as provide a physical exercise program.
PERMAINAN TRADISIONAL KUNTULAN DI DESA KALIPANCUR KECAMATAN BLADO KABUPATEN BATANG JAWA TENGAH
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i1.6266

Abstract

Olahraga tradisional adalah olahraga yang berkembang dari permainan rakyat yang timbul pada tiap-tiap suku yang ada di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejarah permainan tradisional kuntulan, ciri-ciri permainan tradisional kuntulan, peran pemerintah dan masyarakat, faktor yang mempengaruhi surutnya, dan revitalisasi permainan tradisional kuntulan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini di Desa Kalipancur Kecamatan Blado Kabupaten Batang. Menggunakan metode  pengumpulan data meliputi observasi atau pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bersifat induktif.       Hasil penelitian menunjukkan permainan tradisional kuntulan tumbuh dan berkembang pada masa perang Diponegoro Tahun 1825-1830. Peran pemerintah dan masyarakat belum maksimal. Simpulan dari penelitian ini adalah  Permainan tradisional kuntulan adalah olahraga berkembang pada masa perang Pangeran Diponegoro pada tahun 1825-1830. Ciri khas permainan tradisional kuntulan adalah pada gerakanya. Peran pemerintah dan masyarakat belum maksimal. Faktor surutnya karena tergeser kebudayaan modern. Revitalisasi dapat dilakukan jika peran pemerintah dan masyarakat maksimal.Traditional sports is the developing sports from traditional games that played by every ethnic in Indonesia. The objective of this study is to know the history of traditional game Kuntulan, the characteristics of traditional game kuntulan, the roles of governments and society, factors of influencing the decrease, and revitalization of traditional game kuntulan. The method of this study is qualitative descriptive method. The location of this research is in Kalipancur village Blado sub-district Batang region. The method of collecting data used observation, interview, and documentation. The data analysis of this study used inductive qualitative descriptive method. The result of this research showed traditional game kuntulan grew and developed in Diponegoro war age in year 1825-1830. The role of government and society has not shown the maximal results. Tradional game kuntulan is the developing sport in Diponegoro war age in year 1825-1830. The specific characteristic of kuntulan is the motion. The factor of influencing the decrease is because the traditional game has switched to the modern game.  Revitalization can be done if the government and society give the maximal roles.