cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
STRUKTUR GEOLOGI DAERAH CIKADONGDONG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN Iyan Haryanto, Moh. Qo’id Filayati, Aton Patonah,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1597.117 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i3.17250

Abstract

Daerah Bayah memiliki kondisi struktur geologi dan tektonik yang cukup kompleks. Pola struktur yang banyak berkembang adalah sesar-sesar mendatar berarah utara-selatan. Data struktur kekar, struktur lipatan, dan struktur sesar menunjukkan bahwa rezim tegasan di daerah penelitian didominasi oleh sistem tegasan yang membentuk sesar-sesar normal dan mendatar. Mengacu pada konsep wrench fault tectonic, sesar-sesar yang ada di daerah penelitian merupakan sesar-sesar mendatar orde pertama dan kedua. Stratigrafi daerah penelitian ini dimulai dari pembentukan batuan metamorf pada umur mesozoikum pada tepi kontinen sundaland. Pada kala miosen batuan sedimen diendapkan diatas batuan dasar metamorf pada cekungan belakang busur. Proses pengendapan terus berlangsung bersamaan dengan proses pengangkatan yang terjadi. Proses pengangkatan terjadi dalam beberapa periode sampai saat ini sehingga membentuk Cekungan Bayah menjadi Bayah Dome.Kata Kunci: Struktur geologi, tektonik, rezim tegasan, Bayah Dome
FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI TALANG AKAR, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Febriwan Mohamad, Mualimin, Mochammad Fahmi Ghifarry, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1183.551 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v1i3.15079

Abstract

Lapangan ‘MFG’ adalah salah satu lapangan penghasil hidrokarbon yang terletak pada Cekungan Jawa Barat Utara. Cekungan Jawa Barat Utara merupakan cekungan belakang busur yang berada di bagian barat laut Pulau Jawa. Objek penelitian berada Formasi Talang Akar, Lapangan ‘MFG’, Cekungan Jawa Barat Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fasies dan lingkungan pengendapan.  Data – data yang digunakan adalah data wireline log pada 2 sumur dan data serbuk bor. Penelitian ini diawali dengan penentuan litofasies didasarkan pada deskripsi data serbuk bor. Batuan inti yang telah dideskripsi divalidasi terhadap log gamma ray. Pola dari log gamma ray dianalisis untuk mengetahui elektrofasies sehingga lingkungan pengendapan dari objek penelitian dapat diinterpretasikan. Fasies yang terbentuk pada daerah penelitian adalah Fasies Interbedded Shale – Coal, Fasies Estuary Shale, Fasies Estuary Sandstone, Fasies Channel Sandstone, Fasies Estuary Mouth Sandstone, dan Fasies Lagoonal Limestone.Paleoenvironment objek penelitian merupakan estuary.  Kata Kunci:  Fasies, Lingkungan Pengendapan, Formasi Talang Akar, Cekungan Jawa Barat Utara
PENENTUAN AKTIVITAS TEKTONIK BERDASARKAN ASPEK MORFOTEKTONIK PADA DAS CIKERUH, KABUPATEN SUMEDANG, PROVINSI JAWA BARAT Zufialdi Zakaria, Murni Sulastri., Mochamad Andika Pratama, Nana Sulaksana,
Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.487 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v3i2.23167

Abstract

Secara administratif, DAS Cikeruh berada pada sebagian Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Bandung,Provinsi Jawa Barat, dan secara geografis, berada pada 107° 40’ 34,417” BT sampai 107° 48’ 44,87” BTdan 6° 59’ 36,15” LS sampai 6° 48’ 14,936” LS. Daerah penelitian terdiri dari 33 Sub DAS. Penelitiandengan metode morfotektonik ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat aktivitas tektonik. Analisis hasilpenghitungan morfometri DAS yang meliputi Rb dan Dd menunjukkan bahwa secara umum daerahpenelitian terdeformasi secara tektonik. Analisis hasil penghitungan morfotektonik DAS yang meliputiSmf, Vf, dan AF, menunjukkan tingkat aktivitas tektonik pada DAS dengan litologi batuan vulkanik adalahaktif sedangkan pada DAS berasalkan endapan vulkanik adalah sedang sampai tidak aktif.Kata kunci: DAS Cikeruh, morfotektonik, aktivitas tektonik
PENGARUH AKTIVITAS TANAH TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI DANGKAL DI DAERAH DAGO GIRI KABUPATEN BANDUNG BARAT, PROVINSI JAWA BARAT Agung Mulyo, Fahrizal Ajie, Zufialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.029 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i2.16596

Abstract

Penelitian dilakukan di Daerah Dago Giri Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat ProvinsiJawa Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi geologi teknik serta aktivitas tanah danpengaruh terhadap nilai daya dukung tanah fondasi dangkal. Tanah permukaan termasuk jenis CH(lempung plastisitas tinggi), ML (lanau plastisitas rendah) dan SP (pasir bergradasi buruk). Analisislaboratorium pada kedalaman 1,5 - 2 m tanah pada daerah penelitian secara umum tergolong MH(lanau plastisitas tinggi) dan SM - SC (pasir lanauan - pasir lempungan). Daya dukung tanah (qa)untuk fondasi menerus (continuous) berkisar antara 18.69 sampai 89.61 T/m2. Hubungan antara nilai daya dukung tanah (qa) yang diijinkan untuk fondasi dangkal jenis menerus (continuous) dengan angka aktivitas (A) memperlihatkan hubungan negatif dengan koefisien korelasi (r= - 0.485). Daya dukung tanah menurun sejalan dengan peningkatan aktivitas tanah.Kata Kunci : Dago Giri, Geologi teknik, Daya dukung tanah, Aktivitas tanah
BIOFASIES BERDASARKAN FORAMINIFERA BENTONIK KECIL RESEN PADA CORE JPA 07-04 DI PERAIRAN JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH Lia Jurnaliah, Winantris, Erika Silviani,
Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.179 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v1i2.14308

Abstract

Lokasi penelitian secara administratif, berada di perairan Jepara, Provinsi Jawa Tengah yang terletak pada koordinat 110º17’08,80” E dan 06º32’58,27” S. Sampel yang digunakan merupakan 20 sampel sedimen pada Core JPA 07-04 dengan panjang 100 cm dan berada pada kedalaman 41 m .Kelimpahan fosil foraminifera bentonik resen di daerah penelitian dapat digunakan untuk menentukan biofasies pada daerah penelitian. Penelitian dilakukan berdasarkan metode analisis kuantitatif dengan menggunakan analisis kluster dengan software SPSS 16.0 . Penentuan Biofasies pada daerah penelitian didasarkan pada kelimpahan jumlah spesies dan individu pada setiap sampel, Biofasies pada daerah penelitian dibagi menjadi 4 Biofasies, yaitu Biofasies 1, Biofasies 2 , Biofasies 3 dan Biofasies 4.Kata kunci : jepara, foraminifera bentonik kecil resen , biofasies
EVALUASI NILAI ZAT TERBANG BATUBARA CEKUNGAN SUMATRA SELATAN Boy Yoseph CSSSA, Nazla Syafitri,Lili Fauzielly,
Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.177 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i4.18340

