cover
Contact Name
Putra Afriadi
Contact Email
putraafriadi12@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
hartono_sukorejo@yahoo.co.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Catharsis
ISSN : 25024531     EISSN : 25024531     DOI : -
Catharsis: Journal of Arts Education provides an international forum for research in the field of the art and creative education. It is the primary source for the dissemination of independently refereed articles about the visual arts, performances (music, dance, drama/theater/play), creative process, crafts, design, and art history, in all aspects, phases and types of education contexts and learning situations (formal and informal).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue " Vol 2 No 1 (2013)" : 8 Documents clear
REPRESENTASI FEMINISME SRIKANDI DALAM PERTUNJUKAN WAYANG ORANG LAKON BISMA GUGUR Setyowati, Hery
Catharsis Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi Srikandi dalam petunjukan wayang orang lakon Bisma Gugur merupakan representasi dari emansipasi perempuan berbasis kultural Jawa. Fenomena di masyarakat sering muncul persepsi negatif bahwa dalam budaya Jawa dan juga Indonesia cenderung memosisikan perempuan menjadi subordinat laki-laki. Penelitian ini membahas nilai-nilai feminisme  dalam tokoh Srikandi, yang  dapat menjadi sumber inspirasi dan patut diteladani. Metode yang digunakan  kualitatif dengan kajian semiotik interpretatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tanda dianalisis dengan pendekatan semiotika Van Zoest. Pemaknaan atas tanda dengan konsep Roland Brathes. Hasilnya dapat diformulasikan (1) nilai-nilai feminisme Srikandi bersifat kontradiktif. Kefeminimannya  digunakan sebagai strategi untuk mengalahkan lawan. Hal tersebut merupakan gambaran dari suatu transformasi sosial untuk menciptakan keadaan kesetaraan antara kaum perempuan dan laki-laki sehingga perempuan mendapatkan haknya dalam konteks bela negara. (2) nilai teladan dari tokoh Srikandi adalah: (a) nilai semangat pantang menyerah, (b) nilai keberanian dan tanggung jawab, (c) nilai menghormati dan saling menghargai, (d) nilai realita dan ilmu pengetahuan, dan (e) nilai estetika Srikandi character in a traditional stage performance Bisma Gugur shows a woman emancipation representation which expresses and struggle for woman’s right. A phenomenon which comes in society shows that woman’s existence is less in its part.The problem in this research is how the values of feminism in Srikandi character be an inspiration and model for the public society. The method used is qualitative with interpretative semiotic studies. Techniques of data collection by using interview, observation, and documentation. The sign analyzes with Van Zoest semiotic and its meaning by using Roland Brathes concept.  The result shows (1) there is a contradictive in values of feminism of Srikandi in a traditional stage performance Bisma Gugur. Its feminism is used to as a strategy to against enemy. A contradictive feminism Srikandi value shows a portrait from social transformation to compose the same social status between woman and man, so she can get the same right to depend her country. (2) a good moral value from Srikandi is a) prohibition of surrender spirit , b) brave and responsible, c) respecting, d) reality value and science, and e) aesthetic value.
EKSISTENSI TARI TOPENG IRENG SEBAGAI PEMENUHAN KEBUTUHAN ESTETIK MASYARAKAT PANDESARI PARAKAN TEMANGGUNG Pujiyanti, Nunik
Catharsis Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi Tari Topeng Ireng ditunjukkan dengan seringnya tampil pentas, sehingga dapat memberikan hiburan masyarakat dari pertunjukan yang indah, bahkan berdampak sebagai pencitraan bagi si penanggap. Tujuan penlitian ini adalah (1) menjelaskan nilai-nilai estetik yang terkandung dalam Tari Topeng Ireng di Pandesari Parakan Temanggung, (2) menjelaskan eksistensi Tari Topeng Ireng sebagai pemenuhan kebutuhan estetik masyarakat Pandesari Parakan Temanggung. Penelitian ini mengunakan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan perekaman. Analisis data menggunakan analisis data Miles dan Huberman meliputi penyajian data, reduksi data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Nilai estetik Tari Topeng Ireng terdapat gerak, pola lantai, iringan, tata rias dan kostum. Gerak yang ditunjukkan dengan bersifat energik, dinamis, ekspresif dan atraktif. Pola lantai terlihat dinamis karena variasi arah hadap, level dan perpindahan penari. Iringannya ritmis, menghentak, lagu-lagunya lebih variatif. Alat musiknya sudah menggunakan ornamen hiasan yang lebih indah. (2) Eksistensi Tari Topeng Ireng ditunjukkan dari dampak pemenuhan kebutuhan estetik yaitu pencitraan, penyaluran hobi.  Existence Topeng Ireng Dance indicated by the frequent performing stage, so as to provide the entertainment community of wonderful performances, even as the impact of imaging for the responders. This interesting study because of the existence of Topeng Ireng Dance in Temanggung got a good position in the hearts of the people. This study uses qualitative. Note was collected using observation, interviews, documentation, and recording. Analysis of the data using the model of Miles and Huberman data analysis that includes data presentation, data reduction and verification. Results showed The value of the aesthetic movement there Topeng Ireng Dance, floor patterns, accompaniment, makeup and costumes. Motion is indicated with an energetic, dynamic, expressive and attractive. Floor pattern looks dynamic due to variations in the direction toward. Rhythmic accompaniment, stomping, more songs fariatif.The existence of a Topeng Ireng Dance Ireng indicated that the impact on the aesthetic needs of imaging, hobby.
CALUNG SEBAGAI MEDIA EKSPRESI PENGAMEN JALANAN “JAWARA MUSIK” DI KABUPATEN TEGAL Yulistio, Anggun
Catharsis Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengamen Calung  jalanan ”Jawara Musik” merupakan grup pengamen jalanan yang berbeda dengan para pengamen yang biasa dijumpai di jalan-jalan. Bentuk penyajian dari grup pengamen calung jalanan ”Jawara Musik” berbeda dengan pengamen yang lainnya. Analisapenelitian ini melalui langkah-langkah: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) verifikasi atau kesimpulan. Temuan penelitian menemukan bahwa grup pengamen calung “Jawara Musik” menggunakan calung sebagai instrumen musik dalam kegiatan mengamen. Grup ini didirikan melalui kesepakatan para pemuda untuk mengisi keluangan waktu mereka yang pada akhirnya dijadikan sebagai sarana pencarian nafkah. Proses komunikasi yang lancar antar kedua belah pihak akan membuat Interaksi semakin baik dan pada akhirnya kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan masing-masing. Calung street musician “jawara Music” is a group of street musicians that a quite different to another street musicians we have seen before. Research method is qualitative because the data disclosed by or presented data outlining the words of actions of people and events observed were consistent with the fact that is an accurate and systematic. Throught research analysis steps: (1) data reductions, (2) the presentsation of the data, (3) verification or conclusions.Findings of the study found that the group of street musician used calung as a media of expression. They also have other objectives, one of them is to help preserve the Indonesian traditional art. In the activity of singing, there is also an interaction between the singers of calung Jawara Music with the audiences. A well communication between them will make a better interaction and eventually both of them will get their own benefits.
