cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Civic Education Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2016)" : 20 Documents clear
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH PEREMPUAN TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU (STUDI DI SMA N 12 SEMARANG) WARDANI, AYU; Munandar, Moh Aris; Makmuri, Makmuri
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedudukan dan peranan perempuan dalam pembangunan tampaknya semakin meningkat, baik di bidang politik, pendidikan, kesehatan maupun kesejahteraannya. Kepala sekolah adalah pemimpin pendidikan yang mempunyai peranan sangat besar dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah. Salah satunya yaitu Kepala Sekolah, tidak sedikit Kepala Sekolah perempuan yang berhasil dalam melaksanakan tugasnya. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan mengambil lokasi di Universitas Negeri Semarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan, peran kepemimpinan perempuan sebagai kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kerja guru, dilakukan melalui keteladanan, kerendahan hati, kelembutan, dan kedisiplinan yang dimiliki. Kepemimpinan perempuan sebagai kepala sekolah di SMA N 12  Semarang dalam meningkatkan motivasi kerja guru berorientasi pada kepemimpinan dimensi perilaku tugas dengan menggunakan metode kedekatan sehingga bawahan menjadi terbuka pada atasan. Selanjutnya muncul rasa diterima serta diakui bawahan dan terbuka pada pemimpin akan hambatan yang mereka rasakan untuk meningkatkan kerjanya. Kepala sekolah SMA Negeri 12 Semarang memberikan bantuan, arahan, momongan, pengawasan, dan batas waktu disetiap tugas yang menjadi tanggung jawab guru, agar guru dapat terbiasa dengan kedisiplinan. Hal ini membuat para guru dapat termotivasi untuk meningkatkan kinerjanyaThe rank and the role of woman in the development seems more merease, in the politc, education, healthbas well as her prosperity. Principals are educational leaders who have a very large role in developing the quality of education in schools. One of them is the principal, not the least successful female Principal in carrying out their duties. This conditionrevealsthat some effort is needed to do for reducing or ommithing  the space between the rank and the role of man and woman in the development. The government’s gender centering is one of  the key to help reducing or ommithing the space between man and woman in the espect of access, role, control, function as well increase the participation from both man and woman in deciding the policy an controlling the developmental source
PARTISIPASI MASYARAKAT SAMIN DALAM WAJIB BELAJAR SEMBILAN TAHUN DI DESA KLOPO DUWUR KABUPATEN BLORA PURNOMO, AGUNG ADI; Munandar, Moh Aris; Setiajid, Setiajid
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Samin Desa Klopo Duwur Kabupaten Blora sudah mengikuti pendidikan formal sejak dulu, tetapi mereka tidak mengikutinya secara serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat Samin dalam wajib belajar sembilan tahun, bentuk-bentuk partisipasi masyarakat Samin dalam program wajib belajar sembilan tahun, serta faktor-faktor apa saja yang menghambat partisipasi masyarakat Samin dalam program wajib belajar. Hasil penelitian menunjukan bahwa di jaman yang sudah maju ini pendidikan formal bagi mereka adalah hal yang harus dilakukan sebagai upaya meraih kesejahteraan. Berbagai hal yang mempengaruhi masyarakat Samin dalam mengikuti pendidikan formal baik dari luar maupun dari dalam diri mereka sendiri, ada yang dipengaruhi dari lingkumgan dan ada juga yang dipengaruhi oleh keinginan mencari kesejahteraan. Larangan untuk mendidik anak mengikuti pendidikan formal sudah terhapuskan, sekarang mereka sudah dapat mengikutinya sesuai kemampuan mereka masing-masing. Sekarang sekolah merupakan prioritas orang tua untuk mendidik anak-anaknya, meskipun tidak sepenuhnya keturunan Samin mendapatkan pendidikan dari sekolah. Hanya saja masih ada faktor penghambat yang membuat anak Samin tidak mengikuti wajib belajar, yaitu dari segi ekonomi dan dari sosial budaya di Desa Klopo Duwur Kabupaten BloraSamin’s Community in Klopo Duwur Village Blora Regency have taken formal education in a long time, but they didn’t seriously take it. This research aimed to know the level of participation of Samineses in the nine-year educational program, the forms of participation of this society in the nine-year educational program, and acknowledge factors that hamper this community’s participation in the nine-year educational program. The result of this research shows that in this modern era, formal education is something that this society’s need to reach their wellfare. Many things that influence this society in order to follow the formal education whether from the outsiders or from their own people, whether they are influenced by their environment or the hopes to reach the wellfare. The prohibition to educate their children to join the formal education has been removed. Nowadays, they have joined it as well as their own capability. Nowadays, Formal education is the priority of parents to educate their children, even if some children of this society still haven’t got the formal education. But, there are still another factor that make these Saminese children don’t follow this nine-year educational program. They don’t have the capability in terms of economical and socio-cultural background in Klopo Duwur village, Blora Regency