Abstract

Salah satu cekungan penghasil batubara terbesar di Indonesia adalah Cekungan Sumatra Selatan yangterletak sebelah tenggara Pulau Sumatra dengan peringkat batubara berkisar antara subbituminous – highvolatile bituminous C. Peringkat batubara dipengaruhi salah satunya oleh nilai zat terbang. Dari penelitiansebelumnya ditemukan adanya perbedaan rentang zat terbang klasifikasi ASTM dan batubara Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai zat terbang batubara Cekungan Sumatera Selatanterhadap klasifikasi ASTM. Metode yang digunakan adalah analisis kontrol geologi dan analisis statistikdata petrografi, proksimat, dan ultimat batubara PSDBMP sejak tahun 1999 – 2010. Data lengkap pada 13daerah dengan 209 sampel. Hasilnya ditemukan nilai zat terbang berkisar 40 – 65 %. Nilai zat terbangtinggi diduga disebabkan proses pematangan batubara masih rendah yang masuk kedalam peringkatsubbituminous – lignite. Penyebaran zat terbang yang rendah pada daerah B dan P disebabkan pengaruhgradient geothermal lebih tinggi dari lokasi lainnya dengan kadar kurang dari 52 %. Selain itu,peningkatan ini juga disebabkan oleh lokasinya dekat dengan Sesar Semangko.Kata kunci: Cekungan Sumatera Selatan, Klasifikasi ASTM, Peringkat, Reflektan Vitrinit
PERAN TATAGUNA LAHAN DAN GEOLOGI DALAM ANTISIPASIPOTENSI PENCEMARAN AIR LINDI DI TPA GANET Emi Sukiyah,Johannes Hutabarat, M Arif Syaripuddin,Fery Erawan,
Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.122 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v2i1.15595

Abstract

Permasalahan sistem TPA sanitary landfill  yang terjadi di lapangan yaitu terdapat rembesan air lindi atau leachate  yang    tidak terkendali dan dikhawatirkan dapat mencemari air tanah beserta lingkungan sekitar jika dibiarkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kawasan yang terkena dampak pencemaran air lindi TPA Ganet di Pulau Bintan. Metodologi yang digunakan berupa observasi lapangan untuk mengetahui karakteristik litologi dan analisis studio untuk mendapatkan informasi spasial. Parameter yang di analisis  berupa tataguna lahan, DAS dan  dikompilasikan dengan peta Hidrogeologi Regional.Berdasarkan pengamatan lapangan, material  penyusun di kawasan sekitar TPA Ganet berupa tanah hasil pelapukan batuan granit dan menurut Peta Hidrogeologi termasuk ke dalam area air tanah langka atau tidak berarti.Berdasarkan morfometri DAS,  TPA Ganet termasuk ke dalam DAS Cidompak. Kemudian dibedakan berdasarkan pembagian sungai orde 3 yaitu DTA Ganet atau Sub-DAS Ganet. Arah aliran sungai dari kawasan TPA Ganet mengalir ke Selatan yang bermuara ke Sungai  Cidompak. Terdapat setidaknya 0.684 km. kawasan pemukiman yang termasuk ke dalam sub-DAS Ganet dan berpotensi tercemar oleh air lindi. Berdasarkan analisis citra satelit ,terlihat beberapa lahan kosong berupa lapangan di sebelah Utara TPA Ganet yang tidak berpotensi terkena dampak air lindi. Salah satu solusi yang didapat yaitu arahan pengembangan pembangunan pemukiman  menuju ke sebelah Utara TPA Ganet dimana daerah tersebut masih terdapat beberapa lahan kosong, selain itu mempercepat studi mengenai karakteristik tanah penutup sanitary landfill yang sesuai sehingga limbah air lindi dapat dikendalikan.Kata Kunci : TPA Ganet, Pulau Bintan, Air Lindi
KARAKTERISASI MINERALOGI PETUNJUK TERMPERATUR PADA SUMUR “VN” LAPANGAN WAYANG WINDU, PANGALENGAN, JAWA BARAT Agus Didit Haryanto, Vina Oktaviany, Johanes Hutabarat,
Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.307 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v1i1.13727

