cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
Sintesis dan Karakterisasi Geopolimer dengan Penambahan Serat Eceng Gondok dan Serbuk Aluminium Hakim, Yanuar; Kusumastuti, Ella; Jumaeri, Jumaeri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.14418

Abstract

Sintesis dan karakterisasi geopolimer penambahan serat eceng gondok dan serbuk aluminium (Al) berbasis abu layang batubara telah dilakukan. Sintesis ini dilakukan dengan variasi penambahan serat eceng gondok dan serbuk Al. Serat eceng gondok dan serbuk Al yang digunakan bervariasi antara 0,5-3% (b/b) abu layang dan 0-0,5 g serbuk Al. Hasil penelitian menunjukan bahwa mol SiO2/Al2O3 optimum adalah 4,90 dengan penambahan serbuk Al sebesar 0,2 g dihasilkan kuat tekan 32,03 MPa, kuat tarik 22,91 MPa, densitas 15888,09 kg/m3 dan konduktivitas panas 0,1001 Watt/mËšK. Penambahan serat optimum pada 2,5% (b/b) abu layang dengan kuat tekan 27,57 MPa, kuat tarik 24,11 MPa, densitas 1590,26 kg/m3 dan konduktivitas panas 0,0999 Watt/mËšK. Analisa fasa mineral dengan XRD (X-Ray Diffraction) menunjukan bahwa kandungan mineral utama quartz. Analisis ikatan kimia dengan FT-IR (Fourier Transform Infrared) menunjukkan bahwa geopolimer terbentuk ditandai adanya pita vibrasi ulur asimetri Si-O-Si atau Si-O-Al pada 995,27 dan 1002,98 cm-1. Analisis morfologi partikel menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) menunjukkan bahwa geopolimer yang tebentuk didominasi oleh matriks geopolimer, pori dan serat. Kata kunci : Abu layang batubara, serbuk aluminium (Al), serat eceng gondok
Sintesis Ni-Tio2 Dan Nio-Tio2 Dan Aktivitasnya Dalam Degradasi Metilen Biru Priatmoko, Sigit; Subagja, Didi; Widiarti, Nuni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i1.14518

Abstract

Telah dilakukan sintesis Ni-TiO2 dan NiO-TiO2 dengan metode sol gel. Komposit Ni-TiO2 dan NiO-TiO2 disintesis dari prekursor Titanium Isopropoksida dan (Ni(NO3)2.6H2O. Proses kalsinasi dilakukan dengan variasi urutan proses oksidasi-reduksi dan temperatur kalsinasi. Proses oksidasi-reduksi menghasilkan material Ni-TiO2, proses reduksi-oksidasi menghasilkan material NiO-TiO2. Hasil analisis XRD menunjukan ukuran terkecil partikel Ni-TiO2 yaitu 7,44 nm dan NiO-TiO2 yaitu 8,53 nm. Penambahan dopan menyebabkan band gap TiO2 menjadi lebih kecil. Band gap terkecil akibat dopan Ni yaitu 2,68 eV sedangkan band gap terkecil akibat penambahan dopan NiO yaitu 2,81 eV. Hasil SEM-EDX menunjukan permukaan TiO2 terdopan Ni dan NiO lebih kecil dan halus dibandingkan TiO2 tanpa dopan. Material hasil sintesis kemudian digunakan untuk uji aktivitas fotokatalitik yaitu degradasi metilen biru. Degradasi metilen biru terbesar pada TiO2 terdopan Ni sebesar 76,93%, sedangkan degradasi metilen biru terbesar pada TiO2 terdopan NiO sebesar 80,63%.
Ekstraksi Selulosa dari Limbah Pengolahan Agar Menggunakan Larutan NaOH sebagai Prekursor Bioetanol Lestari, Melinda Dwi; Sudarmin, Sudarmin; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i3.14610

Abstract

Kebutuhan bahan bakar di Indonesia lebih tinggi daripada produksinya, sehingga dibutuhkan suatu energi alternatif terbarukan. Energi alternatif terbarukan ini dapat diperoleh dengan cara mengkonversi selulosa menjadi bioetanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi NaOH yang optimum saat ekstraksi selulosa dari limbah pengolahan agar yang dapat menghasilkan kadar selulosa tinggi. Penelitian ini dilakukan melalui tahap ekstraksi selulosa, hidrolisis kimiawi, serta fermentasi. Limbah pengolahan agar di ekstraksi selulosanya dengan konsentrasi NaOH (15; 17,5; 20 %). Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar selulosa paling tinggi dari limbah pengolahan agar sebesar 17,62% diperoleh pada kondisi optimum dengan menggunakan konsentrasi NaOH 20%. Kadar glukosa prekursor bioetanol yang diperoleh dari hidrolisis kimiawi sebesar 980 ppm. Hasil analisis distilat dengan etanol standar menggunakan reaksi kalium dikromat, FT-IR, dan GC dperoleh bahwa distilat mengandung senyawa etanol dengan rendemen sebesar 22,2%.
Test Strip Pengukur pH dari Bahan Alam yang Diimmobilisasi dalam Kertas Selulosa Wasito, Hendri; Karyati, Eva; Vikarosa, Charlina Detty; Hafizah, Ilmi Nur; Utami, Hamidah Raisa; Khairun, Medi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.15116

Abstract

Pengukuran nilai pH sebagai indikator asam-basa produk obat, kosmetik dan makanan memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Alat ukur pH yang ada saat ini harganya masih relatif mahal dan masih menggunakan indikator yang kurang ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian adalah mengembangkan suatu alat ukur pH berupa tes strip dari ekstrak bahan alam yang sederhana, murah, akurat dan ramah lingkungan serta menguji alat ukur yang dikembangkan. Penelitian dilakukan dengan membuat ekstrak beberapa bahan alam dan diuji pada larutan pH 0 hingga 14. Optimasi dan imobilisasi ekstrak dilakukan dalam kertas selulosa kemudian dibuat dalam bentuk test strip. Uji performa alat ukur yang dilakukan meliputi uji waktu respon, spesifitas, reprodusibilitas, stabilitas dan uji biodegradable. Hasil yang diperoleh berupa 5 dari 20 ekstrak yang diuji yaitu ektrak rimpang kunyit, kol ungu, bunga kecombrang, mawar merah, dan rosella berpotensi dikembangkan sebagai indikator alami. Waktu uji respon tes strip kurang dari 15 detik dengan spesifisitas, reprodusibilitas, dan stabilitas yang baik serta dapat terurai alami dalam waktu dua hari. Kesimpulan penelitian yaitu alat ukur pH berbentuk test strip dari bahan alam telah berhasil dikembangkan dan diaplikasikan untuk mengukur berbagai sampel produk sehari-hari dengan hasil uji yang baik dan sebanding dengan alat ukur pH meter lainnya.
Optimasi Preparasi Prekursor Bioetanol Limbah Mahkota Nanas Menggunakan Enzim Selulase Jamur Tiram Nufus, Khayatun; Mursiti, Sri; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.15141

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio enzim substrat dan waktu hidrolisis selulosa limbah mahkota nanas dalam menghasilkan kadar glukosa yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan kadar glukosa tertinggi yang diperoleh adalah 838 ppm yang dilakukan pada rasio enzim substrat (1 : 2 (v/v)) dengan waktu hidrolisis 8 jam. Aktivitas enzim selulase yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 0,00181 U/mL. Data hasil glukosa yang diperoleh dianalisis menggunakan Anava dua jalur dengan replikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio enzim substrat, waktu hidrolisis dan interaksi rasio enzim substrat dengan waktu hidrolisis berpengaruh secara signifikan terhadap kadar glukosa yang diperoleh. Prekursor bioetanol dengan kadar glukosa tertinggi dilakukan pengujian apakah prekursor tersebut dapat menghasilkan etanol atau tidak. Berdarakan hasil analisis kualitatif dengan K2Cr2O7 dan secara kuantitatif menggunakan HPLC prekursor bioetanol dengan kandungan glukosa tertinggi dapat menghasilkan etanol. Kata Kunci : hidrolisis, rasio enzim substrat dan waktu hidrolisis.
Uji Aktivitas Patchouli dan 1,8-Sineol sebagai Antifungi Trichophyton rubrum Romawati, Carolina; Cahyono, Edy; Wijayati, Nanik
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.15680

