cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Edu Geography
ISSN : 22526684     EISSN : 25490346     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Edu Geography [p-ISSN 2252-6684|e-ISSN 2549-0346|DOI 10.15294.edugeo] publishes original research and conceptual analysis of geography education. Edu Geography provides a forum for educators and scholars to present innovative teaching strategies and essential content for elementary and secondary geography, AP Human Geography, introductory college geography, and preservice methods courses. The journal invites scholarly work in the areas of how students learn and instructors teach by preserving and disseminating research. It is also a forum for discussion of state, national, and international trends in geography education. The journal seeks original manuscripts that contribute to the understanding of issues and topics associated with geography education.
Arjuna Subject : -
Articles 634 Documents
Upaya Kesiapsiagaan Ubaloka dalam Tanggap Darurat Bencana Hidayati, Ratna Agustina; Setyowati, Dewi Liesnoor
Edu Geography Vol 9 No 3 (2021): Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ubaloka is a unit of scout for reliefe and humanity. This study aims to determine the form of Ubaloka preparedness in providing and implementing emergency response activities. The data collection method of this research are interview, documentation, test, and questionairre. Data analysis of this research is simple (quantitative) statistical data analysis. The research show that: a) The level of Scout Rescue Unit is very good 93,5%. The level of knowledge of Scout Rescue Unit members in disaster emergency response preparedness is 76%, and 96% for the attitude preparedness, and supported preparedness is 100%. b) The readiness of Scout Rescue Unit efforts equip participant preparedness of the gladi tangguh has an index value 92,5% or very ready category. The following suggestion of Scout Rescue Unit is there should be optimize the members education and training activities that would impoves the quality of human resources. Should be improvement from the evaluation results of the gladi tangguh for better readiness. Ubaloka merupakan unit pramuka yang bergerak pada bidang pertolongan dan kemanusiaan, yang salah satunya adalah kegiatan tanggap bencana pada masa darurat bencana. Para anggota Ubaloka perlu memiliki kesiapsiagaan yang baik agar mampu melaksanakan tugas dengan benar dan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk kesiapsiagaan Ubaloka dalam membekali dan melaksanakan kegiatan tanggap darurat. Pengumpulan data dilaksanakan berdasarkan indikator-indikator kesiapsiagaan, dengan metode pengumpulan data berupa tes, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Tingkat kesiapsiagaan Ubaloka tergolong sangat baik 93,5%; b) Upaya Ubaloka dalam membekali kesiapsiagaan peserta gladi tangguh tergolong sangat siap 92,5%, Pengetahuan dasar anggota tentang tanggap darurat tergolong sangat tinggi dengan persentase 76,05%, Sikap anggota ubaloka terhadap kesiapsiagaan tanggap darurat tergolong sangat tinggi dengan persentase 98%. Sedangkan kesiapsiagaan unit memiliki persentase tertinggi sebesar 100%. Saran yang diajukan adalah perlunya peningkatan pengetahuan dasar keterampilan tiap anggota sehingga tiap anggota memiliki kompetensi yang lebih baik lagi dalam melaksanakan kegiatan tanggap darurat.
