cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
Studi Lingkungan Pengendapan Batubara Berdasarkan Analisis Litotipe dan Proksimat di Daerah Kuala Kuayan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah Reza Mohammad Ganjar, Yusi Firmansyah, Sigit A. Wibisono, Ahmad Aldi Purnama, Nurdrajat,
Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i2.29087

Abstract

Lingkungan pengendapan batubara dapat diidentifikasi dengan menggunakan studi petrografiorganik berdasarkan pengukuran komposisi kelompok maseral dan sub kelompok maseraltehadap 45 (empat puluh lima) conto batubara Formasi Dahor di daerah penelitian. Secaramakroskopis, Litotipe batubara daerah penelitian memiliki jenis litotipe Banded Dull (BD),Bright Banded (BB) dan Dull Banded (DB). Hasil pengukuran komposisi kelompok dan subkelompok maseral menunjukkan bahwa batubara di daerah penelitian didominasi olehkelompok maseral huminit (64,40% s.d. 93,60%) diikuti inertinit (1,40% s.d. 20,00%) sertaliptinit (0,00% s.d. 7,40%). Selain itu, kelompok maseral huminit didominasi oleh subkelompokmaseral humotelinit (20,80% s.d. 61,00%) diikuti ulminit (15,20% s.d. 59,00%) serta tekstinit(1,40% s.d. 14,00%). Lebih jauh lagi, studi ini dilakukan melalui parameter Tissue PreservationIndex (TPI), Gelification Index (GI), Vegetation Index (VI), Ground Water Index (GWI),litotipe, dan mikrolitotipe mengindikasikan bahwa batubara di daerah penelitian terendapkanpada lingkungan limno-telmatik atau transisi.Kata Kunci: Lingkungan pengendapan, petrografi, batubara, huminit, litotipe, mikrolitotipe
Konektivitas Fasies Sand Bar, Sand Flat dan Mixed Flat Pada Reservoir Lapangan “LH”, Cekungan Sumatera Tengah, Indonesia Abdurrokhim, Ahmad Lutfi, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i4.32176

Abstract

Analisis konektivitas reservoir adalah sebuah kajian yang melibatkan data-data geologi dan engineering yang bersifat kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui hubungan vertikal dan horizontal sand body pada sebuah reservoir. Terkait dengan hal tersebut, penelitian dilakukan pada salah satu daerah operasi PT. CPI, pada Lapangan “LH”, Cekungan Sumatera Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah dekripsi batuan inti (core), analisis elektrofasies dan analisis tekanan sumur. Deskripsi core sepanjang 36 ft digunakan untuk mengetahui karakteristik batuan, analisis elektrofasies pada 14 data log sumur untuk mengetahui persebaran fasies dan analisis tekanan sumur pada 33 titik pengukuran untuk mengetahui hubungan antara sand body sumur satu dengan sumur yang lainnya. Berdasarkan metode tersebut, daerah penelitian dibagi menjadi 3 fasies yaitu fasies sand bar yang berbentuk cylindrical shape dengan ukuran butir batupasir sangat kasar- medium serta struktur sedimen crossbedding dan imbrikasi. Fasies sand flat yang berbentuk bell shape dengan ukuran butir batupasir medium-sangat halus serta struktur sedimen flaser, wavy dan bioturbasi serta fasies mixed flat yang berbentuk funnel shape. Setiap fasies dibagi menjadi sand bar/sand flat/mixed flat 1 dan 2 yang berada pada Intertidal pada Lingkungan Pengendapan Tide Dominated Estuary.Kata Kunci: Cekungan Sumatera Tengah, Konektivitas, Estuary, Fasies
KARAKTERISTIK BATUAN TAMBANG BAWAH TANAH BIG GOSSAN KABUPATEN MIMIKA, PROVINSI PAPUA. Euis T. Yuningsih, Dwie H. Saputra, Fernandy Meiriyanto, Akhmad Fauzan, Mega F. Rosana,
Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i1.29078

Abstract

Big Gossan adalah salah satu endapan mineral pada area tambang PT. Freeport Indonesia di Distrik Ertsberg, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Batuan penyusun pada daerah Big Gossan tersusun atas Formasi Ekmai dan Formasi Waripi yang telah mengalami proses alterasi hidrotermal. Tulisan ini membahas karaktesitik batuan di daerah Big Gossan kedalaman 2600 mdpl dan 2640 mdpl. Penentuan karakteristik batuan pada daerah Big Gossan dilakukan berdasarkan hasil pemetaan geologi, deskripsi inti bor serta analisis petrografi. Daerah Big Gossan tersusun atas 8 satuan batuan dari tua (Kapur Akhir) ke muda (Paleosen Tengah) yaitu Satuan Batulempung, Satuan Batupasir, Satuan Batugamping Garnet Halus, Satuan Serpih, Satuan Batugamping Garnet Kasar, Satuan Batugamping Aktinolit – Tremolit, dan Satuan Monzodiorit. Satuan batuan pada daerah Big Gossan telah terubahkan akibat proses hidrotermal dengan intensitas lemah hingga kuat.Kata Kunci : Big Gossan, Litologi, Formasi Ekmai, Formasi Waripi.
PEMODELAN FASIES BERDASARKAN ANALISIS FASIES SANDRIDGE PADA LAPANGAN MEI, FORMASI CIBULAKAN ATAS, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Reza Mohammad Ganjar Gani , Yusi Firmansyah, Syafiqa Amanda, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i2.35215

Abstract

Penelitian berlokasi di wilayah operasional Pertamina Hulu Energi OffshoreNorthwest Java yang termasuk ke dalam Cekungan Jawa Barat Utara. Fokuspenelitian terletak pada Lapangan Mei, Formasi Cibulakan Atas tepatnya padainterval M - 22. Tujuan penelitian yaitu untuk mengidentifikasi litologi penyusundaerah penelitian, lingkungan pengendapan dan asosiasi fasies yang berkembang,analisis elektrofasies yang ditinjau dari data log, serta arah distribusi dan geometripada daerah penelitian. Metode penelitian ini yaitu analisis litofasies dan elektrofasiesdilanjutkan dengan korelasi kronostratigrafi dan model distribusi fasies denganTruncated Gaussian Simulation (TGS). Berdasarkan hasil analisa yang telahdilakukan, daerah penelitian tersusun atas beberapa litologi, diantaranya batupasir,shale, dan batugamping dengan lingkungan pengendapan tide dominated shelf yangberasosiasi dengan perkembangan fasies sand ridge. Fasies sand ridge pada daerahpenelitian memiliki arah distribusi serta geometri tersendiri. Hal ini dapat diketahuidari pemodelan geostatik tiga dimensi yang telah dilakukan.Kata Kunci : Formasi Cibulakan Atas, Pemodelan Fasies, Fasies Sand Ridge,Truncated Gaussian Simulation, Asosiasi Fasies.
ANALISIS AKTIVITAS TEKTONIK BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOMETRI DI KECAMATAN CIWARU, KABUPATEN KUNINGAN, PROVINSI JAWA BARAT Zufialdi Zakaria, Mahathir Muhammad, Raden Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i4.35238

Abstract

Daerah penelitian ini secara geografis berada di Kecamatan Ciwaru, KabupatenKuningan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat aktivitas tektonik.Oleh karena itu daerah ini sangat menarik untuk diteliti dalam mengidentifikasiaktivitas tektonik. Dalam mengidentifikasi aktivitas tektonik ini, dilakukan analisismorfometri dengan 4 parameter yaitu Faktor Asimetri (Af), Indeks Gradien PanjangSungai (Sl), Sinusitas Muka Gunung (Smf), dan Rasio Dasar Lembah BerbandingTinggi Lembah (Vf). Hasil analisis dari ke empat aspek morfometri das, selanjutnyadiolah untuk menentukan indeks aktivitas tektonik relatif (IATR). Diketahui bahwadi daerah penelitian ini secara umum tingkat aktivitas tektonik relatifnyadidominasi oleh aktivitas tektonik sedang.
ANALISIS FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUGAMPING FORMASI BATURAJA BAGIAN ATAS DI LAPANGAN ‘R’, CEKUNGAN SUNDA Abdurrokhim, Euginia Felicia Tamba, Undang Mardiana,
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35206

Abstract

Tulisan ini membahas lithofasies Batugamping Formasi Baturaja Bagian Atas yangmerupakan salah satu reservoir produktif di Cekungan Sunda. Kajian fasies dan lingkunganpengendapan formasi ini dimaksudkan untuk acuan awal dalam melakukan peniliain kualitasreservoir batugamping formasi ini, yang mana sekaligus dapat digunakan untuk padanan dalamekplorasi lanjutan di cekungan ini untuk Formasi Baturaja.Data yang digunakan dalam penafsiran lingkungan pengendapan Formasi Baturaja ini adalahwireline log (19 sumur penelitian), batuan inti pada 9 sumur pelitian, data biostratigrafi pada 9sumur penelitian dan well final report (13 sumur penelitian). Formasi Baturaja Bagian Atas dapatdikelompokkan menjadi 4 fasies yang terendapkan pada 4 lingkungan pengendapan yang berbedayaitu fasies skeletal-foraminifera wackestone to mudstone yang terendapkan di lingkunganlagoon1, skeletal-foraminifera packstone to grainstone yang terendapkan di lingkungan back reef,coralline-red algae packstone to grainstone yang terendapkan di lingkungan reef flat dan skeletalwackestone yang terendapkan di lingkungan lagoon2. Keempat fasies dan juga lingkunganpengendapan ini pun memiliki persebaran yang berbeda pada lapangan penelitian yangdigambarkan pada penampang fasies lapangan penelitian dan peta lingkungan pengendapan yangmerupakan hasil akhir dari penelitian ini.Kata kunci: Fasies dan Lingkungan Pengendapan, Distribusi Fasies, Formasi Baturaja Bagian Atas,Cekungan Sunda.
KARAKTERISTIK GEOKIMIA BATUAN INDUK FORMASI SANGKAREWANG DAN SAWAHTAMBANG, CEKUNGAN OMBILIN Edy Sunardi, Ceterine Crysty Oei, Nisa Nurul Ilmi,
Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i3.29109

Abstract

Cekungan Ombilin merupakan salah satu cekungan penghasil hidrokarbon di Indonesia.Pemeriksaan geokimia terhadap Formasi Sangkarewang dan Sawahtambang berdasarkan sampel singkapan yang ditemukan di daerah Sawahlunto, Sijunjung, dan Dharmasraya ini bertujan untuk mengetahui potensi dari Formasi Batuan dalam menghasilkan hidrokarbon. Pengetahuan mengenai karakteristik geokimia batuan induk dapat menjadi suatu langkah awal dalam menentukan apakah suatu batuan memiliki potensi dalam menghasilkan hidrokarbon baik minyak maupun gas. Karakteristik tersebut meliputi kualitas, kuantitas serta kematangan batuan induk yang saling mendukung dengan data geologi di area penelitian. Berdasarkan hasil evaluasi batuan induk pada lokasi penelitian, batuan Formasi Sangkarewang menunjukkan kekayaan material organik yang berada rentang 0,33 % - 26,2 % TOC, kualitas material organik yang didominasi oleh tipe kerogen II (Oil Prone), dan kondisi kematangan pada jendela kematangan dengan nilai Ro 0,3 % - 0,48% (Belum matang – Matang awal). Sementara itu, Formasi Sawahtambang memiliki kekayaan material organik pada rentang 0,61 % - 0,95 % TOC, kualitas material organik yang didominasi oleh tipe kerogen IV, dan formasi ini memiliki nilai Ro 0,42% - 0,52% (Belum matang). Sehingga dapat disimpulkan bahwa batuan induk efektif pada Cekungan ini adalah batuan yang berada pada Formasi Sangkarewang.Kata kunci : geokimia, batuan induk, kuantitas, kualitas, kematangan, Formasi Sangkarewang,Formasi Sawahtambang.
FENOMENA AMBLESAN LAHAN AKIBAT BEBAN INFRASTRUKTUR (STUDI KASUS DESA KALIGAWE DAN SEKITARNYA, KECAMATAN GAYAMSARI, KOTA SEMARANG, PROVINSI JAWA TENGAH) Zufialdi Zakaria, Tulus Pramudyo,, Muhammad Nur Wahid, Dicky Muslim,
Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i3.35229

Abstract

Permasalahan amblesan lahan di Kota Semarang telah menimbulkan berbagai kerusakan.Fenomena tersebut salah satunya dipengaruhi oleh beban infrastruktur. Penelitian ini dilakukanuntuk menghitung amblesan lahan serta mengidentifikasi asosiasi kondisi geologi danhubungan kondisi geologi teknik serta pengaruh beban infrastruktur terhadap amblesan lahan.Analisis amblesan lahan dilakukan pada dua titik bor (BM-01 dan BM-04). Metodeperhitungan dilakukan menggunakan persamaan konsolidasi primer satu dimensi Terzaghidengan asumsi tambahan tekanan efektif dari beban rumah tinggal, apartemen, dan landasanpesawat. Hasil perhitungan menunjukan amblesan total terbesar yaitu terjadi pada BM-04(beban landasan pesawat) sebesar 91,1 cm. Waktu amblesan tercepat yaitu pada BM-01 sebesar121,1 tahun. Laju amblesan lahan tercepat yaitu pada BM-01 (beban landasan pesawat) sebesar6,7 cm/tahun. Daerah penelitian tersusun atas alluvium berumur holosen dan terletak padasatuan lanau lempungan-lanau pasiran (mc-ms) sehingga amblesan cenderung dipengaruhioleh material sedimen dan tidak berkaitan langsung dengan aktivitas tektonik. Indekspemampatan (Cc) dan koefisien konsolidasi (Cv) sangat berhubungan dengan amblesan lahan.Beban infrastruktur juga sangat berpengaruh terhadap besar amblesan lahan.
SUMBERDAYA SEAM BATUBARA FORMASI PULAU BALANG DI PT. ANUGERAH BARA KALTIM, KECAMATAN LOA JANAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Yusi Firmansyah, Widodo Hermanto, Eryant Sakti, Reza Muhammad Ganjar Gani,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32191

Abstract

Daerah penelitian terletak pada Blok Kelap Barat PT. Anugerah Bara Kaltim Tbk Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik lapisan batubara, mengetahui persebaran lapisan batubara secara umum yang berkembang, dan mengetahui perkiraan besarnya sumberdaya batubara pada daerah penelitian. Pemilihan metode estimasi sumberdaya batubara harus sesuai dengan karakteristik geologi keterdapatannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitas batubara dan metode Circural USGS. Terdapat 134 titik bor dan 17 seam batubara pada daerah penelitian. Batubara pada daerah penelitian dapat diklasifikasikan sebagai batubara peringkat high volatile C bituminous (ASTM D388 – 99). Arah persebaran batubara relatif Baratdaya – Timurlaut. Total tonase sumberdaya batubara terukur 7,104,895.44 ton, sumberdaya tertunjuk 13,327,090.97 ton, dan sumberdaya tereka 16,948,957.37 ton.Kata Kunci: Loa Janan, Estimasi, Sumberdaya, Batubara, Metode Circular USGS, Pemodelan Geologi.
PENGARUH INTENSITAS DAN DURASI HUJAN TERHADAP KESTABILAN LERENG TANAH RESIDUAL VULKANIK DI JALUR LIWA-KEMUNING, LAMPUNG BARAT Zufialdi Zakaria, Dicky Muslim, M Raafiud Darajaat, Prahara Iqbal,
Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i2.29092

Abstract

Salah satu penyebab terjadinya bencana longsor yaitu intensitas hujan yang tinggi. Berdasarkan majalah online Tribun Lampung tahun 2013, setidaknya tiga titik longsor di ruas jalan nasional yang menghubungkan Liwa-Kemuning terjadi akibat cuaca ekstrem beberapa waktu terakhir. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi hujan terhadap kestabilan lereng didaerah penelitian. Analisis numerik menggunakan perangkat lunak SEEP/W untuk analisis rembesan dengan hujan sebagai parameter utama dan SLOPE/W untuk analisis kestabilan lereng. Berdasarkan hasil analisis numerik, perubahan tekanan pori pada lereng L1 lebih signifikan dibandingkan lereng L2. Hal tersebut selaras dengan menurunnya faktor keamanan pada lereng L1 mengalami penurunan faktor keamanan hingga 19 % dan padalereng L2 mengalami penurunan hingga 2% dengan berbagai model intensitas dan durasi hujandi daerah penelitian.Kata Kunci : Tegangan Pori, Stabilitas Lereng, Tanah Tidak Jenuh, Hujan

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue