cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Geo-Image Journal
ISSN : 22526285     EISSN : 25490362     DOI : -
Core Subject : Science,
This journal publishes original research and conceptual analysis of geography, geographical mapping science and technology and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2021): Geo-Image" : 20 Documents clear
Analisis Daya Dukung Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berdasarkan Penyerapan Karbon Dioksida (Co2) di Kelurahan Mijen Kecamatan Mijen Kota Semarang Moses, Wiliam; Hariyanto, Hariyanto
Geo-Image Vol 10 No 1 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Green Open Space is an open area without any buildings used to maintain the quality of uadar withvarious vegetation in it. RTH is very important in sustainable urban development because if thereduction of RTH in a city will affect air quality, especially reducing the function of RTH as anabsorbent of carbon dioxide gas (CO2) and delivering oxygen (O2). The purpose of this research is:1) to know the type and distribution of RTH in Mijen Subdistrict Mijen Semarang in 2020. 2) todetermine the carrying capacity of RTH against carbon dioxide (CO2) absorption based onvegetation absorption rate and CO2 emission test in 2020. Data retrieval techniques withobservation, interviews, and documentation. Data analysis techniques with closest neighboranalysis, carrying capacity analysis, vegetation absorption analysis, and CO2 emission test analysis.The results showed that the pattern of RTH room in each region is uniform or evenly distributed andthe existing RTH can still support in the absorption of CO2 The influencing factor is the area of RTHin the RW area in Mijen Village is still in accordance with rtrw semarang city 2010-2030. CO2emission factors derived from the amount of fuel harvesting, the number of people, the number oflivestock, and the area of rice fields can still be absorbed by vegetation in the RTH. Ruang Terbuka Hijau adalah suatu kawasan terbuka tanpa adanya bangunan yang digunakan untukmenjaga kualitas uadar dengan berbagai vegetasi di dalamnya. RTH sangat penting dalampembangunan kota yang berkelanjutan karena jika berkurangnya RTH di suatu kota akanberpengaruh terhadap kualitas udara terutama mengurangi fungsi RTH sebagai penyerap gaskarbondioksida (CO2) dan menyalurkan oksigen (O2). Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) yaitumengetahui jenis dan persebaran RTH di Kelurahan Mijen Kecamatan Mijen Kota Semarang tahun2020. 2) untuk mengetahui daya dukung RTH terhadap penyerapan karbon dioksida (CO2)berdasarkan tingkat penyerapan vegetasi dan uji emisi CO2 tahun 2020. Teknik pengambilan datadengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan analisis analisistetangga terdekat, analisis daya dukung, analisis penyerapan vegetasi, dan analisis uji emisi CO2.Hasil penelitian menunjukan pola keruangan RTH di tiap wilayah adalah seragam atau merata danRTH yang ada masih dapat mendukung dalam penyerapan CO2 Faktor yang memengaruhi adalahluasan RTH yang ada di wilayah RW di Kelurahan Mijen masih sesuai dengan RTRW KotaSemarang 2010-2030. Faktor Emisi CO2 yang berasal dari jumlah pemakian bahan bakar, jumlahmanusia, jumlah ternak, dan luas sawah masih dapat diserap oleh vegetasi pada RTH tersebut.
Dampak Perkembangan Permukiman Terhadap Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Gunungpati dan Dampaknya Pada Aspek Lingkungan, Sosial dan Ekonomi Masyarakat Khanifa, Millati; Nugraha, Satya Budi
Geo-Image Vol 10 No 1 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of settlements in Semarang City, especially in Gunungpati District, is currently known to beincreasing rapidly from year to year and causing many green open spaces to be lost and reduced due to populationgrowth rates. The objectives of this study are: (1) To analyze the development of the area of settlements inGunungpati District in 2010-2019 (2) To analyze the distribution of private and public green open spaces inGunungpati District in 2010-2019. (3) To analyze community perceptions about the impact of settlementdevelopment environmental, economic, and social aspects of green open space In spatial analysis using the overlaymethod by joining and displaying a set of data that is used together and combined with new data to identify newspatial relationships. This analysis uses spatial data, namely images. Meanwhile, quantitative descriptiveanalysis aims to obtain quantitative information with a research focus which is then used to analyze dataobtained from the research results. The results of this study indicate that Gunungpati District experienceddevelopment of settlements and the distribution of green open spaces in 2010-2019. Green open space has beenevenly distributed but has decreased in a number of green open spaces. Perkembangan permukiman di Kota Semarang khususnya di Kecamatan Gunungpati saat inidiketahui meningkat pesat dari tahun ke tahun dan menyebabkan banyak ruang terbuka hijau yanghilang dan berkurang akibat adanya laju pertumbuhan penduduk. Tujuan penelitian ini adalah: (1)Menganalisis perkembangan luas permukiman di Kecamatan Gunungpati pada tahun 2010-2019 (2)Menganalisis persebaran ruang terbuka hijau privat dan publik di Kecamatan Gunungpati padatahun 2010-2019.(3)Menganalisis persepsi masyarakat tentang dampak perkembangan permukimanterhadap ruang terbuka hijau dari aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial.Metode yang digunakanadalah Analisis data spasial dalam pengelolaannya menggunakan Sistem Informasi Geografis dananalisis deskriptif kuantitatif. Dalam Analisis spasial menggunakan metode overlay denganmelakukan join dan menampilkan sekumpulan data yang dipakai secara bersama dan digabungkandengan data yang baru untuk mengidentifikasi hubungan spasial yang baru. Sedangkan analisisdeskriptif kuantitatif bertujuan mendapatkan informasi kuantitatif dengan fokus penelitian yangkemudian digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian. Hasil penelitianini menunjukkan bahwa Kecamatan Gunungpati mengalami perkembangan permukiman danpersebaran ruang terbuka hijau pada tahun 2010-2019. Ruang terbuka hijau sudah merata namunmengalami penurunan luas pada beberapa ruang terbuka hijau.
Tingkat Ketelitian Citra Terhadap Variasi Tinggi Terbang Menggunakan Wahana UAV Quadcopter di Kampus Universitas Negeri Semarang Mustofa, Moh. Zaenal Aripin; Tjahjono, Heri; Hanafi, Fahrudin
Geo-Image Vol 10 No 1 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growing use of maps demands innovation in accurate and fast map creation. There is aQuadcopter UAV ride which is a medium to get aerial photos quickly and precisely. But in itsimplementation there is still a discrepancy in the accuracy of the image with the conditions on thefield. The purpose of this study is to find out the level of accuracy of the imagery towards the flyingaltitude of the drone and the effectiveness of mapping using UAVs. This research is a quantitativedescriptive study with field data analysis methods. The analysis unit is 5 aerial photo images ofSemarang State University Campus with different heights. The results of this study are mappingunnes campus with Quadcopter UAV rides can produce detailed imagery with GSD <5 cm anddrone flying altitude below 150 m. The lower the flying altitude, the narrower the scope and thehigher the flying altitude, the wider the scope of the photo imagery obtained. Pemanfaatan peta yang semakin berkembang, menuntut inovasi dalam pembuatan petasecara akurat dan cepat. Adanya wahana UAV Quadcopter yang merupakan mediauntuk mendapatkan foto udara secara cepat dan tepat. Namun dalam pelaksanaannyamasih terdapat ketidaksesuaian ketelitian citra dengan kondisi di lapangan. Tujuanpenelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat ketelitian citra terhadap ketinggian terbangdrone dan efektivitas pemetaan menggunakan UAV. Penelitian ini adalah penelitiandeskriptif kuantitatif dengan metode analisis data lapangan. Unit analisisya yaitu 5 citrafoto udara Kampus Universitas Negeri Semarang dengan ketinggian yang berbeda. Hasilpenelitian ini yaitu pemetaan kampus Unnes dengan wahana UAV Quadcopter dapatmenghasilkan citra yang detail dengan GSD <5 cm dan ketinggian terbang dronedibawah 150 m. Semakin rendah ketinggian terbang maka semakin sempit cakupannyadan semakin tinggi ketinggian terbang maka semakin luas cakupan citra foto yangdidapatkan.
Aplikasi Webgis dalam Mendukung Program Sister Village Sebagai Upaya Pengurangan Risiko Bencana Erupsi Gunung Merapi di Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang Mahmud, Arif Khoir; Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur
Geo-Image Vol 10 No 1 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sister Village is needed as a form of community / community-based handling of Mount Merapi'serosion, to assist in the introduction of the Sister Village program and disaster risk reduction,appropriate information on disasters that is needed by the community must be initiated, so that theycan take advantage of WebGIS technology. The objectives of this research are (1) Knowing thedevelopment of Sister Village to reduce the risk of the eruption of Mount Merapi in Paten Villageand its sister villages. (2) Develop a WebGIS-based Merapi disaster risk reduction application tosupport the Sister Village program to increase community capacity in Paten Village, DukunDistrict, Magelang District. (3) Analyze the capacity of the community in using the WebGISapplication as a risk reduction for the eruption of Mount Merapi in Paten Village, Dukun District,Magelang Regency. Sister Village diperlukan sebagai bentuk penanganan erusi Gunung Merapi berbasiskomunitas/masyarakat, untuk membantu pengenalan program Sister Village danpengurangan risiko bencana, harus diawali informasi kebencanaan yang tepat dandibutuhkan masyarakat, sehingga bisa memanfaatkan teknologi WebGIS. Tujuanpenelitian ini yaitu (1) Mengetahui pengembangan Sister Village untuk penguranganrisiko bencana erupsi Gunung Merapi di Desa Paten dan desa saudaranya. (2) Menyusunaplikasi pengurangan risiko bencana Merapi berbasis WebGI dalam mendukung programSister Village untuk peningkatan kapasitas masyarakat di Desa Paten, KecamatanDukun, Kabupaten Magelang. (3) Menganalisis kapasitas masyarakat dalammenggunakan aplikasi WebGIS sebagai pengurangan risiko bencana erupsi GunungMerapi di Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Optimalisasi Publikasi Destinasi Pariwisata Intan di Kota Banjarbaru dan Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan Melalui Webgis Ramadhana, Jan Haikal; Juhadi, Juhadi
Geo-Image Vol 10 No 1 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Optimization of tourist destination publications can be applied by applying the seven enchantmentsstandard and the WebGIS information system. This study aims: 1) Knowing the sevenenchantments of diamond tourism through the perception of tourists. 2) Building a WebGISinformation system to optimize the publication of diamond tourism destinations. The population inthis study were tourists visiting the Cahaya Bumi Selamat tourism destination, Martapura, with asample of 100 and Pendulangan Intan, Cempaka, with a sample of 44. The sampling techniqueused was purposed sampling. Data collection techniques used in this study were questionnaire,observation and documentation. This research is a quantitative descriptive research. Sevenenchantments analysis results obtained the WebGIS-based tourism information system that is builtconsists of various components, namely distribution points of diamonds and supporting touristdestinations, accommodation and transportation. Optimalisasi publikasi destinasi wisata dapat diaplikasikan dengan memberlakukanstandar sapta pesona dan sistem infomasi WebGIS. Penelitian ini bertujuan: 1)Mengetahui sapta pesona pariwisata intan melalui persepsi wisatawan. 2) Membangunsistem informasi WebGIS guna mengoptimalkan publikasi destinasi pariwisata intan.Populasi penelitian ini wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata Cahaya BumiSelamat, Martapura, dengan sampel sebesar 100 dan Pendulangan Intan Cempaka,dengan sampel sebesar 44. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposedrandom sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner, observasi dandokumentasi. Penelitian ini merupakan jenis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis sisteminformasi pariwisata intan berbasis WebGIS yang dibangun terdiri dari berbagaikomponen, yaitu distribusi point destinasi wisata intan dan penunjang, akomodasi sertatrasnportasi.
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Sawah Menjadi Lahan Terbangun di Kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan Tahun 2000-2018 Ruwanto, Sandi; Banowati, Eva
Geo-Image Vol 10 No 1 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Changes from paddy fields to developed land always occur. Changing paddy fields that are notin accordance with the Regional Spatial Plan (RTRW) will cause problems. According to data fromthe Grobogan Regency Agriculture Service, Gubug District has illegally converted rice fields intobuilt-up land. The objectives of this research are: 1) To find out the chaotic pattern of changes in theuse of paddy fields to developed land in the District Gubug 2000-2018. 2) Assessing the dominantfactors causing the conversion of paddy fields to developed land in Gubug District 2000-2018. Datacollection techniques with interviews and questionnaires. The data analysis technique used is nearestneighbor analysis and percentage descriptive. The results of the research in Gubug District showedthat the spatial pattern of changing paddy fields into built-up land was clustered. This clusteringpattern occurs in several villages that are located close to the city center and villages that are locatedadjacent to other sub-districts in Grobogan Regency. The factors that most dominate the causes ofchanging paddy fields to developed land are the factor of low knowledge of the population aboutpermits to change paddy fields to developed land and the factor of land needs for settlements whichcontinues to increase due to the growing population. Perubahan lahan sawah menjadi lahan terbangun setiap tahun selalu terjadi. Berubahnya lahansawah yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) akan menimbulkanpermasalahan. Menurut Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, Kecamatan Gubugbanyak terjadi perubahan sawah menjadi lahan terbangun secara ilegal. Tujuan dari penelitian iniadalah: 1) Mengetahui pola keruanagan perubahan penggunaan lahan sawah menjadi lahanterbangun di Kecamatan Gubug Tahun 2000-2018. 2) Mengkaji faktor dominan penyebabperubahan lahan sawah menjadi lahan terbangun di Kecamatan Gubug Tahun 2000-2018. Teknikpengambilan data dengan wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data dengan analisis tetanggaterdekat dan deskriptif persentase. Hasil penelitian di Kecamatan Gubug menunjukan polakeruangan perubahan lahan sawah menjadi lahan terbangun adalah mengelompok. Polamengelompok ini terjadi di beberapa desa yang letaknya dekat dengan pusat kota dan desa yangletaknya berbatasan dengan kecamatan lain di Kabupaten Grobogan. Faktor yang palingmendominasi penyebab berubahnya lahan sawah menjadi lahan terbangun yaitu faktor rendahnyapengetahuan penduduk tentang perizinan merubah lahan sawah menjadi lahan terbangun dan faktorkebutuhan lahan untuk permukiman yang terus meningkat dikarenakan jumlah penduduk yangterus bertambah
Implementasi Revolusi Industri 4.0 Pada Industri TPT (Tekstil dan Produk Tekstil) di Kecamatan Pringapus Ramadhanti, Dita; Hardati, Puji
Geo-Image Vol 10 No 1 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pringapus district is a district with a variety of TPT (Textile and Products Textile) industries, the total are 54consisting of 11 home industries, 25 small industries, 7 medium industries, and 11 large industries. The purposeof this study is to know the implementation of the 4.0 industrial revolution in the textile industry and textileproducts in Pringapus district in the factors of raw materials, production activities, marketing, the salary system,and health assistance applied by the textile and product textile industries. The sampling technique uses to knowthe implementation of the 4.0 industrial revolution in the textile and product textile (TPT) industry andemployment is purposive sampling because the researchers took 3 industries consists of 1 home industry, 1 smallindustry, and 1 medium industry in the Pringapus district. The data analysis technique uses qualitativedescriptions by describing the answers of the respondents. The results showed that the textile industry and textileproducts in Pringapus District that implement the whole of industry 4.0 are medium and largescale industries.While in small industries the implementation it only lies in the process of obtaining raw materials, productionmachines, and online marketing. In the home industry, the application of industry 4.0 only on product marketingtechniques using the online system. Kecamatan Pringapus merupakan Kecamatan dengan industri TPT (Tekstil dan Produk Tekstil)yang bervariasi yaitu sebanyak 54 yang terdiri dari 11 industri rumah tangga, 25 industri kecil, 7industri sedang/menengah dan 11 industri besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiimplementasi revolusi industri 4.0 pada industri tekstil dan produk tekstil di Kecamatan Pringapusmelalui faktor bahan baku, kegiatan produksi, pemasaran, sistem upah dan bantuan kesehatan yangditerapkan oleh industri tekstil dan produk tekstil. Teknik sampel yang digunakan untuk mengetahuiimplementasi revolusi industri 4.0 pada industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dan penyerapantenaga kerja adalah purposive sampling karena peneliti mengambil 3 industri yang masing-masingterdiri dari 1 industri rumah tangga, 1 industri kecil dan 1 industri sedang di Kecamatan Pringapus. Teknik analisis data menggunakan deskripsi kualitatif dengan mendeskripsikan jawaban dariresponden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri tekstil dan produk tekstil di KecamatanPringapus yang secara keseluruhan menerapkan industri 4.0 adalah industri skala sedang dan besar,sedangkan industri kecil penerapan hanya terletak pada proses pemerolehan bahan baku, mesinproduksi dan pemasaran yang dilakukan secara online. Industri skala rumah tangga penerapanindustri 4.0 hanya pada pada teknik pemasaran produk yang dilakukan secara online.
Arahan Pengembangan Wilayah Kedungsepur Melalui Interaksi Keruangan Antar Kabupaten-Kota Hikmah, Nur ‘Izzatul; Indrayati, Ariyani
Geo-Image Vol 10 No 1 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedungsepur is stipulated in Provinsi Jawa Tengah as the National Activity Center based on RTRW, thedevelopment requiring spatial interaction and spreading of the base sector between cities: Kendal Regency,Demak Regency, Semarang Regency, Salatiga City and Grobogan Regency. The objectives of this research are:(1) knowing the sector trends which are the basis in each district / city in Kedungsepur, (2) analyzing connectivitybetween regions in Kedungsepur, (3) knowing potential locations for optimizing spatial interactions betweenregions in Kedungsepur. The method used is the analysis of LQ (Location Quotient) during 2015 - 2019,connectivity index, accessibility index and location determination using Gravity model analysis and breakingpoint theory. The results show that the base sector in Kedungsepur has a tendency for different sectors in itsdistricts in the past five years. Regional connectivity shows that Kedungsepur is a developed region. Potentiallocations in Kedungsepur based on the analysis and calculation results of the breaking point theory are KendalRegency in Kendal District, Singorojo District, Boja District and Limbangan District; Demak Regency on theborder between Demak District and Wonosalam District; Semarang Regency in Ungaran Barat District;Semarang City in Banyumanik District; and Grobogan Regency in Purwodadi District. Kedungsepur ditetapkan dalam RTRW Provinsi Jawa Tengah sebagai Pusat Kegiatan Nasional(PKN) dalam pengembangannya membutuhkan interaksi keruangan dan penyebaran sektor basisantar Kota-Kabupaten yaitu Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, Kabupaten Semarang, KotaSalatiga dan Kabupaten Grobogan. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengetahui kecenderungansektor yang merupakan basis di masing-masing kabupaten/kota di Kedungsepur, (2) menganalisiskonektivitas antar wilayah di Kedungsepur, (3) mengetahui lokasi potensial untuk optimalisasiinteraksi keruangan antar wilayah di Kedungsepur. Metode yang digunakan adalah analisis LQ(Location Quotient) selama tahun 2015 – 2019, indeks konektivitas, indeks aksesibilitas danmenentukan lokasi menggunakan analisis model Gravitasi dan teori titik henti (breaking point). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Sektor basis di Kedungsepur memiliki kecenderungan sektor yangberbeda di Kabupaten – Kotanya dalam lima tahun terakhir. Konektivitas wilayah di Kedungsepurmenunjukkan bahwa Kedungsepur merupakan wilayah maju. Lokasi potensial di Kedungsepurberdasarkan analisis dan hasil perhitungan teori titik henti (breaking point) adalah Kabupaten Kendaldi Kecamatan Kendal, Kecamatan Singorojo, Kecamatan Boja dan Kecamatan Limbangan;Kabupaten Demak di perbatasan antara Kecamatan Demak dan Kecamatan Wonosalam;Kabupaten Semarang di Kecamatan Ungaran Barat; Kota Semarang di Kecamatan Banyumanik;dan Kabupaten Grobogan di Kecamatan Purwodadi.
Prediksi Suhu Permukaan Lahan dengan Memanfaatkan Teknologi Citra Multi Temporal dan Permodelan Cellular Automata di DKI Jakarta Febrianto, Adi; Sejati, Anang Wahyu
Geo-Image Vol 10 No 1 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Various functions of the city and complete facilities have made Jakarta a magnet for urbanizing. The high rate of population growth makes the land demands to be high and consequently the amount of open space land conversion into built up which resulting in an increase of land surface temperature. The purpose of this research is to see the pattern of land cover change and the intensity of land surface temperature between 2009 and 2019 and to predict conditions that will occur in the future, precisely in 2030. The method used is calculating the dynamics of land cover with supervised classification, calculating the land surface temperature by utilizing a thermal image sensor and then predicting land cover using the cellular automata method. The prediction results of land cover are also used as input in predicting land surface temperatures. The results obtained are that the land cover from 2009 to 2019 shows an increase in the area of the built up area from 83% to 87%. The addition of built up area has occupied open land resulting in the loss of low temperature areas <25oC and the emergence of temperatures > 35oC with an average temperature increase of 1.4oC. Furthermore, the