cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Civic Education Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2017)" : 20 Documents clear
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DESA JERUKWANGI KECAMATAN BANGSRI KABUPATEN JEPARA Musfiroh, Lailatul
Unnes Civic Education Journal Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pemuda dalam pelestarian lingkungan hidup Desa Jerukwangi Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara, mengidentifikasi kendala dan  mengetahui upaya yang dilakukan pemuda untuk mengatasi kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Jerukwangi Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara. Sumber data menggunakan sumber data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Analisis data meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam tahap penyadaran masyarakat dilakukan melalui penyuluhan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan berwirausaha, dalam  tahap transformasi pengetahuan dilakukan melalui beberapa pelatihan keterampilan berwirausaha yang ramah lingkungan, dan dalam  tahap pendampingan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat. Keberhasilan pemuda dapat dilihat dari terwujudnya kondisi hijau di lingkungan Desa Jerukwangi, adanya nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan menguatnya solidaritas masyarakat. Kendala yang dihadapi pemuda adalah pembagian waktu dan kuragnya anggota tim kerja. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah mengatur jadwal kegiatan dengan baik, menetapkan skala prioritas, menggunakan pendekatan persuasif secara personal dan memberikan umpan pancing akan diadakan acara makan-makan atau jalan-jalan bersama.This research using methods qualitative . Reasearch location in the village of Jerukwangi district Jepara regency Bangsri . Data source using primary and secondary data sources. The technique of collecting data, covering an interview observation and documentation. Techniques of examination of the validity of the data using the technique of triangulation of sources. Data analysis includes the stages of data collection, data presentation, data reduction and withdrawal of the conclusion. The results of this research indicate that in the stage of public awareness through outreach on the importance of maintaining environmental sustainability and entrepreneurship, in the phase transformation of knowledge was done through some training skills of entrepreneurship-friendly environment, and in the accompaniment to enhance the self-reliance of the community. The success of youth can be seen from the attainment of the conditions in the village green Jerukwangi, the existence of economic added value for the community and the rise of solidarity in society. Youth confronting barriers is the division of time and a few members of the team work. Efforts are being made to overcome those constraints are the schedule of activities set up properly, set the scale of priorities, using the persuasive approach is personal and give reward will be held the event a bite to eat or a walk along.
KEBIASAAN BALAPAN LIAR KALANGAN REMAJA DI JALAN RAYA DESA SENENAN KECAMATAN TAHUNAN KABUPATEN JEPARA Masyithoh, Riza Emiliana
Unnes Civic Education Journal Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemuda yang terlibat dalam balapan liar, faktor pendorong dan dampak bagi masyarakat di sekitar jalan raya Desa Senenan Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara. Subjek penelitian dibagi menjadi dua yaitu pelaku balapan liar yang terdiri dari joki dan penonton, informan yang terdiri dari warga sekitar jalan raya dan pihak kepolisian setempat. Metode pengumpulan data terdiri dari teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Analisis data yanbg digunakan terdiri dari tiga alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kebiasaan balapan liar kalangan remaja di Desa Senenan Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara merupakan bentuk dari salah satu kenakalan remaja, remaja yang terlibat ada yang menjadi joki, penonton maupun mekanik. Alasan balapan liar karena hobi, menyalurkan bakat otomotif dan penghilang stress. Dampak yang diakibatkan : menggangu ketenangan warga, merusak fasilitas umum saat terjadi kecelakaan, dan hilangnya etika diri remaja saat dijalan.This study aims to determine the youth involved in illegal racing, driving factors and impacts on people around the village highway Senenan Tahunan District of Jepara. Subjects were divided into two actors comprising a wild race jockeys and spectators, informants consisting of residents around the highway and the local police. Data collection method consists of observation techniques, interviewing techniques, and technical documentation. Data analysis consisted of three flow activities, namely data reduction, data display, and conclusion. The results showed that the wild race habits among teenagers in the village Senenan Tahunan District of Jepara is one form of juvenile delinquency , juvenile involved there being a jockey, mechanical or audience. Reason wild race as a hobby, automotive talents and stress relievers. The impact caused: disturbing the peace of the citizens, vandalizing public property when the accident occurred, and the loss of ethical self-teen when the street.
PERAN PERSATUAN SOLIDARITAS KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA KABUPATEN PATI DALAM MENYALURKAN ASPIRASI MASYARAKAT DI KABUPATEN PATI Tarmuji, Achmad
Unnes Civic Education Journal Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peran Persatuan Solidaritas Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Pati atau disebut juga Pasopati dalam menyalurkan aspirasi masyarakat di Kabupaten Pati, mekanisme penyaluran aspirasi masyarakat di Kabupaten Pati oleh Pasopati, dan tingkat keberhasilan yang sudah dilakukan oleh Pasopati dalam menyalurkan aspirasi masyarakat di Kabupaten Pati. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Lokasi penelitian di Pati. Teknik pengumpulan data dengan teknik  wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi dengan sumber. Hasil penelitian ini, yaitu peran Pasopati dalam menyalurkan aspirasi masyarakat di Kabupaten Pati adalah menyerap aspirasi masyarakat di Kabupaten Pati, menyampaikan aspirasi masyarakat ke Pemerintah Kabupaten Pati, dan kemudian mengkontrol kebijakan pemerintah Kabupaten Pati. Mekanisme penyaluran aspirasi masyarakat di Kabupaten Pati yang dilakukan oleh Pasopati, yaitu masyarakat menyalurkan aspirasinya, kepala desa bersama perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melakukan rapat desa, rapat koordinasi Pasopati tingkat kecamatan, rapat Pasopati, dan audiensi bersama dengan pemerintah Kabupaten Pati. Keberhasilan yang dicapai oleh Pasopati merupakan keberhasilan yang dicapai melalui evaluasi yang dilakukan dari kebijakan pemerintah Kabupaten Pati. Saran peneliti dalam penelitian ini adalah agar menjaga persatuan kepala desa Kabupaten Pati, maka Pasopati melakuan pertemuan secara rutin, karena berdasarkan penelitian rapat yang dilaksanakan manakala ada masalah yang dihadapi. Selain itu, perangkat desa yang sudah tidak ada lagi yang menjadi anggota Pasopati maka nama perangkat desa pada Pasopati sebaiknya diganti.This research aims to know the role of Persatuan Solidaritas Kepala Desa dan Perangkat Desa Kabupaten Pati or also called Pasopati in channeling the aspirations of societies in Pati mechanism channeling the aspirations of the community in the Pati by Pasopati and a success rate which has been conducted by the Pasopati in channeling the aspirations of societies in Pati. The method used is qualitative method. Location of research on Pati. The technique of data collection techniques interviews, observation, and documentation. The validity of the data is done by triangulation technique with source. The results of this research, namely the role of Union Solidarity village chief and Councilor Pati in channeling the aspirations of societies in Pati is absorbing the aspirations of societies in Pati convey aspiration to Pati Government and the Mechanism of channeling the aspirations of societies in Pati conducted by the Pasopati, the community channel aspirasinya, the head of the village with the Badan Permusyawatan Desa (BPD) convenes coordination meetings, the Pasopati subdistrict level, meetings of Pasopati, and audience together with the County Government of Pati. The success achieved by the Union Solidarity village chief and Councilor Pati is the success achieved through evaluations carried out from Government policy Pati.n the Government policy of controlling Pati. The advice of researchers in this study is to maintain unity village chief Pati, then head of the Pasopati perform meetings regularly, because based on the research meetings that were held while there is a problem at hand. In addition, a village that no longer exists, which became a member of the Pasopati then device name village at Pasopati Device should be replaced.
PERAN BIROKRASI DALAM KOMUNIKASI DENGAN WARGA MELALUI BBM-AN (BAPAK BUPATI MENDENGAR) DI KABUPATEN BATANG Risqiana, Eky
Unnes Civic Education Journal Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran birokrasi dalam komunikasi dengan warga melalui BBM-an, keefektifan birokrasi dalam berkomunikasi dengan warga melalui BBM-an, dan tanggapan masyarakat mengenai BBM-an sebagai media komunikasi antara birokrasi dengan warga di Kabupaten Batang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di pemerintah daerah Kabupaten Batang. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan keabsahan data dengan metode triangulasi sumber. Analisis data menggunakan analisis interaksi data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran birokrasi dalam komunikasi dengan warga melalui BBM-an adalah birokrasi menyampaikan informasi berupa kebijakan/rencana pembangunan. Komunikasi melalui BBM-an tidak efektif karena penyelesaiannya dikembalikan kepada birokrasi yang proses penyelesaiannya lama, cenderung kabur karena tidak ada sosialiasasi mengenai keputusan dari suatu masukan warga. Tanggapan masyarakat mengenai BBM-an berupa tanggapan positif, yakni mendukung adanya BBM-an dan negatif yakni, menganggap bahwa BBM-an adalah settingan dari Bupati. Saran yang diajukan peneliti (1) Bupati hendaknya setiap masukan dari masyarakat ditanggapi, (2) birokrasi sebaiknya mengembalikan tanggapan kepada masyarakat, dan (3) masyarakat lebih kritis lagi dalam memberikan masukan kepada pemerintah yang disertai data-data yang akurat.The purpose of this research is purpose is to know the role of bureaucracy in communication with residents through BBM-an, effectiveness of bureaucracy in communication with residents through BBM-an, and responses society about BBM-an as a medium of communication between bureaucracy with residents in district stem in Batang. This research using methods research qualitative. The research in local government district stem in Batang. Data use observation, interview and documentation, while the validity of data by method triangulation source. Analysis of data using analysis interaction data qualitative. Based on the result showed that the role of bureaucracy in communication with residents through BBM-an is bureaucracy conveying information policy in form of/development plan. Communication via BBM-an ineffective because its completion returned to bureaucratic processes its completion long, tending to dim because no the socialization regarding decision of a citizen input. Response society about BBM-an form of positive response, namely support the BBM-an and negative are assumed that BBM-an is settingan of regent. Advice proposed researcher (1) any regent should peoples ideas addressed, (2) bureaucracy should restore response to the public, and (3) the people more critical longer in providing input to the government accompanied data accurate.
MEMBANGUN ETOS KEWIRAUSAHAAN SISWA SMK NEGERI 1 KUDUS DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN BUSINESS CENTER Afroni, Muhammad
Unnes Civic Education Journal Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan wadah yang tepat untuk mengembangkan pendidikan kewirausahaan. Salah satu SMK yang menerapkan Pendidikan Kewirausahaan adalah SMK Negeri 1 Kudus. SMK Negeri 1 Kudus memiliki tempat khusus pusat pendidikan kewirausahaan yang dinamakan Business Center. Kepercayaan dan dukungan dari berbagai pihak mendorong berdirinya Business Center SMK Negeri 1 Kudus. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan, pembinaan etos kewirausahaan, hasil pembinaan, dan faktor pendukung serta penghambat pelaksanaan kegiatan Business Center siswa SMK Negeri 1 Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru kewirausahaan, pengurus Business Center dan siswa SMK Negeri 1 Kudus. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wujud dari pelaksanaan kegiatan Business Centre SMK Negeri 1 Kudus yaitu adanya kepengurusan, visi misi, program kegiatan, lokasi usaha, dan pembinaan etos kewirausahaan terhadap siswa. Pelaksanaan kegiatan Business Center SMK Negeri 1 Kudus diselenggarakan oleh pengurus Business Center. Pembinaan etos kewirausahaan dilaksanakan oleh pengurus Business Center melalui program piket harian Esemka Mart dan program paket jual. Pengurus Business Center melibatkan siswa SMK Negeri 1 Kudus secara langsung di lapangan, untuk melatih sikap kemandirian, kedisiplinan, komunikatif, tanggung jawab, berani berwirausaha, kreatif, dan semangat menjadi pengusaha yang sukses. Indikator peningkatan etos kewirausahaan terlihat melalui siswa yang sudah memiliki usaha mandiri, sikap siswa dalam melaksanakan kegiatan Business Center yaitu paket jual, piket harian, dan hasil praktik siswa.Vocational schools are proper institution to develop entrepreneurship education. One of the schools which implements entrepreneurship education is SMK Negeri 1 Kudus. SMK Negeri 1 Kudus owns a special area as the center of entrepreneurship education called as Business Center. Trust and support from many parties encouraged the founding of Business Center of SMK Negeri 1 Kudus. The purpose of this final project is to find out how the activities were carried out, the entrepreneurship ethos development, the results of the development, and supproting and demotivating factors of the Business Center activities of SMK Negeri 1 Kudus students. This observation used qualitative approach. The sources of the data were vice headmaster from curriculum sector, entrepreneurship teacher, the committee of Business Center and the students of SMK Negeri 1 Kudus. The data collection used observation, interview, and documentation methods. The validity test used triangulation method. The results showed that the realizations of Business Center activities implementation in SMK Negeri 1 Kudus were the presence of committee, vision and mission, activity program, work area, the entrepreneurship ethos development for the students. The implementation of Business Center of SMK Negeri 1 Kudus was carried out by the committee of the Business Center. The entrepreneurship ethos development was done also by the committee through Esemka Mart daily shift program and selling package program. The Business Center committee included the students of SMK Negeri 1 Kudus directly in the field, in order to train many attitudes such as self-employment, discipline, communicative, responsibility, entrepreneurship, creative, and the siprit of being a successful enterpreneur. The indicators of the improvement of entrepreneurship ethos could be seen through the students who had independent business, the students’ attitude in running the Business Center’s activities which were selling package, daily shift, and the students’ practice results.
PEMBINAAN TANGGUNG JAWAB SISWA MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER JURNALISTIK DI SMA NEGERI 1 MEJOBO KUDUS Raismawati, Eko
Unnes Civic Education Journal Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pembinaan tanggung jawab siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik di SMA Negeri 1 Mejobo Kudus, dan untuk mengetahui apa saja kegiatan pembinaan tanggung jawab siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik di SMA Negeri 1 Mejobo Kudus, dan untuk megetahui apa saja kendala yang dihadapi dalam pembinaan tanggung jawab siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik di SMA Negeri 1 Mejobo Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan tanggung jawab siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik dimana pembina melakukan pembinaan dengan memberikan tugas membuat karya tulis ilmiah kepada siswa untuk membina tanggung jawab siswa terhadap diri sendiri, Pembina melakukan pembinaan dengan cara pemberian hukuman kepada siswa yang tidak meminta ijin kepada pembina apabila tidak hadir dalam kegiatan jurnalistik dengan tujuan membina tanggung jawab siswa terhadap orang lain. Pembinaan dengan cara keteladanan, yaitu keteladanan untuk melaksanakan perintah Tuhan dengan menjalankan perintah Tuhan seperti sholat bagi yang beragama islam, dengan tujuan untuk membina tanggung jawab siswa terhadap Tuhan. Pembina juga melakukan pembinaan dengan pemberian nasihat kepada siswa dengan tidak membuang sampah sembarangan untuk menjaga kebersihan lingkungan, untuk membina tanggung jawab siswa terhadap lingkungan. Jenis-jenis kegiatan pembinaan tanggung jawab siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik, yaitu pelatihan jurnalistik, penulisan karya tulis ilmiah, kunjungan ke tempat bersejarah, peliputan ekstrakurikuler, dan workshop. Kendala yang dihadapi dalam pembinaan tanggung jawab siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik, yaitu komitmen siswa, dan sarana prasarana.This research aims to find out how mentoring liability students through extracurricular activities of journalism in SMA Negeri 1 Mejobo Holy, and to find out what activities are the responsibility of coaching the students through extra-curricular activities of journalism in SMA Negeri 1 Mejobo Holy, and to megetahui what are the obstacles faced in establishing the responsibility of the students through extra-curricular activities of journalism in SMA Negeri 1 Mejobo.The results showed that the construction of the responsibility of the students through extra-curricular activities of journalism where the Builder do the construction by giving the task of creating a scientific paper to students to foster students, responsibility towards oneself, the Builder did punishment by way of giving coaching to students who did not ask permission to coach if not present in journalistic activities with the aim of fostering students, responsibility towards others. Coaching by way of example, that example to execute a command of God by keeping the commandments of God as a prayer for a Muslim, with the aim of fostering students, responsibility towards God. The coach also do directing the giving of advice to students with no litter to maintain the cleanliness of the environment, to foster the student's responsibility to the environment. The types of activities the coaching responsibilities students through extra-curricular activities of journalism, namely training of journalism, writing scientific papers, visits to historical places, access to extracurricular activities, and workshops. Obstacles faced in establishing the responsibility of the students through extra-curricular activities of journalism, namely the commitment of students, and infrastructure.
PERAN ORANG TUA PENGRAJIN MEBEL DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER KEMANDIRIAN REMAJA DI DESA LANGON KECAMATAN TAHUNAN KABUPATEN JEPARA Hidayat, Dhani Kurniawan
Unnes Civic Education Journal Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan wahana dimana anak mempelajari segala sesuatunya dari awal dan keluarga juga menjadi sarana pendidikan yang pertama. Keluarga pengrajin mebel memiliki kesibukan dalam bekerja, membuat orang tua kurang pengawasan dan perhatian kepada remaja sehingga membuat remaja belum bisa sepenuhnya mandiri. Remaja dapat dikatakan belum mandiri karena dalam kegiatannya sehari-hari masih bergantung kepada orang tua. Akibat yang ditimbulkan, membuat remaja belum bisa memikirkan masa depannya sehingga remaja sering malas-malasan untuk bekerja. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Peran orang tua pengrajin mebel dalam mengembangkan karakter kemandirian pada remaja di Desa Langon. 2) Hambatan-hambatan apa sajakah yang dihadapi oleh orang tua dalam mengembangkan karakter kemandirian pada remaja di Desa Langon. 3) Upaya yang dilakukan oleh orang tua pengrajin mebel dalam mengembangkan karakter kemandirian pada remaja di Desa Langon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Desa Langon Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah pengembangan karakter kemandirian remaja pada keluarga pengrajin mebel dilakukan oleh orang tua dengan cara membimbing remaja untuk bekerja meskipun orang tua sibuk bekerja.. Saran dalam penelitian ini adalah: 1) Orang tua hendaknya lebih meningkatkan komunikasi dengan cara memanfaatkan waktu untuk berbicara dengan remaja. 2) Orang tua hendaknya berusaha mengurangi kesibukan dalam bekerja agar waktu membimbing remaja lebih maksimal. 3) Orang tua hendaknya lebih mengarahkan pergaulan remaja kepada lingkungan yang bisa dijadikan contoh dalam disiplin bekerja dengan cara memantau dan mengontrol dengan siapa remaja berteman.Family is a place where a child learn everything from begining and family also become the first educational means. Furniture craftsmans family have a bussiness in working,make the parrents observeless and careless to their teenagers which make them unable to fully stand alone. Teenagers may be said as unable to stand alone because in their activity still depends on their parrents. The consequency is, it will make teenagers unable for thinking about their future so that it make them lazy to work. Problem of research are: 1) Role of parrents as a furniture craftsman in developing character of independency to the teenager at langon village. 2) What kind of obstruction which faced by teenager’s parrentin developing character of independency to the teenager at langon village. 3) The effort which carried out by a parrent as forniture craftsman in developing character of independency to the teenager at langon village. This research uses quantitave approachs. The research location at Langon Village, Tahunan subdistrict,  Jepara regency. Data collecting methode by observation, interview and documentation. The result of this research isfor developing character of teenager independency for forniture craftsmans family carried out by parrents by guiding teenagers to work even the parrent have a bussiness in working. Obstructions which come from inside and outside faced by parrents by giving tight observation and give a warn when teenager lazy in working. Suggestions in this research are: 1)  Parrents must increase communication by use time to speak with teenager. 2) Parrents must try to reduce a bussiness in working in order to have a time to guide the teenager maximally. 3) Parrents must give more dirrection in intercourse of teenager to the environment which may become example in dicipine in working  by observing and controle with whom they having friends.
KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS DALAM MELINDUNGI EKSISTENSI PASAR TRADISIONAL Fabriana, Isna
Unnes Civic Education Journal Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan pemerintah kabupaten Kudus terhadap keberadaan pasar tradisional, dan modern serta mengetahui implementasi kebijakan pemkab Kudus dalam melindungi eksistensi pasar tradisional. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian adalah di kabupaten Kudus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan terhadap pasar tradisional secara regulasi mengacu pada Permendag No. 70 tahun 2013 dan ditingkat daerah kabupaten Kudus memiliki Perda  hanya mengatur retribusi pelayanan pasar yakni Perda No. 14 tahun 2012. Implementasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Kudus sebagai upaya melindungi eksistensi pasar tradisional belum memadai, dibuktikan dengan belum adanya perlindungan hukum bagi pasar tradisional melalui Perda, pembinaan dan pemberdayaan pedagang pasar yang rutin dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar, manajemen pasar tradisional yang kurang profesional, penyediaan fasilitas pasar yang belum memadai termasuk penataan PKL pasar.This study aims to determine government policy towards the existence of the Kudus traditional markets, and modern as well as knowing the implementation of policies Pemkab Kudus to protect the existence of the traditional markets. The method used is qualitative approach to the collection of data through observation, interviews, and documentation. The research location is in the Kudus district. The results showed that the policy of the traditional market regulation refers to the Perda No. 70 Tahun 2013 and local level regulation Kudus has just set the service levy market Perda No. 14 Tahun 2012. The implementation of government policy in 2012 as an effort to protect the Kudus district existence of traditional markets is not adequate, evidenced by the lack of legal protection for traditional markets through regulation, guidance and empowerment of the market traders who routinely conducted by the Department of Trade and Market Management, management of the traditional markets that are less professionals, providing inadequate market facilities including arrangement of street vendors market.
KUALITAS HIDUP SEJAHTERA PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI JALAN RAYA MAGELANG YOGYAKARTA KM 5-8 PASCA RELOKASI KE PKL MERTOYUDAN CORNER Widyaningrum, Nur Ranika
Unnes Civic Education Journal Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan PKL di sepanjang Jalan Raya Magelang-Yogyakarta KM 5-8 menyebabkan berbagai permasalahan seperti terganggunya kelancaran, ketertiban, keindahan dan kebersihan jalan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang mengeluarkan kebijakan melalui Perda No 7 Tahun 2009 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Implementasi dari Perda tersebut adalah relokasi PKL di sepanjang Jalan Raya Magelang-Yogyakarta KM 5-8 ke PKL Mertoyudan Corner. Peneliti tertarik untuk melakukan penelitian berkaitan dengan kualitas hidup sejahtera PKL pasca relokasi ke PKL Mertoyudan Corner. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi kualitas hidup sejahtera PKL pasca relokasi ke PKL Mertoyudan Corner. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data penelitian diperoleh dari 12 informan yaitu PKL di PKL Mertoyudan Corner , pedagang yang pindah dari PKL Mertoyudan Corner serta pihak Dinas Perdagangan dan Pasar Kabupaten Magelang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) PKL di Jalan Raya Magelang-Yogyakarta KM 5-8 sebagian besar menunjukkan respons yang positif terhadap relokasi, yaitu dalam bentuk penerimaan dan persetujuan, sedangkan 24 atau 40% diantara 60 PKL yang di relokasi ke PKL Mertoyudan Corner memutuskan pindah; (2) kualitas hidup sejahtera PKL yang diukur dari aspek penghasilan, pemenuhan kebutuhan material, derajat dipenuhinya kebutuhan hayati, kebutuhan manusiawi dan kebebasan memilih menunjukkan penurunan. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah agar dalam rangka penataan dan pemberdayaan PKL, Pemerintah Kabupaten Magelang dan dinas terkait mengeluarkan program yang lebih efektif baik dalam pemilihan tempat relokasi maupun pembuatan desain penataan PKL. Pemerintah Kabupaten Magelang dan Dinas terkait harus melakukan koordinasi yang baik dan melakukan promosi untuk memperkenalkan dan meningkatkan minat pengunjung terhadap PKL Mertoyudan Corner . Selain itu, pemerintah daerah perlu memberikan fasilitas yang mempermudah konsumen seperti tidak ada pungutan biaya parkir dan memberikan fasilitas yang mendukung kegiatan usaha PKLThe existences of street vendors along Magelang-Yogyakarta KM 5-8 Street bring out many problems such as the disturbance of deliverance, arrangement, beauty, and cleanliness of the street. In order to solve that problems, the government of Magelang regency issues a policy through Perda No 7 Tahun 2009 about PKL allocation and empowerment. The implementation of the regional regulation is relocation the street vendors from Magelang-Yogyakarta KM 5-8 Street to PKL Mertoyudan Corner . The researcher is interested in study related to street vendors’ life prosperity quality after the relocation. The type of this study is Qualitative Study. Researcher asked 12 street vendors in Mertoyudan Corner, street vendors who move from Mertoyudan Corner, and also the employee of Department of Trade and Market to collect the information as the data source. Interview, observation and documentation are the techniques that were used by the researcher. The result of this study shows: (1) Most of the street vendors in Magelang-Yogyakarta KM 5-8 Street give the positive responses like acceptances and approval toward the relocation, while 24 or 40% among 60 street vendors decide to move from there; (2) the street vendors’ life prosperity is measured by their income and fulfilling the necessities of life, the degree of biological needs, human needs, and freedom of choosing to show a reduction. The suggestion that come up from this study in order to arrange and empower the street vendors, the government of Magelang regency and related government publish the program that more effective whether in selecting the relocation place or designing of street vendors arrangement. The government of Magelang regency and related government have to make a better coordination and promotion to introduce and increase the visitors’ interest toward street vendors in PKL Mertoyudan Corner . Moreover, regional government needs to facilitate costumers such as no parking charge and give the facilitation to support the activities of street vendors.
PENGEMBANGAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI EKSTRAKURIKULER YASINAN DI SMA NEGERI 1 KAYEN KABUPATEN PATI Akhwani, Akhwani
Unnes Civic Education Journal Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter religius melalui Ekstrakurikuler Yasinan di SMA Negeri 1 Kayen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Kayen .Hasil penelitian menunjukan bahwa: pengembangan karakter religius melalui ekstrakurikuler Yasinan bukan semata-mata terletak pada saat membaca Surat Yasin tetapi melalui proses pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang dibiasakan, yang pada akhirnya dapat memunculkan sikap religius pada anggota yasinan dalam kehidupan sehari-hari. Wujud karakter religius yang dari ekstrakurikuler Yasinan adalah (a) berwawasan keagamaan dalam berkomunikasi dan berbicara di depan umum, (b) taat melaksanakan ibadah Sholat Dhuhur berjamaah di masjid, melaksanakan sholat Dhuha, sholat sunnah, berdzikir setelah sholat, (c) terbinanya keimanan dan ketaqwaan melalui keikutsertaan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan seperti MABIT (malam bina iman dan taqwa), Gema Sholawat Nabi, pengajian, Peringatan tahun baru Masehi, peringatan Maulid Nabi, (d) selalu mengingat Allah dengan berdzikir setelah sholat, ziarah kubur, takziah, tadabur alam, (e) berakhlak baik diwujudkan dalam perilaku menjenguk anggota yang sakit, membantu yang sedang tertimpa musibah atau bencana,menjalin persaudaraan dan silaturrahmi.The purpose of this research is to know about Yasinan religious character through extracurricular at SMAN 1 Kayen. This research is using a qualitative approach. Research sites in SMA 1 Kayen The results showed that: the development of a religious character through extracurricular Yasinan not solely lie in while reading Surah Yasin but through the process of implementation of activities that habit, which in turn can give rise to the religious attitude in the yasinan members everyday life. The form of the religious character of extracurricular Yasinan are (a) the religious minded in communicating and speaking in public, (b) obey conducting worship Dhuhur prayer in congregation in the mosque, praying Duha, sunnah prayers, dhikr after the prayer, (c) faith and faith through participation in religious activities such as mabit (night bina faith and piety), Gema sholawat prophet, recitals, new year warning AD, to commemorate the birth of the Prophet, (d) always remember Allah with dhzikir after prayer, pilgrimage grave, takziah, tadabur nature, (e) good morals manifested in the behavior of members visit the sick, help who are stricken or disaster, to establish brotherhood and silaturrahmi.

Page 1 of 2 | Total Record : 20