cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Geo-Image Journal
ISSN : 22526285     EISSN : 25490362     DOI : -
Core Subject : Science,
This journal publishes original research and conceptual analysis of geography, geographical mapping science and technology and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 419 Documents
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam Pembuatan Peta Dasar Skala 1 : 5.000 dengan Menggunakan Citra Resolusi Sangat Tinggi PLEIADES (Studi Kasus Kota Padang Panjang)
Geo-Image Journal Vol 11 No 2 (2022): Geo-Image
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v11i2.55186

Abstract

This study discusses how to orthorectify Pleiades 1A images of Padang Panjang City with the image-to-image method on aerial photos using an unmanned aerial vehicle (UAV), and how to make a base map from these results. The base map was generated through an interpretation process at a scale of 1:5,000 with a spatial resolution of 0.5 m. The process of extracting map information is done through digitizing map elements such as buildings, waters, transportation networks, toponyms, and land cover. The digitization process is carried out using a geographic information system (GIS) application and the digitized data is stored in a geodatabase. The results of the image orthorectification process obtained the root mean square error (RMSE) values of 0,906 respectively and accuracy horizontal 1,375 m. The results of the digitization process are 42 maps with a scale of 1:5,000 with map sheet numbers ranging from 0715-6211A to 0715-62112B containing 27 land cover elements
Analisis Ancaman Tanah Longsor dan Upaya Konservasi Lahan dengan Sistem Agroforestri di Kecamatan Sukorejo Kabupaten Kendal
Geo-Image Journal Vol 11 No 2 (2022): Geo-Image
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v11i2.56573

Abstract

Abstrak Kecamatan Sukorejo memiliki morfologi berupa perbukitan dan bergelombang sehingga memiliki potensi terjadi tanah longsor. Kondisi penggunaan lahannya didominasi oleh tegalan/ladang sehingga sistem perakaran tanamannya tidak dapat mengikat tanah. Maka dari itu perlu dilakukan upaya konservasi lahan pada lahan pertanian. Sistem agrofrestri dapat berperan sebagai bentuk upaya konservasi lahan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat ancaman tanah longsor dan menganalisis upaya konservasi lahan dengan sistem agroforestri di Kecamatan Sukorejo. Penelitian ini menggunakan metode deterministik menggunakan analisis skoring untuk mengidentifikasi ancaman tanah longsor dan menggunakan analisis matching yang digunakan untuk mengetahui sebaran daerah prioritas dalam pengembangan sistem agroforestri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua kelas ancaman di Kecamatan Sukorejo yaitu ancaman sedang dengan total luas mencapai 5.015,57 Ha atau 66,43%, sementara ancaman tinggi memiliki luasan mencapai 2.534,19 Ha atau 33,57%. Berdasarkan hasil analisis daerah prioritas pengembangan sistem agroforestri sebagai bentuk dari upaya konservasi lahan, didapat dua daerah prioritas untuk segera menerapkan konservasi lahan. Daerah prioritas 1 memiliki luasan sebesar 45,13 Ha atau 5,09%, sementara daerah prioritas 2 memiliki luasan sebesar 842,14 Ha atau 94,91%. Abstract Sukorejo sub-district has a hilly and wavy morphology so that it has the potential for landslides to occur. The land use conditions are dominated by dry fields/fields so that the plant root system cannot bind the soil. Therefore, it is necessary to carry out land conservation efforts on agricultural land. Agrofrestri systems can play a role as a form of land conservation efforts. The purpose of this study was to analyze the threat level of landslides and to analyze land conservation efforts with an agroforestry system in Sukorejo District. This study uses a deterministic method using scoring analysis to identify the threat of landslides and using matching analysis which is used to determine the distribution of priority areas in the development of agroforestry systems. The results showed that there were two classes of threats in Sukorejo District, namely medium threat with a total area of ​​5,015.57 Ha or 66.43%, while high threat had an area of ​​2,534.19 Ha or 33.57%. Based on the results of the analysis of priority areas for the development of agroforestry systems as a form of land conservation efforts, two priority areas were found to immediately implement land conservation. Priority area 1 has an area of ​​45.13 Ha or 5.09%, while priority area 2 has an area of ​​842.14 Ha or 94.91%.
Keterkaitan Karakteristik Fisik Pesisir terhadap Pertanian Lahan Pasir di Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul
Geo-Image Journal Vol 11 No 2 (2022): Geo-Image
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v11i2.56957

Abstract

Kecamatan Sanden merupakan salah satu kecamatan yang berbatasan dengan samudera hindia sehingga kecamatan sanden memiliki sumberdaya yang unik yaitu sumberdaya kepesisiran. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa wilayah pesisir Kecamatan Sanden terdiri dari beberapa bentuklahan yaitu beting gisik tua, beting gisik muda, swale, dan dataran banjir, masing-masing bentuklahan memiliki karakteristik fisik yang berbeda baik dari segi hidrologi, kemiringan, ketinggian dan jenis tanah. Karakteristik fisik pada seluruh bentuklahan pesisir kecamatan sanden memiliki tanah regosal dan gleisol dengan rata-rata kemiringan 2,26% dan rata-rata ketinggian 29,86 meter serta memiliki air yang tawar dengan kedalaman air tanah 7,65 meter dan rata-rata pH air 7,63. Aktivitas pertanian lahan pasir dapat menghasilkan berbagai komoditas yaitu tanaman pangan, sayuran, palawija, dan buah-buahan. Pertanian lahan pasir di pesisir Kecamatan Sanden mampu produktivitas Rp 14.315.225.813/ha per tahun yang terdiri dari bawang merah (30,96%), cabai rawit merah (30,96%), padi (19,74%), sawi (9,58%), ubi jalar (1,61%), kacang tanah (1,09%), kangkung (0,32%), pepaya (0,10%), bayam (0,40%) dan kacang panjang (0,40%). karakteristik fisik pesisir berpengaruh terhadap produktivitas pertanian lahan pasir di Kecamatan Sanden dengan pengaruh sebesar 23,9%.
Daya Dukung Wisata Agro Jollong 1 Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Jawa Tengah
Geo-Image Journal Vol 11 No 2 (2022): Geo-Image
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v11i2.56993

Abstract

Daya dukung wisata memiliki pengertian berupa kapasitas dari suatu lingkungan untuk menampung segala kegiatan wisata yang dilakukan oleh seseorang maupun kelompok orang secara berkelanjutan. Didapatkan dari daya dukung fisik, daya dukung riil dan daya dukung efektif. Menggunakan 3A (Atraksi, Amenitas, Aksebilitas) sebagai dasar perencanaan dalam mengembangan pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui daya dukung wisata di Agrowisata Jollong 1 dan mengetahui arahan pengembangan Agrowisata Jollong 1 dilihat dari daya dukung dan potensi wisata yang dimiliki. Teknik sampling pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling yang digunakan adalah pengelola Agrowisata Jollong 1 untuk memperoleh data mengenai Daya Dukung Wisata Agrowisata Jollong 1. Teknik Incidental Sampling ini menggunakan sampel dari wisatawan didalam area Agrowisata Jollong 1 yang kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif presentase guna melihat potensi wisatanya. Hasil perhitungan nilai daya dukung wisata di Agro Jollong 1 dapat diketahui bahwa nilai PCC>JKr, RCC>JKr, ECC>JKr. Sehingga, daya dukung wisata pada Agrowisata Jollong 1 diklasifikasikan Daya Dukung Besar dan Dapat Dikembangkan. Arahan pengembangan Agrowisata Jollong 1 berupa pengoptimalan semua atraksi wisata di Agrowisata Jollong 1. Menjaga kondisi fasilitas yang disediakan di Agrowisata Jollong dengan merawat dengan baik. Pemerataan jalan aspal, pelebaran jalan menuju Agrowisata Jollong 1 dan penambahan pembatas jalan yang membatasi jalan dengan jurang maupun rumah warga disekitar Agrowisata Jollong 1
Pemodelan Spasial Ketersedian Lahan dengan Kawasan Rawan Tsunami di Kota Ambon
Geo-Image Journal Vol 11 No 2 (2022): Geo-Image
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v11i2.57809

Abstract

Kebutuhan lahan tempat hunian/permukiman akan menjadi permasalahan yang akan dihadapi di Kota Ambon. Kota Ambon memiliki keterbatasan dalam dalam perkembangan kawasan permukiman karena berada pada wilayah rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi ketersediaan lahan untuk pengendalian lahan terbangun yang dikaitkan dengan kawasan rawan tsunami di Kota Ambon. Analisis wilayah keterpaparan disimulasikan berdasarkan data skenario potensi gelombang maksimum tsunami dengan kemiringan lereng dan indeks kekasaran permukaan dari setiap klasifikasi tutupan lahan. Berdasarkan hasil analisis terhadap wilayah genangan tsunami dengan menggunakan tiga skenario, tsunami dengan ketinggian 12 meter memilki resiko yang tinggi dengan luas genagan sebesar 1.966.54 Ha atau sebesar 0,06% dari luas Kota Ambon. Total luas lahan terbangun tahun 2021 di Kota Ambon yaitu seluas 4.421,33 Ha yang terpusat di Kecamatan Sirimau dengan presentase sebesar 26% dari total luas lahan terbangun di Kota Ambon. Sama halnya seperti gempa bumi, salah satu bentuk antisipasi terhadap kejadian tsunami adalah dengan mempediksi seberapa besar luas lahan terbangun yang telah dianalisis. Berdasarkan hasil analisis jika pada tahun 2021 tinggi gelombang tsunami mencapai 12 meter dari garis pantai maka luas lahan terbangun yang terdampak diprediksi sebesar 1.594.00 ha dan secara spasial wilayah yang memiliki resiko tinggi adalah wilayah pesisir yang berhadapan dengan Laut Banda sehingga wilayah ini perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah Kota Ambon dalam hal metigasi bencana.
Klasifikasi Relief dan Adaptasi Pola Permukiman Penduduk Dataran Tinggi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan
Geo-Image Journal Vol 11 No 2 (2022): Geo-Image
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v11i2.58076

Abstract

The objective of this study was to identify variations in relief morphologies in South OKU Regency, South Sumatra, utilizing elevation and slope characteristics. The subsequent objective is to determine the pattern of adaptation of residential settlements to the types of relief that exist in the highlands of South OKU Regency. Using reclassification of the 30' DEM SRTM imagery, the data analysis method used to determine the relief class. The findings of the reclassification are then overlaid and associated with the settlement pattern in the highlands using hot-spot analysis (Getis-Ord Gi*) in order to provide an understanding of the spatial adaption pattern of human settlements. The investigation revealed that the relief of plains was 34%, that of steep lowlands and hills was 9%, that of high altitude plains was 9%, that of plateaus was 22%, and that of mountains was 26%. According to the results of the overlay analysis, the majority of settlements are located on high altitude plains and low plateaus. Analysis by Getis-ord Gi* of 287 locations of settlement in the highlands revealed that 51 points exhibited a clustered pattern (hot spots), 170 points a random pattern, and 66 points a dispersed trend (cold spots). The clustering developed in the districts of Warkuk Ranau Selatan, Sungai Are, and Sindang Danau. Muaradua Kisam, Kisam Ilir, Kisam Tinggi, and Banding Agung are the districts where the settlement pattern tends to dispersed. The dominating terrain consists of sloping to plain slopes, which correlates with the pattern of dispersed settlements. The image indicates that the settlement pattern is more responsive to the parameters of slope and altitude than to the roughness of the relief.
Analisis Kemampuan Lahan Desa Bengkaung Untuk Arahan Pengembangan Kawasan Destinasi Wisata
Geo-Image Journal Vol 11 No 2 (2022): Geo-Image
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v11i2.58148

Abstract

Tujuan dari penulisan ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan lahan yang ada di Desa Bengkaung untuk dikembangkan sebagai kawasan desa wisata, yang mana Desa Bengkaung saat ini merupakan salah satu desa yang mempunyai program dari pemerintah daerah untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata, yaitu wisata bukit Desa Bengkaung, sehingga nantinya dapat menunjang perekonomian dan kesejahtraan masyarakat yang ada di desa tersebut. Namun dari program dan potensi yang ada, justru saat ini pengembangan desa wisata tersebut tidak sesuai dengan aspek kemampuan lahan yang ada, dimana lokasi pengembangan wisata berada pada kawasan yang memiliki potensi gerakan tanah atau longsor. Oleh karena itu, didalam penulisan ini, penulis mencoba menganalisis kemampuan lahan yang ada di kawasan wisata Desa Bengkaung menggunakan alat sistem informasi geografis (SIG) dengan menggunakan metode Satuan Kemampuan Lahan (SKL) untuk mendapatkan peta dan informasi kemampuan lahan yang ada di Desa Bengkaung, sehingga nantinya hasil tersebut dapat dijadikan sebuah rujukan atau acuan oleh pemerintah terkait, sehingga pengembangan kawasan wisata sesuai dengan peruntukannya dari aspek kemampuan lahan dan tidak mengganggu keseimbangan lingkungan yang ada. Berdasarkan hasil analisis kemampuan lahan, bahwa pengembangan kawasan wisata yang sesuai untuk dikembangkan berada pada kelas kemampuan lahan dengan pengembangan sangat tinggi yaitu sebesar 3,69 Ha dan selanjutnya pada kelas kemampuan lahan dengan tingkat pengembangan agak tinggi sebesar 32,71 Ha.
Unsur-unsur yang Mendukung Pengembangan Desa Wisata Melung Kecamatan Kedungbanteng dan Kesesuaiannya terhadap Rencana Tata Ruang WIlayah Kabupaten Banyumas
Geo-Image Journal Vol 11 No 2 (2022): Geo-Image
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v11i2.58561

Abstract

Desa Wisata Melung merupakan salah satu Desa Wisata yang berpotensi menjadi salah satu destinasi unggulan di Kabupaten banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui potensi wisata di Desa Wisata Melung, (2) Menganalisis Unsur-unsur yang mendukung pengembangan Desa Wisata Melung, (3) Menganalisis kesesuaian Desa Wisata Melung dengan Rencana Tata Ruang Wilayah. Metode yang digunakan yaitu dengan penilaian terhadap 4 unsur pariwisata dan berdasarkan persepsi wisatawan yang berkunjung. Hasil penelitian menunjukan Desa Wisata Melung memiliki potensi fisik dan budaya untuk dikembangkan. Unsur atraksi, fasililitas penunjang, dan layanan tambahan memiliki kondisi yang mendukung pengembangan wisata. Sedangkan Unsur aksesibilitas kurang mendukung. Pengembangan Desa Wisata Melung berdasarkan Pola Ruang RTRW berada di kawasan budidaya yang berarti sesuai dengan RTRW dan bisa mengembangkan potensi yang dimiliki.
Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai Marina Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang
Geo-Image Journal Vol 11 No 2 (2022): Geo-Image
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v11i2.59171

Abstract

Kawasan Pantai Marina yang berada di Kelurahan Tawangsari Kecamatan Semarang Barat ialah kawasan tepi pantai baru yang dirancang pemerintah Kota Semarang supaya memberi manfaat yang optimal pada pantai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya dukung kawasan (DDK) Pantai Marina terhadap tingkat kesesuaian wisata berdasarkan kondisi fisik dan strategi pengelolaan wisata Pantai Marina berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Marina memiliki nilai 78,43 % untuk kegiatan duduk santai yang tergolong dalam kategori S2, 89,47 % untuk kegiatan berenang yang tergolong dalam kategori S1, dan 65 % untuk kegiatan rekreasi pantai yang tergolong dalam kategori S2. Daya dukung kawasan untuk kegiatan duduk santai sebesar 99 orang/hari, kegiatan berenang sebesar 125 orang/hari dan kegiatan rekreasi pantai sebesar 160 orang/hari. Strategi pengelolaan kawasan wisata Pantai Marina berkelanjutan adalah melaluiu pengelolaan organisasi, pengelolaan daya tarik wisata dan sarana prasarana, pemberdayaan masyarakat lokal, serta pengelolaan peluang kerja masyarakat lokal.
Kapasitas Masyarakat pada Wilayah Rentan Bencana Tanah Longsor di Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo
Geo-Image Vol 12 No 1 (2023): Geo-Image : Spatial - Ecological - Regional
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v12i1.56578