Pengetahuan, Sikap Dan Perilaku Masyarakat Dalam Pemeliharaan Sanitasi Lingkungan Di Kelurahan Bandarharjo Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang Satwika, Susetya Wicaksono; Putro, Saptono; Sriyono, Sriyono
Edu Geography Vol 9 No 3 (2021): Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data obtained from the Bandarharjo Puskesmas, in 2017 there were 647 cases in the Bandarharjo Kelurahan out of 1382 cases in the Bandarharjo Puskesmas working area. The purpose of this study is to (1) Analyze the level of community sanitation knowledge, (2) Analyze the level of concern of the population in maintaining environmental sanitation. Location The study was conducted in the Bandarharjo sub-district of Semarang City. The variables in this study are public knowledge about environmental sanitation, community attitudes towards environmental sanitation, environmental sanitation care behaviors. The sampling technique uses a random sampling technique. Data analysis was performed using quantitative descriptive methods. The results of this study indicate that: 1) knowledge of environmental sanitation in the Bandarharjo Village is included in the medium category. 2) The level of attitude of the Bandarharjo village community is classified as not good especially in terms of garbage disposal and sewage while the community behavior is categorized as medium, because most people in the Bandarharjo village are still afraid of the threat of tidal flooding. Suggestions, Intensive socialization from Puskesmas, environmental NGOs or sanitarians (sanitation health workers) is needed regarding the impact of diseases that will arise due to poor sanitation so that people know and understand health. Data yang didapatkan dari puskesmas Bandarharjo, pada tahun 2017 terdapat 647 kasus di Kelurahan Bandarharjo dari 1382 kasus di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) Menganalisis tingkat pengetahuan sanitasi masyarakat, (2) Menganalisis tingkat kepedulian penduduk dalam menjaga sanitasi lingkungan. Lokasi Penelitian dilakukan di kelurahan Bandarharjo Kota Semarang. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan masyarakat mengenai sanitasi lingkungan, sikap masyarakat terhadap sanitasi lingkugan, perilaku peduli sanitasi lingkungan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Analisis data yang dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pengetahuan mengenai sanitasi lingkungan di Kelurahan Bandarharjo termasuk dalam katagori sedang. 2) Tingkat sikap masyarakat kelurahan Bandarharjo tergolong kurang baik terutama dalam hal pembuangan sampah dan saluran limbah sedangkan perilaku masyarakat tergolong dalam katagori sedang hal ini karena kebanyakan masyarakat di Kelurahan Bandarharjo masih takut adanya ancaman banjir rob. Saran, Perlu adanya sosialisasi secara intensif dari Puskesmas, LSM lingkungan ataupun sanitarian (petugas kesehatan bagian sanitasi) mengenai dampak penyakit yang akan timbul akibat sanitasi yang buruk supaya masyarakat tau dan paham akan kesehatan.
Efektivitas Media Pembelajaran Geografiku terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pengetahuan Dasar Geografi Kelas X IPS SMAN 1 Bae di Masa Pandemi Covid-19 Qur’ani, Sunia Bil; Kurniawan, Edi
Edu Geography Vol 9 No 3 (2021): Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the level of effectiveness of my geography learning media in improving student learning outcomes and to find out student learning responses after using my geography learning media on geography basic knowledge material for class X IPS SMAN 1 Bae during the COVID-19 pandemic. Researchers collect data using interviews, observations, questionnaires, tests, and documentation. The data analysis technique used the normality test of pretest and posttest scores, data test, two-average difference test, and gain test. The results showed that the level of effectiveness of using the geography learning media was classified in the medium criteria with the results of N-Gain Percent of 67.93% belonging to the effective criteria. Meanwhile, based on the results of the student response questionnaire, it showed that the students of class X IPS 2 were satisfied with my geography learning media, namely by getting a percentage of 79.8% belonging to the satisfied criteria. The conclusion of this study is that the use of my geography learning media is effective in improving student learning outcomes in the basic knowledge of geography for class X IPS SMAN 1 Bae during the COVID-19 pandemic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas media pembelajarangeografiku dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan mengetahui respon belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran geografiku pada materi pengetahuan dasar geografi kelas X IPS SMAN 1 Bae di masa pandemi COVID-19. Peneliti mengumpulkandata dengan menggunakan wawancara, observasi, angket, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji nomalitas nilai pretest dan posttest, uji data, uji beda dua rata rata, dan uji gain. Hasil penelitian menunjukkan tingkat efektivitas penggunaanmedia pembelajaran geogrfiku tersebut tergolong pada kriteria sedang dengan hasil NGain Percent sebesar 67,93% yang tergolong pada kriteria efektif. Sedangkan berdasarkan hasil angket respon siswa, menunjukkan bahwa siswa kelas X IPS 2 merasa puas terhadap media pembelaran geografiku yaitu dengan mendapatkan presentase sebesar 80,5% yang tergolong pada kriteria puas. Simpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media pembelajaran geografiku efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pengetahuan dasar geografi kelas X IPS SMAN 1 Bae di masa pandemi COVID-19