Abstract

Lapangan panasbumi  Wayang  Windu berada  di  Kecamatan  Pangalengan,  Kabupaten  Bandung,  Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mineral ubahan dan karakterisasi mineral petunjuk temperatur pada sumur VN. Objek dalam penelitian ini adalah data serbuk bor dari sumur VN dengan metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  metode petrologi, petrografi, dan XRD. Berdasarkan hasil pengamatan, litologi  daerah  penelitian  terdiri  atas  andesit  terubah,  tuf  litik  terubah,  dan  tuf  kristal terubah.  Mineral  alterasi  yang  berkembang  di  daerah penelitian didominasi mineral  alterasi  pH  netral,yaitu kuarsa  sekunder,  kalsit,  epidot,  montmorilonit,  illit,  smektit,  klorit,  oksida  besi, dan pirit,  serta beberapa  mineral  pH  asam  seperti  kaolinit,  kristobalit,  anhidrit,  dan  haloysit.  Berdasarkan  asosiasi mineralnya, alterasi  pada sumur  VN dibagi  menjadi  tiga tipe,  yaitu tipe  alterasi  argilik,  tipe  alterasi subpropilitik,  dan  tipe  alterasi  propilitik. Temperatur  pembentukan  mineral  ubahan  pada tipe  argilik adalah < 180 C, tipe subpropilitik sekitar 150 C-220 C, dan tipe propilitik sekitar 210 C-340 C.  Kata kunci : Alterasi, Argilik, Subpropilitik, Propilitik, Temperatur, Wayang Windu
PENURUNAN ANGKA AKTIVITAS MELALUI PENCAMPURAN CaO PADA TANAH VULKANIK, JATINANGOR Raden Irvan Sophian, Aulia E.P.S. Chaniago, Zufialdi Zakaria
Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.282 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v1i3.15084

Abstract

Penelitian dilakukan di daerah Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Tanah daerah penelitian merupakan hasil lapukan breksi laharik. Mineral lempung dari hasil lapukan dapat meningkatkan angka aktivitas tanah. CaO merupakan bahan bangunan yang biasa digunakan untuk stabilisasi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan angka aktivitas dengan penambahan CaO. Uji laboratorium untuk menentukan sifat fisik tanah dilakukan dengan penambahan CaO 5-30% dengan interval 5%. Berdasarkan metode Skempton, 1953 dalam Hunt, 2007, diperoleh angka aktivitas 1,12 yang bersifat aktivitas tinggi, berdasarkan Bowles, 1984. Terjadi perubahan pada angka aktivitas dengan persamaan A = 9,2323CaO2 - 3,4998CaO + 0,7734 pada penambahan CaO. Grafik yang terbentuk, menunjukkan titik minimum penurunan angka aktivitas pada penambahan CaO 20%. Oleh karena itu, penambahan CaO yang disarankan tidak melebihi 20%. Kata kunci: Lempung, angka aktivitas, CaO
SISTEM PANAS BUMI NON-VULKANIK DAERAH BUNTUNA, TOLITOLI, SULAWESI TENGAH, BERDASARKAN PENDEKATAN GEOLOGI DAN GEOKIMIA AIR PANAS Johanes Hutabarat, Dedi Kusnadi., Petrus Rony P. S, Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.464 KB) | DOI: 10.24198/pgj.v3i4.23190

Abstract

Kabupaten Tolitoli merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Tengah. Pada daerah Kabupaten Tolitoli ini banyak ditemukan manifestasi panasbumi salah satunya terletak pada Desa Buntuna, Kecamatan Baolan. Manifestasi panasbumi yang ditemukan berupa mataair panas dan kubangan air panas.Analisis kelurusan morfologi dilakukan untuk mengetahui struktur geologi daerah penelitian. Analisis geokimia pada manifestasi air panas dilakukan untuk mengetahui jenis air panas, asal air panas, dan pendugaan suhu bawah permukaan. Secara geologi daerah penelitian merupakan lingkungan non-vulkanik dengan litologi batusabak. Kemunculan fluida panasbumi diduga dikarenakan struktur berarah barat daya timur laut. Sampel air panas menunjukan air panas bertipe bikarbonat dan termasuk kedalam immature water. Hasil pengukuran geotermometer air Na/K Hasil pengukuran temperatur bawah permukaan menggunakan geotermometer Na/K memperkirakan bahwa temperatur reservoir adalah sekitar 170oC.Kata Kunci: Geologi, Geokimia, Panas Bumi, Toli-Toli

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue