cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
SINTESIS Ni-TiO2 DENGAN METODE SOL-GEL DAN UJI AKTIVITASNYA PADA DEKOMPOSISI AIR Purnama, Angga; Priatmoko, Sigit; Wahyuni, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 3 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan sintesis Ni-TiO2 dengan metode sol-gel dan uji aktivitasnya pada dekomposisi air. Tujuan dalam penelitian adalah mensintesis Ni-TiO2 dan mengetahui kinerja Ni-TiO2 dalam mendekomposisi air dengan gliserol. Ni-TiO2 disintesis menggunakan metode sol-gel dengan prekursor TIP sebagai media pendistribusian ion dopan. Karakterisasi terhadap material hasil sintesis meliputi: band gap, struktur dan ukuran kristal, porositas dan jumlah Ni yang terdopan berturut-turut menggunakan DR-UV, XRD, BET dan AAS. Ni-TiO2 diuji aktivitasnya menggunakan lampu UV dengan panjang gelombang 254 nm. Penambahan Ni masing-masing 1, 3, 5 10 terhadap massa TiO2 berturut-turut sebesar 3,33 eV, 2,71 eV, 2,60 eV, 2,54 eV dan 1,85 eV. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa Ni-TiO2 mengalami perubahan dan intensitas struktur anatase pada sintesis Ni-TiO2, serta mengakibatkan ukuran kristal Ni-TiO2 menjadi semakin kecil seiring dengan banyaknya dopan Ni.
PENGARUH ENKAPSULASI LOGAM Ga DAN As TERHADAP CELAH PITA BORON NITRIDE NANOTUBE(4,4) Andriana, Andriana; Prasetya, Agung Tri; Harjito, Harjito
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMANFAATAN KARAGENAN DALAM PEMBUATAN NUGGET IKAN CUCUT Nafiah, Hidayatun; Pratjojo, Winarni; Susatyo, Eko Budi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEMISAHAN SITRONELAL MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI KOLOM DENGAN FASA DIAM SIKLODEKSTRIN TERASETILASI Setyaningrum, Murtiyanti; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemisahan senyawa kiral telah menjadi perbincangan besar didunia penelitian. Senyawa kiral memiliki pasangan enantiomer dengan efek samping yang berbeda. Melihat kondisi tersebut, maka dilakukan penelitian tentang pemisahan senyawa kiral (sitronelal) dengan menggunakan kromatografi kolom dengan fasa diam siklodekstrin terasetilasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemisahan senyawa kiral menggunakan kromatografi kolom dengan fasa diam siklodekstrin terasetilasi. Reaksi asetilasi siklodekstrin dengan anhidrida asam asetat selama 36 jam. Hasil reaksi asetilasi dianalisis dengan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi. Siklodekstrin terasetilasi digunakan sebagai fasa diam. Pemisahan sitronelal dilakukan dengan eluen yang telah ditentukan dengan KLT yaitu toluen : etil asetat (12:0,1) sehingga diperoleh isolat F1 dari hasil penggabungan beberapa fraksi. Analisis terhadap isolat F1 dilakukan menggunakan GC. Kromatogram GC isolat F1 menunjukkan presentase sitronelal 86,77 %. Dilakukan perbandingan dengan silica gel sebagai fasa diam untuk kromatografi kolom. Kromatogram GC menunjukkan presentase sitronelal sebanyak 80,91 %. Hasil Analisis perlu dilanjutkan dengan GC-kolom kiral untuk mengetahui terpisahnya senyawa kiral.