Implementasi Metode Inquiry Pada Pembelajaran Jarak Jauh Materi Lithosfer Siswa Kelas X IPS di SMA N 1 Sulang Kabupaten Rembang Asy’ari, Nabila Khoirunnisa; Santoso, Apik Budi
Edu Geography Vol 9 No 3 (2021): Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this study were to find out the efforts to apply themethod inquiry to distance learning, theimplementation of distance learning using themethod inquiry could increase the activity of class X social studies students, the level of effectiveness of the application of themethod inquiry in distance learning forclass X IPS students at SMA N 1 Sulang. Data collection tools and techniques are: observation method, interview method, and documentation method. Test the validity of the data using the data credibility test.The data analysis technique used descriptive analytic method. The results of the study show that theapplication of the inquiry method during distance learning of lithosphere material is very effective becausestudents are very enthusiastic and can think critically in solving problems and are supported bylearning resources, media and teacher delivery methods in such a way and information can be extractedeasily through technology. which is modern today. Students' academic scores after using the inquirymethod were good and improved so that the teacher could continue the implementation of this inquiry method for the next material. Because the teacher and students have carried out the inquiry methodaccording to the stages, the implementation of this inquiry method can run smoothly until the last meeting Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya penerapan metode inquiry pada pembelajaran jarak jauh, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dengan metode inquiry dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas X IPS, dan tingkat efektifan penerapan metode inquiry pada pembelajaranjarak jauh siswa kelas X IPS di SMA N 1 Sulang. Alat dan teknik pengumpulan data berupa:metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Uji validitas data dengan menggunakan uji kredibilitas data. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode inquiry saat pembelajaran jarak jauh materi lithosfer sangat berjalan dengan efektif karena siswa sangat antusitas dandapat berfikir secara kritis dalam memecahan masalah serta didukung oleh sumber belajar,media dan cara penyampaian guru sedemikian rupa dan informasi dapat digali dengan mudahmelalui teknologi yang modern saat ini. Nilai akademik siswa setelah menggunakan metodeinquiry bagus dan meningkat sehingga guru dapat melanjutkan implementasi metode inquiry ini untuk materi berikutnya. Karena guru dan siswa sudah melakukan metode inquiry sesuaidengan tahapannya maka dalam implementasi metode inquiry ini dapat berjalan lancar sampai pertemuan terakhir.
Studi Pengetahuan dan Keterampilan Pemandu Wisata dalam Mengembangkan Eduwisata Dekampoeng di Kabupaten Rembang Tahun 2019 Amalia, Venny; Indrayati, Ariyani
Edu Geography Vol 9 No 3 (2021): Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

education and learning. The purpose of this research is to know the level of knowledge and skills of tour guide in the Education Tour DeKampoeng Rembang. This research is a quantitative descriptive study. The population is a tour guide of 15 people and the whole population is used as a research sample. Data collection techniques are questionnaires and observations. Data analysis uses descriptive percentage. Research results are; (1) The Knowledge level of tour guides belongs to the category of medium with an average percentage of 63.5%, (2) The skill level of the tour guide belongs to the high category with an average percentage of 73.1%, (3) There is no relationship between the Knowledge and skills owned by the tour guide. In this study the knowledge of medium tour guides and skills of high tour guides. So the knowledge level does not affect the skill level of tour guide. The advice submitted by conducting training or courses becomes a competent tour guide so that the tour guide will be knowledge and skills that will later improve in terms of both insight and skills. Wisata edukasi merupakan aktivitas pariwisata yang bertujuan utama memperoleh pendidikan dan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan pemandu wisata di wisata edukasi DeKampoeng Rembang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi adalahpemandu wisata yang berjumlah 15 orang dan seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data yaitu kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan deskriptif persentase. Hasil penelitian yaitu; (1) tingkat pengetahuan pemandu wisata termasuk dalam kategori sedang dengan rata-rata persentase 63,5%, (2) tingkat keterampilan pemandu wisata termasuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata persentase 73,1%, (3) Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki pemandu wisata. Simpulan dalam penelitian ini pengetahuan pemandu wisata sedang dan keterampilan pemandu wisata tinggi. Jadi tingkat pengetahuan tidak mempengaruhi tingkat keterampilan pemandu wisata. Saran yang diajukan dengan cara mengadakan pelatihan atau kursus menjadi pemandu wisata yang berkompeten.
