cover
Contact Name
Markus T. Lasut
Contact Email
lasut.markus@unsrat.ac.id
Phone
+6285298070889
Journal Mail Official
jurnal.asm@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jurnal Aquatic Science & Management, Gedung A Lantai 1, Pascasarjana, Universitas Sam Ratulangi, Jln. Kampus UNSRAT Bahu, Manado 95115, INDONESIA
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT
ISSN : 23374403     EISSN : 23375000     DOI : https://doi.org/10.35800/jasm.v10i1.37485
Journal of AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT publishes scientific articles of original research based on in-depth scientific study in the field of aquatic science and management, covering aspects of limnology, oceanography, aquatic ecotoxicology, geomorphology, fisheries, and coastal management, as well as interactions among them.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2015): Oktober" : 5 Documents clear
Salmonella occurrence and myoglobin (mb) in frozen smoked tuna Korah, Herny; Ijong, Frans G.; Suwetja, I Ketut
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 3, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.3.2.2015.14046

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Keberadaan salmonella dan tingkat kesegaran frozen smoked tuna This study aimed to quantify Salmonella, Total and Total Plate Count (TPC) in fresh tuna loin, frozen tuna loin, and frozen tuna loin filled with CO gas, to analyze the level of freshness of the fish through the test Mb, pH and appearance in fresh tuna loin, frozen tuna loin and frozen tuna loin filled with CO gas, and to describe the presence of Salmonella and the provision of value Mb with CO gas. Object of study in this research is the bacterium Salmonella and Myoglobin (Mb) in frozen smoked tuna, through the fish freshness analysis (Mb value test, pH, and organoleptic), TPC analysis, total Salmonella in fresh tuna (as a positive control), frozen tuna loin and frozen tuna loin frozen filled with CO gas. Results showed total Salmonella after incubation at 37 ° C for 24 and 48 hours fresh tuna loin, frozen tuna loin, and frozen tuna loin frozen filled with CO gas were 4.80 x 102 CFU/g and 5.43 x 102 CFU/g; 0.57 x 10 CFU/g and 1.55 x 102 CFU/g; 3.90 x 102 CFU/g; and 8.63 x 102 CFU/g, respectively. Total Salmonella tended to decline in frozen tuna, but increase in frozen tuna CO at 48 hours incubation. Mb value was 1.02 for fresh tuna loin, 0.86 for frozen tuna and 0,92 for frozen tuna filled with CO gas, respectively. The pH value was 5.23 in fresh tuna loin, 6.10 in frozen tuna loin, and 6.24 in frozen tuna loin filled with CO gas. Organoleptic value showed that fresh tuna loin was attractive to very attractive, frozen tuna loin was attractive and frozen tuna loin with CO gas was very attractive. TPC incubated at 37 ° C for 24 hours for fresh tuna loin was 11.75 x 103 CFU/g, for frozen tuna loin was 1.66 x 103 CFU/g, and frozen tuna loin with CO gas was 1.54x103 CFU/g. TPC incubated at 37 ° C for 48 hours for fresh tuna loin was 12,13x103 CFU/g, frozen tuna loin was 1.73 x 103 CFU/g, and frozen tuna loin with CO gas was CO 1.99 x 103 CFU/g. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesegaran ikan, menghitung Total Plate Count (TPC) dan total Salmonella pada tuna loin segar, tuna loin beku, dan tuna loin beku yang diberi gas CO, serta mendeskripsikan keberadaan Salmonella dan tingkat kesegaran frozen smoked tuna. Objek kajian dalam penelitian ini adalah isolat Salmonella dan Mioglobin (Mb) pada frozen smoked tuna, dengan menganalisis kesegaran ikan (uji nilai Mb, pH dan organoleptik), analisis TPC, total Salmonella pada tuna segar (sebagai control positif), tuna beku dan tuna beku yang diberi gas CO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Total Salmonella yang diinkubasi pada suhu 37OC selama 24 dan 48 jam untuk tuna loin segar, beku dan beku yang diberi