cover
Contact Name
Resmi Bestari Muin
Contact Email
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
ISSN : 22527699     EISSN : 25985051     DOI : -
Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana. Jurnal ini terbit pertama kali pada bulan Februari 2012. Naskah dalam jurnal ini berupa hasil penelitian, inovasi – inovasi baru, makalah teknik (makalah lengkap), diskusi (berdasarkan makalah yang terbit sebelumnya) dalam bidang Teknik Sipil. Untuk mengirimkan atau mengupload naskah dapat menghubungi email: rekayasa.sipilumb@mercubuana.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015)" : 5 Documents clear
HUBUNGAN KUAT TARIK BELAH DENGAN KUAT TEKAN BETON RINGAN DENGAN CRUMB RUBBER DAN PECAHAN GENTENG Daniel Mandala Putra; Darma Widjaja
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menyelidiki hubungan kuat tarik belah dengan kuat tekan beton ringan dengan crumb rubber dan pecahan genteng. Pecahan genteng digunakan sebagai pengganti agregat kasar sebagian atau seluruhnya dengan variasi kadar 25%, 50%, dan 75%. Untuk agregat kasar digunakan batu pecah dan batu tidak pecah. Sedangkan crumb rubber digunakan sebagai pengganti pasir secara keseluruhan. Faktor air semen ditetapkan pada nilai 0,28. Benda uji yang dibuat adalah benda uji silinder berukuran diameter 150mm dan tinggi 300mm. Sampel benda uji dibuat sebanyak 36 buah. Perawatan benda uji dilakukan dengan merendam beton selama 28 hari. Pengujian kuat tarik belah dan kuat tekan dilakukan ketika umur benda uji mencapai 28 hari. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa beton ringan dapat dibuat dengan menggunakan crumb rubber dan pecahan genteng pada faktor air semen 0,28. Hasil nilai rata-rata pengujian kuat tekan beton campuran crumb rubber dan pecahan gentengan variasi batu pecah 75 % dan genteng 25% adalah 18,533 MPa. Berat isi beton crumb rubber adalah 1750 kg/m3 -1850 kg/m3 . Hasil pengujian ini menunjukan bahwa kuat tekan beton masuk kriteria kuat tekan beton ringan struktural yakni 17,24 MPa. Sedangkan hasil nilai rata-rata pengujian kuat tarik belah beton crumb rubber variasi batu pecah 75 % dan genteng 25% adalah 2 MPa. Hasil pengujian ini menunjukan bahwa kuat tarik belah beton masuk kriteria kuat tarik belah beton ringan struktural yakni 2 MPa. Penggunaan crumb rubber memberi pengaruh pada penurunan berat jenis, penurunan kuat tekan dan kuat tarik belah. Penggunaan crumb rubber pada campuran beton sangat berguna untuk mengurangi limbah karet yang tidak terpakai dan melestarikan batuan alam karena mengurangi kebutuhan untuk menambang agregat alami.
PERILAKU PELAT KOMPOSIT BETON– KAYU BANGKIRAI DENGAN SAMBUNGAN GESER MENGGUNAKAN PASAK BAJA DAN PAPAN KAYU KERUING Agyanata Tua Munthe; Andreas Triwiyono; Suprapto Siswosukarto
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan bahan bangunan semakin besar dan daerah sempit resistensi dalam pengadaan perumahan bagi masyarakat. Untuk menekan harga bangunan, maka dilakukan pengadaan komponen lantai ringan dan lebih murah. Struktur gabungan antara kayu bangkirai dan beton diperkenalkan kepada masyarakat sebagai komponen struktur lantai menjadi salah satu kesatuan dengan konektor link geser pejantan sebuah kayu keruing yang dikenal sebagai lantai komposit. Dalam hasil penelitian ini menunjukkan kekuatan batas struktur komposit kayu bangkirai - beton untuk slab.The karakteristik mekanik dan fisik bangkirai Andari keruing kayu yang mengamati dalam penelitian untuk mengetahui kualitas dan kekuatan tingkat kayu. Uji kekuatan geser dari dowel dan keruing kayu dilakukan untuk mengetahui daya dukung. Pejantan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pejantan diameter 10 mm, pejantan diameter 12 mm, pejantan diameter 16 dan keruing dimensi kayu 3 / 12. uji kekuatan dari tiga jenis pejantan dan keruing kayu dilakukan untuk kayu bangkirai. Satu tes Shear objek yang digunakan 4 konektor geser. Sebagai aplikasi dilakukan dari lantai komposit model skala 1: 2 oleh 2 variasi konektor geser jumlah pejantan dalam penelitian. Tes struktur komposit lantai berbohong pada dua dukungan sederhana (gulungan - engsel), masing-masing model slab adalah 2.000 mm panjang, lebar 250 mm, 25 mm slab beton tebal. Kedua slab komposit dengan kode tes, LTK - 1 adalah tes kode untuk 6 / 7,5 kayu bangkirai dengan 6 konektor geser, LTK - 2 adalah ujian kode untuk 6 / 7,5 kayu bangkirai dengan konektor 12 geser. Tes diamati menggunakan uji tekanan statis monoton dengan dua beban titik dan lendutan diukur menggunakan dial gauge. Sesuai dengan PKKI 1961, kayu bangkirai memenuhi tingkat kekuatan II - IV, sedangkan dari The penelitian uji sifat mekanik dan fisik, kayu bangkirai itu memenuhi tingkat kekuatan II - IV. Rata-rata dari daya dukung maksimum untuk diameter pejantan 10 mm adalah 7.250 kN, diameter pejantan 12 mm adalah 8.750 kN, diameter pejantan 16 mm adalah 21.750 kN, maka diameter dowel 12 mm dipilih sebagai konektor geser, karena memiliki rata-rata daya dukung maksimum . lantai komposit 2000 mm panjang untuk LTK - 1 bisa mendukung memuat hingga 18,84 kN, LTK - 2 dapat mendukung beban hingga 23,50 kN. Deviasi antara hasil eksperimen dan konsep teori SNI dari Bangkirai kayu komposit beton adalah sekitar 12,2340 - 15,2600%. Jadi kayu bangkirai dapat digunakan sebagai komponen dari lantai struktur komposit.
EVALUASI STRUKTUR GEDUNG X DI JAKARTA BERDASARKAN SNI 03-1726-2012 KETAHANAN GEMPA UNTUK STRUKTUR GEDUNG Sayed Ahmad Fauzan; Erizal Erizal; Asep Sapei
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Jakarta berada pada zonasi gempa menengah berdasarkan peta zonasi gempa 2010 yang dipublikasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman (PUSKIM), Kementrian Pekerjaan Umum. Tujuan penelitian ini adalah merekomendasikan perkuatan struktur pada eksisting gedung X di Jakarta, agar ketika gempa datang, struktur gedung tersebut tetap mampu memikul beban ultimit. Objek penelitian merupakan gedung kategori high rise building, memiliki jumlah lantai lebih dari 10, dibangun sebelum tahun 2010, berlokasi pada kelas situs tanah lunak dan secara visual terindikasi adanya kerusakan pada elemen struktur. Pemodelan struktur gedung X didesain dan dianalisis menggunakan program ETABS. Pembebanan gempa diberikan secara dinamik menggunakan prosedur analisis spektrum respons ragam. Hasil analisis story drift menunjukan bahwa gedung X dinyatakan aman terhadap kinerja batas ultimit yang telah dihitung berdasarkan pedoman gempa SNI 03-1726-2012. Nilai maksimum simpangan antar lantai pada gedung X untuk arah-x sebesar 68,60 mm dan arah-y sebesar 101,2 mm. Bagaimanapun, hasil analisis struktur pemodelan gedung X pada ETABS menunjukkan bahwa terdapat beberapa elemen balok dan kolom yang membutuhkan perkuatan struktur. Perkuatan elemen balok direncanakan menggunakan CFRP yang dihitung keamanannya berdasarkan pedoman ACI 440.2R-8 Perkuatan elemen kolom direncanakan menggunakan Concrete Jacketing yang dianalisis melalui section designer pada program ETABS dan dihitung keamanannya berdasarkan pedoman SNI 03-2847-2013.
PEMBUATAN BENDA UJI BASE-ISOLATION UNTUK RUMAH SEDERHANA TAHAN GEMPA Novianti Novianti; Susy Widhiyanti; Pariatmono Sukamdo
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meredam getaran yang ditimbulkan gempa pada struktur, salah satunya adalah dengan menggunakan base isolation yang terletak antara struktur bawah dan atas. Pada tulisan ini, dibahas tentang pembuatan base isolation di laboratorium. Base isolation yang dibuat dimaksudkan untuk digunakan pada bangunan sederhana berlantai dua. Pembahasan dimulai dengan meninjau sistem pemasangan base isolation pada bangunan dan bagaimana secara umum perilaku bangunan berubah dengan dipasangnya base isolation tersebut. Selanjutnya dijelaskan pula bagian-bagian penting dari suatu base isolation beserta peran dan perilaku dari masing-masing bagian-bagian tersebut. Perumusan dan perhitungan dalam merancang suatu base isolation juga dibahas setelah diketahui beban yang akan diterima oleh base isolation tersebut. Proses perancangan juga dilakukan terhadap cetakan base isolation.
HUBUNGAN VOLUME LALU LINTAS, KECEPATAN TEMPUH, DERAJAT KEJENUHAN, KERAPATAN DAN ARUS LALU LINTAS, PADA JALUR KHUSUS SEPEDA MOTOR (JKSM) DI JEMBATAN SURAMADU Agah Muhammad Mulyadi
Rekayasa Sipil Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada akhir tahun 2013 populasi sepeda motor mencapai 85,45 juta unit dengan komposisi sepeda motor di jalan rata-rata mencapai hingga 70% (AISI, 2014). Dalam rangka memfasilitasi sepeda motor, maka terbitlah PP Nomor 44 Tahun 2009 yang menyatakan bahwa ”Jalan tol dapat dilengkapi jalur jalan tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh antara volume lalu lintas, kecepatan tempuh, kerapatan, arus lalu lintas, dan derajat kejenuhan pada JKSM di jalan tol dengan metode analisis adalah regresi linier. Survei dilakukan pada lokasi JKSM Suramadu dengan mengumpulkan data kecepatan tempuh dan volume sepeda motor. Hasil analisis menunjukkan pengaruh volume terhadap kecepatan tempuh tidak terlalu signifikan dan bersifat negatif dengan nilai -0,324. Pengaruh bertambahnya kerapatan terhadap kecepatan tempuh di JKSM arah Madura adalah sebesar -0,460 sedangkan arah Surabaya sebesar -0,523 keduanya bersifat bertolak belakang. Pada JKSM arah Madura besarnya pengaruh faktor kerapatan terhadap arus sangat signifikan, yaitu sebesar 0,941 sedangkan pada arah Surabaya sebesar 0,966. Faktor pengaruh arus terhadap kecepatan tempuh di JKSM arah Madura adalah sebesar -0,195, sedangkan untuk arah Surabaya yaitu sebesar -0,391 keduanya bersifat bertolak belakang.

Page 1 of 1 | Total Record : 5