Implementasi Fun Learning Mitigasi Bencana Banjir Berbantu Audiovisual Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Tingkat Siaga di SDN Mintomulyo Cahyani, Anis Tsania; Aji, Ananto
Edu Geography Vol 9 No 3 (2021): Vol 9 No 3 (2021)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the implementation of audiovisual-assisted fun learning in cub scout, to measure the level of knowledge and alertness of Scout participants and to analyze the obstacles in the application of audiovisual assisted flood disaster mitigation fun learning in cub scout at SDN Mintomulyo. This research is a mixed study (qualitative and quantitative) with data collection methods in the form of questionnaires, tests, observations, interviews, and documentation. The sample used is total sampling. The data analysis used for quantitative data consisted of frequency distribution analysis techniques and statistical hypothesis testing using the Wilcoxon test, while for qualitative data analysis techniques used 3 stages, namely the stage of data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that the implementation of audiovisual assisted flood disaster mitigation fun learning could help improve the level of knowledge and alertness of the Cub Scout, there was an increase in the average index value of the frequency distribution table of the pre-test and post-test results with a percentage of 56.48% to 87.04. % for knowledge instruments and 69.35% to 87.04% for attitude instruments. Then for a significant value with the Wilcoxon test the results were 0.00 <0.05. The obstacle faced in its application is the lack of attention from parents in guiding the implementation of online learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi fun learning berbantu audiovisual pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka siaga, mengukur tingkat pengetahuan dan sikap siaga peserta Pramuka dan menganalisa kendala dalam penerapan fun learning mitigasi bencana banjir berbantu audiovisual pada kegiatan Pramuka siaga di SDN Mintomulyo. Penelitian ini merupakan penelitiancampuran (kualitatif dan kuantitatif) dengan metode pengumpulan data berupa angket, tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel yang digunakan adalah total sampling. Analisis data yang digunakan untuk data kuantitatif terdiri atas teknik analisis distribusi frekuensi dan uji hipotesis statistik yang menggunakan uji Wilcoxon, sedangkan untuk teknik analisis data kualitatif menggunakan 3 tahapan yaitu tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa implementasi fun learning mitigai bencana banjir berbantu audiovisual dapat membantu meningkatkan tingkat pengetahuan dan sikap siaga siswa peserta Pramuka, terdapat peningkatan nilai indeks rata-rata tabel distribusi frekuensi hasil pre test dan post test dengan persentase 56,48% menjadi 87,04% untuk instrumen pengetahuan dan persentase 69,35 % menjadi 87,04% untuk instrument sikap. Kemudian untuk nilai signifikan dengan uji Wilcoxon memperoleh hasil 0,00<0,05. Kendala yang dihadapi dalam penerapannya adalah kurangnya perhatian dari orangtua dalam membimbing pada saat dilaksanakannya pembelajaran secara daring .
HUBUNGAN PENGGUNAAN MULTIMEDIA WEBSITE INTERAKTIF DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA
Edu Geography Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mengetahui tingkat penggunaan multimedia website interaktif (Intranet e-learning) pada mata pelajaran geografi; 2). Mengetahui hubungan penggunaan multimedia website interaktif (Intranet e-learning) dengan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran geografi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksploratif dan korelatif. Analisis data untuk mengetahui tingkat penggunaan website interaktif menggunakan statistik deskriptif sedangkan untuk mengetahui pengaruh penggunaan website interaktif terhadap prestasi belajar menggunakan rumus korelasi product moment. Hasil analisis data diketahui : 1) penggunaan website interaktif di SMA N Temanggung berkategori tinggi. 2) pengaruh penggunaan multimedia website interaktif menggunakan analisis korelasi product moment diperoleh rhitung> rtabel maka penggunaan multimedia website interaktif (e-learning) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar siswa. Besarnya pengaruh berdasarkan panduan interpretasi koefisien korelasi berada pada kategori sedang, sehingga dapat diketahui penggunaan multimedia website interaktif mempunyai pengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa dan pengaruhnya sedang.The purpose of this research is: 1). To discover the level of interactive website multimedia (intranet e-learning) utilization according to geography lesson; 2). To discover the influence of interactive website multimedia (intranet e-learning) utilization towards student learning achievement according to geography lesson. The type of this research is an explorative research and correlative research.  Data analization to discover the level of interactive website multimedia utilization is descriptive statistic, eventhough data analization to discover the influence of interactive website multimedia (intranet e-learning) utilization towards student learning achievement is product moment correlation.from the data analization, results ; 1). interactive website multimedia (intranet e-learning) utilization is on a high level. 2). the influence of interactive website multimedia (intranet e-learning) utilization towards student learning achievement using product moment correlation annalization results r_(count )> r_tabel  means interactive website multimedia (intranet e-learning) utilization have positively influence towards learning achievements. Based on correlation coefficient interpretation attendance is on moderate category level, therefore interactive website multimedia (intranet e-learning) utilization have positively influence towards learning achievement with moderate category level.
PELAKSANAAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 JEKULO-KUDUS TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Edu Geography Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Contextual Teaching Learning (CTL) pada mata pelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Jekulo-Kudus tahun pelajaran 2011/2012. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas X SMA Negeri 1 Jekulo-Kudus yang berjumlah 347 siswa. Sampel dalam penelitian sejumlah 33 siswa diambil dengan teknik Random Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Deskriptif Persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan CTL sudah dalam kriteria sangat baik, mencapai 85%. Pihak sekolah hendaknya memberikan arahan dan masukan kepada guru-guru khususnya guru mata pelajaran Geografi agar dalam pelaksanaan pembelajaran selalu menerapkan pendekatan kontekstual dengan ke tujuh komponen tersebut sejalan dilaksanakannya KTSP. Bagi guru mata pelajaran Geografi hendaknya dalam proses pembelajaran untuk mengajak siswa melakukan pembelajaran di luar kelas yang berkaitan materi atmosfer, pedosfer dan hidrosfer karena berkaitan dengan aplikasi dalam CTL.This study aims to know the implementation of learning CTL (Contextual Teaching Learning) in Geography subject at SMA Negeri 1 Jekulo school year 2011/2012. The population in this study: all classes X SMA Negeri 1 Jekulo totaling 347 students. The sample was taken by Random 33. Data analysis method used in this research is descriptive percentages. The results showed that the implementation of learning in subjects CTL Geography class X is the criterion very well, reaching 85%. The school should provide direction and feedback to teachers in particular subject teachers in the implementation of learning geography that has always adopted a contextual approach to the consistent implementation of the seven components of the SBC. For subject teachers in the learning process geography should encourage student to undertake learning outside the classroom related material atmosphere, pedosfer and hydrosphere as it relates to applications in CTL.
STUDI KOMPARASI MIND MAPPING DENGAN NHT PEMBELAJARAN GEOGRAFI MATERI HIDROSFER KELAS VII
Edu Geography Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui hasil belajar menggunakan model mind mapping. (2) Untuk mengetahui hasil belajar menggunakan model NHT. (3) Untuk membandingkan hasil belajar siswa antara penggunaan model mind mapping dengan model NHT pembelajaran geografi materi hidrosfer kelas  VII SMP 4 Klaten tahun 2011/2012. Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas VIIA dan VIIB SMP 4 Klaten. Metode pengumpulan data dengan metode dokumentasi, tes, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu  uji t. Hasil penelitian yaitu: (1) Rata-rata hasil kognitif kelas mind mapping 80,86, hasil afektif siswa pertemuan 1, 2, 3, 4 sebesar 57, 67, 74, 93. (2) Rata-rata hasil kognitif kelas NHT 76,92, hasil afektif pertemuan 1, 2, 3, 4 sebesar 50, 54, 74, 89. (3) Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh nilai thitung= 2.731 > 2,056. Jadi terdapat perbedaaan hasil belajar signifikan pada kelas mind mapping dengan kelas numbered heads together (NHT). Ketuntasan belajar kelas VIIA hasil pre-test siswa mencapai KKM ≥ 71 hanya 7 siswa (28%) dan hasil post-test sebanyak 25 siswa (100%), sedangkan kelas NHT (VIIB) hasil pre-test mencapai KKM ≥ 71 hanya 8 siswa (32%) dan hasil post-test sebanyak 22 siswa (88%). Dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar IPS geografi materi hidrosfer penggunaan model mind maaping dengan model Numbered Heads Together (NHT). This study aims to find out: This study aimed to determine (1) To determine the results of the model study using mind mapping. (2) To determine learning outcomes using the model of NHT. (3) To compare student learning outcomes between the use of mind mapping models with NHT model of learning geography class VII hydrosphere material SMP 4 Klaten year 2011/2012. Determination of sample using purposive sampling technique. The sample of this research is VIIA and VIIB graders SMP 4 Klaten. Method of data collection methods documentation, testing, and observation. The data analysis technique used is the t test. The results of the study are: (1) Average yield cognitive mind mapping class 80.86, affective outcomes of students meeting 1, 2, 3, 4 by 57, 67, 74, 93. (2) Average 76.92 NHT grade cognitive outcomes, affective outcomes meeting 1, 2, 3, 4 for 50, 54, 74, 89. (3) Based on the results of the test calculations obtained tcount t = 2731> 2.056. So there are significant differences in learning outcomes in mind mapping classes with classes numbered heads together (NHT). Mastery learning class VIIa pre-test results of students achieving ≥ 71 KKM only 7 students (28%) and post-test results by 25 students (100%), whereas grade NHT (VIIB) pre-test results achieved ≥ 71 KKM only 8 students (32%) and post-test results were 22 students (88%). It is concluded there are differences in learning outcomes IPS geography hydrosphere material the use of models with model maaping mind Numbered Heads Together (NHT).
PENGARUH KONDISI SOSIAL EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENDIDIKAN ANAK PADA KELUARGA BURUH BATIK, PETANI, DAN NELAYAN DI KECAMATAN WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN
Edu Geography Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi, mengetahui tingkat pendidikan anak, dan mengetahui pengaruh kondisi sosial ekonomi masyarakat buruh batik, petani, dan nelayan terhadap tingkat pendidikan anak di Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga buruh batik, petani, dan nelayan di daerah penelitian yang jumlahnya ada 14.336 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Area Probability Sampling, Proportional Sampling, dan Random Sampling sebanyak 115 responden yang terdiri dari 60 responden buruh batik di Desa Wiradesa, 20 responden petani di Desa Bondansari, dan 35 responden nelayan di Desa Bener. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentatif dan analisis regresi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa besarnya nilai R square paling tinggi yaitu pada keluarga petani sebesar 93,7%, kemudian keluarga buruh batik sebesar 62,8%, dan yang paling rendah pada keluarga nelayan sebesar 55,5%.This study aims to understand the socio-economic conditions, knowing the level education of the child, and determine the effect of socio-economic conditions of the community batik workers, farmers, and fishermen on the level of education of children in the District Wiradesa Pekalongan. The population in this study is a family of batik workers, farmers and fishermen in the study area there are 14,336 people in number. The sampling technique used is the Area Probability Sampling, Proportional Sampling and Random Sampling as many as 115 respondents consisting of 60 respondents in the village Wiradesa batik laborers, 20 farmers in the village Bondansari respondents, and 35 respondents Bener fishing village. Data collection techniques using documentation, observation, and questionnaires. Data analysis techniques using descriptive analysis and regression analysis persentatif. Based on the survey results revealed that the value of R square highest ie 93.7% of farm families, and families batik workers at 62.8%, and the lowest at 55.5% for family fishing.

Filter by Year

2012 2023