cover
Contact Name
Markus T. Lasut
Contact Email
lasut.markus@unsrat.ac.id
Phone
+6285298070889
Journal Mail Official
jurnal.asm@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jurnal Aquatic Science & Management, Gedung A Lantai 1, Pascasarjana, Universitas Sam Ratulangi, Jln. Kampus UNSRAT Bahu, Manado 95115, INDONESIA
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT
ISSN : 23374403     EISSN : 23375000     DOI : https://doi.org/10.35800/jasm.v10i1.37485
Journal of AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT publishes scientific articles of original research based on in-depth scientific study in the field of aquatic science and management, covering aspects of limnology, oceanography, aquatic ecotoxicology, geomorphology, fisheries, and coastal management, as well as interactions among them.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): October" : 5 Documents clear
Geographic information system-based area suitability analysis for seaweed cultivation in South Halmahera Regency Salim, Muslim Hi; Sinjal, Hengky J; Lasabuda, Ridwan
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 2 (2017): October
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.2.2017.24564

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Kesesuaian lahan budidaya rumput laut berdasarkan sistem informasi geografi di Kabupaten Halmahera Selatan The purpose of this study was to determine the development of seaweed cultivation area based on Geographic Information System (GIS) in South Halmahera District Joronga Islands. Determination of the coordinates used a GPS (Global Positioning System). Physical parameters, such as current and visibility, used a flow-meter and Secchi disc, respectively, while temperature and dissolved oxygen measurements used a 550A YSI Instrument. Water salinity was measured using refractometer and pH used litmus paper. Total study area was 4,202.96 ha covering Gonone, Tawabi, and Pula Gala. All data were analyzed and interpolated using the tools of ArcGIS 10.1 to yield a suitability map image. The highly suitable area for seaweed culture (S3) found covered 719.77 ha.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan area pengembangan budidaya rumput laut berdasarkan Sistem Informasi Geografi (SIG) di Kepulauan Joronga Kabupaten Halmahera Selatan. Penentuan  koordinat menggunakan GPS (Global Positioning System). Pengukuran parameter kualitas perairan dan pengamatan kondisi keberadaan lokasi.  Pengukuran parameter fisika berupa arus dan kecerahan masing-masing menggunakan flow-meter dan sechi disk, sedangkan pengukuran suhu serta oksigen terlarut menggunakan water test YSI Instrumen 550A, adapun pengukuran salinitas menggunakan Refraktometer dan pH menggunakan kertas Lakmus.  Semua data dianalisis selanjutnya diinterpolasi menggunakan tools Arcgis 10.1 menghasilkan gambar peta kesesuaian. Wilayah yang sangat sesuai untuk budidaya rumput laut(S3)adalah 719,77 hektar.
Analysis of the business pattern and tuna fishing season in the Southeast Minahasa Regency, North Sulawesi Province Suprianto, Dedy; Budiman, Jhonny; Dien, Heffry V
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 2 (2017): October
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.2.2017.24565

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Analisis pola usaha dan musim penangkapan ikan tuna di Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi UtaraThis study was aimed to analyze the condition of the tuna fishery business pattern practiced by tuna fishermen and analyze the effort and the exploitation rate for fishing season determination. Data collection was done in Belang District, Southeast Minahasa Regency, for 5 months. The study was descriptive using primary and secondary data. Business pattern was determned using the interactive models of analysis and fishing season applied Average Percentage Methods based on Time Series Analysis. Results showed that fishermen in Southeast Minahasa Regency used the fishing boat owner to bear the operational cost under low selling. Tuna fishing season in Maluccas Sea, based on catches landed in the fishing port of Belang, occurred October to January and May to March because of good weather condition and high fish stock availability in the raft, while famine season occurred in in June to September because of bad weather, difficulty to operate the gear and low tuna stock. As a conclusion, in the famine season the fishermen in Southeast Minahasa Regency applied operational costs borne by the boat owner, but in the fishing season, it became a shared cost through revenue sharing. Tuna fishing season occurred in October to January.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi perikanan tuna guna mengetahui pola usaha yang dijalankan oleh nelayan tuna dan menganalisis upaya penangkapan serta tingkat pemanfaatan guna mengetahui musim penangkapan ikan tuna. Pengambilan data dilakukan di Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara, selama 5 (lima) bulan, Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan penggunaan data primer dan sekunder. Selanjutnya data tersebut di analisis untuk mengetahui pola usaha nelayan tuna dengan menggunakan motode interactive model of analysis, sedangkanpola musim penangkapan ikan dianalisis menggunakan Metode Persentase Rata-rata yang didasarkan pada Analisis Runtun Waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nelayan Kabupaten Minahasa Tenggara menggunakan pola usaha dengan sistem pembiayaan ditanggung oleh pemilik dengan harga jual ikan rendah kepada pemilik perahu. Musim penangkapan ikan tuna di laut Maluku berdasarkan hasil tangkapan yang didaratkan di pelabuhan perikanan belang terjadi pada bulan Oktober sampai Januari dan Mei sampai Maret ini karena cuaca lebih baik dan ketersediaan ikan banyak di rakit, sedangkan musim pecaklik terjadi pada bulan Juni hingga September karena cuaca yang buruk, kesulitan untuk mengoperasikan alat tangkap, serta kurangnya ikan tuna di rakit. Sebagai kesimpulan, nelayan Kabupaten Minahasa Tenggara menggunakan pola usaha dengan sistem biaya operasional menjadi beban pemilik disaat musim peceklik, sedangkan pada musim ikan pola pembagian hasil dijalankan dengan biaya operasional menjadi beban bersama. Musim penangkapan ikan tuna terjadi pada bulan Oktober sampai Januari.
The analysis of capture fisheries performance in Lembeh Island, Bitung City, North Sulawesi Arifin, Muhammad Z; Reppie, Emil; Budiman, Johnny
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 2 (2017): October
Publisher : AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.2.2017.24569

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Analisis keragaan perikanan tangkap Pulau Lembeh, Kota Bitung, Sulawesi UtaraAccording to the statistics of 2014 Bitung City, fisheries production value of the city increased. This needs to be analyzed in order to establish whether the development provides economic benefit to the society and whether the fishing activities are efficient. The objectives of the study were to study the capture fisheries performance and its impact on the responsible fisheries management in Lembeh (as part of the Bitung City); to know the efficiency level of the fishing activities carried out by fishermen of Lembeh; and to analyze the economic benefit of the capture fisheries to the fishermen. The data were analyzed using descriptive methods. Results found that dominant fishing gears used by Lembeh fishermen were handlines(multihooks-handline, octopus handline, squid handline, and tuna handline), nets (beach seineand gill net), mini purse seine, and fish aggregating device (such as light boat). Those fishing gears were distributed in all villages of Lembeh. Efficient fishing activities are those with efficiency value of 1. From 111 fishermen respondents in Lembeh, 29 of them did efficient fishing operations. The range of investment needed for each fishing gear varied among different types. Mean fishermen’s exchange rate of Lembeh island was 1.29, meaning that there was positive impact of fishing activities on the fulfillment of family’s daily needs.Menurut data statistik Kota Bitung dalam angka tahun 2014, nilai produksi perikanan Kota Bitung mengalami kenaikan. Kenaikan ini perlu di analisis apakah memberi manfaat secara ekonomi kepada masyarakat dan apakah penangkapannya sudah efisien. Tujuan penelitian ini adalah 1) menganalisis keragaan perikanan tangkap dan dampaknya pada pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab di Pulau Lembeh (yang merupakan bagian dari Kota Bitung), 2) menetapkan tingkat efisiensi kegiatan perikanan tangkap yang telah dilakukan oleh nelayan di Pulau Lembeh, dan 3) menganalisa manfaat kegiatan perikanan tangkap secara ekonomi bagi para nelayan. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menujukkan, bahwa alat tangkap yang dominan dioperasikan oleh nelayan Pulau Lembeh adalah jenis handline(pancing noru, pancing, pancing gurita, pancing cumi, pancing tuna), soma (beach seinedan gillnet), mini purse seine(pajeko), dan pengumpul ikan (perahu lampu). Alat tangkap tersebut tersebar di seluruh kelurahan di Pulau Lembeh. Kegiatan penangkapan yang efisien adalah kegiatan penangkapan dengan nilai efisiensi 1. Dari 111 responden nelayan pulau Lembeh, 29 di antaranya melakukan operasi penangkapan yang efisien. Kebutuhan modal usaha masing-masing alat tangkap berbeda antara satu dan lainnya. Rata-rata Nilai Tukar Nelayan (NTN) di pulau tersebut adalah 1,29 di mana menunjukkan adanya dampak positif kegiatan penangkapan ikan dalam pemenuhan kebutuhan sehari hari.
Diversification of business and its implications for the welfare of traditional fishermen community in Uso Village, Batui District, Luwuk Banggai, Central Sulawesi Province Srinurmahningsi, Sri; Andaki, Jardie A; Wantasen, Adnan
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 2 (2017): October
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.2.2017.24567