Abstract

Patchouli alkohol merupakan senyawa yang diisolasi dari minyak nilam dan mempunyai aktivitas biologi sebagai antifungi. Sedangkan 1,8-sineol merupakan senyawa yang diisolasi dari minyak kayu putih dan juga memiliki aktivitas sebagai antifungi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kadar patchouli alkohol dan 1,8-sineol dari destilasi fraksinasi pada minyak nilam dan minyak kayu putih serta mengetahui aktivitasnya sebagai antifungi Trichophyton rubrum. Identifikasi komponen dan kadar senyawa aktif pada minyak nilam dan minyak kayu putih dilakukan dengan menggunakan GC-MS. Kadar patchouli alkohol dan 1,8-sineol hasil isolasi dianalisis menggunakan GC. Kadar patchouli alkohol dan 1,8-sineol hasil isolasi sebesar 34,96% dan 88,79%, hasil isolasi dianalisis menggunakan FT-IR untuk mengetahui gugus fungsi. Uji aktivitas antifungi dilakukan dengan metode difusi perforasi, hasil daya hambat terbesar diameter 15,00 mm pada waktu 24 jam dan diameter 16,50 mm pada waktu 48 jam pada campuran senyawa 1,8-sineol dan patchouli alkohol dengan perbandingan 2:1.
Aktivitas Katalitik P2O5-Zeolit Alam pada Reaksi Hidrasi Terpentin menjadi α-Terpineol Hidayah, Nur; Wijayati, Nanik; Mursiti, Sri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.15691

Abstract

Kandungan α-pinena tinggi yang diturunkan menjadi α-terpineol dapat meningkatkan nilai jual terpentin. Pembentukan α-terpineol melalui reaksi hidrasi terpentin terjadi dengan bantuan katalis. Katalis berasal dari perpaduan katalis homogen dan heterogen yaitu asam fosfat dan zeolit alam teraktivasi (P2O5-zeolit alam). Karakterisasi katalis P2O5-zeolit alam meliputi uji kristalinitas dengan XRD, analisis gugus fungsi dengan FT-IR serta uji keasaman dengan metode gravimetri. Reaksi hidrasi dilakukan dalam reaktor batch dengan variasi waktu (120, 240, 360, 480 menit) dan jenis katalis (H3PO4, H-zeolit alam, P2O5-zeolit alam). Modifikasi katalis dengan mengembankan P2O5 tidak merubah struktur kristal H-zeolit alam. Hasil reaksi hidrasi dianalisis menggunakan FT-IR, GC dan GC-MS. Kondisi optimum reaksi hidrasi pada penggunaan katalis H3PO4 10% dan P2O5-zeolit alam 40% dengan waktu reaksi 480 menit menghasilkan kadar selektivitas α-terpineol sebesar 61,81% dan 5,25%. Katalis H3PO4 lebih efektif digunakan pada reaksi hidrasi terpentin dibandingkan katalis P2O5-zeolit alam berdasarkan aktivitas katalitiknya. Kata Kunci: Minyak terpentin, reaksi hidrasi, H3PO4, P2O5-zeolit alam.
Identifikasi Senyawa Aktif dan Uji Antibakteri Hand Sanitizer Spray Daun Jambu Mete Prasetyaningtyas, Renata Putri; Supartono, Supartono; Harjono, Harjono
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i3.15897

Abstract

Daun jambu mete diketahui secara luas sebagai agen antibakteri. Ekstrak daun jambu mete (Anacardium occidentale Linn.) dapat menghambat bakteri Gram positif (Bacillus subtilis) dan Gram negatif (Escherichia coli). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak dan jenis pelarut pengekstrak terhadap aktivitas antibakteri dalam aplikasinya sebagai liquid hand sanitizer. Karakterisasi ekstrak dilakukan menggunakan UV-Vis, FT-IR, dan HPLC. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etil asetat dan etanol dapat menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis sebesar 18 mm dan Escherichia coli sebesar 11 dan 12 mm. Liquid hand sanitizer ekstrak etil asetat daun jambu mete konsentrasi 1, 2, dan 3 % dapat menghambat pertumbuhan Bacillus subtilis sebesar 8,2; 8,6; dan 10 mm serta Escherichia coli sebesar 8,4 dan 9 mm pada konsentrasi 2 dan 3 %, sedangkan ekstrak etanol hanya dapat menghambat Bacillus subtilis pada konsentrasi 3 %. Spektra UV-Vis menunjukkan serapan maksimum pada 298 nm, sementara analisis spektrum FT-IR menunjukkan adanya gugus hidroksil O-H, N-H amina sekunder, O-H fenol, C-H cincin sikloheksana, dan C-H, serta kromatogram HPLC yang diduga menunjukkan adanya senyawa flavonol yaitu kuersetin. Kata kunci : Daun jambu mete, Antibakteri, Hand Sanitizer
OPTIMASI PENGUKURAN SPEKTRUM VIBRASI SAMPEL PROTEIN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER FOURIER TRANSFORM INFRA RED (FTIR) sulistyani, martin
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i2.16144

Abstract

ABSTRAK Pengujian analisis protein dapat dilakukan dengan teknik spektroskopi. Dalam penelitian ini dilakukan optimasi pengukuran spektrum vibrasi sampel protein menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infra Red mode transmisi FTIR dengan melakukan variasi komposisi pada pembuatan pellet sampel-KBr, variasi ketebalan, dan waktu penekanan. Hasil pembacaan spektrum vibrasi sampel protein mode transmisi FTIR digunakan untuk menentukan puncak protein dan gugus fungsi senyawa. Berdasarkan hasil penelitian dapat diperoleh simpulan bahwa perbandingan komposisi pellet sampel protein-KBr optimal pada perbandingan 2:10 dengan nilai persen transmitansi pada jenis senyawa amida A: 9,94, amida B: 14,25, amida I: 12,20, amida II: 9,0, dan amida III: 15,48, ketebalan pellet sampel protein-KBr yang optimal 2 mm dengan nilai persen transmitansi pada jenis senyawa amida A: 21,26, amida B: 28,65, amida I: 24,26, amida II: 21,45, dan amida III: 29,80 dan waktu pengepresan yang optimal adalah 4 menit dengan nilai persen transmitansi pada jenis senyawa amida A: 15,98, amida B: 21,73, amida I: 19,69, amida II: 17,62, amida III: 24,06. Kata kunci: Pengukuran, spektrum vibrasi, protein, spektrofotometer FT-IR ABSTRACT Testing of protein analysis can be done by spectroscopic technique. In this research, optimization of vibration spectrum measurement of protein samples using Fourier Transform Infra Red spectroscopy of FTIR transmission mode by composition variation on KBr-pellet manufacture, thickness variation, and time of emphasis. The vibration spectrum readings of the FTIR transmission mode protein sample are used to determine the peak protein and the functional group of the compound. Based on the result of the research, it can be concluded that the composition of pellet composition of KBr-protein sample is optimal at 2:10 ratio with percent value of transmittance on the type of amide compound A: 9,94, amide B: 14,25, amide I: 12,20, amide II : 9,0, and amide III: 15,48, thickness of pellet of KBr-protein sample which is optimum 2 mm with value of transmittance percent on type of amide compound A: 21,26, amide B: 28,65, amide I: 24,26 , Amide II: 21.45, and amide III: 29.80 and the optimum pressing time is 4 minutes with a percent value of transmittance on the type of amide compound A: 15.98, amide B: 21.73, amide I: 19.69 , Amide II: 17,62, amide III: 24.06. Keyword: Measurement, vibration spectrum, protein, FT-IR spectrophotometer
UJI KALIBRASI (KETIDAKPASTIAN PENGUKURAN) NERACA ANALITIK DI LABORATORIUM BIOLOGI FMIPA UNNES Tirtasari, Ni Luh
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 6 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v6i2.16166

Abstract

Salah satu instrumen di laboratorium Biologi FMIPA UNNES adalah neraca analitik digital yang telah dipakai untuk menimbang dalam pembuatan larutan atau sampel, akan tetapi hampir tidak pernah dilakukan pengujian kalibrasi dan verifikasi kinerja secara berkala, sehingga akurasinya perlu dipertanyakan. Oleh karena itu dalam penelitian ini telah dicoba dilakukan uji kalibrasi dan pengukuran ketidakpastian pengukuran dari neraca analitik digital yang ada di laboratorium biologi FMIPA UNNES. Uji kalibrasi meliputi kemampuan baca timbangan, daya ulang pembacaan timbangan, penyimpangan dari nilai skala nominal, serta diuji pengaruh posisi pembebanan dan pengaruh histerisis dari timbangan. Dari hasil kalibrasi diperoleh bahwa timbangan KERN ABJ milik sub unit laboratorium mikrobiologi sebaiknya digunakan untuk menimbang beban minimum 0,00310 g, dan sebaiknya menghindari penimbangan pada posisi beban sebelah kanan dari pan serta timbangan memiliki ketidakpastian pengukuran sebesar ± 0,00414 g. Timbangan OHAUS pioneer milik sub unit laboratorium biologi molekuler dalam kondisi kurang baik digunakan serta memiliki ketidakpastian pengukuran sebesar ± 0,12622 g yang terlalu besar. Direkomendasikan timbangan ini untuk diservice dan dilakukan kalibrasi ulang guna menghasilkan hasil pengukuran yang akurat dan tepat.