cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
STUDI GEOKIMIA BATUAN INDUK AKTIF PRA-TERSIER CEKUNGAN AKIMEUGAH, LEPAS PANTAI PAPUA SELATAN Yoga A. Sendjaja, Yusi Firmansyah, Yudha Situmorang, Baharianto Irfree,
Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.494 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v1i2.14312

Abstract

Kebutuhan akan energi fosil di Indonesia selalu bertumbuh setiap tahunnya. Tingkat produksi minyak dan gas dalam negri tahun ke tahun tidak mampu mengimbangi permintaan akan energy fosil tersebut. Hal ini disebabkan karena 80% dari produksi minyak dan gas saat ini berasal dari cekungan – cekungan yang ada di Indonesia kawasan barat. Padahal 71 dari 128 cekungan yang ada di Indonesia berada di wilayah timur Indonesia. Program eksplorasi yang intensif intensif akan sangat penting untuk menemukan akumulasi hidrokarbon yang baru khususnya di wilayah Indonesia timur. Cekungan Akimeugah salah satu cekungan yang berada di wilayah timur Indonesia yang berasosiasi dengan cekungan - cekungan di Australia yang sudah berproduksi hidrokarbon. Cekungan Akimeugah berkembang sejak Paleozoikum hingga Tersier. Hasil evaluasi geokimia pada batuan induk pra-tersier formasi Woni – wogi dan Aiduna menunjukkan kekayaan material organik mencapai 3.45%. Kualitas material organik didominasi oleh tipe kerogen III (Gas Prone). Kedua formasi ini juga telah memasuki jendela kematangan dengan nilai Ro 0.47% - 1.01% (Belum matang – Akhir Matang). Pemendaman kala neogen, berperan aktif dalam mematangkan sediment pra-tersier pada cekungan ini. Data ini menunjukkan bahwa Cekungan Akimeugah memiliki petroleum system yang bekerja dan eksplorasi lebih lanjut dibutuhkan untuk menemukan cadangan hidrokarbon di cekungan ini.Kata Kunci : Batuan Induk Aktif, Cekungan Akimeugah, Formasi Woni – wogi, Formasi Aiduna, Geokimia
FASIES PENGENDAPAN BATUPASIR FORMASI ARANG BAGIAN TENGAH DI LAPANGAN ‘LP’ CEKUNGAN NATUNA BARAT Yusi Firmansyah, Linda Apriana Paskah, Undang Mardiana,
Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1900.032 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i4.18338

Abstract

Lapangan penelitian ‘LP’ terletak di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Pusatpenelitian berada pada zona reservoar batupasir Formasi Arang Bagian Tengah, Cekungan Natuna Barat.Cekungan Natuna Barat merupakan cekungan intra-continental rift pada Paparan Sunda. Salah satuformasi yang berperan sebagai reservoar dan menjadi pusat penelitian pada cekungan ini adalah FormasiArang Bagian Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui litofasies, elektrofasies, dan fasiespengendapan batupasir lapangan penelitian berdasarkan data core dan well log. Penentuan litofasiesdidasarkan pada data deskripsi batuan inti berupa tekstur dan struktur sedimen dan data mudlog. Intervalpenelitian terdiri dari sebelas litofasies dan lima sub-asosiasi fasies, yaitu sub-asosiasi fasiesinterdistributary bay, bay & marsh deposits, distributary channel, distributary mouth bar, dan barrierbar. Analisis elektrofasies dengan menggunakan Log Gamma-Ray dilakukan pada keenam sumurpenelitian dengan pola respon kurva log, yaitu funnel-serrated shaped, bell-serrated shaped,cylindrical/blocky shaped, dan serrated shaped. Interval penelitian terbagi menjadi tiga fasiespengendapan, yaitu delta plain 1, delta front, dan delta plain 2. Korelasi fasies pengendapan dilakukandengan menggunakan prinsip litokorelasi yang didasarkan pada karakteristik litologi dan posisi stratigrafi.Batas fasies pengendapan diinterpretasi melalui data log sumur untuk mengetahui kemenerusan fasiespengendapan di lingkungan delta.Kata kunci: batupasir, litofasies, elektrofasies, fasies pengendapan, Cekungan Natuna Barat, FormasiArang Bagian Tengah
PERSEBARAN SEDIMEN PERMUKAAN DASAR LAUT DAN MINERAL LOGAM DI PERAIRAN SAUMLAKI DAN SEKITARNYA, KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT, PROVINSI MALUKU Agus Didit Haryanto,Hersenanto Catur,Widiatmoko, Muhammad Aditio,Johanes Hutabarat,
Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.386 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i1.15593

Abstract

Banyak daerah yang memiliki sumber mineral yang belum diketahui terutama wilayah pesisir dan laut.Penelitian ini dilakukan sebagai upaya mengetahui persebaran sedimen dasar laut dan mineral yangterkandung di Perairan Saumlaki-Latdalam dan sekitarnya, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, ProvinsiMaluku. Maksud penelitian yaitu mengumpulkan dan menginventarisasi data dasar geologi kelautan,khususnya sedimen permukaan dasar laut dengan tujuan mengetahui jenis dan sebaran sedimenpermukaan dasar laut. Sampel pasir diuji laboratorium menggunakan analisis mineralogi butir dan analisisAtomic Absorption Spectroscopyuntuk mengetahui kandungan mineralnya. Hasil analisis besar butirmenunjukkan bahwa sedimen permukaan dasar laut perairan Saumlaki-Latdalam terdiri atas satuanlempung, satuan pasir halus, satuan pasir kasar, satuan pasir biogenik (terumbu karang).Peta sebaransedimen permukaan dasar laut yang dihasilkan menunjukkan bahwa sedimen permukaan dasar lautkecenderungan menghalus ke arah laut. Berdasarkan dari hasil analisis yang telah dilakukan, daerahpenelitian memiliki potensi mineral, terutama mineral logam. Hasil analisis mineral butir ditemukanbanyak mineral-mineral yang mengandung Fe seperti, siderite, magnetit, hematit, limonit, dan ilmenit.Dengan analisis AAS kandungan unsur Fe cukup tinggi dibanding dengan unsur yang lain. Penelitian inimemperlihatkan potensi tertinggi adalah mineral besi. Tinggi rendahnya sumber daya mineraldipengaruhi besarnya kadar mineral itu sendiri dan luas penyebaran mineral tersebut. Kata Kunci : mineral logam, saumlaki, sedimen dasar laut
STUDI GEOKIMIA HUBUNGAN BATUAN INDUK CINTAMANI DAN JANTUNG DENGAN MINYAK BUMI BLOK OK, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Yoga Andriana S., Bayu Sapta F., Muhammad Arief Lagoina, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1378.218 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v1i1.13713

Abstract

Daerah penelitian terletak di Blok Ogan Komering, Sub-Cekungan Palembang, Cekungan Sumatera Selatan yang termasuk dalam wilayah operasi JOB Pertamina-Talisaman (OK) Ltd. Penelitian ini difokuskan pada dua dari empat graben utama dalam blok ini yaitu Graben Cintamani dan Graben Jantung. Data minyak bumi yang digunakan yaitu data dari sumur produksi tiga lapangan yaitu Lapangan Pertamina (PTM), Talsiman (TLM), dan Padjajaran (PDJ). Formasi yang merupakan batuan induk efektif adalah Formasi Lahat, pada Graben Cintamani menghasilkan Minyak dan gas bumi (Kerogen tipe III), sementara pada Jantung hanya minyak bumi (Kerogen tipe I). Formasi Lahat dan Talang Akar pada Graben Cintamani berasal dari lingkungan pengandapan fluvio-deltaik, sedangkan Formasi Lahat Graben Jantung berasal dari lingkungan lakustrin. Minyak bumi diidentifikasi mempunyai genesa lingkungan pengendapan asal fluvio-deltaik dengan tingkat kematangan awal matang-lewat matang. Hasil korelasi menunjukkan hubungan sangat kuat antara Batuan Induk GrabenCintamani dengan Minyak Bumi, sedangkan Batuan Induk Graben Jantung Menunjukkan korelasi negatif.Kata Kunci : Blok Ogan Komering; Geokimia; Biomarker; Korelasi
POLA ALIRAN AIR PANAS BUMI DAERAH BITTUANG, KABUPATEN TANA TORAJA, SULAWESI SELATAN MENGGUNAKAN METODE DENSITAS KELURUSAN DAN GEOINDIKATOR AIR PANAS Johannes Hutabarat, Prasetya Ikra P, Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1720.168 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v3i4.23197

