cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
ANALISIS PENAMBAHAN KOTORAN KAMBING DAN KUDA PADA PROSES BIOREMEDIASI OIL SLUDGE DI PERTAMBANGAN DESA WONOCOLO Holifah, Siti; Supartono, Tono; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i1.19036

Abstract

Bojonegoro merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur, yang memiliki kekayaan di bidang minyak dan gas bumi (migas) tepatnya di desa Wonocolo. Dalam proses penambangan minyak bumi akan terdapat limbah yang di hasilkan.. Bioremediasi merupakan suatu proses rehabilitasi lingkungan yang tercemar dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk menguraikan pencemar tersebut menjadi bentuk yang lebih sederhana, tidak berbahaya, dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan. Kotoran hewan merupakan bahan organik yang mengandung banyak mikroba, kotoran hewan dengan kandungan nutrisi terbaik adalah kotoran kambing dan kuda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan konsorsium bakteri indigen lumpur minyak bumi dengan bakteri dari kotoran kambing dan kuda dalam mendegradasi limbah minyak bumi. Penelitian bioremediasi ini dilakukan secara bertahap yaitu isolasi, aplikasi, analisis parameter pH, TPH, TPC dan kadar air, serta analisis komponen hidrokarbon dengan Gas Chromatography (GC). Hasil penelitian ini diperoleh bahwa penggunaan kotoran kambing dan kuda pada bioremediasi limbah minyak bumi (oil sludge) mampu menjadi agen bioremediasi yang baik, dengan presentase penurunan kadar TPH tertinggi dengan proporsi limbah dalam reaktor 4:1:0 dengan presentase penurunan 68,83%. Pada waktu 5 minggu penelitian, TPH oil sludge terus mengalami penurunan Waktu remediasi yang dibutuhkan untuk menurunkan 100% kadar TPH pada limbah oil sludge dengan kotoran hewan kambing dan kuda adalah lebih dari 5 minggu, karena pada batas penelitian selama 5 minggu kadar penurunan TPH adalah sebesar 68,83%.
Preparasi dan Karakterisasi Nanozeolit dari Zeolit Alam Gunungkidul dengan Metode Top-Down Setiawan, Yogo; Mahatmanti, F Widhi; Hanis, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i1.19074

Abstract

Zeolit merupakan material berpori yang berbentuk tetrahedral antara alumina dan silikat berhidrat. Zeolit dengan ukuran nanopartikel memiliki kemampuan yang lebih baik dan lebih efektif. Telah dilakukan penelitian pembuatan nanozeolit dari zeolit alam yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik hasil preparasi nanozeolit yang dipreparasi dari zeolit alam Gunungkidul. Zeolit yang digunakan diayak dengan ukuran 230 mesh dan diaktivasi dengan HCl 1M selama 4 jam dan dikalsinasi pada suhu 600oC selama 3 jam yang selanjutnya dilakukan milling selama 10 jam dengan metode Top-down. Hasil preparasi yang dikarakterisasi menggunakan PSA, XRD, SAA, dan SEM. Berdasarkan hasil analisis PSA diperoleh ukuran zeolit alam nanopartikel sebesar 188,3 nm. Hasil analisis XRD diperoleh jenis material ZA, ZAA, dan ZAN adalah mordenite, dan kristalinitas menurun seiring dengan proses aktivasi dan milling, sehingga pada ZAN dalam keadaan fase amorf. Ukuran kristal yang diperoleh berturut-turut yaitu 184, 165, dan 32 nm. Hasil analisis SAA pada ZA, ZAA dan ZAN dihasilkan luas permukaan sebesar 19,3290; 18,9070; dan 18,980 m2/g dan ukuran pori 126,434; 125,813; dan 132,878 Ã…. Hasil morfologi SEM nanozeolit berbentuk bulat-bulat kecil yang berukuran 63,7 nm. Zeolit alam nanopartikel dengan metode Top-down memiliki karakteristik yang signifikan terhadap ukuran partikel dan tidak signifikan terhadap luas paermukaan partikel dengan efisiensi lamanya waktu milling.
SINTESIS FOTOKATALIS Fe-N-TiO2 MENGGUNAKAN METODE SOL-GEL UNTUK DEKOMPOSISI AIR Sadewo, Ragil Pandu; Harjito, Harjito; Priatmoko, Sigit
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i1.19199

Abstract

Fotokatalis Fe-N-TiO2 telah digunakan dalam dekomposisi air untuk memproduksi hidrogen. Modifikasi templating agent dan dopan bertujuan untuk mengetahui kompisisi optimum dengan karakterisasi terbaik dan laju produksi terbanyak pada cahaya tampak. Fe-N-TiO2 disintesis menggunakan metode sol-gel dengan persen berat PEG dan N bervariasi. Variasi PEG adalah 2, 3, dan 4% sedangkan N adalah 20, 25, dan 30%w/w. Fotokatalis dikarakterisasi menggunakan DR-UV untuk mengetahui band gap, XRD untuk mengetahui kristalinitas, dan FTIR untuk mengetahui gugus fungsi. Gas hidrogen dari dekomposisi air dianalisis menggunakan GC-TCD. Fe-N-TiO2 dengan N 20%w/w dapat menurunkan band gap hingga 2,56 eV. Fotokatalis dengan PEG 4% mempercepat waktu gelasi menjadi 164,33 jam. Perhitungan fase anatas PEG adalah 86,86% sedangkan ukuran kristalitnya 44,26 nm. Fe-N-TiO2 yang disintesis memiliki serapan utama pada 520 cm-1 yang merupakan daerah Ti-O. Dari uji aktivitas, Fe-N-TiO2 dengan PEG 2% dan N 20%w/w memproduksi hidrogen sebesar 0,076 µmol/jam.
Sintesis dan Karakterisasi TiO2(nanorod)-SiO2 dan Aplikasinya Dalam Cat Akrilik Sulistyono, Ahmad; Wahyuni, Sri; Kasmui, Kasmui
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i1.19221

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis TiO2 nanorod termodifikasi silika (TiO2-SiO2) dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh suhu kalsinasi terhadap karakteristik komposit TiO2-SiO2 dan mengetahui pengaruh variasi massa komposit terhadap uji sudut kontak pada cat akrilik. Nanokomposit TiO2-SiO2 disintesis dengan menggunakan prekursor sol TiO2 dan sol SiO2. Sebelumnya sol TiO2 disintesis secara solvotermal dan SiO2 disintesis secara sol-gel. titanium (IV) isopropoksida digunakan sebagai prekursor TiO2 nanorod, dan tetraetilorthosilikat sebagai prekursor SiO2. Material nano diaplikasikan sebagai bahan tambahan dalam cat akrilik untuk memberikan sifat swa-bersih pada cat. Hasil sintesis TiO2-SiO2 dikarakterisasi dengan FTIR untuk mengetahui struktur ikatan, XRD untuk mengetahui ukuran dan struktur kristal, TEM untuk mengetahui morfologi, dan SAA untuk mengetahui luas permukaan dan ukuran pori. Hasil karakterisasi FTIR menunjukan adanya ikatan Si-O-Si, Si-OH, Si-O-Ti dan vibrasi ulur Ti-O pada bilangan gelombang 1095,57cm-1, 3425,58 cm-1, 948,98 cm-1, dan 678,94 cm-1. Hasil XRD menunjukkan bahwa sifat padatan adalah kristalin dengan fasa anatase. Hasil TEM menunjukkan bahwa struktur rods pada TiO2 sudah mulai terbentuk. Luas permukaan yang dihasilkan dari karakterisasi SAA secara berturut-turut pada suhu 250, 350, dan 450 oC yaitu 60,898; 40,548; dan 52,097 m2/g. Hasil pengukuran sudut kontak terbesar dan menunjukkan hasil paling baik pada komposit suhu kalsinasi 450oC dengan variasi massa 5% dari massa cat akrilik
Pemanfaatan Zeolit Alam Teraktivasi HNO3 sebagai Ion Logam Fe(III) dan Cr(VI) Renni, Chayun Pida; Mahatmanti, F Widhi; Widiarti, Nuni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i1.19627

Abstract

Penelitian ini terkait dengan pemanfaatan zeolit alam teraktivasi HNO3 sebagai adsorben ion logam Fe(III) dan Cr(VI). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana karakteristik zeolit alam sebelum dan sesudah dilakukan aktivasi, pengaruh variasi pH, waktu kontak dan konsentrasi ion logam dan kapasitas adsorpsi zeolit alam dan zeolit teraktivasi dalam menyerap ion logam Fe(III) dan Cr(VI). Pengaktivasian zeolit alam dilakukan dengan HNO3 1M serta dikalsinasi pada suhu 400ËšC. Karakteristik zeolit alam sebelum dan sesudah aktivasi dapat dilihat melalui data XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kristalinitas zeolit teraktivasi lebih tinggi dibandingkan dengan zeolit alam. Kondisi optimum ion logam Fe(III) pada zeolit alam diperoleh pada pH 8, waktu kontak 120 menit dan konsentrasi 200 ppm sedangkan pada zeolit teraktivasi diperoleh pada pH 2, waktu kontak 150 menit dan konsentrasi 125 ppm. Kondisi optimum ion logam Cr(VI) pada zeolit alam diperoleh pada pH 8, waktu kontak 180 menit dan konsentrasi 100 ppm sedangkan pada zeolit teraktivasi diperoleh pada pH 4, waktu kontak 120 menit dan konsentrasi 150 ppm. Adsorpsi zeolit alam pada ion logam Fe(III) mengikuti pola isoterm Freundlich dengan nilai n sebesar 0,09 sedangkan pada ion logam Cr(VI) mengikuti pola isoterm Langmuir dengan kapasitas maksimum (Qm) sebesar 1,48 mg/g. Adsorpsi zeolit teraktivasi pada ion logam Fe(III) mengikuti pola isoterm Langmuir dengan kapasitas maksimum (Qm) sebesar 1,18 mg/g sedangkan pada ion logam Cr(VI) mengikuti pola isoterm Freundlich dengan nilai n sebesar 0,17.
Konversi Gliserol menjadi Polihidroksibutirat dengan Menggunakan Bakteri Eschericia coli Rahayu, Endah Fitriani; Trisunaryanti, Wega; Wijaya, Karna
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.19668

Abstract

Conversion of glycerol into polyhydroxybutyrate (PHB) using Eschericia coli bacteria had beed evaluated. The bacteria was cultured in lactose medium, consist of 1% of lactose, peptone, and NaCl, then incubated at 37oC for 24 h. The bacteria culture was then added into the 10 g/L, 20 g/L, 30 g/L, 40 g/L, and 50 g/L glycerol media and then fermented for 24, 48, 72, and 6 h, then followed by centrifugated and solid phase was dried and weighed as a biomass. The filtrate was analyzed to determine the remaining glycerol. PHB was extracted from the biomass using chloroform, and then analyzed by FT-IR, H-NMR, C-NMR and viscometer. Monomer unit of the polymer was produced by esterification of the polymer then analyzed by GC. Analysis generates that FT-IR, H-NMR, C-NMR, and GC shows the PHB can be synthesize from glycerol using Eschericia coli. PHB production is increasing if the time fermentation and initial glycerol concentration has been risen, with the maximum PHB produced is 92,73%. Molecular weight of PHB has maximum value if produced at initial glycerol concentration 40 g/L for 96 h. in the initial glycerol concentration 50 g/L, the molecular weight of PHB was reduced.
PENGARUH KONSENTRASI SO42- DAN pH TERHADAP DEGRADASI CONGO RED MENGGUNAKAN FOTOKATALIS N-TiO2 UTOMO, WIDYO; Sumarni, Woro; Priatmoko, Sigit
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i1.19890

Abstract

Congo Red merupakan salah satu zat warna yang terdapat pada limbah industri tekstil. Metode untuk menurunkan kadar Congo Red pada limbah cair adalah dengan metode fotodegradasi menggunakan fotokatalis TiO2. TiO2 memiliki energi gap yang besar, oleh karena hal tersebut TiO2 dimodifikasi dengan cara mendoping Nitrogen ke dalamnya guna menurunkan energi gap tersebut. N-TiO2 dibuat dengan metode Sol-Gel dari prekursor TiIPP, kemudian ditambah Urea ke dalamnya sebagai dopan N. Karakteristik katalis dianalisis menggunakan X-ray difraction, FTIR, dan SEM-EDX. Efektivitas fotodegradasi dilihat dari konsentrasi Congo Red setelah didegradasi pada variasi waktu kontak, penambahan ion sulfat (SO42-) dan pH larutan Congo Red. N-TiO2 efektif digunakan untuk fotodegradasi Congo Red pada waktu kontak 45 menit. Kemampuan fotokatalis N-TiO2 dalam mendegradasi Congo Red juga dapat ditingkatkan dengan penembahan anion sulfat. Semakin bertambahnya konsentrasi sulfat hingga 5000 mg/L dapat meningkatkan persentase degradasi hingga 79.75%. Pada pH asam kinerja fotokatalis N-TiO2 untuk mendegradasi Congo Red meningkat. Pada pH 5 dapat meningkatkan persentase deegradasi hingga 73.85%.
IMMOBILISASI Fe3+ DAN Cr6+ PADA GEOPOLIMER BERBASIS ABU LAYANG-ABU SEKAM PADI Persada, Mega Bunga; Kusumastuti, Ella; Mahatmanti, F.Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i1.19995