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Diversifikasi usaha dan implikasinya terhadap kesejahteraan masyarakat nelayan tradisional Desa Uso,Kecamatan Batui,Kabupaten Luwuk Banggai,Provinsi Sulawesi Tengah This study aims to determine the business diversification selected by the fishing community in maintaining family life, to determinethe difference in choice of business diversificationas well as the implications on the fishing communityof Uso Village, Batui District, Banggai Regency, Central SulawesiProvince. This study used a mixed method, which is a research approach that combines qualitative and quantitative research. Data used in this research is both descriptive and analytical. Comparative test was performed using Student’s t-test. The results of this study concluded that 1) there is diversification outside the fishing effort by the fishermen of the village,such asworking as construction workers, company workers, motorcycle taxi drivers, merchants and farming, 2) there is a significant difference between fishing effort and business diversifications in which the contsruction workers have lower income then the fishing efforts, while the income of business diversifications as company workers, motorcycle taxi drivers, and farmers are not significant, 3) diversification of fishing effort has a positive impact on the lives of fishermen to use their spare time not to fish due to weather factors, replace lost income because it does not go to the sea, and combines a variety of businesses in outside the fishing business potential in increasing the family income of fishermen in the village, and 4) cash-flow and financial analysis shows fishing effort is feasible, as well as diversification is feasible as the support of fishing effort.Penelitian ini bertujuanuntuk menentukan diversifikasi usaha yang dipilih oleh masyarakat nelayan dalam mempertahankan hidup keluarga,untukmenentukan perbedaan pilihan diversifikasi usaha danimplikasinyapada masyarakat nelayan Desa Uso,Kecamatan Batui,Kabupaten Banggai,Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu mixed-method.Analisis data menggunakandeskriptif analitik. Uji perbandingan menggunakan uji-t. Hasil penelitian dapat disimpulkan, 1) diversifikasi usaha, yangdilakukan selain usaha penangkapan ikan, yaitu bekerja sebagai buruh bangunan, buruh perusahaan, tukang ojek, pedagang dan bertani, 2) terdapat perbedaan nyata antara usaha penangkapan ikan dengan diversifikasi usahadi mana pendapatan sebagai buruh bangunan lebih rendah daripendapatan nelayan. Sedangkan diversifikasi usahasebagai buruh perusahaan, tukang ojek,dan bertani,tidak berbeda nyata, 3) diversifikasi usaha nelayan berimplikasi positif pada kehidupan nelayan dalam memanfaatkan waktu luangsaattidak melaut karena faktor cuaca, mengganti kehilangan pendapatan karena tidak melaut, dan mengkombinasikan berbagai usaha di luar usaha penangkapan ikan yang berpotensi pada peningkatan pendapatan keluarga nelayan, dan 4) Cash-flowdan analisis finansial menunjukkanbahwausaha perikanan tangkap layak dilaksanakan, demikian pula diversifikasi usaha sebagai penunjang usaha nelayan.
Coastal resources management in South Minahasa Regency, North Sulawesi Province Malinggas, Christin R.M; Manembu, Indri S; Lasut, Markus T
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 2 (2017): October
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.2.2017.24568

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Pengelolaan sumber daya pesisir di Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi UtaraSouth Minahasa regency has the potential of coastal resources and ecosystem services that can provide a positive impact on improving coastal community standards of living. Coastal resources in this area have been exploited through a variety of activities, and these activities often overlap one another. If this trend continues, it will cause a decrease in the quality of coastal resources. The decline in the quality of coastal resources, in turn, will negatively impact the livelihood of generations to come. For that reason, an integrated and sustainable management tool is urgently needed. This study aimed at designingdeveloping strategies for the management of coastal resources in the South Minahasa regency. Data for this study were obtained through field surveys using a questionnaire by interviewing stakeholders related to coastal resource use and management. The obtained data were analyzed using Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA) known as the simple technique of multi attribute rating technique(SMART) with the Criterium Decision Plus (Criplus version 3.0.S) software. The results showed that the main priority of coastal resource management in South Minahasa regency is fishing, with the following management strategies applied, among other things: 1) establishment of a program or activity for fisheries, 2) providingsupporting infrastructure required by the public, 3) empowering the community in relation to functions and benefits of coastal resources, 4) informing the community on the use of environmentally friendly fishing gear, and 5) developing human resources through education and training activities related to the processing of fishery products.KabupatenMinahasa Selatanmemiliki potensi sumber dayadan jasa pesisir yang dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan taraf hidup masyarakat. Sumber daya pesisir di daerah ini telah dieksploitasi melalui berbagai kegiatan, dan kegiatan-kegiatan tersebut seringkali tumpang tindih satu dengan lainnya. Jika hal ini terus berlangsung, maka akan menimbulkan penurunan kualitas sumber daya pesisir. Penurunan kualitas sumber daya pesisir memberikan dampak buruk bagi generasi yang akan datang. Untuk itu, diperlukan suatu pengelolaan secara terpadu dan berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengelolaan sumber daya pesisir di Kab. Minahasa Selatan. Dalam penelitian ini data diperoleh melalui survey lapangan dengan menggunakan kuesioner pada stakeholderyang terkait dengan pengelolaan pesisir. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan metode Multi Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan teknik simple multi attribut rating technique (SMART) dan bantuan peragkat lunak Criterium Decision Plus (Criplus versi 3.0.S).Hasil penelitian menunjukan bahwa, prioritas utama pengelolaan sumber daya pesisir Kab. Minahasa Selatan adalah perikanan, dengan strategi pengelolaan,antara lain,yaitu:1) menetapkan program/kegiatan, 2) menyediakan infrastruktur penunjang yang dibutuhkan oleh masyarakat dan tepat sasaran, 3) melakukan pemberdayaan kepada masyarakat terkait fungsi dan manfaat sumber daya pesisir, 4) mensosialisasikan tentang penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan, 5) mengembangkan sumber daya manusia melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan terkait pengolahan produk hasil perikanan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5