KAMPANYE KADER PEREMPUAN PARTAI GOLONGAN KARYA DALAM PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2009 DI KUDUS FERDIANA, RAHMA; Susanti, Martien Herna; Lestari, Puji
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pemilu 2009 Partai Golkar salah satu partai yang sukses, dengan terpilihnya 6 anggota DPRD di Kabupaten Kudus dengan komposisi 4 kursi kader laki-laki dan 2 kursi kader perempuan. Terpilihnya 2 kader perempuan Partai Golkar dalam pemilu legislatif tahun 2009 tidak terlepas dari adanya komunikasi pada saat kampanye. Permasalahan dalam penelitian ini mencakup: (1) Bagaimana kampanye kader perempuan Partai Golongan Karya dalam Pemilu Legislatif tahun 2009 di Kabupaten Kudus?, (2) Apakah faktor-faktor yang mendukung dan menghambat kampanye kader perempuan Partai Golongan Karya dalam Pemilu Legislatif tahun 2009 di Kabupaten Kudus?. Hasil penelitian menunjukan kampanye yang dilakukan oleh kader perempuan Partai Golkar dalam pemilu legislatif tahun 2009 di Kabupaten Kudus sudah menggunakan kerangka konsep atau langkah-langkah dalam kampanye, dimulai dari merumuskan tema, proses perencanaan mengorganisasi kampanye,penganggaran kampanye, pelaksanaan kampanye dan evaluasi kampanye. Faktor yang mendukung dan menghambat kampanye kader perempuan Partai Golongan Karya terdiri dari faktor internal, dan eksternal. Faktor internal yang mendukung adalah Image Partai Golkar, keluarga, dan organisasi. Faktor internal yang menghambat adalah sumber dana. Faktor eksternal yang mendukung adalah media sedangkan faktor eksternal yang menghambat adalah waktu dan tempat, serta sikap pragmatisIn the 2009 election Golkar party a successful one , with the election of six members of parliament in the Holy District 4 seat cadre composition of men and 2 women cadres seat . 2 women elected Golkar Party cadres in the legislative elections of 2009 can not be separated from the lack of communication during the campaign . Problems in this study include : ( 1 ) How women cadres campaign Golkar Party in the legislative election of 2009 in Kudus Regency ? , ( 2 ) What are the factors that support and hinder women cadres campaign Golkar Party in the legislative election of 2009 in the District Holy ? . The results showed that the campaign conducted by the Golkar Party cadres women in the 2009 legislative elections in the Holy District already uses the conceptual framework or the steps in the campaign , starting from formulating themes , organized campaign planning process , budgeting, campaign , campaign execution and campaign evaluation . Factors that support and hinder women's campaign Golkar Party cadres composed of internal factors and external . Internal factors that support is Golkar Party Image , families , and organizations . Internal factors that inhibit the source of funds . External factors that support is medium while the external factors that hamper is a time and place , as well as a pragmatic attitude
PENANAMAN NILAI TANGGUNGJAWAB MELALUI EKSTRAKURIKULER KEPRAMUKAAN DI SMP NEGERI 13 SEMARANG Trianawati, Penny; Rachman, Maman; Sumarto, Slamet
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya penanaman nilai karakter kepada remaja sebagai pegangan untuk berperilaku mengembangkan ideologi dirinya di masa depan. Tanggungjawab merupakan sikap dan perilaku yang penting dalam kehidupan karena dengan adanya tanggungjawab seseorang akan berhati-hati dalam melakukan suatu perbuatan, sehingga perbuatan yang dilakukannya akan bernilai positif baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Kepramukaan dapat dijadikan sebagai wadah penanaman nilai karakter bangsa. Sikap dan perbuatan tanggungjawab dalam kepramukaan tercantum jelas dalam Dasa Darma pramuka ke sembilan yaitu pramuka itu bertanggungjawab dan dapat dipercaya. Objek penelitian ini adalah siswa anggota pramuka dan pembina pramuka di SMP Negeri 13 Semarang, serta metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  macam-macam tanggungjawab yang ditanamkan melalui kepramukaan di SMP Negeri 13 Semarang adalah tanggungjawab terhadap diri sendiri, tanggungjawab terhadap orang lain, tanggungjawab terhadap alam dan tanggungjawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Metode yang digunakan untuk menanamkan tanggungjawab adalah dengan metode penjernihan nilai (pemberian nasihat, pemberian hukuman dan pemberian penghargaan/reward), metode keteladanan (keteladanan pembina), metode siswa aktif (pemberian tugas dan pencapaian SKU dan SKK). Faktor pendukungnya adalah sikap, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki oleh pembina, kesadaran dan motivasi diri siswa dalam mengikuti ekstrakurikuler pramuka, dana, sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan, dukungan dari orangtua siswa dan dukungan dari masyarakat sekitar. Faktor penghambat adalah kurangnya minat siswa dalam kegiatan pramuka, pengaruh dari teman yang mengajak siswa untuk membolos serta faktor cuaca. The importance of planting character value to adolescents as a handle to behave himself ideology developed in the future . Responsibility is the attitudes and behaviors that are important in life because of the presence of one's responsibilities will be careful in doing an act , the act of doing so will be positive both for themselves and for others . Scouting can be used as a container planting value of the nation's character . Attitudes and actions in the scouting responsibilities clearly stated in the Ten Dharma scout to scout the nine are responsible and trustworthy . Object of this study is the student member of the scout and scout leader in SMP Negeri 13 Semarang , as well as methods of research used qualitative methods . The results showed that the various responsibilities of the instilled through scouting in SMP Negeri 13 Semarang is the responsibility of self , responsibility for others , responsibility for nature and responsibility to God Almighty . The method used to instill responsibility is with the purification method value ( giving advice , and awarding punishment / reward ) , an exemplary method ( exemplary builder ) , method of active students ( giving tasks and achievements SKU and SKK ) . Supporting factor is the attitude , knowledge and experience possessed by the builder , self- awareness and motivation of students in participating in extracurricular scout , funds , facilities and infrastructure that support the activities , the support of parents and the support of the surrounding community . Inhibiting factor is the lack of student interest in the scouts , the influence of friends who invite students to play truant and weather factors 
PERANAN KUD KARYA MINA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN DI KOTA TEGAL PANUNTUN, TRYO DINDA; Munandar, Moh Aris; Handoyo, Eko
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tegal merupakan salah satu daerah pesisir di Jawa Tengah yang mempunyai potensi perikanan laut yang baik, namun dari potensi kekayaan alam tersebut belum dapat mensejahterakan masyarakatnya yang berprofesi sebagai nelayan. Mayoritas nelayan Kota Tegal bermukim di Kelurahan Muarareja Kecamatan Tegal Barat. Nelayan di Kelurahan Muarareja mayoritas nelayan kecil, permasalahan yang dihadapi nelayan di sana adalah kurangnya permodalan, minimnya fasilitas perikanan dan pemasaran hasil tangkapan. Penelitian ini mengkaji (1) peranan KUD Karya Mina dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan nelayan pada umumnya; (2) hambatan-hambatan yang dihadapi KUD Karya Mina dan; (3) upaya yang dilakukan KUD Karya Mina dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut. Subjek yang diteliti adalah pengurus, anggota KUD Karya Mina dan nelayan bukan anggota. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) observasi; (2) dokumentasi; dan (3) wawancara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Digunakan teknik pemeriksaan lapangan dengan triangulasi untuk membuktikan keabsahan data. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa peranan KUD Karya Mina antara lain memberikan pinjaman modal bagi nelayan yang membutuhkan, pengadaan solar bersubsidi bagi nelayan, menyediakan fasilitas-fasilitas perikanan serta kegiatan dibidang sosial. Hambatan yang dihadapi KUD antara lain tingkat partisipasi anggota yang rendah, kredit macet, pengetahuan pengurus, pengawas dan manajer KUD yang masih rendah mengenai peraturan-peraturan dan hambatan yang muncul dari luar KUD seperti kompetitor. Upaya yang dilakukan KUD Karya Mina dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut melalui pembentukan kelompok-kelompok nelayan, mengerahkan karyawan untuk menagih kredit macet, mengikutkan pengurus, pengawas dan manajer dalam pelatihan, pendidikan dan sosialisasi serta bekerjasama dengan pemerintah dan pihak ketiga.Tegal is one of the coastal areas in Central Java, which has a good potential for marine fisheries, however of the potential of these resources have not been able to prosper the people who work as fishermen. The majority of fishermen in Tegal living on Muarareja Tegal Barat Subdistrict. themajorityoffishermenonMuarareja is a poor fishermen, the problems faced by fishermen there is a lack of capital, facilities and marketing of fisheries catches. This research examines (1) the role of KUD Karya Mina in improving the welfare of members and fishermen in general, (2) the obstacles faced by KUD Karya Mina and, (3) the efforts made KUD Karya Mina in overcoming these obstacles. The subjects studied were administrators, members of KUD Karya Mina and fishermen are not members. Data collection methods used in this research are (1) observation, (2) documentation, and (3) interviews. This research uses a qualitative descriptive approach. Triangulation techniques is used with field investigation to prove the validity of the data. The results obtained in this research indicate that the role of KUD Karya Mina include providing capital loans for fishermen, provision of subsidized diesel fuel for fishermen, provide fishing facilities and social activities. The obstacles faced by cooperatives among others, members of the low participation rate, non-performing loan, knowledge KUD management, supervisors and managers are still low the rules and constraints that arise from outside the cooperatives as competitors. The efforts are made by KUD Karya Mina in overcoming these obstacles through the establishment of fishermen groups, mobilizing employees to collect non-performing loan, to register administrators, supervisors and managers in training, education, socialization and working with governments and private sector. 
PERANAN ORGANISASI KARANG TARUNA DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS GENERASI MUDA DI DESA NGEMBALREJO Kurniasari, Dewi; Suyahmo, Suyahmo; Lestari, Puji
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  perbedaan kondisi sosial dalam latar belakang warga karang taruna menjadikan faktor penghambat dalam menyatukan pemikiran untuk membangun yang ditujukan untuk mencapai tujuan organisasi karang taruna yang tercantum dalam visi dan misi yang salah satunya mengembangkan kreativitas generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan organisasi karang taruna dalam menegembangkan kreativitas generasi muda, faktor-faktor apa saja yang menghambat organisasi karang taruna dalam mengembangkan kreativitas generasi muda. Hasil penelitian menunjukan bahwa peranan organisasi karang taruna dalam mengembangkan kreativitas genearsi muda yaitu meliputi pembinaan sikap kepemimpinan dengan cara menumbuhkan rasa tanggung jawab kepada anggota karang taruna dengan cara memberikan kerja kelompok per-dukuh untuk dilaporkan pada pertemuan rapat rutin untuk dibahas bersama dalam forum. Selanjutnya yaitu melalui pembinaan olahraga, olahraga yang dimaksud di sini adalah sepeda santai. Dengan berolahraga maka kebersamaan akan muncul, sehingga kreativitas untuk mencapai tujuan akan mudah dicapai. Hanya saja masih ada faktor penghambat dalam mengembangkan kreativitas generasi muda di Desa Ngembalrejo yaitu meliputi faktor yang meliputi pengaturan waktu, kecenderungan anggota karang taruna dalam mengikuti pola pikir anggota lain, mental dan ketidakberanian anggota karang taruna berbicara di depan umum. Sedangkan dari faktor eksternal yaitu meliputi kurangnya sokongan dana untuk mengefektifkan kegiatan dalam organisasi karang taruna tersebut, sehingga menjadikan program kerja kurang produktif..The differences in the social conditions of the people in the background makes the youth inhibiting factor in bringing ideas to build that aims to achieve objectives youth organization listed in the vision and mission , one of which develops creativity of young people . This study aimed to determine the role of youth organizations in menegembangkan creativity of young people , what are the factors that hinder youth organizations in developing the creativity of young people . The results showed that the role of youth organizations in developing the creativity of young genearsi which includes coaching leadership stance by growing sense of responsibility to members of the youth group work by providing per - hamlet to be reported on a meeting with regular meetings to discuss in the forum . The next is through sports coaching , sports is meant here is a fun bike . By exercising together appears, allowing creativity to achieve the goal will be easily achieved . It's just that there is still a limiting factor in developing the creativity of young people in the village Ngembalrejo which includes factors which include setting time , the tendency in the youth members to follow other members mindset , mental and youth members ketidakberanian public speaking While the external factors which include lack of financial support to streamline the activities of the youth organization , making the program less productive work .
KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PEREMPUAN DALAM MASYARAKAT NELAYAN DI DESA PANJANG BARU KECAMATAN PEKALONGAN UTARA MASITHO, BAHRAIN DWI; Lestari, Puji; Susanti, Martien Herna
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan yang terjadi pada masyarakat nelayan membuat seluruh anggota keluarga pada masyarakat nelayan ikut ambil andil dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama perempuan nelayan. Keterlibatan perempuan nelayan dalam mencari nafkah, tidak diimbangi dengan kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki sehingga perlu adanya pemberdayaan untuk masyarakat nelayan, teritama untuk perempuan nelayan agar mereka dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui kehidupan sosial ekonomi perempuan dalam masyarakat nelayan di Desa Panjang Baru Kecamatan Pekalongan Utara dan untuk mengetahui kualitas hidup perempuan dalam masyarakat nelayan di Desa Panjang Baru Kecamatan Pekalongan Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini adalah kehidupan sosial ekonomi perempuan nelayan sebagai ibu rumah tangga, akan menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga dengan baik karena mereka dapat mengurus pekerjaan rumah dengan baik. Sedangkan kehidupan sosial ekonomi perempuan nelayan yang bekerja, mereka harus bisa membagi waktu antara mengurus pekerjaan rumah dengan bekerja sehingga mereka memiliki beban ganda dalam kehidupannya. Kualitas hidup perempuan dalam masyarakat nelayan di Desa Panjang Baru Kecamatan Pekalongan Utara dikatakan kurang baik karena rendanya kualitas sumber daya manusia sebagai akibat keterbatasan akses sekolah dan kesehatan, pemukiman yang kurang layak, dan kurangnya sarana dan prasana seperti sekolah, pasar dan kamar mandi umum.Poverty occurs in fishing communities makes the whole family on fishing communities took part in making a living to meet daily needs, especially women fishers. The involvement of women in fishing for a living, is not matched by the ability and the skills so necessary for the empowerment of fishing communities, women teritama for fishermen so they can improve their quality of life. This study aimed to determine the social-economic life of women in fishing communities in Panjang Baru village of Northern District of Pekalongan and to determine the quality of life of women in fishing communities in Panjang Baru village of Northern District of Pekalongan. This study uses qualitative research methods with a triangulation technique. The results of this research are social and economic life as a fishing woman housewife, will perform its role as a housewife with either because they can take care of the house work well. While the women's social and economic life of fishermen who work, they should be able to divide their time between taking care of homework to work so that they have a double burden in life. Quality of life of women in fishing communities in the village of North Pekalongan District of New Long dikatan unfavorable because the lace quality of human resources as a result of limited access to schools and health care, housing less viable, and the lack of facilities and infrastructures such as schools, markets and public bathrooms.