MUSIK DANGDUT KOPLO DI GRUP BHALADIKA SEMARANG DALAM KONTEKS PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA Romadhon, Ali
Catharsis Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dangdut adalah salah satu jenis musik popular di Indonesia.Menyimak repertoar musik dangdut, tentunya tidak dapat terlepas dari amatan terhadap berbagai elemen musiknya. Kajian terhadap repertoar musik dangdut pada dasarnya merupakan sebuah kajian tentang bentuk dan  struktur musik, pola harmonisasi, orkestrasi, gaya, organologi, dan  sejumlah komponen musik lainnya. Musik dangdut mengalami perkembangan sesuai dengan konteks perkembangan sosial budaya masyarakat.Perkembangan tersebut juga terjadi di grup musik dangdut Bhaladika Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk musik dangdutkoplo di grup Bhaladika Semarang dalam konteks perubahan sosial budaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatanSosio-Budaya Pitirim Sorokin. Dilihat dari bentuknya, bagian utama komposisi musik dangdut umumnya menggunakan  bentuk lagu tiga bagian dengan skema: A, B, A’; A, A’, B, A’;A, A’, B, B’, A’, atau A, B, C. Komposisi musik dangdut terdiri atas bagian introduksi, interlude, dan koda.Pada aspek instrumen ada penambahan alat musik seperti drum setdan adanya perubahan dalam pembawaan gitar, keyboard, kendang. Sementara itu, beberapa hal yang dianggap masih tetap melekat dalam arti tidak berubah adalah gaya pembawaan vokal dangdut, gaya pembawaan suling dan gitar bass yang secara khusus dibawakan di dalam musik dangdutkoplo(2) Pada tahap perkembangannya dangdut dipengaruhi oleh perkembangan industri musik dan adanya tuntutan selera masyarakat. Dangdut is a popular type of music in Indonesia. Listen to dangdut music repertoire, of course, can not be separated from the observations of the various elements of his music. This research is aimed to find out and analyze the form of dangdut koplo in Bhaladika Group Semarang in the contect of social cultural. From its form, it can be seen that the main part generally uses three parts of song with scheme: A, B, A’; A, A’, B, A’; A, A’, B, B’, A’, or A, B, C. Meanwhile, the additional section of dangdut consists of introduction, interlude, and coda. The form of dangdut koplo in Bhaladika Semarang musicologically is similar with the form of original dangdut but there is a drum set as an addition. There are also some changing in playing the guitar, keyboard, and kendang. Some things that consider remained in this kind of music are the performance style of dangdut vocal, the flute, and bass guitar which are especially performed in the dangdut koplo. (2) At this stage of its development is influenced by the development of dangdut music industry and the demands of public taste.
EKSPRESI ESTETIK MAHASISWA SENI RUPA UNNES DALAM PENATAAN RUANG HUNIAN PONDOKAN (Kasus di Sekitar Kampus Sekaran Gunungpati UNNES ) Amaliah, Rizki Husni
Catharsis Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa Seni Rupa mempunyai kegiatan estetis atau kepekaan estetis yang terefleksi dalam kehidupan sehari-hari seperti dalam kehidupan di ruang pondokannya. Penelitian bertujuan (1) mendeskripsikan pola bangunan pondokan di sekitar kampus Unnes (2) mendeskripsikn perwujudan ekspresi  mahasiswa Seni Rupa Unnes dalam  menata dan menyiasati ruang kamar pondokan, dan bagaimanakah kaitannya dengan  pengalaman estetis mahasiswa sebagai bentuk eksistensi budayanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan memusatkan riset lapangan atau field research. Hasil penelitian menegaskan: (1) masyarakat Sekaran beriringan dengan pemenuhan kebutuhan primer selalu memanfaatkan pondokan, agar lebih menguntungkan dari segi faktor ekonomi (2) pendidikan seni membuat mahasiswa menjadi lebih kreatif dan inovatif, kegiatan estetis atau kepekaan estetis mahasiswa akan terefleksi dalam kehidupan sehari-hari bertujuan untuk  memenuhi aspek fungsional dan aspek kepuasan jiwa pada akhirnya untuk menunjukkan identitas personal atau identitas seni. Kegiatan atau kepekaan estetis tidak mengenal ruang, waktu, dan  masalah ekonomi. Pola, perilaku, cara berfikir, aktivitas mahasiswa seni tidak terlepas dari kegiatan seni, mereka selalu  membutuhkan teman sesama untuk meringankan beban pekerjaannya. Hal tersebut akan terbawa ketika mereka menjadi seorang seniman, sehingga selalu terbentuk komunitas-komunitas seni dimanapun berada.Fine Arts Scholars have the aesthetic activities or sensitivity that reflected on their daily live in their boarding houses. This research is intended to: (1) describe boarding house design around Unnes, (2) describe the implementation of Unnes fine arts scholars expression on arranging and investigating their boarding houses room and correlation aesthetic experience and their cultural existence. This research uses qualitative approach. The results are (1) the Sekaran inhabitans usually rent their private houses or lands to fulfill their primary needs; (2) the art knowledge that those scholars get can help them to be more creative and innovative. The aesthetics sensitivity of the scholars can be reflected on their daily life and surroundings that aimed to fulfil the functional and soul satisfacation to show their personal identity as artists. The aesthetic activities or sensitivity don’t care with the  space, time and economical problems. The fine arts scholars attitude and point of view can not be separated from art activities, they always needs the support from other artists fellows that can be lightened up their work. This pattern will always be implicated even when they have already been artists.
PEMBELAJARAN MELALUI BERNYANYI UNTUK MENSTIMULASI SIKAP DAN PERILAKU MUSIKAL ANAK PADA PUSAT UNGGULAN PAUD TAMAN BELIA CANDI SEMARANG Purwadi, Purwadi
Catharsis Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bernyanyi adalah salah satu pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran di PAUD. Hal itu juga yang diterapkan di Pusat Unggulan PAUD Taman Belia Candi Semarang. Penelitian ini mengungkap (1) proses pembelajaran melalui bernyanyi, (2) proses pembelajaran bernyanyi dalam menstimulasi sikap dan perilaku musikal anak, (3) proses pembelajaran bernyanyi dalam menstimulasi sikap dan perilaku sosial anak. Penelitian ini adalah penelitian Kualitatif, dengan hasil penelitian (1) proses pembelajaran melalui bernyanyi menggunakan dua konsep, yaitu belajar bernyanyi dan bernyanyi untuk pembelajaran, dengan cara sederhana yaitu menyanyikan lagu yang akan diajarkan, (2) musikalitas anak menjadi terstimulasi, dengan bernyanyi kemampuan dan kepekaan anak mengenal lagu menjadi lebih baik, (3) lirik lagu bisa digunakan untuk menstimulasi sikap dan perilaku sosial anak, dengan mengenalkan lagu bertema sosial, anak mengenal kalimat yang berupa nasihat yang ada pada lirik lagu. Dapat disimpulkan bahwa bernyanyi bisa digunakan sebagai salah satu metode pembelajaran yang efektif di PAUD, selain caranya sederhana dan menyenangkan, dengan bernyanyi anak bisa belajar banyak hal.Singing is one of the approaches  used in teaching learning process in Early Age Education for Children. This approach is also used  at PAUD Taman Belia. This research finds out: 1) Teaching learning process through singing, 2)  the process of teaching learning of singing to stimulate musicality and social attitude & behavior of the students. This research is a qualitative research  with the outcomes as follows (1) the process of teaching learning through singing using two concepts; learning to sing and singing for  learning, using a simple way of singing the song to be taught, (2)  musicality of  the children are being stimulated; by singing the ability and sensitivity of the students to get to know a song increase, (3) Lyrics of the songs can be used to stimulate social attitude & behavior of the students ; by knowing social theme songs students get to know  sentences in form of advices.  It can be concluded that singing can be used as one of the effective teaching learning method in Early Age Education for Children. It is simple and fun, and furthermore by singing students can learn many things.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERKARYA MUSIK KONTEMPORER NUSANTARA KELAS XI SMA Pambudi, Jarot Agung
Catharsis Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untk memperoleh produk perangkat pembelajaran berkarya musik kontemporer Nusantara yang valid dan efektif. Jenis penelitian ini adalah pengembangan. Model pengembangan yang digunakan adalah 4-D dengan empat tahap yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate) yang dalam penelitian ini tidak dilakukan karena keterbatasan waktu penelitian. Metode yang digunakan untuk menilai perangkat adalah validasi dan uji coba. Uji coba dilakukan terbatas dengan eksperimen. Populasi pada peneltian ini adalah siswa kelas XI SMA N 1 Bumiayu. Dengan teknik clusster random sampling ditetapkan dua kelas sebagai sampel yaitu kelas XI IPA 3 sebagai kelas eksperimen, dan kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol. Data penelitian diperoleh melalui lembar validasi, lembar pengamatan, angket, dan tes prestasi belajar. Secara keseluruhan perangkat yang dibuat adalah valid. Implementasi perangkat yang valid dalam pembelajaran dapat tercapai. Ini ditunjukkan oleh: (1) tercapainya ketuntasan prestasi belajar siswa secara individual lebih dari atau sama dengan 75 dan klasikal lebih dari atau sama dengan 75%; (2) rata-rata prestasi belajar kelas uji coba perangkat lebih baik daripada prestasi belajar kelas kontrol.Saran yang diharapkan pada pembelajaran adalah peran serta guru dalam proses siswa mencari sumber bunyi untuk dijadikan alat musik perlu ditingkatkan.This research aims to obtain validity and effectiveness of the product of teaching preparation program of the Nusantara contemporary music. This research is a development. The development model used 4 – D.. The method used to assess this learning devices are validity and try out. The try out is done limitedly by using experiments. The population of the research are the eleven grade students of SMA N 1 Bumiayu. By using cluster random sampling technique two classrooms, XI IPA 1 and XI IPA 3 are chosen. The student of class XI IPA 1 are used as a control class that uses conventional learning. The student of class XI IPA 3 are used as an experiment class that used  the teaching preparation program of the Nusantara contemporary music. In a whole the devices made are valid. Implementation of the valid devices in learning can be achieved. It can be shown the average performance of the first and second grouped classes exceed the control class.The suggestion for  this development learning devices that can be given is the participation of the teacher in the process of the students look for a source of sound to be music instrument should be improved.
FUNGSI IRINGAN MUSIK DALAM KESENIAN SINTREN DI DESA PAGEJUGANKABUPATEN BREBES Mustikasari, Krisna Dewi
Catharsis Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian fungsi musik iringan kesenian sintren di desa Pagejugan Brebes dilakukan untuk mendeskripsikan bentuk musik iringan Sintren, fungsi musik iringan kesenian Sintren bagi kesenian itu sendiri, dan fungsi musik iringan Sintren bagi masyarakat pendukungnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan cara wawancara, pengamatan dan studi dokumen. Keabsahan data menggunakan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil menunjukan bahwa musik pada sintren merupakan iringan musik campuran dari vokal dan instrumental. Bentuk musik iringan Sintren menggunakan laras slendro. Irama musik iringan kesenian Sintren di desa Pagejugan berirama lancar dan harmonisasi pada musik dalam kesenian sintren disesuaikan dengan vokal sinden. Bentuk lagu pada iringan kesenian sintren adalah bentuk kumuda dan ladrang. Fungsi musik iringan bagi kesenian itu sendiri adalah fungsi yang berhubungan dengan bentuk musik dan proses pertunjukan Sintren, yaitu gending bentuk kumuda berirama tanggung merupakan pembentuk suasana tenang dan romantis dan gending bentuk ladrang berirama tanggung merupakan pembentuk suasana  gembira, senang, dan lincah. Fungsi musik bagi masyarakat pendukungnya adalah sebagai sarana komunikasi, sebagai sarana, sebagai penghayatan estetis, sebagai persembahan simbolis, dan sebagai sistem proyeksi.   The purpose of research the function of musical accompaniment Sintren in Pagejugan Brebes, done to describeform of musical accompaniment, the function of musical accompaniment for the art itselfand the functionfor community supporters. This study used a qualitative approach.The data Collection techniques obtained by interview, observation, and study of document.Validity of data using methodby data collection, data reduction, the presentation of the data, and withdrawal conclusion. The results indicate that the musical accompanimentsintrenis a mixture musical of vocal and instrumental.Themusical accompanimentof Sintren use Slendro scales. The form of songs are Kumuda and Ladrang. Musical function for art itself is a function related to the form of music and performances Sintren process, forms kumuda responsibility is forming a quiet and romantic atmosphere, at the time of formation Sintren dancer, at the presentation of entertainment, and closing procession. Ladrang responsibility is forming a excited, happy, and agile, the formation Sintren dancers, entertainment presentation, and application process. The function for community supporter are music is a means of communication, as a means, as an aesthetic appreciation, as a symbolic offering, and as a projective system.

Page 1 of 1 | Total Record : 8