CO berturut-turut : 4,80 x 102 CFU/g dan 5,43 x 102 CFU/g; 0,57 x 10 CFU/g dan 1,55 x 102 CFU/g; 3,90 x 102CFU/g; dan 8,63 x 102 CFU/g. Total Salmonella cenderung menurun pada tuna beku, tetapi naik pada tuna beku CO dengan lama inkubasi 48 jam. Nilai Mb masing-masing adalah: 1,02 untuk tuna segar, 0,86 untuk loin tuna beku dan 0,92 untuk loin tuna beku yang diberi gas CO. Nilai pH 5,23 untuk loin tuna segar, 6,10 untuk loin tuna beku dan sebesar 6,24 untuk loin tuna beku yang diberi gas CO. Nilai organoleptic 7,55 untuk loin tuna segar ( diantara menarik dan sangat menarik), 7,35 loin tuna beku (menarik) dan 7,75 loin tuna beku yang diberi gas CO (sangat menarik). TPC yang diinkubasi pada suhu 37OC selama 24 jam adalah 11,75 x 103 CFU/g untuk loin tuna segar, 1,66 x 103 CFU/g untuk loin tuna beku dan 1,54 x 103 CFU/g untuk loin tuna beku yang diberi gas CO sebesar. TPC yang diinkubasi pada suhu 37OC selama 48 jam 12,13 x 103 CFU/g untuk loin tuna segar, 1,73 x 103 CFU/g untuk loin tuna beku dan 1,99 x 103 CFU/g untuk loin tuna beku yang diberi gas CO.
Fishing vessel controlling development strategy of marine and fisheries resources monitoring center in Kema Districts, North Minahasa, Indonesia Purnomo, Edi; Manopo, Victoria E.; Karwur, Denny
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 3, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.3.2.2015.14047

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Strategi pengembangan pengawasan kapal perikanan pos pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan di Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Indonesia Fishing activities practiced by fishermen or fisheries companies to use the fisheries resources must be balanced with controlling efforts to keep the sustainability of the fisheries and marine resources and to secure the fisheries activities and the livelihood continuity of the fisher communities. SWOT analysis was used to analyze implementation of fishing vessel control. The result was an IFAS matrix score of 4.40 and the EFAS matrix score of 4.20, indicating that the Marine and Fisheries Resources Monitoring Center in Kema has the best opportunity to develop and optimize the power. The right strategies are (a) maintaining service quality in relation to fishing permit issuance, (b) strengthening monitoring community group institution, (c) coordination improvement among law enforcement agencies, (d) improving the human resource capacity in relation to monitoring activities. Aktivitas kegiatan penangkapan ikan yang dilakukan oleh nelayan maupun pengusaha perikanan dalam rangka pemanfatan sumber daya ikan harus diimbangi dengan upaya pengawasan pemanfaatan untuk menjaga kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan, mengamankan usaha perikanan serta melindungi keberlanjutan mata pencaharian masyarakat perikanan. Metode yang digunakan dalam menganalis tingkat pelaksanaan pengawasan kapal perikanan adalah SWOT. Hasil yang diperoleh yaitu matrik IFAS sebesar 4,40 sedangkan total skor matrik EFAS sebesar 4,20. Hal ini mengartikan bahwa Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan Kema memiliki kemungkinan yang paling baik untuk dikembangkan dengan mengoptimalkan kekuatan serta memanfaatkan peluang. Strategi yang tepat dalam rangka pengembangan kinerja pengawasan kapal perikanan Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan Kema yaitu dengan (a) mempertahankan kualitas pelayanan penerbitan Surat Laik Operasi Kapal Perikanan, (b) Memperkuat kelembagaanKelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS), (c) Meningkatkan koordinasi antar penegak hukum, (d) Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia pengawas perikanan.
Alternative strategy for management of ecotourism in Bunaken Island, Bunaken National Park, North Sulawesi, Indonesia Rompas, Margresye D.; Kusen, Janny D.; Lasut, Markus T.
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 3, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.3.2.2015.14048

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Strategi alternatif untuk pengelolaan wisata bahari di Pulau Bunaken, Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara, Indonesia The coral reefs of Bunaken Island is one of the attractions of the dive tourism, which has a diversity of marine life and the uniqueness of the objects for divers. To maintain its sustainability, it is necessary to study alternative management strategies of the reefs. This study aimed to describe and evaluate the current conditions in the management of marine tourism in Bunaken Island through formal and informal institutional analysis, and formulate alternative strategies as one of the priority strategies in the management of marine tourism of Bunaken Island. Alternative management strategies were analyzed using SWOT, while collecting data was carried out through field surveys using a questionnaire for visitors, communities, and stakeholder or industry-related tourism. Results of the study recommended that an alternative strategy for the management of Bunaken Island attractions should include: 1) increasing the active participation and involvement of local communities in the management of marine tourism destinations; 2) address the problem of garbage and cleanliness of the area; and 3) optimize the promotion of Bunaken Island adequately as the best maritime destination in the world. Terumbu karang di Pulau Bunaken merupakan salah satu objek wisata selam yang terkenal, di mana memiliki keanekaragaman biota laut dan keunikan panorama obyek penyelamannya. Untuk menjaga kelestariannya, maka perlu dikaji alternatif strategi pengelolaannya agar keberadaannya sebagai salah satu destinasi wisata yang penting bisa berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi kondisi terkini dalam pengelolaan wisata baharí di Pulau Bunaken secara formal dan nonformal institusional; dan menyusun alternatif strategi sebagai salah satu prioritas strategi pengelolaan wisata baharí di Pulau Bunaken. Alternatif strategi pengelolaan dianalisis menggunakan SWOT, sedangkan pengambilan data melalui survei lapangan dengan menggunakan kuesioner pada pengunjung, masyarakat, dan stakeholder atau industri pariwisata terkait. Hasil penelitian merekomendasikan bahwa alternatif kebijakan untuk pengelolaan objek wisata di Pulau Bunaken meliputi: 1) meningkatkan peran aktif dan pelibatan masyarakat setempat dalam pengelolaan destinasi wisata bahari; 2) mengatasi masalah sampah dan kebersihan kawasan; dan 3) mengoptimalkan kembali promosi Pulau Bunaken secara memadai sebagai destinasi wisata bahari terbaik di dunia.
Community structure of seaweed beds in Mantehage Island, North Sulawesi, Indonesia Sormin, Hartarto; Gerung, Grevo S.; Rembet, Unstain N.W.J.
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 3, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.3.2.2015.14043

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Struktur komunitas rumput laut di Pulau Mantehage, Provinsi Sulawesi Utara Seaweeds are an important marine resource for coastal community. They are used as medicine, paper materials, biofuel and direct consumption as vegetable or in food industries. Data collection in Mantehage island used Seagrass Watch method combined with line transect method with quadrat. This study found 29 species of seaweeds consisting of 13 species of Chlorophyta, 4 species of Phaeophtya and 12 species of Rhodophyta. Water temperatures ranged from 28–30ºC and pH ranged from 8.14–8.69, while salinity ranged between 30.8–31.9 ppt. Mantehage island waters has 100 % visibility with the current speed range of 30–42 cm/sec. INP of Caulerpa racemosa has the highest value at all sites. Diversity index ranged from 0.799–1.093 considered as low and dominance index ranged between 0.635–0.697 categorized as normal. Eveness index ranged from 0.303–0.365 showing that the seaweed community was under pressures. Rumput laut pada saat ini menjadi komoditas penting bagi masyarakat pesisir. Manfaat rumput laut selain dikonsumsi juga dijadikan sebagai obat, bahan baku kertas dan biofuel. Data di pulau Mantehege dikumpulkan menggunakan metode Seagrass watch yang dikombinasikan dengan metode transek garis dan kuadran. Ditemukan 29 spesies rumput laut yang terdiri dari 13 alga hijau Clorophyta, 4 alga cokelat Phaeyophtya dan 12 alga merah Rhodophyta. Substrat pada lokasi penelitian berupa karang mati dan batu karang. Suhu di perairan Pulau Mantehage di lokasi penelitian berkisar 28–30ºC. pH di lokasi penelitian yaitu 8,14–8,69 dengan salinitas berkisar 30,8–31,9 ppt. Kecerahan di Pulau Mantehege yaitu 100% dan kecepatan arus di kisaran 30–42 cm/detik. Nilai INP Caulerpa racemosa mempunyai nilai tertinggi pada semua lokasi. Indeks Keanekaragaman (H’) pada semua lokasi didapat berkisar 0,799–1,093 yang dikategorikan rendah dan biasa. Nilai Indeks Dominasi (D) pada semua lokasi berkisar antara 0,635–0,697 yang dikategorikan sedang. Indeks Keseragaman (J’) berkisar 0,303–0,365 yang menggambarkan komunitas pada kondisi tertekan.
Fish disease mapping in North Sulawesi Province Manumpil, Silvana; Tumbol, Reiny A.; Lasut, Markus T.
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 3, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.3.2.2015.14044

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Pemetaan penyakit ikan di Provinsi Sulawesi Utara This study aims to determine fish diseases and the causative pathogens, and to map the spread of the diseases in fish farms in North Sulawesi province. The organisms studied are freshwater and salt water fish. Fish samples were taken randomly both healthy fish and fish showing clinical signs of infections. Fish samples were randomly taken, 3 fishes from each sampling location, and only 1 fish farm was selected from each regency/city. Salt water fish were taken only from regency/city that has fish farm. To support the fish disease data, some water quality parameters were also measured in situ such as: temperature, pH, dissolved oxygen (DO), brightness and ammonia concentration. Results showed that the fish samples were infected with pathogenic parasites, bacteria and viruses. The bacteria were Vibrio carchariae, Vibrio mimicus, Vibrio damsel, Vibrio alginolyticus, Aeromonas hydrophilla, Pseudomonas sp, Vibrio sp, Aeromonas sp, Flexibacter sp, Pseudomonas flourescens. A. hydrophilla is the dominant species of bacteria in all freshwater fish samples from all sampling locations. The parasites were Dactylogirus sp, Trichodina sp, Ichthyopthirius multifiliis, Argulus sp, Lernea sp. Parasites Trichodina sp is the dominant parasite species found. The viruses were VNN virus (Viral Nervous Necrosis) KHV virus (Koi Herpes Virus). Virus NN virus was found only in grouper cultured in the floating net of Talengen village, district Sangihe Islands. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis penyakit ikan dan patogen penyebabnya serta memetakan penyebaran penyakit ikan di lokasi budidaya yang ada di provinsi Sulawesi Utara. Sampel yang digunakan adalah ikan air tawar dan air laut. Sampel ikan diambil secara acak baik ikan yang sehat maupun ikan yang memperlihatkan gejalah terinfeksi penyakit. Tiga ekor ikan sampel diambil dari setiap lokasi, dimana dipilih 1 lokasi budidaya di tiap kabupaten/kota. Sampel ikan air laut hanya diambil pada kabupaten/kota yang memiliki lokasi budidaya air laut. pengukuran beberapa parameter kualitas air juga dilakukan secara in situ seperti: suhu, pH, oksigen terlarut (DO), kecerahan dan kandungan amoniak. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sampel ikan yang diperiksa terinfeksi pathogen parasit, bakteri dan virus. Jenis bakteri patogen yang ditemukan adalah: Vibrio carchariae, Vibrio mimicus, Vibrio damsel, Vibrio alginolyticus, Aeromonas hydrophilla, Pseudomonas sp, Vibrio sp, Aeromonas sp, Flexibacter sp, Pseudomonas flourescens. Bakteri Aeromonas hydrophilla merupakan jenis bakteri yang paling dominan yang ditemukan di semua sampel ikan air tawar di lokasi-lokasi budidaya tempat pengambilan sampel. Jenis-jenis parasit yang ditemukan adalah: Dactylogirus sp, Trichodina sp, Ichthyopthirius multifiliis, Argulus sp, Lernea sp. Jenis parasit yang dominan adalah Trichodina sp. Jenis virus yang ditemukan adalah: virus VNN (Viral Nervous Necrosis), virus KHV (Koi Herpes Virus). Virus VNN ditemukan hanya pada sampel ikan kerapu yang dibudidayakan di jaring apung Kampung Talengen, Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Page 1 of 1 | Total Record : 5