KOMUNIKASI POLITIK PARTAI KEBANGKITAN BANGSA DENGAN MASYARAKAT BERBASIS NU DI KECAMATAN KESUGIHAN KABUPATEN CILACAP INDIARTO, ARIF; Sunarto, Sunarto; Susanti, Martien Herna
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi politik merupakan suatu proses penyampaian  informasi oleh pimpinan partai politik terhadap masyarakat berbasis NU dengan media berupa lisan maupun tulisan dan diharapkan anggota partai politik tersebut mengerti dan menyetujui dari apa yang telah disampaikan. Partai politik yang mendapat dukungan dari masyarakat berbasis NU di Kecamatan Kesugihan adalah PKB. Salah satu basis PKB adalah NU. Dari sekian banyaknya masyarakat  NU, di Kecamatan Kesugihan merupakan salah satu basisnya. Permasalahan penelitian ini adalah: bagaimanakah komunikasi politik PKB dengan masyarakat berbasis NU di Kecamatan Kesugihan? faktor-faktor penghambat terjadinya komunikasi politik Partai PKB dengan masyarakat berbasis NU di Kecamatan Kesugihan,penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian ini di Kecamatan Kesugihan. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian DPAC PKB Kecamatan Kesugihan melakukan komunikasi politik dilakukan dengan cara sederhana, lewat pengajian, yasinan, minggu kliwonan. Faktor penghambat komunikasi politik PKB dan masyarakat berbasis NU yaitu terlalu luasnya Kecamatan Kesugihan, Saran dalam penelitian ini: kepada PKB, senantiasa meningkatkan perannya dalam berkomuikasi politik, perlu meningkatkan komunikasi dan melakukan pendekatan kepada masyarakat.Political communication is a process of delivering information by leaders of political parties based on the society in the form NU with verbal and written media’s and political party members are expected to understand and approve of what has been delivered. The political party that has the support of the community-based NU in Kesugihan’s Subdistrict is PKB. PKB is one of the bases NU. Among the many NU society, in the Kesugihan’s Subdistrict is one base. The problemin this research is: how political communication agreements with community-based NU in Kesugihan Subdistrict? inhibiting factors the PKB’s political communication with the community-based NU in Kesugihan subdistrict, this research used a qualitative approach. This research sites in Kesugihan Subdistrict. Techniques of data collection by interview, observation and documentation. Researcher use triangulation techniques. The results DPAC PKB’s Kesugihan Subdistrict in political communication is done in a simple way, through lectures, yasinan, Kliwonan. Inhibiting factors PKB political communication and NU based society is too breadth Kesugihan Subdistrict, Suggestions in this research: to PKB, communicated constantly role increasing in politics, need to improve communication and approach to society
PERAN DPRD DALAM MELAKSANAKAN FUNGSI PENGAWASAN TERHADAP PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI PEDESAAN KABUPATEN JEPARA Wibowo, Anton Styo; Sunarto, Sunarto; Lestari, Puji
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  DPRD Kabupaten Jepara mempunyai kedudukan sebagai perwakilan rakyat yang berada di daerah dan unsur penyelenggara pemerintahan daerah. DPRD sebagai wakil rakyat mempunyai wewenang dalam pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah. Salah satu kebijakan pemerintah daerah yang berkaitan dengan fungsi pengawasan adalah pembangunan di pedesaan. Banyak permasalahan dalam pelaksanaan pembangunan di pedesaan. permasalahan yang terjadi dalam pembangunan di pedesaan biasanya menyangkut infrastruktur desa seperti jembatan, jalan desa, talud sungai, trotoar, saluran irigasi dan sebagainya. Untuk itu peran DPRD dalam melaksanakan fungsi pengawasan sangat vital untuk meminimalisir permasalahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) pengawasan DPRD secara politis normatif dilakukan melalui hak interpelasi, hak angket dan hak menyatakan pendapat, tetapi dalam pelaksanaanya hak-hak tersebut belum pernah digunakan oleh DPRD Kabupaten Jepara dalam rangka pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur di pedesaan. 