cover
Contact Name
samuel budi wardhana kusuma
Contact Email
samuelbudiunnes@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agungchem@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Science
ISSN : 22526951     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 830 Documents
Preparasi Komposit Kitosan-Bentonit sebagai Adsorben Zat Warna Methyl Orange Rusadi, Eka; Mahatmantie, F Widhi; Sulistyaningsih, Triastuti
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i3.21105

Abstract

Pewarna methyl orange merupakan pewarna yang berpotensi karsinogenik dan beracun, sehingga menjadi masalah utama bagi lingkungan. Salah satu metode adalah adsorpsi sering digunakan untuk menghilangkan pewarna dalam air limbah. Bentonit (BT) memilki daya adsorpsi yang rendah terhadap polutan organik. Kitosan (CS) sangat baik sebagai adsorben alami untuk ion logam dan zat warna, namun CS sulit digunakan sebagai adsorben karena mempunyai daya mengembang dan daya apung yang tinggi. Komposit CS-BT ini banyak dikembangkan sebagai adsorben zat warna. Penelitian yang dilakukan meliputi preparasi komposit CS-BT, karakterisasi komposit dengan X-Ray Diffraction (XRD) dan Fourier Transform Infra Red (FT-IR) dan uji adsorpsi yang meliputi optimasi waktu kontak dan konsentrasi awal adsorbat. Hasil Karakteristik komposit CS-BT menunjukkan basal spacing 4,46279 Ã…, tidak jauh berbeda dengan BT 4,42234 Ã…. Kemampuan CS, BT, dan komposit CS-BT sebagai adsorben methyl orange efektif masing-masing pada waktu kontak 120, 60, dan 60 menit. Konsentrasi optimum CS, BT, dan komposit CS-BT sebesar 462,36; 539,49; dan 539,49 mg/L, pada konsentrasi ini jumlah MO yang teradsorp oleh CS, BT, dan komposit CS-BT sebesar 17,81; 25,11; 23,10 mg/g.
Perbandingan Massa Ca(NO3)2 dengan SBA-15 terhadap Kebasaan Katalis Reaksi Gliserolisis Winning Kusuma, Alberto Krishna Ksatria; Harjito, Harjito; Jumaeri, Jumaeri
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i2.21466

Abstract

Katalis CaO-SBA-15 telah digunakan untuk mempercepat laju reaksi gliserolisis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan massa optimum antara Ca(NO3)2 dengan SBA-15 yang mampu mempercepat laju reaksi gliserolisis, mengetahui kebasaannya serta mencari alasan kegagalan reaksi. Sintesis SBA-15 dilakukan dengan metode ultrasonik dan dikarakterisasi dengan XRD dan SAA. Katalis disintesis dengan metode impregnasi dengan 0,05000; 0,02478; dan 0,01652 g.mL-1 larutan Ca(NO3)2. Karakter katalis didapatkan dengan XRD, XRF dan SAA. Kebasaan katalis didapatkan dengan metode titrasi dan gravimetri. Uji aktivitas dilakukan sebagai konfirmasi. Karakter difraktogram XRD dan isoterm SBA-15 hasil sintesis sudah sesuai dengan penelitian terdahulu. Struktur SBA-15 tidak berubah saat impregnasi dan aktivasi. Uji aktivitas belum berhasil sebab dihasilkan bukan senyawa target dan pelarut ikut bereaksi, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang uji aktivitasnya. Analisis kebasaan dapat disimpulkan bahwa katalis dengan konsentrasi larutan pengimpreg 0,05000 g.mL-1 dinyatakan optimum apabila ditinjau dari pendekatan gliserolisis merupakan reaksi alkoholis.
Rekayasa Nilai Celah Pita Boron Nitride Nanotube melalui Enkapsulasi Logam Ni dan Co Khotto, Yuniar Firgin Nakiyatul; Kasmui, Kasmui
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i2.21860

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh enkapsulasi logam Ni maupun logam Co terhadap celah pita dan kestabilan struktur BNNT. Penelitian ini dilakukan dengan metode DFT menggunakan software Gaussian 09W dan Gaussview 5.0.8 dan hasilnya dianalisis menggunakan software Gaussum 3.0 Penelitian ini dilakukan menggunakan BNNT4,4 dan BNNT5,0 dengan basis set 631G. Perhitungan menunjukkan celah pita dari BNNT4,4,BNNT4,4-Co dan BNNT4,4-Ni serta BNNT5,0 ,BNNT5,0-Ni dan BNNT5,0-Co mengalami penurunan nilai celah pita dengan nilai 5,31 eV; 1,445 eV dan 1,74 eV serta 3,39 eV; 1,70 eV dan 1,475 eV. Hal ini dikarenakan resitivitas listrik dari logam Co lebih kecil daripada logam Ni, semakin kecil resitivitas listrik dari logam yang dienkapsulasi maka semakin besar pula penurunan nilai celah pita yang didapatkan. Nilai resitivitas listrik dari logam Co dan Ni adalah 62,4 nΩm dan 69,3 nΩm. Dari Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa enkapsulasi Co dan Ni pada BNNT4,4 dan BNNT5,0 dapat menurunkan nilai celah pita dari BNNT4,4 murni.
Adsorpsi Tanah terhadap Ion Logam Ni(II) dan Zn(II) serta Remediasinya dengan Metode Pencucian Pujiati, Sri Ayu; Susatyo, Eko Budi; Widiarti, Nuni; Sukarjo, Sukarjo
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i2.21967

Abstract

Studi awal tentang karakteristik pada tiga jenis tanah dari Magelang, Pati, dan Demak telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas adsorpsi maksimum tanah terhadap ion logam Ni(II) dan Zn(II) serta mengetahui pengaruh pH dan volume air terhadap efektivitas pencucian dalam menurunkan kadar ion logam Ni(II) dan Zn(II). Penelitian ini dilakukan pada 3 jenis tanah dengan tekstur yang berbeda yaitu Andisol (Magelang), Inceptisol (Pati), dan Grumosol (Demak). Kapasitas adsorpsi maksimum tanah ditentukan berdasarkan bentuk linier dari persamaan Langmuir dengan koefisien korelasi antara 0,92 sampai 0,97. Kapasitas adsorpsi tanah terhadap ion logam Ni(II) dan Zn(II) meningkat seiring dengan meningkatnya fraksi liat tanah. Setelah proses adsorpsi, selanjutnya tanah diremediasi dengan metode pencucian secara penggenangan (batch) dan perkolasi. Sampel tanah yang digunakan dalam percobaan ini adalah tanah Grumosol. Metode pencucian secara penggenangan dilakukan dengan cara menggenangi 5 gram tanah dengan air tadah hujan pada pH asam, netral, dan basa. Sedangkan metode pencucian secara perkolasi dilakukan dengan cara mengaliri 5 gram tanah dengan air tadah hujan pada volume 50, 100, dan 150 mL. Pada pencucian dengan metode penggenangan, pH tidak berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas pencucian. Sedangkan pada metode perkolasi, efektivitas pencucian meningkat seiring dengan meningkatnya volume air pencuci.
Pengaruh pH terhadap Adsorpsi Ion Cu2+ oleh Polifenol Kluwak (Pangium edule R.) dengan Pembentukan Kompleks Sari, Nur Vita; Susatyo, Eko Budi; Mahatmanti, Fransisca Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i3.21969

Abstract

Ion Cu2+ di perairan merupakan jenis limbah B3 (Bahan Beracun dan Berbahaya). Salah satu upaya mengurangi limbah B3 dengan adsorpsi. Adsorpsi ion Cu2+ oleh ligan senyawa polifenol dari ekstrak kluwak (Pangium edule R.) kemungkinan dapat membentuk interaksi senyawa kompleks. Interaksi tersebut terjadi antara senyawa polifenol terhadap ion Cu2+ yang teradsorpsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi adsorpsi ion Cu2+ oleh senyawa polifenol. Senyawa polifenol yang didapat direaksikan dengan ion Cu2+ serta memvariasi pH. Interaksi antara ion Cu2+ dengan senyawa polifenol diuji menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan menganalisis perbandingan massa. Hasil penelitian menunjukkan adsorpsi optimum ion Cu2+ terjadi dua prediksi interaksi kimia yakni reaksi penukaran ion pada perbandingan massa 1:1 dan reaksi pembentukan senyawa kompleks pada perbandingan massa 1:2. Adanya variasi pH mempengaruhi interaksi yang terjadi antara ion Cu2+ dan senyawa polifenol. Pembentukan interaksi senyawa kompleks antara ion Cu2+ dengan senyawa polifenol yang terbentuk pada pH optimum terjadi pada perbandingan massa Cu:ligan (1:2) dengan bentuk geometri tetrahedral.
Pembuatan Karbon Aktif Ampas Tahu dan Aplikasinya sebagai Adsorben Zat Warna Crystal Violet dan Congo Red Zulichatun, Siti -; Jumaeri, Jumaeri; Kusumastuti, Ella
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i3.21970

Abstract

Crystal Violet (CV) dan Congo Red (CR) masing-masing merupakan zat warna kationik dan anionik. Kedua zat warna tersebut banyak terdapat pada limbah industri tekstil, bersifat karsinogenik dan non biodegradable dengan toksisitas tinggi. Salah satu metode untuk menurunkan konsentrasi CV dan CR adalah melalui proses adsorpsi menggunakan karbon aktif ampas tahu (KAAT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik KAAT dan kemampuannya dalam mengadsorpsi zat warna pada berbagai variasi waktu kontak, pH dan konsentrasi awal larutan. Preparasi KAAT dilakukan melalui proses karbonisasi ampas tahu dan proses aktivasi dengan merendam KAAT dalam larutan H3PO4 3 M. Hasil penelitian karakteristik KAAT dilihat dari beberapa parameter uji, antara lain kadar air, kadar abu, kadar zat menguap dan kadar karbon yang dihasilkan, telah memenuhi syarat SNI 06-3730-1995 tentang standar kualitas arang aktif sebagai adsorben. Namun, daya serap iod yang dihasilkan belum memenuhi syarat SNI 06-3730-1995 yaitu minimal 750 mg/g. Hasil uji SAA menggunakan metode BET menunjukkan luas permukaan KAAT sebesar 49,075 m2/g. Hasil analisis FTIR menunjukkan adanya gugus O-H, C-H deformation, C=O. Selain itu, muncul pita serapan baru pada bilangan gelombang 1272 cm-1, 1159 cm-1 dan 1319 cm-1 menunjukkan masing-masing untuk vibrasi regangan C-O dalam P-O-C dan P=O. Adsorpsi CV terjadi pada waktu optimal 75 menit, pH 5 dan Co= 8 mg/L sebesar 98,41%. Adsorpsi CR terjadi pada waktu optimal 60 menit, pH 5 dan Co=25 mg/L sebesar 71,97%.
Adsorpsi Logam Cr(VI) Dan Cu(II) Pada Tanah Dan Pengaruh Penambahan Pupuk Organik Wijayanti, Aris; Susatyo, Eko Budi; Sukarjo, Sukarjo; Kurniawan, Cepi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i3.22011

Abstract

Penyerapan ion logam Cu(II) dan Cr(VI) pada 3 jenis tanah yang berbeda yaitu jenis tanah Andisol yang berasal dari Magelang, tanah Inseptisol berasal dari Pati, dan jenis Tanah Grumosol berasal dari Demak. 2 gram masing-masing sampel tanah ditambah dengan aquades, CaCl2 0,01 M dan larutan logam Cu(II) dan Cr(VI) dari konsentrasi 20 ppm hingga 200 ppm. Isoterm Langmuir dan isoterm Freundlich digunakan untuk menganalisis model isoterm adsorpsi yang sesuai. Data adsorpsi ion logam Cu(II) dan Cr(VI) pada ketiga jenis tanah lebih sesuai dengan model isoterm Freundlich dibandingkan dengan isoterm Langmuir. Dari ketiga jenis tanah tersebut persamaaan Freundlich lebih sesuai untuk menggambarkan proses adsorpsinya, baik pada ion logam Cu(II) maupun Cr(VI). Persamaan isoterm Freundlich yang dihasilkan dapat digunakan untuk menghitung kapasitas adsorpsi. Kapasitas adsorpsi tanah untuk ion logam Cu(II) dan Cr(VI) meningkat seiring dengan meningkatnya pH, kapasitas tukar kation dan jumlah fraksi liat dalam tanah. Kapasitas adsorpsi ion logam Cu(II) dan Cr(VI) tertinggi yaitu pada jenis tanah Grumosol kemudian Inseptisol dan terendah pada jenis tanah Andisol. Adsorpsi ion logam Cu(II) dan Cr(VI) pada tanah Andisol yang telah ditambahkan pupuk organik lebih mengikuti model persamaan Langmuir. Penambahan pupuk kandang dapat mempengaruhi kapasitas adsorpsi, dengan penambahan pupuk kandang kapasitas adsorpsi ion logam Cu(II) dan Cr(VI) pada tanah Andisol meningkat.
Sintsis Kitosan dari Cangkang Rajungan Terkomposit Lilin Lebah dan Aplikasinya sebagai Edible Coating pada Buah Stroberi Nurmala, Novera Ayang; Susatyo, Eko Budi; Mahatmanti, Fransisca Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i3.22064

Abstract

Stroberi merupakan produk holtikultura yang mudah mengalami kerusakan buah akibat kontaminasi mikroorganisme, respirasi dan transpirasi selama penyimpanan. Upaya dalam memperpanjang umur simpan stroberi salah satunya dengan teknik edible coating. Kitosan merupakan barrier yang baik terhadap O2 dan CO2, sedangkan lilin lebah merupakan komponen lipid bersifat hidrofobik yang mampu memberikan kontribusi dalam menahan uap air. Penggunaan kitosan dan lilin lebah sebagai bahan edible coating pada stroberi telah diuji efektivitasnya. Kitosan disintesis dari cangkang rajungan melalui tahap demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi. Kitosan hasil sintesis dan lilin lebah digunakan sebagai bahan edible coating dengan variasi kitosan (2 dan 2,5% b/v) serta variasi lilin lebah (0; 4; 4,5% b/v). Kitosan hasil sintesis mempunyai kadar air 1,98%, kadar abu 2,06%, dan derajat deasetilasi 72,30%. Komposisi optimum kitosan dan lilin lebah sebagai edible coating dicapai pada variasi kitosan 2% dan lilin lebah 4% terhadap parameter mutu susut bobot, kadar air, dan uji TPC dengan nilai penurunan secara berturut turut 0,77 g 5,56%, dan 16,9 × 106 CFU/g. Parameter kadar vitamin C optimum pada sampel K1B0 (kitosan 2% dan lilin lebah 0%) dengan penurunan kadar vitamin terkecil sebesar 5,28%. Stroberi hasil coating dapat bertahan 2 hari lebih lama dibandingkan dengan stroberi tanpa coating
Perbedaan Aktivitas Katalitik S-ZrO2, S-ZA, dan S-ZrO2/ZA dalam Reaksi Esterifikasi Minyak Jelantah Aisyah, Amma; Widiarti, Nuni; Mahatmanti, F Widhi
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i3.22066

Abstract

Zeolit dan zirkonia (ZrO2) merupakan salah satu kekayaan mineral yang dimiliki Indonesia. Zeolit dan zirkonia mempunyai banyak aplikasi salah satunya sebagai katalis. Pada penelitian ini dibuat katalis zirkonia tersulfatasi, zeolit tersulfatasi dan zeolit zirkonia tersulfatasi untuk proses esterifikasi minyak jelantah. Katalis tersebut diuji perbedaan aktivitas katalitiknya pada reaksi esterifikasi minyak jelantah. Karaterisasi yang dilakukan pada katalis meliputi analisis kristalinitas dengan XRD, gugus fungsi dengan FTIR, luas permukaan dengan BET dan keasaman dengan gravimetri. Hasil penelitian menunjukan katalis zeolit tersulfatasi memiliki luas permukaan yaitu 90,870 m2/g, katalis zeolit zikronia tersulfatasi 64,429 m2/g dan zirkonia tersulfatasi 28,197 m2/g. Uji keasaman katalis diperoleh zeolit zirkonia tersulfatasi memiliki kesaman sebesar 4,0298; zirkonia tersulfatasi 3,8772; dan zeolit tersulfatasi 3,6895. Uji aktivitas katalitik dilakukan pada reaksi esterifikasi minyak jelantah dengan metanol. Reaksi ini dilakukan pada suhu 65oC selama 120 menit dengan konsentrasi katalis sebesar 2% (b/v) dan rasio minyak terhadap methanol yaitu 1:6. Hasil uji katalitik diperoleh persen relatif esterifikasi dengan zirkonia tersulfatasi sebesar 27,27%; zeolit tersulfatasi sebesar 27,54% dan zeolit zirkonia tersulfatasi sebesar 30,99%. Hasil analisis luas permukaan, keasaman katalis dan uji katalitik katalis diperoleh katalis zeolit zirkonia tersulfatasi memiliki aktivitas yang lebih baik dibandingkan katalis lainnya.
Modifikasi Katalis BaO/Zeolit Y pada Reaksi Transesterifikasi Minyak Biji Jarak (Jatropha Curcas L.) menjadi Biodiesel Anwaristiawan, Duwanda; Harjito, Harjito; Widiarti, Nuni
Indonesian Journal of Chemical Science Vol 7 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijcs.v7i3.22454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik katalis berdasarkan analisis gugus fungsi, kristalinitas, luas permukaan, serta aktifitas katalitik katalis BaO/Zeolit Y pada reaksi transesterifikasi minyak jarak menjadi biodiesel. Preparasi katalis dilakukan dengan metode impregnasi. Reaksi transesterifikasi dilakukan dengan menggunakan variasi waktu selama 30, 60, 90, dan 120 menit serta variasi jenis katalis BaO/Zeolit Y sebesar 1,2,4, dan 8%. Analisis kristalinitas pada 2ÆŸ= 6; 15,6 dan 23,5 menunjukkan terjadinya penurunan intensitas dengan semakin bertambahnya oksida logam. Analisis karakteristik gugus fungsi menunjukan komposisi katalis tidak mengalami perubahan, vibrasi renggangan asimetri Si-O, Al-O dan double ring masih dapat dilihat pada bilangan gelombang 1043, 803 dan 582 cm-1. Analisis karakteristik luas permukaan menunjukan penurunan setelah dilakukan pengembanaan. Aktifitas katalitik dari reaksi transesterifikasi berdasarkan rendemen biodiesel, diperoleh katalis optimum pada BaO/Zeolit Y 2%, Sedangkan waktu reaksi terbaik berlangsung selama 120 menit. Rendemen biodeiesel berdasarkan metil ester yang terbentuk diperoleh yield 94%.