Articles
419 Documents
Dinamika Penutupan Lahan Pesisir Kecamatan Bumi Waras Kota Bandarlampung 2013-2021
Geo-Image Vol 12 No 1 (2023): Geo-Image : Spatial - Ecological - Regional
Publisher : Geo-Image
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/geoimage.v12i1.59100
Wilayah pesisir mengalami perkembangan dan perubahan fisik secara dinamis karena merupakan pertemuan daratan dan lautan, wilayah pesisir merupakan wilayah yang paling padat dihuni oleh manusia karena memiliki akses yang mudah dijangkau serta identik sebagai kegiatan perekonomian. Pesisir Kecamatan Bumi Waras Kota Bandarlampung memiliki jumlah penduduk tertinggi diantara keempat Kecamatan pesisir lainnya, peningkatan jumlah penduduk dapat menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan dari lahan terbangun menjadi lahan non terbangun. Pada penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan penutupan lahan di pesisir Kecamatan Bumi Waras dengan menggunakan metode maximum likelihood. Metode maximum likelihood merupakan metode klasifikasi penutupan lahan yang memiliki tingkat akurasi paling tinggi dibanding dengan metode lain. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi penambahan lahan terbangun diikuti oleh penurunan lahan non terbangun tahun 2013-2021 di pesisir Kecamatan Bumi Waras. Pesisir Kecamatan Bumi Waras terdiri dari Kelurahan Kangkung, Kelurahan Bumi Waras dan Kelurahan Sukaraja memiliki luas 250,80 Ha. Pada tahun 2021 luas lahan terbangun pada ketiga kelurahan tersebut mencapai 77% atau sebesar 193,76 Ha. Peningkatan luas lahan terbangun tersebut mencapai 17% atau sebesar 43,68 Ha.Kenaikan lahan terbangun tersebut dipengaruhi oleh naiknya jumlah penduduk dan menyebabkan berkurangnya jumlah lahan non terbangun.
Hubungan Antara Ketersediaan Infrastruktur Listrik dengan Ketersediaan Layanan Kesehatan dan Kondisi Pendidikan di Pulau Sebira, Kepulauan Seribu
Geo-Image Vol 12 No 1 (2023): Geo-Image : Spatial - Ecological - Regional
Publisher : Geo-Image
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/geoimage.v12i1.60026
Ketersediaan infrastruktur listrik pada setiap rumah tangga dapat mempengaruhi pembangunan manusia di suatu daerah. Tujuan pada penelitian ini adalah Menganalisis hubungan antara ketersediaan infrastruktur listrik dengan ketersediaan layanan Kesehatan di Pulau Sebira, Kepulauan Seribu. Menganalisis hubungan antara ketersediaan infrastruktur listrik dengan kondisi pendidikan di Pulau Sebira, Kepulauan Seribu, Menganalisis kondisi ketersediaan layanan Kesehatan dan kondisi Pendidikan sebelum dan sesudah ada listrik di Pulau Sebira, Kepulauan Seribu. Metode penelitian pada penelitian ini adalah kuantitatif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data yang berupa angka, atau berupa kata-kata atau kalimat yang dikonversi menjadi data yang berbentuk angka. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis untuk mendapatkan suatu informasi yang berguna dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan antara infrastruktur listrik dengan layanan kesehatan dan terdapat hubungan antara infrastruktur listrik dengan kondisi pendidikan. Untuk ketersediaan layanan kesehatan dan kondisi pendidikan sebelum dan sesudah terdapat listrik mempunyai hasil bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata layanan kesehatan sebelum dan sesudah ada listrik dan terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi pendidikan sebelum dan sesudah ada listrik.