Abstract

Immobilization of Fe3+ and Cr6+ by using geopolymer based on fly ash (FA) and rice husk ash (RHA) and the effect on quality of geopolymer qualitatively have been investigated. Type C fly ash from Karang Kandri power plant in Cilacap and rice husk ash from burning briks in Klaten Central Java was used as the raw material. Rice husk ash was added from 0-7.5 g to produce geopolymer with optimum compressive strength, which composition used for geopolymer synthesis with addition of Fe3+ and Cr6+ metal ions. Fe3+ and Cr6+ metal ions were added into geopolymer paste at the level of 20-100 mmol. The result showed that the addition of 3 g rice husk ash produce geopolymer with optimum compressive strength to 35.43 MPa. The addition of 60 mmol of Fe3+ and Cr6+ metal ions improve the compressive strength to 37.22 MPa and 36.4 MPa. Further addition of metal ions reduce these value and the lowest compressive strength was observed on the additon of 100 mmol of Fe3+ and Cr6+ namely 20.36 MPa and 20.74 MPa. Leaching test was conducted by using AAS, leaching tests show that geopolymers can immobilize Fe3+ metal ions more effectively when compared to Cr6+ metal ions which is distributed throughout the geopolymer and is not chemically bound making it easier to leach out.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI ZEOLIT DARI ABU SEKAM PADI MENGGUNAKAN METODE HIDROTERMAL Deviani, Siska Shelvia; Mahatmanti, F. Widhi; Widiarti, Nuni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i1.20437

Abstract

Sekam padi merupakan salah satu produk samping dari proses penggilingan padi, yang dapat digunakan sebagai material awal sintesis zeolit karena kandungan utamanya adalah silika. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan mengkarakterisasi zeolit berbahan dasar abu sekam padi. Sintesis diawali dengan pencucian abu sekam padi dalam larutan HCl 2 M dengan perbandingan rasio berat per volume = 1:5 selama 1 jam. Proses ekstraksi silika dilakukan dengan melarutkan abu sekam padi yang telah dicuci HCl dengan menambahkan larutan NaOH 7 M dengan perbandingan 1:2 (b/v) pada suhu 80ºC dan diaduk selama 5 jam. Sintesis zeolit dilakukan dengan menggunakan metode hidrotermal pada temperatur 160ºC selama 7 jam. Silika hasil ekstraksi dan zeolit sintetis dikarakterisasi menggunakan instrument FT-IR untuk mengetahui gugus fungsi dan XRD untuk mengetahui tingkat kristalinitas silika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit dengan metode hidrotermal dapat menghasilkan zeolit yang mempunyai struktur mirip zeolit Y, terdiri dari campuran kristal faujasite, kabasite, dan cancrinite.
Modifikasi Zeolit A dengan Surfaktan HDTMA dan Aplikasinya sebagai Adsorben Ion Nitrat Darojah, Lia Inarotut; Jumaeri, Jumaeri; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i1.20750

Abstract

Modifikasi zeolit A dengan surfaktan HDTMA (hexa decil trimetil ammonium) dan aplikasinya sebagai adsorben ion nitrat telah dipelajari. Zeolit A yang disintesis dari kaolin alam Bangka Belitung dimodifikasi dengan surfaktan HDTMA 0,1 M menjadi zeolit A termodifikasi surfaktan (ZAMS). ZAMS hasil modifikasi dikarakterisasi dengan FT-IR, XRD, dan SAA. Zeolit A dengan dan tanpa modifikasi surfaktan HDTMA diaplikasikan sebagai adsorben ion nitrat dengan melibatkan variabel waktu kontak dan konsentrasi awal nitrat. Hasil FTIR ZAMS menunjukkan kemiripan dengan ZAMS standar, ditunjukkan dengan munculnya serapan pada bilangan gelombang 2921,01 cm-1, 2852,44 cm-1, dan 1482,02 cm-1. Hasil XRD ZAMS mirip dengan zeolit A tanpa modifikasi dengan derajat kristalinitas sebesar 98,55% dan memiliki luas permukaan sebesar 146,389 m2/g. Adsorpsi nitrat optimum oleh zeolit A terjadi pada waktu kontak 60 menit dan ZAMS 90 menit dengan kapasitas adsorpsi masing-masing sebesar 4,3048 mg/g dan 4,5593 mg/g sedangkan kondisi optmum adsorpsi ion nitrat pada variasi konsentrasi awal dicapai pada 75 ppm dengan kapasitas adsorpsi zeolit A yakni 6,6815 mg/g dan ZAMS 6,995 mg/g.