2) peran anggota DPRD Kabupaten Jepara dalam melaksanakan pengawasan terhadap pembangunan infrastruktur di pedesaan dilakukan dalam tahapan-tahapan pelaksanaan proyek pembangunan yang dilakukan melalui monitoring langsung ke lapangan dan sidak. Pengawasan yang telah dijalankan tersebut kurang berdampak pada perbaikan pembangunan infrastruktur di pedesaan karena perubahan/perbaikan yang dilaksanakan belum memenuhi harapan dan masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran di tahun berikutnya.DPRD Jepara Regency has a position as a representative of the people who were in the area and the elements of the regional administration. DPRD as people's representatives have the authority to supervise the local government policy. One local government policies related to the function of oversight is in rural development. Many problems in the implementation of rural development. problems that occur in the development of rural infrastructure usually involves village such as bridges, rural roads, rivers talud, sidewalks, irrigation and so on. For the role of the Parliament in carrying out oversight functions is vital to minimize the problems that occurred. The results showed that 1) the supervision of DPRD is politically normative through interpellation, inquiry and expression rights, but the implementation of such rights has never been used by Jepara Regency in supervising the construction of rural infrastructure. 2) the role of legislators in Jepara district to supervise the construction of infrastructure in rural areas is done in the implementation stages of development projects undertaken through direct field monitoring and inspection. Supervision that have been implemented less impact on the improvement of infrastructure in rural areas because of the changes/improvements are implemented has not met expectations, and there are still many violations in the next year
INTERAKSI SOSIAL PENGANUT ISLAM RIFA’IYAH DI KECAMATAN LIMPUNG KABUPATEN BATANG KOMALASARI, AYU DIAN; Munandar, Moh Aris; Suyahmo, Suyahmo
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 2 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat penganut Islam Rifa’iyah merupakan Komunitas yang memiliki perbedaan yang mendasar dengan islam lainnya. Perbedaan tersebut berada dalam rukun Islam, rukun islam Rifa’iyah hanya ada satu sedangkan islam umumnya memiliki rukun islam lima sehingga oleh sebagian orang dianggap sesat. Persamaan agama Islam dan perbedaan dalam rukun Islam antara penganut Islam Rifa’iyah dengan non Rifa’iyah  menimbulkan pertanyaan bagaimana  interaksi sosial anatara kedua belah pihak. Permasalahan penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah interaksi sosial penganut Rifa’iyah dengan msyarakat sekitar di Kecamatan Limpung? (2) Apa saja yang menjadi Faktor- faktor pendorong interaksi sosial penganut Rifa’iyah di Kecamatan Limpung dengan masyarakat sekitar? (3)Apa saja yang  menjadi faktor kendala interaksi sosial penganut Rifa’iyah di Kecamatan Limpung dengan masyarakat sekitar? Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui interaksi sosial masyarakat penganut Rifa’iyah di Kecamatan Limpung. (2) Untuk mengetahui faktor pendorong interaksi sosial masyarakat penganut Rifa’iyah di Kecamatan Limpung . (3) Untuk mengetahui faktor penghambat interaksi sosial masyarakat penganut Rifa’iyah di Kecamatan Limpung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data penelitian menggunakan teknik Triangulasi sumber.  Hasil penelitian ini adalah Interaksi sosial Penganut Islam Rifa’iyah khususnya dalam sosial agama berjalan Harmonis. Inklusifisme dari kedua belah pihak sudah mulai tumbuh meskipun Ekslusifisme dari kedua belah pihak masih tersisa. Faktor pendukung dan penghambat Interaksi sosial Penganut Islam Rifa’iyah.Islamic Rifa’iyah society is a community which has a fundamental difference with others Islamist. The difference is in the pillars of Islam itself, the pillars of Islam Rifa’iyah is only one whereas in general, Islam has five pillars, so that this community is considered as heretical by some others people. The similarities and differences between the adherent of Islam Rifa’iyah and non Rifa’iyah raise a question, that is, how social interactions between both sides. The problems of this study are: 1) How is the social interactions between Rifai’yah adherents and surrounding inhabitants in Limpung district? 2) What are the social interactions encouraging factors between Rifa’iyah adherent and inhabitants in Limpung district? 3) What are the constraint factors of social interaction’ between Rifa’iyah adherents and surrounding inhabitants? The purposes of this study are: 1) to know the social interactions of Rifa’iyah adherents in Limpung district. 2) to investigate the encouraging factors of social interactions of Rifa’iyah adherents. 3) to identify the inhibiting factors of social interaction of Rifai’yah adherents in Limpung district. This study uses quantitative method. Techniques of data collection uses interview, observation, and documentation. The validity of this study uses data source triangulation techniques. The result of this study is the social interaction of Rifa’iyah adherents especially in religious and social relationship. Inclusivism of both parties have been raising although the exclusiveness of the both is still remaining. The encouraging and inhibiting social interaction factors of Islamic Rifa’iyah adherents

Page 1 of 2 | Total Record : 20