Abstract

Bittuang, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan memiliki kondisi geologi yang mungkin terpengaruh oleh sistem panas bumi. Pada suatu sistem panas bumi terdapat zona upflow dan outflow. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui zona upflow dan outflow sistem panas bumi daerah Bittuang. Metode yang digunakan yaitu pembuatan peta densitas kelurusan menggunakan metode Fault Fracture Density, serta perbandingan beberapa unsur geoindikator yaitu Na/K, Cl / SO4, SO4 / HCO3 dan Cl / [Na/K]. Pada daerah penelitian didapat 2489 kelurusan punggungan dan lembahan dengan trend dominan timurlaut - baratdaya, dapat dikelompokkan tiga kelas densitas, yaitu Densitas Rendah dengan nilai densitas < 29000 m/km2, Densitas Sedang dengan nilai densitas 29000 – 34000 m/km2, dan Densitas Tinggi dengan nilai densitas > 34000 m/km2. Perbandingan rasio geoindikator menunjukkan zona upflow berada di baratdaya dari sumber panasnya yaitu Gunungapi Karua. Pada daerah penelitian, air panas mengalir ke arah baratdaya dari Gunungapi Karua, kemudian masuk ke zona upflownya dimana pada zona ini memiliki permeabilitas dan gradien suhu bawah permukaan yang paling tinggi. Air panas dari zona upflow kemudian mengalir lateral ke baratdaya - selatan ke zona outflow. Pada zona lateral flow ditemukan manifestasi berupa air panas kelompok Balla (APB-1, APB-2, dan APB-3) sedangkan pada zona outflow ditemukan manifestasi berupa air panas kelompok Cepeng (APC-2 dan APC-2)Kata Kunci: Panas Bumi Bittuang; Densitas Kelurusan; Outflow; Upflow; Geoindikator 
POLA PERTUMBUHAN BATUAN KARBONAT LAPANGAN KANCIL INTERVAL“MID MAIN CARBONATE” FORMASI CIBULAKAN ATAS, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Febriwan Mohammad, Gilang Anugrah Pribadi, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.176 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v1i3.15082

Abstract

Interval Mid Main Carbonate pada Lapangan “Kancil” merupakan interval target pada penelitian ini. Termasuk kedalam bagian dari Formasi Cibulakan Atas, Cekungan Jawa Barat Utara. Cekungan Jawa Barat Utara terletak di barat laut Jawa dan meluas sampai lepas pantai utara Jawa. Cekungan Jawa Barat Utara secara regional merupakan sistem busur belakang (back arc system) yang terletak diantara lempeng mikro sunda dan tunjaman lempeng  India-Australia (Narpodo, 1996). Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan batuan karbonat berdasarkan parameter sikuen stratigrafi. Data – data yang digunakan adalah data wireline log pada 2 sumur , data serbuk bor, data batuan inti dan data lintasan seismik. Penelitian ini dimulai dengan interpretasi litofasies berdasarkan pada deskripsi data serbuk bor dan batuan inti. Kemudian melakukan analog terhadap interval yang tidak mempunyai data batuan inti melalui respon log gamma ray. Selanjutnya melakukan penentuan parasikuen pada setiap sumur untuk mengetahui kronostratigrafinya dan melakukan analisis bentuk pertumbuhanan batuan karbonat berdasarkan gambaran citra seismik. Secara umum pertumbuhan batuan karbonat memiliki pola yang sama, diawali oleh pola keep-up carbonate (Miall, 2010) pada parasikuen 1 , catch-up carbonate pada parasikuen 2 dan drowning atau give-up carbonate pada parasikuen 3.   Kata Kunci : Cekungan Jawa Barat Utara, Formasi Cibulakan Atas, Mid Main Carbonate, Sikuen 
SWELLING POTENTIAL MENGGUNAKAN METODE FREE SWELL INDEX TEST DI DAERAH CILENGKRANG, KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT Zufialdi Zakaria, Nur Khoirullah., Annisa Ayuningtyas Pratiwi,Raden Irvan,
Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.654 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v3i4.23188

Abstract

Daerah penelitian termasuk kedalam Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Daerah ini didominasi oleh tanah hasil lapukan batuan produk vulkanik berupa tuf, breksi dan lava andesit. Objek penelitian berupa tanah hasil lapukan produk vulkanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanah mengembang dari sampel tak terganggu. Dari sampel tanah tak terganggu tersebut untuk mengetahui nilai indeks pengembangan dilakukan pengujian sampel menggunakan metode free swell index test. Nilai indeks pengembangan terbesar yaitu 22,73% dan nilai terkecil yaitu 2,86%. Daerah cilengkrang memiliki potensi tanah mengembang rendah sampai sedang.Kata Kunci : Cilengkrang, vulkanik, potensi tanah mengembang.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DAN KUALITAS ANDESIT SEBAGAI BAHAN BANGUNAN DAERAH BATUJAJAR, KECAMATAN BATUJAJAR TIMUR, KABUPATEN BANDUNG BARAT Purnama Aji Kusumah, Faishal Amrullah, Reza Mohammad Ganjar Gani, Panji Ridwan, Kurnia Arfiansyah,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.919 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i3.17262

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Batujajar Timur , Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Propinsi Jawa Barat. Desa Batujajar memiliki litologi memiliki litologi berupa andesit dan telah ditambang secara tradisional oleh masyarakat sekitar namun pemanfaatannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan andesit di Desa Batujajar. Metode penelitian menggunakana analisis petrografi dan analisis keteknikan batuan dengan diuji ketahanan batuan dengan menggunakan UCS (Uniaxial compressive strength). Berdasarkan hasil analisis petrografi ke-enam sampel batuan berjenis Andesit (Streckeisen, 1978). Dari hasil pengujian kuat tekan , nilai kuat tekan masing masing sampel bervariasi, nilai kuat tekan yang paling tinggi dimiliki oleh sampel PR07 dengan nilai 673.828 MPa, pada PR10 memiliki nilai kuat tekan 424.558 Mpa, ST02 416.379 Mpa, PR14 bawah 282.952 MPa, PR14 407.716 MPa, dan nilai kuat tekan yang paling rendah dimiliki oleh nomer sampel PR15 dengan nilai 18.488 Mpa. Nilai Kuat tekan PR10, ST02, PR 14 bawah, PR14, dan PR07, secara umum relative lebih besar bila dibandingkan dengan sampel ST15. Hal ini disebabkan karena sampel PR 15 telah mengalami alterasi dengan intensitas sedang, dicirikan dengan munculnya mineral sekunder dengan persentase (40-45 %) berupa serisit, mineral lempung dan mineral opak. Berdasarkan nilai kuat tekan, kedua satuan termasuk dalam klasifikasi medium strength (Bieniawski, 1973) dengan nilai kuat tekan rata-rata 370.653 Kg/cm2. Berdasarkan syarat mutu batu alam untuk bahan bangunan (SNI 030394-1989), andesit di daerah penelitian dapat dimanfaatkan sebagai bahan trotoar jalan , batuan tepi jalan, dan batuan hias .Kata Kunci : Andesit, Desa Batujajar timur, kuat tekan, bahan bangunan
KEAKTIFAN TEKTONIK BERDASARKAN KELURUSAN PUNGGUNGAN, KELURUSAN SUNGAI, DAN SINUSITAS MUKA GUNUNG DAERAH LELES, JAWA BARAT Edy Sunardi, Nisa Nurul Ilmi, Luthfi Zulkifli, Iyan Haryanto,
Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.826 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v3i3.23177

Abstract

Secara administratif daerah penelitian berada di Kecematan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Litologi penyusun daerah penelitian ini merupakan batuan vulkanik yang berumur Kuarter. Pentingnya mengetahui tingkat keaktifan tektonik suatu daerah untuk mengetahui potensi bencana geologi yang mungkin terjadi di daerah penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis kelurusan punggungan melalui citra satelit dan menganalisis kelurusan sungai berdasarkan peta topografi yang kemudian hasil dari kelurusan punggungan dan kelurusangan sungai dimasukkan ke dalam diagram mawar sehingga dapat terlihat orientasi struktur di daerah penelitian. Selanjutnya peneliti melakukan analisis sinusitas muka gunung sehingga dapat diketahui tingkat keaktifan tektonik di daerah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, pola struktur yang berkembang di daerah penelitian relatif berarah Timur Laut-Barat Daya yang merupakan Pola Meratus. Berdasarkan analisis sinusitas muka gunung, daerah penelitian tergolong ke dalam tektonik aktif yang disebabkan karena adanya sesar mendatar di bagian Selatan daerah penelitian dan sesar normal di bagian Timur daerah penelitian. Kedua sesar tersebut didapat berdasarkan analisis kelurusan punggungan dan analisis kelurusan sungai yang relatif memanjang sehingga membentuk pola kelurusan yang lebih besar.
KARAKTERISTIK BATUBARA DAERAH SUNGAIPENUH (JAMBI) MENGGUNAKAN METODE PETROGRAFI ORGANIK DAN KIMIA Reza Mohammad Ganjar Gani, Mohammad Rivaldy , Lili Fauzielly,
Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.597 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i2.16599

Abstract

Daerah penelitian termasuk ke dalam Sungaipenuh, Provinsi Jambi. Daerah ini memiliki singkapanbatubara yang tidak menerus dan berbentuk lensa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuikarakteristik batubara dengan menggunakan metode petrografi organik dan kimia. Formasi pembawabatubara berasal dari Formasi Pengasih, Formasi Kumun, dan Endapan Danau. Dari hasil analisis padaempat conto batubara yang diperoleh dari hasil penyelidikan lapangan, batubara daerah Sungaipenuhmemiliki karakteristik: peringkat batubara gambut-lignit, tipe humik, dan bermutu rendah. Batubaradaerah Sungaipenuh memiliki kemiripan dengan karakteristik batubara di Sumatera pada umur yangsama (Miosen-Pliosen).Kata Kunci: Sungaipenuh, batubara, peringkat, tipe, mutu, geologi batubara, analisis petrografi organik, analisis kimia.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue