cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
ELEKTRODA SOLAR CELL BERBASIS KOMPOSIT TiO2/SiO2 SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF TERBARUKAN Dewi, Ade Yulia Kusuma; Priatmoko, Sigit; Wahyuni, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 2 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan elektroda solar cell komposit TiO2/SiO2. Permasalahan dalam penelitian adalah seberapa besar pengaruh SiO2 terhadap nilai band gap dan kinerja elektroda sel TiO2. Tujuan dalam penelitian adalah mensintesis semikonduktor TiO2/SiO2 dan mempelajari pengaruh konsentrasi SiO2 terhadap kinerja solar cell. Komposit disintesis menggunakan metode sol-gel dengan prekursor TiIPP dan TEOS. Karakterisasi terhadap material hasil sintesis meliputi: band gap, bentuk dan ukuran kristal, morfologi permukaan dan komposisi komponen penyusunnya berturut-turut menggunakan DR-UV, XRD dan SEM-EDX. Solar cell diuji kinerjanya menggunakan lampu UV dengan panjang gelombang 365 nm. Penambahan SiO2 sebesar 0, 10, 15 dan 20 % mol menghasilkan nilai band gap berturut-turut sebesar 3,39 eV; 3,25 eV; 3,23 eV dan 3,42 eV dan efisiensi berturut-turut sebesar 0,0607%; 1,1471%; 2,2234% dan 0,0286%. Nilai efisiensi terbaik diberikan oleh komposit TiO2/SiO2 dengan konsentrasi SiO2 15 %mol. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa komposit TiO2/SiO2 memiliki struktur kristal tetragonal dengan ukuran partikel 16,24 nm - 9,38 nm, meskipun bentuk morfologi permukaannya kurang homogen.
KARAKTERISASI TCA-ZA PADA HIDRASI α-PINENA DAN UJI HASIL HIDRASI SEBAGAI ANTIBAKTERI Ariani, Fera Gustri; Wijayati, Nanik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 3 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alfa terpineol merupakan senyawa hasil hidrasi α-pinena dengan bantuan katalis. Katalis yang digunakan adalah katalis TCA-ZA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi TCA-ZA yang optimal menghasilkan senyawa α-terpineol serta mengetahui daya hambat senyawa α-terpineol terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Dari hasil GC diperoleh penggunaan katalis 35% TCA-ZA menghasilkan senyawa α-terpineol dengan kadar 12,7491% akan tetapi dari hasil IR tidak diperoleh serapan gugus –OH melainkan serapan gugus C-O pada 1149,57 cm-1 yang mengindikasikan senyawa α-terpineol merupakan alkohol tersier. Selanjutnya hasil daya hambat menunjukkan senyawa α-terpineol dengan katalis 5% TCA-ZA, 20% TCA-ZA, 35% TCA-ZA, 50% TCA-ZA mampu menghambat pertumbuhan Escherichia coli dengan diameter zona hambat 16,3 mm; 14,6 mm; 15,3 mm; dan 16 mm. Sedangkan diameter zona hambat terhadap Staphylococcus aureus 12,6 mm; 15 mm; 14,6 mm; dan 15,3 mm.
ISOLASI SENYAWA BIOAKTIF DARI BATANG PISANG AMBON (Musa paradisiaca var. sapientum) SEBAGAI BAHAN BAKU ANTIBAKTERI Supartono, Supartono; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibakteri adalah senyawa yang digunakan untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri yang merugikan. Tanaman dianggap sebagai sumber obat yang potensial dan kuat. Salah satunya adalah tanaman pisang yang biasa dipakai sebagai obat luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode dan pelarut yang tepat dalam mengekstrak batang pisang ambon serta aktivitasnya sebagai antimikroba terhadap bakteri S.aureus dan E.coli. Ekstraksi dilakukan dengan dua metode yaitu maserasi dan sokhletasi dengan tiga pelarut etil asetat, etanol dan aquades, dan pengujian aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi agar teknik cakram. Ekstrak yang memiliki rendemen paling besar adalah ekstrak dengan metode sokhletasi dan pelarut aquades yaitu 20, 2137 %. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas paling baik dengan nilai DDH (Daerah Daya Hambat) 1, 1 cm dan 1 cm untuk E. coli serta 2 cm dan 2,5 cm untuk bakteri S. aureus. Karakterisasi ekstrak etil asetat dengan FT-IR. Senyawa ekstrak etil asetat yang diduga berperan sebagai antimikroba adalah flavonol.
KANDUNGAN KIMIA DAN POTENSI BEBERAPA JENIS TEPUNG UBI JALAR PADA PEMBUATAN ROTI Rahmawati, Arisna; Supartono, Supartono; Cahyono, Edy
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 1 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia tepung ubi jalar (variasi jenis ubi jalar) dan mengaplikasikan dalam pembuatan roti tawar. Kandungan kimia yang ditentukan dalam penelitian ini meliputi kadar air, kadar abu, protein, zat besi (Fe), seng (Zn), dan total karoten dan dibandingkan dengan SNI tepung terigu. Hasil perhitungan didapatkan bahwa kadar air, dan kadar abu, zat besi yang didapat masih memenuhi SNI tepung terigu, tetapi pada kadar protein, seng belum dapat memenuhi SNI tepung terigu. Roti tawar dibuat dengan komposisi campuran tepung terigu dan tepung ubi jalar baik putih, ungu maupun kuning 80:20. Kualitas roti tawar tersebut diketahui dengan menguji kadar air, kadar abu, serat kasar dan uji organoleptik. Berdasarkan uji organoleptik roti tawar yang paling disukai panelis adalah roti tawar ubi jalar putih. Hasil perhitungan kadar air, abu pada roti tawar ubi jalar masih memenuhi SNI, sehingga layak dikonsumsi.
PENURUNAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN TANAMAN CATTAIL DENGAN SISTEM CONSTRUCTED WETLAND Septiawan, Mika; Sedyawati, Sri Mantini Rahayu; Mahatmanti, Fransiska Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair dari industri tahu mengandung padatan tersuspensi dan terlarut yang mencemari perairan, oleh karena itu perlu perlakuan sebelum dibuang ke perairan. Salah satu cara menggunakan biofilter. Biofilter menggunakan tanaman cattail (Thypa Angustifolia) dengan sistem Constructed wetland untuk mengetahui penurunan kadar limbah BOD, COD dan TSS pada limbah cair tahu. Hasil penelitian menunjukkan penurunan limbah BOD, COD, dan TSS dengan variasi lama penanaman terjadi penurunan maksimum pada hari ke 20 dengan nilai BOD 177 mg/L (78%), COD 277 mg/L (77,3%), dan  TSS 146 mg/L (78%). Penurunan maksimum limbah cair BOD, COD dan TSS pada variasi berat tanaman cattail terjadi pada berat 4 kg dengan nilai BOD 80 mg/L (87,6 %), COD 165 mg/L (86,7%) dan TSS 63 mg/L (90,2%). Tanaman cattail dalam constructed wetland perlu diaplikasikan dengan tanaman air dan media lainnya yang memiliki kemampuan aklimatisasi lebih baik sehingga menghasilkan variasi penurunan kadar BOD, COD dan TSS yang lebih maksimum.
Biodiesel Minyak Biji Pepaya (Carica papaya L.) melalui Proses Transesterifikasi Kulit Telur Maulida, Rizki; Supartono, Supartono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan biodiesel dari minyak biji pepaya (Carica papaya L.) melalui proses transesterifikasi menggunakan katalis kulit telur telah dipelajari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui massa optimum katalis kulit telur pada reaksi transesterifikasi minyak biji pepaya. Metode penelitian, tahap awal biji pepaya disokletasi dengan n-hexane teknis Setelah didapatkan minyak biji pepaya kemudian dilakukan proses transesterifikasi dengan rasio minyak : methanol yaitu 1:6 dan variasi penambahan katalis 1 gram, 2 gram, 3 gram, 4 gram, dan 5 gram pada masing-masing reaksi. Hasil transesterifkasi kemudian dimurnikan dengan Na2SO4 anhidrat setelah itu diuji dengan GC, GC-MS, FTIR. Hasil biodiesel dengan randemen tertinggi yaitu rasio massa katalis 4 gram mengasilkan 32,92731% metil ester yang terkonversi menjadi biodiesel.
REAKSI TRANSESTERIFIKASI MINYAK BIJI KARET DAN METANOL TERKATALIS BENTONIT ALAM TERAKTIVASI ASAM Febriawan, Faizal Bintang; Supartono, Supartono; Kusumo, Ersanghono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 3 No 1 (2014)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan massa katalis dan waktu reaksi transesterifikasi optimum, mengetahui komponen-komponen dari hasil reaksi transesterifikasi pada kondisi optimum, dan mengetahui kualitas biodisel yang dihasilkan. Bentonit alam yang digunakan dilakukan preparasi menggunakan NaCl 1 M dan aktivasi menggunakan H2SO4. Sintesis Biodiesel yang dilakukan menggunakan variasi waktu reaksi transesterifikasi 60, 120, 180, dan 240 menit dengan variasi konsentrasi katalis bentonit teraktivasi asam 0,5, 1, 1,5,dan 2% (%b/v). Uji karakterisasi katalis dianalisis menggunakan BET dan XRD, sedangkan uji optimasi reaksi transesterifikasi menggunakan GC. Hasil uji BET  diperoleh kenaikan luas permukaan sebesar 4,254 m2/g. Hasil uji XRD  diperoleh adanya perubahan pada mineral Quartz (SiO2) yaitu d(Å) = 0,05. Hasil uji GC didapatkan waktu reaksi dan konsentrasi katalis optimum berturut-turut 180 menit dan 1%. Hasil GC-MS menunjukkan komponen tertinggi  yaitu gliserol (94,71%), Gliserol akan mempengaruhi hasil uji fisis biodiesel dimana hasil uji sifat fisis tidak sesuai standar biodiesel SNI dan ASTM adalah densitas, viscositas kinematic, flash point, dan cloud point.
SINTESIS DAN PEMANFAATAN MEMBRAN KITOSAN-SILIKA SEBAGAI MEMBRAN PEMISAH ION LOGAM Fe2+ Rapierna, Atika; Latifah, Latifah; Mahatmanti, F. Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIDRASI α-PINENA MENJADI α-TERPINEOL DENGAN KATALIS ZEOLIT ALAM & TCA/ZEOLIT ALAM Adawiyah, Robi’ah; Wijayati, Nanik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alfa pinena dapat mengalami reaksi hidrasi menjadi terpineol dengan katalis asam. Katalis yang digunakan pada penelitian ini yaitu zeolit alam teraktivasi dan zeolit alam yang diemban dengan TCA untuk menambahkan sifat keasaman. Reaksi dilakukan dalam labu leher tiga dengan 0,2501 gram α-pinena, 2,5 mL aquabides, dan 3,4 mL isopropil alkohol dilengkapi dengan pemanas, termometer, dan pengaduk magnet. Reaksi dilakukan selama 120 menit dengan variasi temperatur 25-30oC, 45-50oC dan 65-70oC untuk setiap jenis katalis yang digunakan. Sedangkan reaksi hidrasi menggunakan katalis TCA/ZA pada temperatur 65-70oC dilakukan variasi waktu 15, 30, 60, 120, dan 240 menit. Hasil analisis GC menunjukkan hasil hidrasi dengan rendemen terbesar yaitu hidrasi dengan katalis zeolit alam teraktivasi dengan kadar 14,11% selama 120 menit. Hasil analisis spektrofotometer IR menunjukkan adanya serapan –OH pada 3052,1 cm-1 dan C-O pada bilangan gelombang 1128,83 cm-1, memperlihatkan senyawa yang dihasilkan merupakan senyawa alkohol berupa α-terpineol.
PENGARUH ETHYLENEDIAMINE TETRA ACETAT DAN pH LARUTAN TERHADAP KARAKTERISTIK NANORODS ZnO Amelia, Resydina; Harjito, Harjito
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 5 No 2 (2016)
Publisher : Indonesian Journal of Chemical Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan sintesis preparasi seed layer ZnO nanorods dengan metode sol-gel. Selain itu juga dilakukan sintesis penumbuhan ZnO nanorods dengan metode chemical bath deposition (CBD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kristalinitas dan morfologi ZnO nanorods yang akan ditumbuhkan pada substrat kaca. Dalam sintesis ini digunakan prekursor Zn(CH3COO)2 yang ke dalamnya ditambahkan larutan EDTA yang divariasi konsentrasinya. Selanjutnya dalam perlakuan penumbuhan ZnO nanorods pH larutan campuran Zn(NO3) dengan HMTA divariasi. Sampel hasil sintesis kemudian dianalisis dengan menggunakan XRD untuk mengetahui kristalinitas dan SEM untuk mengetahui morfologi. Data analisis XRD menunjukkan bahwa posisi puncak-puncak difraksi sinar-X ZnO nanorods sesuai dengan data JCPDS ZnO No. 34-1451 yang menunjukkan bahwa sampel mengandung senyawa kristal ZnO. Kristal tersebut berbentuk hexagonal wurtzite. Dengan ukuran partikel berkisar antara 40-80 nm. Berdasarkan hasil pemindaian SEM, diketahui bahwa diameter rata-rata partikel berkisar antara 221-666 nm Â