prediction of land cover with control scenarios is able to control the built-up area by increasing the area of vegetation and water. However, this scenario is not effective enough to restrain the surface heat rate of Jakarta. Fungsi Kota yang beragam dan fasilitas yang lengkap membuat Jakarta menjadi magnet destinasi urbanisasi penduduk. Tingginya angka pertumbuhan penduduk membuat kebutuhan lahan menjadi tinggi dan berakibat besarnya alih fungsi lahan terbuka menjadi lahan terbangun yang mengakibatkan naiknya suhu permukaan lahan. Tujuan penelitian ini adalah melihat pola perubahan tutupan lahan dan intensitas suhu permukaan lahan antara tahun 2009 dan 2019 serta memprediksi kondisi yang akan terjadi dimasa yang akan datang tepatnya Tahun 2030. Metode yang dipergunakan adalah menghitung dinamika tutupan lahan dengan klasifikasi terbimbing, penghitungan suhu permukaan lahan dengan memanfaatkan sensor termal citra dan selanjutnya dilakukan prediksi tutupan lahan dengan metode cellular automata. Hasil prediksi tutupan lahan juga dipergunakan sebagai masukan dalam memprediksi suhu permukaan lahan. Hasil yang diperoleh adalah tutupan lahan dari tahun 2009 hingga 2019 memperlihatkan penambahan luasan area terbangun dari 83% menjadi 87%. Penambahan arra terbangun telah mengokupasi lahan terbuka yang mengakibatkan hilangnya area suhu rendah <25oC dan munculnya suhu >35oC dengan peningatan rata-rata suhu sebesar 1,4oC. Selanjutnya prediksi Tutupan Lahan dengan skenario pengendalian mampu mengendalikan area terbangun, menambah area vegetasi dan perairan. Namun demikian skenario tersebut belum cukup efektif untuk menahan laju panas permukaan kota Jakarta.
Penentuan Lokasi Stasiun Komunikasi Pemberitahuan Tsunami Berdasarkan Waktu Tiba Tsunami Selat Sunda Tahun 2018 Alif, Satrio Muhammad; Pratama, Agung Bhakti
Geo-Image Vol 10 No 1 (2021): Geo-Image
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 2018 Sunda Strait Tsunami is tsunami caused by landslides on Krakatau volcano and kills 437 people.The establishment of tsunami announcement communication station as part of tsunami early warning system and disaster mitigation is necessary to reduce the risk of tsunami. The objective of this research is to determine the location of announcement communication station. The data used are tsunami source coordinate, sea depth, and tsunami arrival time recorded on tide gauges. The method is calculating tsunami propagation time from tsunami source to the coast. Tsunami arrival time is calculated from tsunami propagation time and tsunami starting time which is at 20.56 and then is corrected by time recorded by tide gauges. Moreover, distance between two stations, distance between station and settlement, and station construction cost are used as consideration in establishing the station beside arrival time and evacuation time. Tsunami arrival time in southern coast of Lampung varies between 21.16 and 22.01. Tsunami propagation time is highly affected by sea depth and small islands hindrance. There are 9 possible locations of announcement communication stations by considering construction cost and its benefit to people in wide area. Tsunami Selat Sunda tahun 2018 merupakan tsunami yang terjadi akibat longsoran dari Gunung Krakatau dan membunuh 437 orang. Pembangunan stasiun komunikasi pemberitahuan tsunami sebagai bagian dari peringatan dini tsunami dan mitigasi bencana perlu dilakukan untuk mengurangi risiko tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rencana lokasi stasiun komunikasi pemberitahuan tsunami. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data koordinat sumber tsunami, kedalaman laut, dan data waktu tiba tsunami yang terekam di stasiun pasut. Metode yang dilakukan adalah perhitungan waktu tempuh tsunami dari sumber tsunami ke Pesisir. Waktu tiba tsunami dihitung dari waktu tempuh tsunami dan waktu kejadian tsunami yaitu pukul 20.56 yang kemudian dikoreksi dengan data yang terekam di stasiun pasut. Selain itu, jarak antar stasiun, jarak stasiun dengan pemukiman, dan biaya pembangunan stasiun dijadikan pertimbangan dalam pembangunan selain dari waktu tiba atau waktu evakuasi. Waktu tiba tsunami di pesisir selatan Lampung berkisar dari pukul 21.16 sampai pukul 22.01. Waktu tempuh tsunami sangat dipengaruhi kedalaman dan hambatan pulau kecil Rencana lokasi stasiun komunikasi pemberitahuan tsunamiberjumlah 9 stasiun mengingat biaya pembangunan dan kemanfaatan stasiun pada masyarakat dalam daerah yang luas.

Page 1 of 2 | Total Record : 20