cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
ANALISIS DIAGENESIS POROSITAS SEKUNDER PADA FORMASI RANCAK, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Riszky Baisal Risyad, Achhmad Yusqi Maulana, Ildrem Syaf
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35214

Abstract

Proses diagenesis sangat umum terjadi pada batuan karbonat. Salah satu faktor yang dipengaruhi olehproses diagenesis merupakan keterbentukan porositas sekunder pada batuan karbonat. Faktorpengontrol daripada proses diagenesis sangat berkaitan erat dengan lingkungannya. Tujuan daripadapenelitian ini untuk mengetahui hubungan nilai porositas sekunder batuan karbonat pada FormasiRancak dengan lingkungan pembentuknya. Metode yang digunakan meruakan identifikasi secaradeskriptif produk diagenesis secara mikroskopis dan dilanjutkan dengan analisis secara interpretatifdengan hubungannya pada lingkungan pengendapannya. Berdasarkan hasil penelitian, tipe porositasyang ditemukan pada Formasi Rancak merupakan tipe pori vug. Pori vug yang dijumpai berhubunganerat dengan proses keterbentukan porositas sekunder pada zona freatik endapan High Stand SystemsTract (HST) saat tersingkap pada fase Low Stand Systems Tract (LST).Kata Kunci: Diagenesis, Porositas Sekunder, Formasi Rancak, Cekungan Jawa Timur Utara
KESESUAIAN LAHAN BERDASARKAN ASPEK GEOLOGI LINGKUNGAN UNTUK PENGEMBANGAN PERMUKIMAN PADA DAERAH MARGACINTA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIJULANG, KABUPATEN PANGANDARAN Mochamad Nusiyam Barkah , Bombom Rachmat Suganda, Dzaky Ahmad, Ciria Humanis Brilian,
Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i4.32175

Abstract

Kabupaten Pangandaran merupakan daerah yang berkembang dan mengalami pertambahan penduduk setiap tahunnya berdasarkan data kependudukan badan pusat statistik kabupaten pangandaran. Oleh karena itu dibutuhkannya daerah permukiman sebagai tempat tinggal penduduk dan salah satu potensi wilayah permukiman adalah daerah margincta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian lahan daerah penelitian sebagai kawasan peruntukan permukiman berdadsarkan aspek-aspek geologi lingkungan. Metode yang digunakan adalah metode bobot dan skoring. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan skor kesesuaian lahan > 99 dikategorikan sebagai wilayah kemungkinan sehingga sangat baik untuk dijadikan kawasan permukiman, kemudian skor 91 – 99 merupakan wilayah kendala yang memiliki berbagai kendala yang masih dapat diatasi dengan rekayasa teknik. Skor < 91 merupakan wilayah limitasi yang tidak layak untuk dijadikan kawasan permukiman.Kata Kunci: Pangandaran, Margacinta, metode skoring, kemampuan lahan, kesesuaian lahan, geologi lingkungan
ARSITEKTUR ELEMEN ENDAPAN – ENDAPAN LAUT DALAM FORMASI CINAMBO PADA SEBAGIAN LINTASAN SUNGAI CILUTUNG, DESA KADUMALIK, KABUPATEN SUMEDANG - JAWA BARAT Yusi Firmansyah, Fahril Ridwan, Abdurrokhim,
Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i4.35237

Abstract

Tulisan ini membahas arsitektur elemen Formasi Cinambo yang tersingkap disebagian lintasan Sungai Cilutung Desa Cimanintin, Kabupaten Sumedang.Formasi ini terbentuk pada Miosen awal - Miosen Akhir pada lingkungan lautdalam (lower slope – continental rise). Pengamatan detail pada singkapan dengan total panjang 933 meter sukresi batuansedimen , menujukan ada sebelas (11) litofasies dan dapat dikelompokkan dalamlima (5) asosiasi fasies. yaitu (i) Proximal Canyon, (ii) Mud Filled Channel (iii)Channel, (iv) Distal Silt-Mud lobe dan (v)Levee.
Rasio Perubahan Nilai Faktor Keamanan Terhadap Perolehan Stripping ratio Pada Tambang Batubara Raden Irvan Sophian, Muhamad Raihan Albar,Zufialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35205

Abstract

Kegiatan Pertambangan secara open pit seringkali dijumpai adanya permasalahan, berupa stabilitaslereng dan jumlah cadangan batubara yang dapat dieksploitasi dari suatu lereng maka dibutuhkannyasuatu upaya agar lereng tetap stabil. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menerapkan sistemrekayasa geoteknik berupa mengubah geometri dari lereng. Perubahan geometri pada lereng akanmengakibatkan adanya perubahan volume pada penyusun lereng yang mana akan mengubah nilaifaktor keamanan dan stripping ratio maka perlu dipahami bagaimanakah hubungan dari nilai faktorkeamanan dan stripping ratio. Penelitian ini dilakukan dengan metode kesetimbangan batas danmetode Bishop dan kriteria Mohr-Coloumb. Dari simulasi yang telah dilakukan dapat diketahui rasiodari faktor keamanan terhadap stripping ratio.Kata Kunci : Kestabilan Lereng, Optimasi, Kesetimbangan batas, Stripping ratio
PENGARUH GETARAN PELEDAKAN TERHADAP KESTABILAN LERENG PIT CENTRAL TUTUPAN, PT ADARO INDONESIA, KALIMANTAN SELATAN Irvan Sophian, Zufialdi Zakaria, Channia Princessca, Muhammad H. Manar,
Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i3.29107

Abstract

PT. Adaro Indonesia merupakan tambang batubara dengan metode open pit. Salah satu aktivitas pembongkaran overburden dilakukan dengan cara peledakan. Dampak peledakan salah satunya adalah getaran tanah (ground vibration), getaran ini menyebabkan gangguan pada kestabilan lereng tambang baik pada lereng kerja maupun lereng akhir. Sehingga diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui nilai Faktor Keamanan (FK) dinamis yang dipengaruhi oleh getaran akibat peledakan. Pit Central Tutupan merupakan area yang memiliki kegiatan peledakan yang paling sering, oleh sebab itu peledakan perlu dikontrol agar Faktor Keamanan (FK) dinamis tidak kurang dari 1.1 sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K 30 MEM 2018. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui nilai Faktor Keamanan (FK) dinamis pada highwall CT1 dan CT2 di Pit Central Tutupan. Metode yang digunakan adalah pengukuran Signature Hole Analysis (SHA) untuk mendapatkan nilai koefisien peluruhan getaran (k) dan konstanta massa batuan (m) yang diolah menggunakan software Blastware, kemudian mengevaluasi Faktor Keamanan (FK) dinamis berdasarkan simulasi lereng menggunakan software Slide8. Berdasarkan hasil regresi linear dari SHA, Area CT1 memiliki nilai k sebesar 2071 dan m sebesar 1.48 sedangkan area CT2 memiliki nilai k sebesar 2577 dan m sebesar 1,61. Pada analisis kestabilan lereng, data yang diolah merupakan data sifat fisik dan mekanik batuan penyusun lereng dan geometri lereng aktual dengan analisis pseudostatik. Berdasarkan hasil simulasi lereng, lereng highwall CT1 memiliki nilai Faktor Keamanan (FK) statis 1.810 dan dinamis 1.544 dengan koefisien seismik sebesar 0.028 g dan CT2 memiliki nilai Faktor eamanan(FK) statis 1.966 dan dinamis 1.541 dengan koefisien seismik sebesar 0.017 g
KARAKTERISTIK GEOKIMIA FLUIDA DAN PERKIRAAN TEMPERATUR BAWAH PERMUKAAN PANAS BUMI TEMPERATUR SEDANG DAERAH LARIKE DAN TULEHU KABUPATEN MALUKU TENGAH, PROVINSI MALUKU Johannes Hutabarat, Dewi Gentana, Gabriella Georgina, Agus Didit,
Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i3.35228

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Larike, Kecamatan Leihitu Barat dan DesaTulehu, Kecamatan Salahutu pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, ProvinsiMaluku. Kedua daerah tersebut dipilih karena memiliki manifestasi panas bumiberupa mata air panas di permukaan. Tujuan penelitian untuk mengaplikasikanmetode geokimia fluida untuk mengetahui karakteristik fluida dan perkiraantemperatur bawah permukaan. Metode penelitian menggunakan dua metode yaitupengamatan di lapangan dan pengolahan data serta analisis data berdasarkan datalaboratorium hasil analisis kimia mata air panas terhadap 3 (tiga) sampel mata air(LRK-1, LRK-2, THU-1). Hasil ploting data laboratorium kimia air panas padadiagram segitiga Cl-SO4-HCO3, memperlihatkan mata air memiliki tipe airbikarbonat pada kondisi pheripiral waters. Hasil ploting rasio unsur kimia Cl-LiB terbentuk pada kondisi absorption of low B/Cl steam mendekati puncak Cl,indikasi Cl yang tinggi diduga sebagai hasil kontaminasi dengan air lautdikarenakan daerah pengambilan sampel berada dekat dengan pantai. Hasilploting rasio unsur kimia Na-K-Mg, menunjukkan mata air (LRK-1, LRK-2 danTHU-1) berada pada kondisi full equilibrium dengan kandungan Na yang tinggi,mengindikasikan mata air mengalami kesetimbangan penuh ketika terjadiinteraksi antara fluida panas dengan batuan sekitar. Berdasarkan hasil perhitunganpersamaan geotermometer fluida (air) terhadap sampel mata air panas (LRK-1 danTHU-1), diperkirakan estimasi temperatur bawah permukaan daerah penelitianberkisar antara 109°C - 228°C, dan termasuk dalam sistem panas bumi bersuhusedang.
FORAMINIFERA PLANKTONIK SEBAGAI PENCIRI PALEOTEMPERATUR: STUDI KASUS PADA LINTASAN SUNGAI KENTENG, DESA KENTENG, KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAH Winantris, Nur Auliair R, Lia Jurnaliah,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32190

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Kenteng, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah termasuk ke dalam Formasi Waturanda dan Formasi Penosogan. Secara Geografis, daerah penelitian berada pada koordinat 109032’45,3“BT dan 7033’09,1“ LS. Pengambilan 18 sampel sedimen dilakukan pada lintasan Sungai Kenteng dengan metode penampang terukur. Metode kuantitatif foraminifera planktonik digunakan untuk mengetahui kelimpahan dan paleotemperatur. Penentuan paleotemperatur dilakukan dengan mencari dan menghitung presentase dari fosil foraminifera planktonik indeks temperatur pada setiap sampel, Berdasarkan hasil penenlitian, disimpulkan paleotemperatur daerah penelitian menunjukkan temperatur hangat (>200C).Kata Kunci: Foraminifera planktonik, Formasi Waturanda, Formasi Penosogan, paleotemperatur
KAJIAN KESTABILAN LERENG HIGHWALL DENGAN METODE KESETIMBANGAN BATAS DAN PROBABILISTIK PADA PIT MUARA TIGA BESAR UTARA PT. BUKIT ASAM Tbk. TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN R. Irvan Sophian, Farhan Rijal Giffari, Zufialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i2.29091

Abstract

Dalam aktivitas pertambangan secara terbuka (open pit) sering timbul masalah, salahsatunya adalah kestabilan lereng. Kegiatan pertambangan tentu bukan hanya mengejarkeuntungan saja, namun harus diperhatikan pula mengenai aspek keamanan dan keselamatan.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kestabilang lereng Highwall pada Section AA’ PIT Muara Tiga Besar Utara, PT. Bukit Asam Tbk. Dalam menganalisis kestabilan lerengdigunakan metode kesetimbangan batas Morgenstern-Price dengan menggunakan parameterMohr-Coloumb. Sedangkan pengolahan data probabilistik digunakan metode Monte-Carlo.Dalam pengolahan datanya digunakan software Geostudio 2012. Hasil penelitian menunjukandesain RKAP 2020 pada Section A-A’ bagian Highwall memiliki nilai Faktor Keamanan Overallslope sebesar 1,381 (stabil) dengan nilai probabilistik kelongsoran sebesar 0% dan FaktorKeamanan Intermediet Slope sebesar 1,137 (riskan) dengan nilai Probabilistik Kelongsoransebesar 4,2%.Kata Kunci : Kestabilan Lereng, Kesetimbangan Batas, Morgenstern-Price, Probabilistik,Overall Slope, Intermediet Slope
Evaluasi Lahan Permukiman Berdasarkan Analisis Geologi Lingkungan Daerah Tanjungjaya Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat M Nursiyam Barkah, Bombom Rachmat Suganda, Auzan Amanatullah Agnar, Ciria Humanis,
Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i5.32180

Abstract

Dengan meningkatnya penduduk di Tanjungjaya, Kabupaten Kuningan seiring berjalannya waktu dan industrialisasi berdampak pada meningkatnya kebutuhan pemanfaatan ruang. Pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan daya dukung lingkungannya dapat menimbulkan kerusakan pada daerah tersebut terutama daerah yang secara ekologis sangat rentan keberadaannya, seperti daerah resapan air, dan rawan erosi. Di daerah penelitian sendiri perkembangan penduduknya sangat cepat sementara lahan yang tersedia sangat terbatas sehingga diperlukan adanya pengembangan wilayah salah satunya menggunakan analisis kesesuaian lahan berdasarkan kemampuan lahannya. Analisa kemampuan lahan berupa karakteristik fisik batuan, kemiringan lereng, bahaya geologi, potensi air tanah, drainase, dan curah hujan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam penentuan kesesuaian lahan yang akan mengatur tata guna lahan. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan mengumpulkan data primer seperti peta geologi dan sekunder seperti peta Hidrogeologi, kemiringan lereng dll, dan metode kualitatif dengan menggunakan metode skoring, bobot dan overlay (timpang susun). Berdasarkan hasil pengolahan data analisis kesesuaian lahan, wilayah penelitian terbagi menjadi 3 wilayah, yaitu wilayah kemungkinan (33%) yang siap dikembangkan untuk menjadi permukiman, wilayah kendala (45%) yang siap dikembangkan untuk menjadi permukiman namun membutuhkan rekayasa teknik, dan wilayah limitasi (22%) yang tidak cocok untuk dijadikan lahan permukiman, namun cocok dijadikan daerah konservasi.Kata Kunci: Geologi lingkungan, kemampuan lahan, kesesuaian lahan, Kuningan, metode skoring, pengembangan wilayah
POLA PERTUMBUHAN FASIES KARBONAT FORMASI PEUTU LAPANGAN ADM, CEKUNGAN SUMATERA UTARA Iyan Haryanto, Alvin Adam Arifin, Yoga Andriana,
Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i1.29082

Abstract

Lapangan ‘ADM’ merupakan lapangan penghasil hidrokarbon yang berlokasi di Blok B, CekunganSumatera Utara. Objek dari penelitian adalah Formasi Peutu pada lapangan ‘ADM’ yang telah terbukti menghasilkan gas bumi. Data-data yang digunakan dalam penelitian meliputi data batuan inti, mudlog, data wireline logging dari 3 buah sumur, dan seismik 3D untuk mengetahui litofasies, elektrofasies, fasies pengendapan, distribusi fasies, dan pola pertumbuhan fasies karbonat Formasi Peutu. Pembagian litofasies dilakukan melalui pengamatan pada batuan inti dan data mudlog untuk menginterpretasi fasies pengendapan. Pengamatan pada kurva gamma ray dan log pendukung lainnya dilakukan untuk mendukung hasil interpretasi litofasies dan fasies pengendapan. Pada daerah penelitian didapati 5 litofasies dan fasies pengendapan, yaitu Litofasies 1 Packstone-grainstone dengan fasies pengendapan outer back-reef lagoon, Litofasies 2 Grainstone dengan fasies pengendapan reef core, Litofasies 3 Wackestone-mudstone dengan fasies pengendapan inner back-reef lagoon, Litofasies 4 Grainstonepackstone dengan fasies pengendapan outer back-reef lagoon, dan Litofasies 5 Grainstone dengan fasies pengendapan reef core. Sementara pola elektrofasies dijumpai pola funnel, cylindrical, dan bell. Melalui interpretasi seismik 3D dapat diketahui distribusi fasies dari hasil korelasi batas-batas fasies pada sumur sehingga dapat memperlihatkan pola pertumbuhan fasies karbonat Formasi Peutu.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue