cover
Contact Name
-
Contact Email
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
mega.anggita@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
F1 Building 1st Floor, Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang. Sekaran Campus, Gunungpati District, Semarang City, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JSSF : Journal of Sport Science and Fitness
ISSN : 22526528     EISSN : 27455718     DOI : https://doi.org/10.15294/jssf
Core Subject : Health,
Journal of Sport Science and Fitness (JSSF) is an open access online journal and printed by request, which published by Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang, Indonesia. It is a special platform for sport scientist, lecturers, students, or even sport practitioners who want to publish their scientific works such as original papers, reviews and short reports. Hence, it aims to provide reliable source of information on current developments in the fields related to adaptive physical exercise, physical fitness, sport nutrition, and motion analysis for anyone who interested on sports science issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 290 Documents
PERBEDAAN LATIHAN SIDE TO SIDE BOX SHUFFLE DAN STRADDLE JUMP TERHADAP LOMPAT JAUH GAYA JONGKOK
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 4 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i4.6278

Abstract

Untuk mencapai prestasi yang baik dalam lompat jauh, perlu didukung latiahan yang baik melalui pendekatan pendekatan ilmiah dengan melibatkan berbagai ilmu pengetahuan.permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Apakah  latihan side tos ide box shuffle dan straddle jump berpengaruh terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok. 2) manakah yang lebih baik antara latihan side tos ide box shuffle dengan straddle jump. sedangkan tujuan penelitian bertujuan 1) untuk mengetahui pengaruh latihan side box shuffle dengan straddle jump terhadap hasil lompat jauh gaya jongkok. 2) Untuk mengetahui manakah yang lebih baik antara latihan side tos ide box shuffle dengan straddle jump terhadap lompat jauh gaya jongkok. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di Ds. Mulyorejo kecematan demak, kabupaten demak. populasi yang digunakan adalah siswa putra kelas VIII. Sampel dalam penelitian in sebanyak 20 orang.instrumen pengumpulan data yaitu dengan metode test lompat jauh gaya jongkok.penga,bilan sampel menggunakan teknik random samppling dengan cara undian. Variabel bebas penulisan ini adalah latihan side tos ide box shuffle dan latihan straddle jump, serta hasil lompat jauh sebagai variabel terikat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh antara latihan side to side box shuffle dan straddle jump terhadap hasil lompat jauh,untuk mengetahui mana yang lebih baik di gunakan uji mean pada akhir kelompok A dan kelompok B.uji perbedaan diperoleh kelompok A yaitu 3.995 dan kelompok B yaitu 3.855, sehingga kelompok A lebih baik dari pada kelompok B.To achieve good performance in the long jump , good training be supported through scientific approaches involving various science  in this study were 1 ) What is the training side box shuffle tos ideas and straddle jumps affect the results of the long jump squat style . 2 ) Which is better between exercise ideas tos side box shuffle with straddle jump . whereas the purpose of the study aims 1 ) to determine the effect of exercise side box shuffle to straddle jump to the results of the long jump squat style . 2 ) To know which is better between the exercise side box shuffle tos idea straddle jump to long jump squat style . The method used is descriptive quantitative method . Location of the study in Ds . Mulyorejo kecematan Demak , Demak . population used was the son of eighth grade students . The samples in as many as 20 people .instrumen collecting data with the long jump test method jongkok.penga style , bilan samppling random samples using the technique by means of a lottery . The independent variable is the writing exercise tos side box shuffle and exercise ideas straddle jump , and long jump results as the dependent variable . The results showed that there is influence between exercises box shuffle side to side straddle jump and long jump to the results , to find out which one is better at using the mean test at the end of group A and group differences obtained B.uji namely group A and group B ie 3,995 3,855 , so that group A is better than in group B.
PENINGKATAN KESEIMBANGAN POSTURAL MENGGUNAKAN PENGUKURAN BERG BALANCE SCALE (BBS) PADA LANSIA DI SASANA PANTI MULYO SRAGEN
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 4 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i4.6279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui. Pengaruh Senam Sehat Indonesia terhadap keseimbangan tubuh lansia di kabupaten Sragen. Populasi penelitian ini adalah peserta Senam Sehat Indonesia yang berada di Sasana Panti Mulyo desa Cantel kabupaten Sragen yang berjumlah 27 lansia. Sampel dalam penelitian berjumlah 23 lansia. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposif sampling. Penelitian ini ada dua variabel yaitu Senam Sehat Indonesia sebagai variabel bebas serta hasil keseimbangan tubuh lansia sebagai variabel terikat. Metode penelitian menggunakan eksperimen dengan desain one group pre test – post test. Metode analisis data penelitian menggunakan analisis data statistik T-test. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Senam Sehat Indonesia berpengaruh meningkatkan keseimbangan tubuh lansia. Dilihat dari Sig (2-tailed) hasil pre test dan pos test keseimbangan tubuh = 0,418 < 0,05 maka H1 diterima. Kesimpulan dari data diatas adalah Senam Sehat Indonesia dapat meningkatkan keseimbangan tubuh lansia di Sasana Panti Mulyo desa Cantel kabupaten Sragen. Disarankan kepada lansia pada umumnya dapat menggunakan Senam Sehat Indonesia untuk meningkatkan keseimbangan tubuh.The purpose of this study is to find out. Effect of Indonesian Healthy Gimnastics on body balance elderly in the district Sragen. The population was gymnastics healthy participants who were in the gym Indonesian home village Mulyo cereal Sragen districts of the 27 elderly people. The sample in the study were 23 elderly. Sampling using purposive sampling technique. This study there are two variables: healthy gymnastics Indonesia as independent variables and the outcome of the balance of the body of the elderly as dependent variable. Research methods using experimental design with one group pre test - post test. Methods of analysis of research data using statistical data analysis T-test. Based on the research that exercise improves balance influential Indonesian healthy elderly body. Viewed from Sig (2-tailed) the pre test and post test body balance = 0.418 <0.05 then H1 is accepted. The conclusion of the above data is a healthy gymnastics Indonesia to improve balance body home gym mulyo elderly in rural districts sragen cereal. It is recommended to the elderly in general could use a healthy gymnastics Indonesia to improve bodybalance.
KEEFEKTIFAN TEMBAKAN PANTUL DENGAN POSISI SUDUT 15°, 30°, 45°, DAN 60° TERHADAP HASIL SHOOTING BOLA BASKET
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 4 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i4.6280

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini yaitu manakah yang lebih efektif antara tembakan pantul dengan posisi sudut 15°, 30°, 45°, dan 60° terhadap hasilshooting pada tim putera bola basket Universitas Negeri Semarang tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan tembakan pantul dengan posisi sudut 15°, 30°, 45°, dan 60° terhadap hasilshooting pada tim putera bola basket Universitas Negeri Semarang tahun 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah tim putera bola basket Universitas Negeri Semarang tahun 2013. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 mahasiswa. Variabel dalam penelitian ini yaitu tembakan pantul dengan posisi sudut 15°, 30°, 45°, dan 60° sebagai variabel bebas serta hasilshooting sebagai variabel terikat. Metode penelitian menggunakan survai tes dan analisis data penelitian menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian yang sudah dianalisis menunjukan bahwa pada sudut 15° rata-rata keberhasilan tembakan pantul dari semua sampel sebesar 23%, pada sudut 30° menghasilkan rata-rata tembakan pantul sebesar 38%, sedangkan pada sudut 45° menghasilkan rata-rata tembakan pantul 46% dan untuk sudut 60° menghasilkan rata-rata sebesar 33%. Sedangkan untuk hasil individu 75% individu hasil tembakan baik pada sudut 45°, 17% baik pada sudut 30°, dan 8% pada sudut 60°. Simpulan dari data diatas adalah posisi sudut 45° merupakan posisi sudut yang paling ideal untuk melakukan tembakan pantul (bank shot), dibandingkan posisi sudut 15°, 30°, dan 60° pada tim putera bola basket Universitas Negeri Semarang tahun 2013. Disarankan untuk tim putera bola basket Universitas Negeri Semarang tahun 2013, jika akan melakukan tembakan pantul (bank shot) sebaiknya pemain berada di posisi sudut 45°. Dan untuk para pelatih diharapkan agar dalam memberi latihan menembak juga memberikan latihan tembakan pantul (bank shot) agar pada saat pertandingan dapat meningkatkan hasil shooting.The problem in this study is one which is most effective between shots reflected the position angle of 15°, 30°, 45°, and 60° on the productivity point shooting at son 's basketball team Semarang State University in 2013 . This study aims to determine the effectiveness of the shot reflected by the position angle of 15°, 30°, 45°, and 60° on the productivity point shooting at son 's basketball team Semarang State University in 2013 . The population in this study was the son of a basketball team Semarang State University in 2013 . The sample in this study amounted to 12 students. The variable in this study is reflected by the position angle shots 15°, 30°, 45°, and 60° as the independent variable and the productivity point shooting as the dependent variable. Tests using survey research methods and analysis of research data using descriptive percentages. The results of the study have been analyzed to show that the angle of 15° batting average rebound shots from all samples by 23% , at an angle of 30° resulted in an average shot bounce by 38 %, while at an angle of 45 ° resulted in an average of 46 shots bounce % and to an angle of 60° resulted in an average of 33% . Conclusions from the above data is the position angle of 45° is the most ideal position angle for a shot bounce ( bank shot ) , compared to the position angle of 15°, 30°, and 60° at son 's basketball team Semarang State University in 2013. Suggested for son's basketball team Semarang State University in 2013, if it will make the bank shotsshould the players are in a position angle of 45 °. And for the coaches hoped that in providing shooting practice shots also provide bank shot practice so that by the time the game can increase productivity point shooting.
PENGARUH LATIHAN TENDANGAN DENGAN PERUBAHAN JARAK DAN LATIHAN TENDANGAN DENGAN MENGUBAH UKURAN TARGET TERHADAP AKURASI TENDANGAN LAMBUNG SEPAKBOLA PADA SSB PUTRA TUGU MUDA SEMARANG
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 4 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i4.6281

Abstract

Sepakbola adalah permainan beregu yang dimainkan oleh dua regu yang terdiri dari sebelas orang pemain termasuk penjaga gawang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui pengaruh latihan menendang dengan perubahan jarak sasaran. (2) mengetahui pengaruh latihan menendang dengan mengubah ukuran target. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desaign pre-test dan post-test group desaign. Populasi penelitian pemain SSB Putra Tugu Muda Semarang berjumlah 130 pemain, sampel 16 pemain usia 12 tahun. Teknik penarikan sampel menggunakan Purposive sampling. Metode analisis data menggunakan uji t-test. Hasil penelitian untuk kelompok 1 (Latihan menendang dengan perubahan jarak) Pre-test nilai minimal 1, nilai maksimal 5, nilai mean 2,875. Post-test nilai minimal 4, nilai maksimal 9, nilai mean 6,75. Untuk kelompok 2 (Latihan menendang dengan mengubah ukuran target) Pre-test nilai minimal 1, nilai maksimal 4, nilai mean 2,5. Post-test nilai minimal 3, nilai maksimal 7, nilai mean 5,375. Simpulan dalam penelitian ini adalah (1) ada pengaruh latihan tendangan dengan perubahan jarak terhadap hasil akurasi tendangan lambung pada SSB Putra Tugu Muda Semarang (2) ada pengaruh pada latihan tendangan dengan mengubah ukuran target terhadap hasil akurasi tendangan lambung pada SSB Putra Tugu Muda Semarang (3) latihan tendangan dengan perubahan jarak lebih baik dari pada latihan tendangan dengan mengubah ukuran target terhadap hasil akurasi tendangan lambung pada SSB Putra Tugu Muda Semarang.Football is a team game played by two teams of eleven players, including goalkeeper The purpose of this study is to (1) find out the influence of exercises kicked off with the changes tothe target distance. (2) know the influence of exerciseskicked off by changing the size of the target. The method used is the quantitative methods with thedesaign pre-test and post test group-desaign. Population research projects a SSB Son Young Monument Semarang totaled 130 players, a sample of 16 player sage 12 years. Sample with drawal  technique using a Purposive sampling. Methods of data analysis using t-tests to test. Research results for Group 1 (Exercise kicked off with the changing distance) Pre-test value of minimum 1, maximum value 5, mean value of 2,875. Post-test value of minimum 4, maximum value of mean value of 9,6.75. For Group 2 (kicking Exercise with changing the size of the target) Pre-test value of minimum 1,maximum value of 4, the value of the mean of 2.5. Post-test value for a minimum of 3, maximum value is 7, the value of the mean 5,375. Summary in this study are (1) there is the influence of practice kicks with the changing distance to the stomach kick accuracy results on SSB's son Young Monument Semarang (2) there is an influence on the practice of changing the size of the target with a kick to the stomach kick accuracy results on player SSB's son Young Monument Semarang (3) practice kicks with the changes the distance better than practice kicks withre size target against stomach kick accuracy results on player SSB Son Young Monument Semarang.
PERBEDAAN LATIHAN MELEMPAR DENGAN SASARAN BERPINDAH DAN LATIHAN LEMPARAN SAMPING DENGAN BERPASANGAN TERHADAP AKURASI LEMPARAN SAMPING PADA ANGGOTA UNIT KEGIATAN MAHASISWA SOFTBALL UNNES
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 4 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i4.6282

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan latihan melempar dengan sasaran berpindah dan latihan lemparan samping dengan berpasangan terhadap akurasi lemparan samping (sidehand throw) pada anggota UKM softball Unnes. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan antara latihan melempar dengan sasaran berpindah dan latihan lemparan samping dengan berpasangan terhadap akurasi lemparan samping (sidehand throw) pada anggota UKM softball Unnes dan manakah yang lebih baik antara latihan melempar dengan sasaran berpindah dan latihan lemparan samping dengan berpasangan terhadap akurasi lemparan samping (sidehand throw) pada anggota UKM softball Unnes. Metode yang menggunakan adalah metode eksperimen dengan pola M-S (Matched Subjects Designs). Populasi dalam penelitian ini adalah anggota UKM softball Unnes. Sampel yang akan diambil dalam penelitian ini berjumlah 16 orang, dengan menggunakan teknik total sampling. Variabel yang akan dikaji yaitu latihan melempar dengan sasaran berpindah dan latihan lempar tangkap berpasangan sebagai variabel bebas dan akurasi lemparan samping sebagai variabel terikat. Teknik pengumpulan data menggunakan uji t. Hasil penelitian dari latihan melempar dengan sasaran berpindah dan latihan lemparan samping dengan berpasangan dapat meningkatkan akurasi lemparan samping. Latihan lemparan samping dengan berpasangan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan latihan melempar dengan sasaran berpindah. Saran terkait penelitian yang sudah dilakukan yaitu metode latihan melempar dengan sasaran berpindah dan lemparan samping dengan berpasangan dapat meningkatkan akurasi lemparan samping, Dalam melakukan latihan pemain harus sungguh-sungguh serta penyusunan program latihan harus secara baik dan sistematis.The research done to knowing to difference exercise contradiction of moving-target and sidehand throw-catch pairs toward the accuracy of sidehand throw in members of units students activities softball Unnes.  The sidehand throw must be done accurately, therefore researcher tried to find out whether the exercise of moving-target throw or sidehand throw in pairs exercise can improve sidehand throw accuracy or not; besides, to find out which one is better to improve sidehand throw accuracy in members of units students activities softball Unnes. This research used experimental method with M-S (Matched Subjects Designs) pattern. The population in this research was the members of units students activities softball softball Unnes. The total of sample is 16 persons, by applying total sampling techniques. The variable of this study was moving-target throw exercise and sidehand throw in pairs exercise as free variable; and, sidehand throw as dependent variable. Techniques to collection date using t test. The research results of moving-target and sidehand throw-catch can improve  to accuracy sidehand throw. Sidehand throw in pairs exercise is better than moving-target throw exercise. Suggestion concerning the research done is moving-target throw exercise and sidehand throw in pairs can improve to accuracy sidehand throw. The players perform exercise and training program established should be indeed properly and systematic.
PENGARUH LATIHAN LADDER DRILL DAN LATIHAN ABC RUN TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN PEMANJATAN JALUR SPEED ATLET PANJAT TEBING FPTI KOTA MAGELANG
Journal of Sport Science and Fitness Vol 3 No 4 (2014)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v3i4.6283

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan latihan Ladder drill dangan latihan ABC Run terhadap peningkatan kecepatan pemanjatan jalur speed atlet panjat tebing FPTI Kota Magelang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan latihan Ladder drill dangan latihan ABC Run terhadap peningkatan kecepatan pemanjatan jalur speed atlet panjat tebing FPTI Kota Magelang dan mengetahui bentuk latihan yang lebih baik antara latihan Ladder drill dengan latihan ABC Run. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Lokasi penelitian di FPTI Kota Magelang. Populasinya adalah atlet bulutangkis putra usia 14 – 16 tahun. Jumlah sampel sebanyak 12 atlet. Teknik penarikan sampel total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan test akhir, yakni melakukan pemanjatan speed climbing yang dilakukan oleh 12 sampel. Analisis data menggunakan uji t beda rata – rata . Hasil penelitian latihan Ladder drill lebih baik daripada latihan ABC Run terhadap peningkatan kecepatan pemanjatan jalur speed atlet panjat tebing FPTI Kota Magelang. Latihan Ladder drill dan ABC Run berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan pemanjatan jalur speed atlet panjat tebing FPTI Kota Magelang.This study was to determine differences Ladder drill exercise training invitation ABC Run to the increased speed climbing rock climbing athletes speed lines FPTI Magelang . The purpose of this study was to determine the difference Ladder drill exercise training invitation ABC Run to the increased speed climbing rock climbing athletes speed lines FPTI Magelang and know better form of exercise among Ladder drill exercise with exercise ABC Run . The method used is the experimental method . Location FPTI research in Magelang . Its population is the son badminton athletes age 14-16 years . The total sample of 12 athletes . The sampling technique total sampling . Data collection techniques using the final test , which is doing the climbing speed climbing is done by 12 samples . Analysis of the data using the t test different - average. The results of the research Ladder drill exercises better than ABC exercises Run to the increased speed climbing rock climbing athletes speed lines FPTI Magelang . Ladder drills drill and ABC Run affect the increase in speed climbing rock climbing athletes speed lines FPTI Magelang.
PROFIL DENYUT NADI DI KETINGGIAN YANG BERBEDA PADA PENDAKI GUNUNG MERBABU
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i2.6284

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada perbedaan denyut nadi di ketinggian yang berbeda pada pendaki gunung merbabu tahun 2014?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan denyut nadi di ketinggian yang berbeda pada pendaki gunung merbabu tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode deskritif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota pecinta alam CHEVENT (Chemistry Adventure Team). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yaitu semua anggota CHEVENT (Chemistry Adventure Team) yang berjumlah 14 orang. Variabel penelitian ini adalah profil denyut nadi di ketinggian yang berbeda pada pendaki gunung merbabu tahun 2014. Instrumen dalam penelitian ini adalah arloji untuk menghitung waktu pengukuran denyut nadi menggunakan cara manual dengan cara meraba pergelangan tangan. Untuk memperoleh data-data yang sesuai, peneliti ini menggunakan metode survei dengan teknik tes dan pengukuran. Data-data yang akan diperoleh dalam penelitian ini adalah hasil tes denyut nadi pada setiap pos-pos pendakian dengan ketinggian yang berbeda yang kemudian data tersebut akan dideskripsikan dengan tabel-tabel. Hasil penelitian pos 1 pada ketinggian 1752 mdpl dengan hasil ukur denyut nadi tiba dengan kriteria baik sebanyak 3 orang atau 21%, sedangkan hasil ukur denyut nadi tiba dengan  kriteria sedang sebanyak 7 orang atau 50% dan hasil ukur denyut nadi tiba dengan kriteria kurang sebanyak 4 orang atau 29%. Pos 2 pada ketinggian 2504 mdpl dengan kriteria baik sebanyak 4 orang atau 29%, sedangkan yang mendapat kriteria sedang sebanyak 7 orang atau 50% dan yang mendapat kriteria kurang sebanyak 3 orang atau 21%. Puncak Kenteng Songo pada ketinggian 3142 mdpl dengan kriteria baik sebanyak 10 orang atau 71%, dan yang mendapat kriteria kurang sebanyak 4 orang atau 29%. Simpulan hasil penelitian di atas maka dapat diambil simpulan: “ada perbedaan profil denyut nadi di ketinggian yang berbeda pada pendaki gunung merbabu tahun 2014”.Saran bardasarkan hasil penelitian maka penulis memberikan saran sebagai berikut: 1) Mengingat mendaki gunung adalah salah satu olahraga rekreasi yang cukup berat dikarenakan medan yang terjal dengan cuaca yang cukup dingin dan ditambah dengan barang bawaan yang berat, maka untuk para pendaki harus selalu menjaga kondisi fisiknya agar tetap bugar dengan cara berolahraga secara teratur. 2) Bila pada waktu melakukan pendakian jangan memaksakan diri bila sudah lelah, lebih baik berhenti sejenak untuk beristirahat. 3) Dari hasil penelitian ini penulis berharap agar para pembaca dapat menindak lanjuti atau meneliti dengan permasalahan yang lebih mendetail dengan menggunakan alat-alat yang lebih reliabel sehingga mendapatkan data yang lebih akurat, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat.The problem in this study is whether there are differences in the pulse at different heights on 2014 mountaineer merbabu ?. The purpose of this study was to determine differences in pulse rate in different heights on merbabu mountaineers 2014. This research is descriptive quantitative using descriptive quantitative method. The population in this study are all members of nature lovers CHEVENT (Chemistry Adventure Team). Sampling technique using total sampling technique, ie all members CHEVENT (Chemistry Adventure Team), amounting to 14 people. The variables of this study is the pulse profiles at different heights on merbabu mountaineers 2014. Instrument in this study is a watch to count the pulse measurement time using the manual method by means of a wrist fingered. To obtain the appropriate data, these researchers used a survey method to test and measurement techniques. The data will be obtained in this study is the result of the test pulse on every climbing posts with different heights and then the data is described by the tables. 1 post study results at an altitude of 1752 meters above sea level with the pulse measurement results arrived with good criterion for 3 people or 21%, while the results of measuring the pulse arrives to the criteria are as many as 7 people or 50% and pulse measurement results arrived with less criteria as much as 4 people or 29%. Postal 2 at an altitude of 2504 meters above sea level with a good criterion by 4 people or 29%, while the criteria are received as many as 7 people or 50% and that gets less criteria as much as 3 people or 21%. Kenteng Songo summit at an altitude of 3142 meters above sea level with a good criterion as many as 10 people or 71%, and that gets less criteria as many as 4 people or 29%. Conclusion The above results it can be conclusion: "There is no difference in the pulse profiles of different heights on 2014 mountaineer merbabu" .Saran Based on the results of research, the authors provide suggestions as follows: 1) In view of mountain climbing is one of the recreational sports quite heavy due to the steep terrain and the weather is quite cold coupled with heavy luggage, then to the climbers should always maintain his physical condition in order to stay fit by exercising regularly way. 2) If at the time of doing the climb do not push yourself when it is tired, it is better to stop for a moment to rest. 3) From the results of this study the authors hope that the reader can follow up or investigate the problem in more detail by using the tools more reliable thus obtain more.
MINAT LATIHAN BOLA VOLI SISWA PUTRA PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMA NEGERI DI KABUPATEN PEMALANG
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i2.6285

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana minat latihan bolavoli siswa putra SMA N di kabupaten Pemalang dalam mengikuti ekstrakurikuler bolavoli. Dan hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada pelatih dan Pembina tentang minat sehingga dapat dijadikan pertimbangan bagi pembinaan dan peningkatan program latihan selanjutnya. Populasi yang diambil adalah siswa putra SMA N di kabupaten Pemalang, Teknik pengambilan responden dalam penelitian ini adalah Area probability sampling. Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel yang mendasarkan pada pembagian area (daerah-daerah) yang ada pada populasi. yaitu 100 siswa putra SMA N 1 Pemalang dan 100 siswa putra SMA N 1 Randudongkal. Variabel dalam penelitian ini adalah minat latihan bolavoli siswa putra pada kegiatan ekstrakurikuler SMA N di kabupaten Pemalang dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa putra pada kegiatan ekstrakurikuler bolavoli SMA N di kabupaten Pemalang masuk kategori tinggi, Faktor dari dalam memberikan dorongan paling tinggi sebesar 81,50%, faktor lingkungan sosial sebesar 81,44%, dan faktor emosi sebesar 81,19%. Dan dari semua faktor yang ada memberikan kontribusi sebesar 81,38%. Simpulan dari penelitian ini bahwa minat siswa putra pada kegiatan ekstrakurikuler bolavoli SMA N di kabupaten Pemalang dikategorikan tinggi. Hal ini di tunjukkan dengan tingginya minat untuk melakukan aktivitas yang mencapai 81,38%. Penulis juga memberikan saran bagi pihak sekolah agar lebih memperhatikan minat latihan siswa terhadap kegiatan olahraga khususnya permainan bolavoli dengan menambah fasilitas pada kegiatan ekstrakurikuler bolavoli di sekolah guna mencapai prestasi yang diharapkan.The problems in the research is how exercise interest the student's SMA Negeri in district Pemalang in following extracurricular volleyball. And the results of this study are expected to provide information to the coach about of interest, so that it can be made into consideration for coaching and training programs further increased. The population that was taken from The students of SMA Negeri in district Pemalang, retrieval Techniques respondents in this research is an area probability sampling. This technique requires a way of sampling that is base on the division of areas that exist in the population, is the 100 students SMA Negeri 1 Pemalang and 100 students SMA Negeri 1 Randudongkal. The variable in this study was men's volleyball drills students interest in extracurricular activities in SMA Negeri in district Pemalang and the data obtained were analyzed using descriptive statistics percentage. The results showed that the interest of students in extracurricular activities men's volleyball SMA Negeri in district Pemalang entry with high categorie. A factor from the inside give the highest encouragement of 81,50%, social environmental factors of 81,44% and 81,19% of emotional factors. And of all the factors that are contributing 81,38%. A summary of this research that interests of male students on extracurricular activities in SMA Negeri in district Pemalang volleyball in high categorized. It is at present with the high interest to do activities that reached 81,38%. The author also gives suggestions for schools parties to pay more attention to training students  interest towards sports activities particularly volleyball game with added facilities in volleyball in school extra-curricular activities in order to achieve the expected accomplishments.
MINAT SISWA TERHADAP OLAHRAGA BOLA BASKET DI SMP N 1 JATI KUDUS
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i2.6288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar minat siswa terhadap olahraga bola basket dan faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa terhadap olahraga bola basket di SMP N 1 Jati Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan yaitu metode survey dan data yang digunakan menggunakan angket atau kuesioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMP N I Jati Kabupaten Kudus. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Sebagai sampel dalam penelitian ini adalah siswa SMP N I Jati Kudus dengan jumlah 200 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuesioner. Dalam instrumen tersebut terdapat tiga variabel yang diteliti yaitu: 1). Faktor dari dalam; 2). Faktor Lingkungan Sosial; dan 3). Faktor Emosi. Sebelum angket atau kuesioner disebarkan ke siswa, angket atau kuesioner tersebut telah diuji cobakan terlebih dahulu ke 20 siswa SMP N I Jati Kudus secara acak. Tujuan utama dari uji coba tersebut yaitu untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari angket tersebut. Dari ke-26 soal yang diuji cobakan seluruh soal dinyatakan valid dan semua soal dinyatakan reliabel. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa minat siswa SMP N I Jati Kudus terhadap olahraga bola basket sebagai berikut: 1). Faktor dari dalam minat siswa dengan prosentase 78.60%; 2). Faktor Lingkungan Sosial minat siswa dengan prosentase 80.50%; 3). Faktor Emosi minat siswa dengan prosentase 77.13%  dan rata-rata minat mencapai 78.73%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa olahraga bola basket sebagai salah satu cabang olahraga permainan yang diminati. Sesuai dengan hasil yang diperoleh penulis menganjurkan untuk pelatih atau guru olahraga untuk memperhatikan indikator adanya kerjasama, dan sarana & fasilitas olahraga bola basket karena faktor tersebut memberi sumbangan yang besar terhadap minat siswa SMP N I Jati Kudus pada olahraga bola basket agar lebih banyak siswa termotivasi untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler bola basket yang akan diadakan.This study aims to determine how much students 'interest towards the sport of basketball and the factors that influence students' interest towards the sport of basketball in SMP N 1 Jati Kudus. The method used is the surey method and data used is using questionnaires. The population in this study are all students of 1 Jati junior high school Kabupaten Kudus. The samples in this study uses random sampling technique. As the samples in this study were 1 Jati junior high school students the number of 200 students. The instrument used in this study is a questionnaire. In these instruments there are three variables studied were: 1). The inner urge Factors; 2). Social Environmental Factors; and 3). Emotional factors. Before the questionnaire distributed to the students, the questionnaire has been tested prior to 20 1 Jati junior high school students were randomly. The primary objective of the trial is to determine the validity and reliability of the questionnaire. Of the 26 questions that tested the whole matter is valid and reliable declared all about. The results of this study indicate that the interests of students of 1 Jati Kudus junior high school against basketball as follows: 1). Factor of inner urge interest of students with a precentage of78.60% percent; 2). Social Environmental Factors interests of students with a percentage of 80.50%; 3). Emotional factors with the student's interest 77.13% and the percentage of average interest reaches 78.73%. Based on the results of these studies showed that the sport of basketball as one of the sport's favorite games. In accordance with the results obtained by the authors advocate for coaches or PE teachers to pay attention to indicators of collaboration, and the means and facilities of basketball because of these factors contribute greatly to the interest of students 1 Jati Kudus junior high school to the sport of basketball so that more students are motivated to follow the basketball extracurricular activities to be held.
PENGEMBANGAN KARTU PERMAINAN EDUKATIF UNTUK PENGETAHUAN CABANG-CABANG OLAHRAGA
Journal of Sport Science and Fitness Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Department of Sports Science, Faculty of Sports Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jssf.v4i2.6289

Abstract

Tingkat keberhasilan pengembangan dan menghasilkan produk berupa model kartu permainan edukatif yang mengacu pada pembelajaran berbasis student centered learning. Kartu permainan edukatif merupakan inovasi dalam pembelajaran penjasorkes yang bersifat edukatif untuk pengetahuan cabang-cabang olahraga. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Adapun prosedur pengembangan produk meliputi: analisis produk yang akan diciptakan, mengembangkan produk awal, validasi ahli dan revisi, uji kelompok kecil dan revisi, uji kelompok besar dan produk akhir. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diperoleh dari evaluasi ahli dan siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif presentase. Hasil uji coba diperoleh data evaluasi ahli yaitu, ahli olahraga permainan 88% (baik), ahli media 98% (sangat baik), uji coba kelompok kecil 88,36% (baik) dan uji lapangan 92,91% (sangat baik). Dari data yang ada maka dapat disimpulkan bahwa model pengetahuan cabang-cabang olahraga melalui kartu permainan edukatif ini dapat digunakan bagi siswa SMA Negeri 1 Parakan Kabupaten Temanggung. Berdasarkan hasil penelitian di atas, kartu permainan edukatif efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran penjasorkes dengan cabang olahraga yang dikelompokkan berdasarkan kelompok olahraga beladiri, atletik, bola dan air. Diharapkan bagi guru penjasorkes di SMA untuk dapat menggunakan produk pembelajaran ini di sekolah, sebagai alternatif dalam menyampaikan materi pembelajaran. Kartu permainan edukatif ini dapat dimainkan untuk semua materi penjasorkes sesuai dengan kreativitas guru.The level of success of the development that creates a product in the form of educative playing card related to leraning based on student centered learning. Educative playing card is an educative innovation inlearning sports to gain the knowledge of sports branches. This research belongs to development research. The procedures of the product development include: the analysis of the product that will be created, the development of the previous product, validation by the expert and revision, small group experiment and revision, large group experiment and final product. Questioner given to the experts and students used to collect the data. Data analysis technique used in this research is descriptive presentage. The experiment shows the experts evaluation data that are, sports games experts 88% (good), media expert 98% (very good), small group experiment 88,36% (good), field experiment 92,92% (very good). From the data above, it can be conclude thatthis model of educative playing card can be used by the students of SMA Negeri 1 Parakan Temanggung to expand their knowledge about sport branches. Based on the experiment, this educative playing card is effective to be applied in sports learning as grouped in martial sport, athletics, ball sports and water sports. This product can be used by teachers in senior high school in learning sport as an alternative in delivering the material.Teachers may use this educative playing card deppend on their creativities to deliver the material related to sports.