Partisipasi Pasangan Usia Subur dalam Program Keluarga Berencana pada Masa Pandemi Covid 19 di Kelurahan Bapangan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara
Geo-Image Vol 12 No 1 (2023): Geo-Image : Spatial - Ecological - Regional
Publisher : Geo-Image
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/geoimage.v12i1.60638
Penelitian ini berupa kajian fenomena sosial yang timbul dari pengaruh pandemi Covid-19 terhadap partisipasi keluarga berencana terkhususnya pertumbuhan penduduk dan PUS. Tujuan penelitian ini meliputi Mengetahui Partisipasi PUS terhadap program KB pada masa pandemi Covid-19; Mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi partisipasi PUS terhadap Program KB pada masa pandemi Covid-19; Menganalisis trend jumlah kehamilan pada masa pandemi Covid-19. Lokasi penelitian bertempat di Kelurahan Bapangan. Populasi penelitian ini adalah 130 PUS dan diambil 50 PUS sebagai sampel dengan menggunakan teknik purposive proportional sampling. Variabel penelitian mencakup partisipasi pasangan usia subur dalam program keluarga berencana, faktor faktor yang mempengaruhi partisipasi keluarga berencana, serta trend kehamilan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial regresi linear berganda. Hasil dari penelitian menunjukkan partisipasi PUS dalam program KB terklasifikasi kedalam tingkat sedang. 50% PUS yang menggunakan alat kontrasepsi KB. 8 faktor yang diuji tidak mempengaruhi partisipasi PUS dalam program KB. Sehingga menyebabkan trend kehamilan pada masa pandemi Covid-19 menurun. Perlu adanya penekanan penggunaan alat kontrasepsi pria. Sebab tidak terdapat penggunaan jenis alat kontrasepsi MOW atau sterilisasi untuk pria di wilayah Kelurahan Bapangan ini. This research is in the form of a study of social phenomena arising from the influence of the Covid-19 pandemic on family planning participation, especially population growth. The objectives of this study include knowing PUS participation in family planning programs during the Covid-19 pandemic; Knowing the factors that influence PUS participation in the family planning program during the Covid-19 pandemic; Analyzing the trend of the number of pregnancies during the Covid-19 pandemic. The location of the research is in the Bapangan Village. The population of this study was 130 PUS and 50 PUS were taken as samples using purposive proportional sampling technique. Research variables include the participation of couples of childbearing age in family planning programs, factors that influence family planning participation, and pregnancy trends. The data analysis technique used is descriptive statistical technique and multiple linear regression inferential statistics. The results of the study indicate that PUS participation in the family planning program is classified as moderate. 50% of women who use family planning contraceptives. The 8 factors tested did not affect PUS participation in the family planning program. This causes the trend of pregnancy during the Covid-19 pandemic to decline. It is necessary to emphasize the use of male contraceptives. This is because there is no use of the MOW type of contraception or sterilization for men in this area of Bapangan Village.
Analisis Hazard di Kabupaten Banyuwangi dan Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana
Geo-Image Vol 12 No 1 (2023): Geo-Image : Spatial - Ecological - Regional
Publisher : Geo-Image
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/geoimage.v12i1.61052
This research aims to, 1) identify the physical condition and vulnerability due to tsunami at Pancer, Sumberagung Banyuwangi and 2) identify the awareness program done by community to reduce the risk and impact due to tsunami. Field observation and analysis of morphology, topography and physical characteristic of the coastal area of Pancer has been done in this research. Interview with key person and stakholders has been conducted in order to understand the awareness system and program done by the community. Descriptive analysis has been used to describe the research result. From the topographical point of view, study area consist of lowland and hilly area. Lowland area is dominated by settlement and paddy field, meanwhile the hilly area is mainly for forest and dry farming system. Lowland area is the most vulnerable area for inundation due to tsunami. Coastal community has knowledge on tsunami hazard. Many program has been implemented to strengthen the community capacity and awareness, such as campaign, workshop for evacuation route identification, and evacuation simulation.
Studi dan Praktik Kolaborasi Komunitas Pegiat Sejarah dan Akademisi UNNES Dalam Mereproduksi Sejarah Lokal di Kabupaten Karanganyar
Geo-Image Vol 12 No 1 (2023): Geo-Image : Spatial - Ecological - Regional
Publisher : Geo-Image
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/geoimage.v12i1.61896
Komunitas Semak Belukar yang beranggotakan pendidik, pemerhati, dan masyarakat telah aktif mereproduksi sejarah dan budaya di Kabupaten Karanganyar yang bernilai luhur. Terdapat tiga permasalahan yang dihadapi mitra yaitu keterbatasan sumberdaya untuk mengkurasi benda budaya, mengedukasi masyarakat untuk ikut merawat temuan benda sejarah bahkan terkadang ditemukan ancaman dari para penemu benda sejarah yang tidak bertanggung jawab dan , mitra tidak dapat mendokumentasikan lokasi tempat ditemukannya benda sejarah secara benar sehingga berpotensi kehilangan koordinat yang mungkin dapat menunjukkan keberadaan jejak sejarah lokal di Kabupaten Karanganyar. Berdasarkan masalah tersbeut maka tim pengabdian UNNES memberikan solusi yaitu pendampingan kurasi benda budaya, rekonstruksi lokasi temuan menjadi morfologi Kawasan menggunakan teknologi SIG bagi anggota Komunitas Semak Belukar dan guru SMA dengan tujuan meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi SIG sekaligus mengimplementasikannya dalam pembelajaran di sekolah. Dari data spasial yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk peruntukan lain seperti pengembangan wisata budaya hingga penyusunan materi sejarah untuk pembelajaran di sekolah. Hasil dari blusukan dalam kegiatan pengabdian sudah dapat dilihat pada webGIS dan bersifat open access.
Pengaruh Alih Orientasi Petani Palawija menjadi Petani Tembakau terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Petani di Desa Lambangan Kulon Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang
Geo-Image Vol 12 No 1 (2023): Geo-Image : Spatial - Ecological - Regional
Publisher : Geo-Image
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/geoimage.v12i1.62165
Proses transformasi dari pertanian subsisten ke pertanian komersil terjadi di Desa Lambangan Kulon, terbukti dengan trend meningkatnya produksi tanaman tembakau yang masuk ke Desa Lambangan Kulon sejak tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh aktivitas pertanian di Desa Lambangan Kulon, (2) menelaah dampak sosial ekonomi masyarakat Desa Lambangan Kulon setelah masuk dan berkembangnya pertanian tembakau. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara alih orientasi petani palawija menjadi petani tembakau terhadap kondisi sosial ekonomi petani. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa tingkat pendapatan petani menanam tembakau di Desa Lambangan Kulon adalah 3,08 kali modal, yaitu memiliki perbandingan sebesar 1,63 kali dari usahatani palawija. Faktor utama petani mengubah orientasinya dalam memilih tanaman yang diusahakan adalah faktor keuntungan yang erat kaitannya dengan harga jual, faktor geografis yang memungkinkan tanaman yang diusahakan tumbuh pada wilayah tersebut, dan faktor tutor sebaya yang menumbuhkan motivasi petani dengan melihat keberhasilan petani sebelumnya. Dampak yang dirasakan petani setelah masuk dan berkembangnya tanaman tembakau antara lain yaitu pendapatan yang meningkat dari sebelumnya, kondisi tempat tinggal lebih baik, memiliki tabungan dari hasil panen, serta harapan untuk menyekolahkan anak ke jenjang lebih tinggi memiliki potensi yang besar untuk diwujudkan. Selain kehidupan sosial ekonomi yang berubah sistem pertanian juga mengalami perubahan yang cukup baik, seperti penggunaan teknologi pertanian cultivator/ traktor tangan dan mesin rajang yang meningkatkan produktivitas pertanian. Kendala utama dalam usahatani tembakau adalah curah hujan yang tinggi, sehingga petani tembakau sebaiknya mempersiapkan lahan dengan membuat got keliling untuk mengantisipasi musim yang tidak dapat diprediksi untuk meminimalisir kematian tanaman tembakau.
Identifikasi Genangan Banjir Menggunakan Sentinel-1 dan Korelasinya dengan Kerawanan Banjir di Kabupaten Barito Selatan
Geo-Image Vol 12 No 1 (2023): Geo-Image : Spatial - Ecological - Regional
Publisher : Geo-Image
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kejadian Banjir sudah melanda Kabupaten Barito Selatan sejak 26 mei 2022 lalu, dan sampai di bulan juni masih terdapat desa yang masih tergenang air. Untuk mengurangi kerugian materi dan korban yang lebih besar, perlu dilakukan identifikasi wilayah yang mengalami banjir dan daerah rawan banjir. Pada penelitian ini daerah sebaran genangan banjir diidentifikasi menggunakan metode change detection dan threshold. Metode change detection ini dilakukan pada citra dengan cara membagi nilai piksel citra saat banjir dibagi dengan nilai piksel citra sebelum banjir. Ekstraksi area genangan dilakukan dengan berdasarkan pada nilai threshold sebesar 1,10. Pengolahan ini dilakukan menggunakan Google Earth Engine (GEE). Untuk daerah rawan banjir sendiri diolah dengan menggunakan metode skoring, pembobotan, dan, overlay. Kelas rawan dan sangat rawan banjir di Kabupaten Barito Selatan berada di dekat badan air dimana Dusun Hilir menjadi kecamatan dengan tingkat kerawanan banjir sangat rawan paling luas, yakni sebesar 62.060 ha atau sekitar 45% dari total luas wilayahnya. Genangan banjir di Barito Selatan semakin meluas ke arah selatan dengan kecamatan yang mengalami genangan banjir paling luas yaitu Kecamatan Jenamas dengan luasan 16.541 ha atau sekitar 34,5% dari total luas wilayahnya. Faktor yang paling dominan penyebab terjadinya kerawanan banjir di Kabupaten Barito Selatan adalah Elevasi atau ketinggian daratannya. Adapun, korelasi antara genangan banjir dan model kerawanan banjir menunjukkan korelasi yang positif. Hal ini terlihat dari luas genangan banjir yang dominan terjadi di kelas sangat rawan dengan luas sebesar 30.965 ha atau sekitar 71,38% dari total luas genangan.
Keterkaitan Antara Sebaran Pertambangan Migas dan Multiplier Effect Bagi Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Kutai Kartanegara
Geo-Image Vol 12 No 1 (2023): Geo-Image : Spatial - Ecological - Regional
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/geoimage.v12i1.64700
The existence of the upstream oil and gas sector in addition to having a direct impact, will also have an indirect impact as well as a multiplier effect on the economy. Therefore, the contribution of the upstream oil and gas sector needs to be managed properly by the local government of Kutai Kartanegara to manage funds from oil and gas revenue sharing in the form of the Petroleum Fund. Based on the above background, this study was conducted to analyze the contribution of the oil and gas sub-sector in improving regional development and supporting the welfare of the people in Kutai Kartanegara district. The research problems include (1) How is the spatial distribution pattern of the upstream oil and gas industry in Kutai Kartanegara (2) Is there a forward linkage or backward linkage as well as a multiplier effect between oil and gas industries in Kutai Kartanegara (3) How big is the contribution of the regional oil and gas sector to local revenue in Kutai Kartanegara; The results of this study are: (1) the distribution pattern of oil and gas in Kutai Kartanegara has a clustered distribution pattern. (2) There are forward linkages and backward linkages between oil and gas industries, namely: upstream and downstream industries that have a multiplier impact on the economic sector in Kutai Kartanegara district; (3) The contribution of oil and gas in Kutai Kartanegara is the largest contributor compared to other district/cities in East Kalimantan Province.
Komoditas Unggulan dan Daya Dukung Lahan Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Klaten
Geo-Image Vol 12 No 1 (2023): Geo-Image : Spatial - Ecological - Regional
Publisher : Geo-Image
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/geoimage.v12i1.68124
Masalah penelitian meliputi (1) Apa komoditas tanaman pangan yang unggul secara komparatif dan kompetitif di Kabupaten Klaten; (2) Bagaimana kondisi daya dukung lahan pertanian tanaman pangan pada setiap kecamatan di Kabupaten Klaten; (3) Berapa jumlah penduduk optimal yang mampu dipenuhi oleh tanaman padi di Kabupaten Klaten. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekonomi basis untuk mengidentifikasi komoditas unggulan tanaman pangan. Selanjutnya, daya dukung lahan pertanian tanaman pangan dianalisis menggunakan teori gabungan “Odum, Issard, dan Howard” di mana formulasi yang digunakan juga akan dipakai untuk mengetahui jumlah penduduk optimal yang mampu didukung oleh tanaman padi di Kabupaten Klaten. Hasil penelitian ini adalah; (1) Menurut analisis Location Quotient, padi unggul di 14 kecamatan atau 54% wilayah di Kabupaten; (2) Komoditas jagung memiliki nilai efisiensi usahatani tertinggi menurut analisis Revenue Cost (R/C) yakni sebesar 3,22; (3) 21 kecamatan atau 81% wilayah di Kabupaten Klaten memiliki nilai daya dukung lahan pertanian tanaman pangan yang tinggi (DDLP>1); (4) Perhitungan jumlah penduduk optimal (JPO) menunjukkan 22 kecamatan atau 85% wilayah di Kabupaten Klaten berstatus “Aman” karena produksi padi yang ada saat ini sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan beras penduduk.
Aplikasi Algoritma Normalized Difference Water Index (NDWI), Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Bare Soil Index (BSI) dalam Penilaian Kerapatan Vegetasi dan Produktivitas di Pulau Burung
Geo-Image Journal Vol 11 No 2 (2022): Geo-Image
Publisher : Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/geoimage.v11i2.69122
Penelitian ini menggunakan indeks penginderaan jauh untuk identifikasi kerapatan vegetasi di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Kabupaten Indragiri Hilir didominasi oleh lahan gambut dan bertumpu pada sektor pertanian dan berkontribusi terhadap 10,6% produksi kelapa Indonesia. Indeks yang digunakan adalah NDVI (Normalized Difference Vegetation Index), NDWI (Normalized Difference Vegetation Index), dan BSI (Bare Soil Index). Data menggunakan satelit Sentinel 2A perekaman tanggal 7 Oktober 2022, pukul 10:18:31 WIB, scene N0301/R118, dengan level koreksi Level 2A. Aplikasi NDVI, NDWI, dan BSI untuk identifikasi kebun kelapa Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau terlihat sangat bermanfaat terutama untuk membedakan jenis kerapatan dan tingkat kebasahan lahan gambut pada area-area lahan terbuka. Interpretasi hasil pengolahan dibahas bagaimana keterkaitan ketiga indeks tersebut terhadap kerapatan vegetasi dan kondisi lahannya. Temuan penelitian ini adalah aplikasi ketiga indeks tersebut berguna untuk evaluasi lahan terutama pengelolaan pertanian di lahan basah. Sehingga diperlukan pengembangan dan integrasi dengan indeks-indeks penginderaan jauh lainnya. Aplikasi penginderaan jauh menggunakan satelit optik menjadi keterbatasan utama dalam analisis di Kabupaten Indragiri Hilir. Hal ini karena sulitnya mencari waktu perekaman yang bebas awan.