UJI STABILITAS PIGMEN DAN ANTIOKSIDAN EKSTRAK ZAT WARNA ALAMI KULIT BUAH NAGA Hidayah, Tri; Pratjojo, Winarni; Widiarti, Nuni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat pewarna alami yang berpotensi untuk diekstrak adalah kulit buah naga (Hylocereus undatus). Ekstraksi antosianin dilakukan menggunakan pelarut air, asam asetat, dan asam sitrat. Penelitian ini bertujuan mencari pelarut yang tepat untuk ekstraksi dan mengetahui stabilitas pigmen antosianin, yang meliputi tiga tahap. Tahap I adalah ekstraksi zat warna merah kulit buah naga dengan pelarut air, asam asetat 10%, dan asam sitrat 10%. Tahap II, stabilitas pigmen antosianin terhadap pengaruh pH, suhu, lama penyinaran dan aplikasi sirup buah naga putih. Tahap III, penghitungan aktivitas antioksidan dalam ekstrak antosianin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah pada ekstraksi menggunakan pelarut asam sitrat 10% menghasilkan ekstrak warna merah dengan kadar antosianin 8,3556 mg/100gr dan stabilitas tertinggi selama 7 hari. Ekstrak warna stabil pada kondisi pH 2 – 5, namun terjadi penurunan pada pemanasan sampai suhu 80 ˚C dan penyinaran suhu tinggi. Aplikasi sirup buah naga menghasilkan pH 3,89 dan aktivitas antioksidan sebesar 76,71%.
KAJIAN SIFAT FISIK-MEKANIK DAN ANTIBAKTERI PLASTIK KITOSAN TERMODIFIKASI GLISEROL Apriyanti, Arie Fitry; Mahatmanti, Fransisca Widhi; Sugiyo, Warlan
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan plastik dengan bahan utama kitosan banyak dilakukan. Plastik kitosan dibuat dengan menambahkan plasticizer. Pelarut yang digunakan pada pembuatan plastik kitosan yaitu asam asetat 2%(v/v) serta konsentrasi plasticizergliserol sebesar 0%; 0,1%; 0,2%; 0,3%; dan 0,4% (v/v). Karakterisasi meliputi uji kuat tarik, uji permeabilitas uap air, uji antibakteri dan gugus fungsi. Nilai kuat tarik plastik kitosan sebesar 38,90 MPa; 35,4a MPa; 45,38 MPa; 37,77 MPa; dan 12,58 MPa. Hasil nilai permeabilitas uap air plastik kitosan sebesar 0,0005 gram; 0,0005 gram; 0,0004 gram; 0,0009 gram; dan 0,0024 gram.Aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar dengan menggunakan bakteri Bacillus subtilis danEscherechia colidengan hasil zona bening untuk gliserol 0% sebesar 1,75 mm dan 0,67 mm, gliserol 0,2% sebesar 0,67 mm dan 1,33 mm. Hasil analisis gugus fungsional plastik kitosan termodifikasi gliserol, tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan.
UJI ANTIMIKROBA ETIL p-METOKSI SINAMAT DARI RIMPANG KENCUR TERHADAP BACILLUS SUBTILIS Nugraha, Septian Alif; Siadi, Kusoro; Sudarmin, Sudarmin
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etil p-metoksi sinamat merupakan senyawa hasil isolasi dari rimpang kencur, dalam penelitian ini dilakukan uji aktivitas antimikroba terhadap Bacillus subtilis dengan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar etil p-metoksi sinamat yang didapatkan dari penelitian ini sebesar 99% menggunakan instrumen GC-MS. Senyawa etil p-metoksi sinamat dalam pelarut kloroform (konsentrasi 0,1M; 0,2M; 0,3M) mendapatkan daerah bening di sekitar cakram uji sebesar berturut-turut 12 mm; 13,66 mm; 15,66 mm. Ekstrak kencur 20% dalam pelarut kloroform mendapatkan daerah bening sebesar 8,66%; ekstrak kencur 100% tidak menunjukkan adanya daerah bening dan pelarut kloroform sebagai kontrol mendapatkan daerah bening sebesar 11 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etil p-metoksi sinamat tidak menunjukkan hasil hambatan yang signifikan terhadap pertumbuhan Bacillus subtilis dibandingkan kloroform, dimungkinkan yang lebih berperan untuk menghambat Bacillus subtilis adalah kloroform itu sendiri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa senyawa etil p-metoksi sinamat dan ekstrak kencur tidak mempunyai aktivitas hambatan pertumbuhan Bacillus subtilis.
Uji Validitas Analisis Logam Fe dalam Sedimen Sungai Kaligarang dengan FAAS dan ICP-OES Naschan, Muhammad; Prasetya, Agung Tri; Sumarni, Woro
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan uji validitas terhadap dua metode analisis logam Fe dalam sedimen sungai Kaligarang dengan Flame Atomic Absorption Spectrophotometer (FAAS) dan Inductively Coupled Plasma Optical Emission Spectrophotometer (ICP-OES). Uji validitas yang dilakukan meliputi uji linieritas, akurasa, presisi serta penentuan limit of detection (LoD) dan limit of quantitation (LoQ). Uji akurasi dihasilkan %recovery 106,87% untuk FAAS dan 97,97% untuk ICP-OES. Uji presisi FAAS diperoleh %RSD 4,02%, dan ICP-OES sebesar 1,69%. Linieritas FAAS sebesar 0,9997 dengan LoD dan LoQ sebesar 0,4360 ppm dan 1,4534 ppm. Untuk linieritas ICP-OES sebesar 0,9999 dengan LoD dan LoQ berturut-turut 0,2291 ppm dan 0,7635 ppm. Konsentrasi Fe dalam sedimen sungai Kaligarang dengan FAAS 104.938,7892 mg/kg dan 68.147,5714 mg/kg dengan ICP-OES. Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada rerata konsentrasi logam Fe dari kedua metode analisis. Berdasarkan hasil analisis uji validitas disimpulkan bahwa metode ICP-OES lebih baik daripada metode FAAS.
PERBANDINGAN SIFAT BIOPLASTIK BERBASIS LIMBAH NASI DAN KULIT SINGKONG DENGAN ADITIF LIMONEN Nurviantika, Libiyana; Sedyawati, Sri Mantini Rahayu; Mahatmanti, Fransiska Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah nasi adalah salah satu alternatif bahan baku dalam pembuatan bioplastik. Limbah kulit ubi kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioplastik. Tujuan dari penelitian ini yaitu mempelajari pengaruh penambahan senyawa limonen dalam pembuatan bioplastik, serta mempelajari sifat bioplastik dari limbah nasi dan kulit ubi kayu dan membandingkannya secara fisikokimiawi. Sampel yang digunakan adalah karbohidrat limbah nasi dan kulit ubi kayu dengan variasi penambahan limonen sebanyak 1 mL, 3 mL, dan 5 mL. Uji yang dilakukan antara lain uji ketahanan terhadap panas, uji ketahanan terhadap air panas, uji kuat tarik, dan uji gugus fungsi. Hasil penelitian menunjukkan penambahan limonen tidak berpengaruh terhadap sifat fisikokimia bioplastik. Penambahan limonen hanya berpengaruh terhadap tekstur bioplastik.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI BAHAN KERAMIK CORDIERITE DARI ABU SEKAM PADI Sofyan, Gayuh Ganata Imam; Alauhdin, Mohammad; Susatyo, Eko Budi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 2 No 2 (2013)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi bahan keramik cordierite dari abu sekam padi. Keramik cordierite adalah material zat padat dengan fase kristal MgO-Al2O3-SiO3. Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengetahui karakter bahan keramik cordierite yang dihasilkan. Penelitian dilakukan melalui 3 tahap, yaitu pembuatan silika gel dari sekam padi, pembuatan bahan keramik cordierite serta karakterisasi. Pembuatan silika dilakukan dengan pengabuan arang sekam padi pada suhu 7000C selama 5 jam dan dengan penambahan HNO3 4M untuk pembentukan silika gel. Sintesis keramik dilakukan dengan perbandingan Mg, Al terhadap silika 1:4, 1:5 dan 1:6 dengan pengadukan dan pemanasan pada suhu 800C selanjutnya pengeringan pada suhu 1000C dan kemudian dioven dengan suhu 2000C selama 1 jam. Karakterisasi dilakukan menggunakan XRD, SEM dan FTIR. Dari karakterisasi XRD puncak difraksi cordierite terlihat pada posisi 2?= 29,4569 dengan kristalinitas tertinggi pada perbandingan Mg-Al dan Silika gel 1:6. Data ini juga di perkuat dengan spektrum FTIR pada serapan antara 3500-4000 cm-1 yang menunjukkan adanya Mg-O-Al serta kemunculan gugus Al pada serapan 350-500 cm-1. Karakterisasi SEM menunjukkan terbentuknya cluster-cluster akibat dari sintering dan terpecah kembali akibat adanya peningkatan perbandingan Mg-Al dan Silika gel, sehingga terlihat homogen pada perbandingan 1:6.