Abstract

Abstrak Kecamatan Bulu terletak di wilayah perbukitan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana tanah longsor dimana pada tahun 2019 hingga tahun 2020 tercatat terjadi 11 kejadian bencana tanah longsor 10 kejadian terjadi di Kecamatan Bulu. Melihat pada data rekapitulasi bencana tanah longsor di Kecamatan Bulu yang sering terjadi bencana tanah longsor sehingga memiliki tingkat kerentanan wilayah penelitian terhadap bencana tanah longsor yang tinggi, namun masyarakat pada wilayah tersebut masih memiliki tingkat kapasitas yang rendah sehingga sangat perlu untuk dilakukan kajian mengenai kapasitas masyarakat dan upaya peningkatan kapasitas masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat kerentanan bencana tanah longsor, menganalisis mengenai kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor serta menganalisis upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas masyarakat di Kecamatan Bulu. Populasi dalam penelitian ini adalah populasi area dan populasi masyarakat dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah pada variabel kerentanan verdasarkan pada PERKA BNPB No 2 Tahun 2012, sedangkan pada variabel kapasitas menggunakan Skala Gutman sebagai skala penghitungan kapasitas masyarakat yang berpedoman pada PERKA BNPB No 3 Tahun 2012 dan analisis deskriptif yang digunakan sebagai analisis kapasitas masyarakat di Kecamatan Bulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan bencana tanah longsor di Kecamatan Bulu berdasarkan pada penghitungan kerentanan sosial, kerentanan ekonomi, kerentanan fisik dan kerentanan lingkungan terdapat 2 desa tergolong tinggi, 3 desa tergolong sedang dan 7 desa tergolong rendah. Kapasiatas Masyarakat di Kecamatan Bulu terdapat 2 tingkat yakni tingkat rendah dan tingkat sedang. Kapasitas masyarakat dilihat pada tingkat pengetahuan masyarakat dalam menghadapi bencana tanah longsor yang masih rendah. Saran untuk penelitian ini adalah perlu adanya penyusunan dan pemberian pelatihan kepada masyarakat mengenai kebencanaan guna meningkatkan kapasitas masyarakat dan daerah serta mengurangi potensi terjadinya bencana tanah longsor yang akan terjadi. to 2020 there were 11 landslides, 10 incidents occurred in Bulu District. Looking at the recapitulation data of landslides in Bulu Subdistrict, which often occurs landslide disasters so that it has a high level of vulnerability in the research area to landslides, but the community in the area still has a low level of capacity so it is very necessary to conduct a study on community capacity and efforts to increase community capacity. The purpose of this study was to identify the level of vulnerability to landslides, to analyze the capacity of the community in dealing with landslides and to analyze the efforts made by the government and the community to increase the capacity of the community in Bulu District. The population in this study is the area population and the community population with purposive sampling technique. The analysis technique used is the vulnerability variable based on PERKA BNPB No. 2 of 2012, while the capacity variable uses the Gutman Scale as a scale for calculating community capacity based on PERKA BNPB No. 3 of 2012 and descriptive analysis is used as an analysis of community capacity in Bulu District. . The results showed that the level of vulnerability to landslides in Bulu District based on the calculation of social vulnerability, economic vulnerability, physical vulnerability and environmental vulnerability there were 2 villages classified as high, 3 villages classified as medium and 7 villages classified as low. There are 2 levels of community capacity in Bulu District, namely low level and medium level. Community capacity is seen at the level of community knowledge in dealing with landslides which is still low. Suggestions for this research are the need for the preparation and provision of training to the community regarding disasters in order to increase community and regional capacity and reduce the potential for landslides to occur.