cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
PALEOSALINITAS DAN PALEOTEMPERATUR KALA MIOSEN AKHIR – PLIOSEN BERDASARKAN FORAMINIFERA BENTONIK KECIL PADA LINTASAN KALI DOLOG, JAWA TENGAH Lili Fauzielly, Bayana Eka Putri, Lia Jurnaliah,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32192

Abstract

Stratigrafi daerah penelitian termasuk ke dalam Formasi Kalibeng dan secara administratif, terletak di Desa Batusari, kecamatan Mranggen dan Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah. Foraminifera bentonik bersifat sangat responsif terhadap perubahan kondisi lingkungan sehingga baik digunakan untuk memahami dan mempelajari mengenai paleosalinitas dan paleotemperatur. Analisis kluster foraminifera bentonik kecil berasal dari tujuhbelas sampel sedimen menghasilkan empat Asosiasi sampel, yaitu Asosiasi A, Asosiasi B, Asosiasi C, dan Asosiasi D. Berdasarkan keempat Asosiasi sampel, pada Kala Miosen Akhir-Pliosen. Paleosalinitas daerah penelitian relatif stabil yaitu salinitas normal marin, sedangkan paleotemperatur dasar laut mengalami delapan kali perubahan yaitu dari dingin ke dingin-sedang.Kata Kunci : Formasi Kalibeng, Miosen Akhir-Pliosen, Foraminifera, Assosiasi sampel, Paleosalinitas, Paleotemperatur
STABILITAS LERENG DINDING UTARA (SECTION XY) DESAIN FASE 7 TAMBANG TERBUKA BATU HIJAU BERDASARKAN KINEMATIK Zufialdi Zakaria, Sri Kustanti Pujiastuti, Euginia Gloria, Raden Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i3.29094

Abstract

Keamanan lereng tambang menjadi faktor penting dalam kegiatan penambangan. Kecenderungan lereng untuk runtuh dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan faktor eksternal. Longsoran yang terbentuk di tambang Batu Hijau mayoritas terbentuk karena pengaruh struktur geologi, oleh karena itu perlu dilakukan peninjauan pengaruh struktur terhadap desain lereng tambang. Penelitian ini dilakukan pada Tambang Batu Hijau, SumbawaBarat yang terdapat pada section XY dinding utara Pit Tambang Batu Hijau. Pengaruh struktur geologi berupa kekar terhadap kestabilan lereng ditinjau dari jenis longsoran pada desain fase 7 tambang terbuka Batu Hijau. Pada penelitian ini dilakukan analisis kinematik menggunakan stereonet berdasarkan orientasi kekar, besar sudut kemiringan lereng, dan sudut geser dalam untuk mengetahui jenis longsoran yang berpotensi terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa longsoran yang dominan akan terbentuk pada daerah penelitian adalah longsoranbaji.Kata kunci : lereng tambang, jenis longsor, Batu Hijau
KARAKTERISASI POROSITAS KARBONAT BERDASARKAN ANALISIS PETROFISIKA PADA DELTA MAHAKAM, CEKUNGAN KUTAI Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Hidayat Mukmin, Haris Kurniawan Hidayat, Adrian Rahman A
Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i5.32182

Abstract

Dalam dunia produksi Migas salah satu hal penting setelah eksplorasi lapangan adalah pengembangan lapangan melalui POD (Planning of Development). Salah satu caranya adalah dengan melakukan perencanaan daerah pengembangan reservoir dari lapangan yang ada, melalui karakterisasi porositasnya, khususnya batuan karbonat. Lokasi Penelitian terletak di wilayah blok Delta Mahakam, Cekungan Kutai dan dilakukan pada 3 Lapangan (Hessonite, Beryl, dan Spinel-Nord) representatif dari Tren axis lapangan migas dari Delta Mahakam. Penelitian ini menggunakan data petrofisika untuk mengetahui karakteristik Porositas Karbonat menggunakan perangkat lunak Geolog 8, data Mud, Driling Info, Core Plug, dan Side Wall Core untuk mendukung identifikasi Karakteristik Karbonat dan diagenesanya. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi analisis fasies dan lingkungan pengendapan dan analisis petrofisika yaitu analisis Kualitiatif, dan Kuantitatif. Berdasarkan analisis petrofisika pada lapangan Hessonite didapatkan untuk pendekatan kualitatifnya terdapat batuan karbonat (Tight) yang memiliki kenampakan Karakteristik Porositas Sekunder pada Sumur ADR-1 dan ADR-2, memiliki Litologi umumnya yaitu Calcareous Silisiclastic, dengan Fasiesnya yaitu Mixed Facies, keterdapatan lingkungan pengendapan di Lingkungan Lacustrine. Pada Lapangan Beryl didapatkan untuk pendekatan kualitatifnya terdapat batuan karbonat (Tight) yang memiliki kenampakan Karakteristik Porositas Sekunder pada Sumur ADR-3, ADR- 4 dan ADR-5, sedangkan pendekatan Kuantitatif didapatkan hasil Porositas Bulk 17% dan Porositas Sekunder 7%, memiliki Litologi umumnya yaitu Limestone-Dolomitic Limestone, dengan Fasiesnya yaitu Mixed Facies, keterdapatan lingkungan pengendapan di Lingkungan Laut (Patchy Reef). Pada Lapangan Spinel-Nord didapatkan untuk pendekatan kualitatifnya terdapat batuan karbonat (Tight) yang memiliki kenampakan Karakteristik Porositas Sekunder pada Sumur ADR-6, ADR-7 dan ADR-8, sedangkan pendekatan Kuantitatif didapatkan hasil Porositas Bulk 14% dan Porositas Sekunder 4-5%, memiliki Litologi umumnya yaitu Dolomitic Limestone, dengan Fasiesnya yaitu Mixed - Carbonate Facies, keterdapatan lingkungan pengendapan di Lingkungan Laut (Patchy Reef).Kata Kunci : Petrofisika, Mahakam, Porositas Bulk, Porositas Sekunder, Fasies.
KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA FORMASI KALIGLAGAH BERDASARKAN ANALISIS PETROGAFI DI DAERAH BENTARSARI, KECAMATAN SALEM, KABUPATEN BREBES, PROVINSI JAWA TENGAH Reza Mohammad, Yusi Firmansyah, Muhammad Abian, Nurdrajat,
Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i2.29084

Abstract

Formasi Kaliglagah di daerah Bentarsari, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah termasuk ke dalam Cekungan Bentarsari. Formasi ini merupakan formasi pembawa batubara pada Cekungan Bentarsari yang berumur Pliosen Akhir dan tersusun atas lapisan batulempung, batupasir, tuf dan batubara. Lapisan batubara pada formasi ini dianalisis secara makroskopis untuk mengetahui jenis liotipe dan dianalisis secara mikroskopis untuk mengetahui kandungan maseral dan bahan mineral yang terkandung dalam batubara tersebut. Hasil dari kedua analisis tersebut lalu digunakan untuk mendeterminasi karakteristik dan lingkungan pengendapan dari lapisan batubara Formasi Kaliglagah. Semua lapisan batubara pada daerah penelitian memiliki jenis litotipe Dark (Dk) dengan ketebalan antara 0,1 - 9,5 meter. Lalu berdasarkan analisis petrografi batubara pada daerah penelitian ini tersusun oleh kelompok maseral vitrinit (83,8% - 97,4%), liptinit (0 - 0,8%), dan inertinit (0,2% - 12,2%), sertabahan mineral (1,6% - 10%). Berdasarkan nilai VA/VB tumbuhan pembentuk batubara merupakan tumbuhan tingkat rendah. Lalu berdasarkan perbandingan nilai V/I maka menunjukkan bahwa batubara terendapkan pada kondisi lingkungan yang relatif basah. Lalu hasil dari diagram GI (Gelification Index) versus TPI (Tissue Preservation Index) menunjukkan bahwa batubara terendapkan pada fasies limnik pada lingkungan marsh di lower delta plain.Kata kunci: batubara, lingkungan pengendapan, litotipe, maseral, cekungan Bentarsari.
EVALUASI FORMASI MENGGUNAKAN ANALISIS PETROFISIKA PADA FORMASI TUBAN LAPANGAN “SY” CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA Yusi Firmansyah, Risdi M Zainal, Asy-Syaffa Aulia, Reza Moh Ganjar Gani,
Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i2.35221

Abstract

Cekungan Jawa Timur Utara salah satu cekungan penghasil hidrokarbon terbesardi Indonesia berdasarkan petroleum system Jawa Timur Utara terdapat beberapa reservoiryang teridentifikasi salah satunya yang terdapat di Formasi Tuban. Formasi Tubanmerupakan target dari penelitian ini yang termasuk kedalam lapangan “SY”. Tujuan daripenelitain ini adalah untuk mengevaluasi potensi reservoir yang baik pada FormasiTuban. Berdasarkan hasil analisis Litofasies daaerah penelitian terbagi menjadi 3 fasiesyaitu: Fasies A (Wackestone to Packstone), Fasies B (Wackestone to Mudstone dominasikristalin halus-sangat halus), dan Fasies C (Wackestone to Mudstone). SedangkanBerdasarkan analisis parameter petrofisika dan nilai cut off dari seluruh sumur danfaisesnya, maka didapatkan reservoir terbaik pada Lapangan “SY” Formasi Tuban adalahsumur SY-21, SY-26 Fasies A, dan SY-29.
GEOLOGI DAERAH JEMBARWANGI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN TOMO, KABUPATEN SUMEDANG, PROVINSI JAWA BARAT Reza Moh. Ganjar Gani , Iyan Haryanto, Diemas Purnama, Boy Yoseph CSSSA,
Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i1.29075

Abstract

Dilakukan penelitian di daerah Desa Jembarwangi dan sekitarnya, Kecamatan Tomo, KabupatenSumedang, Provinsi Jawa Barat dengan tujuan untuk mengetahui kondisi dan proses geologi.Metode penelitian berupa studi pustaka, penelitian lapangan, analisis laboratorium, danpengolahan data. Hasil penelitian menunjukan di daerah penelitian terdapat enam satuangeomorfologi yaitu: Satuan Bukit Kubah Intrusi, Perbukitan Struktural Sangat Curam,Perbukitan Struktural Agak Curam, Pedataran Aluvial, Pedataran Denudasi, Bentukan HasilGunung Api. Stratigrafi yang berkembang di daerah penelitian dibagi menjadi dua belas satuanbatuan, yaitu: Satuan Batulempung (Lm), Satuan Batupasir halus kekarbonatan (Phk), SatuanBatupasir sedang kekarbonatan (Psk), Satuan Batupasir sedang (Ps), Satuan Batupasir sangathalus (Psh), Satuan Batupasir tufan (Pst), Satuan Batugamping (Bg), Satuan Batupasir halus(Ph), Satuan Konglomerat (Kl), Satuan Breksi (Bx), Satuan Tuf (Tf), Satuan Intrusi Andesit(Ia). Struktur geologi yang berkembang di daerah peelitian yaitu: Antiklin Bunut, Sinklin Bunut,Antiklin Sangiang Beuheung, Sinklin Sangiang Beuheung, Antiklin Pamuruyan, SinklinPamuruyan, Antiklin Cisaar Landeuh, Sesar Sinistral Cirendang, Sesar Naik SangiangBeuheung.
PETROGENESA LAVA ANDESITIK DAERAH CIBURIAL DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIMENYAN, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT Kurnia Arfiansyah, Renny Tri Fadillah, Ildrem Syafri1,
Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i4.35244

Abstract

Cekungan Bandung dikelilingi oleh jajaran gunungapi, di antaranya di sebelah utaraterdiri atas Kompleks Gunungapi Sunda atau Sunda Volcanic Complex. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan kimia sehingga dapat diketahui petrogenesalava dari Komplek Gunungapi Sunda/Tangkuban Parahu. Metode yang digunakan padapenelitian ini yaitu analisis petrologi dan analisis petrografi pada 10 sampel batuan,serta analisis geokimia menggunakan metode XRF pada 3 sampel batuan terpilih.Berdasarkan analisis tersebut didapatkan data bahwa batuan merupakan lava andesitberstruktur masif, vesikuler, autobreksia, dan kekar kolom. Selain itu seri magma yangmembentuk lava pada daerah penelitian adalah seri calc-alkaline. Diketahui jugabahwa lava pada daerah penelitian terbentuk pada tatanan tektonik busur kepulauantepatnya island arc calc-alkaline dan berinteraksi dengan kerak benua serta kedalamanmagma asal berkisar ±184-203 km pada Zona Benioff
KARAKTERISTIK GEOMORFOLOGI DAN HUBUNGANNYA DENGAN SEBARAN LITOLOGI DAERAH CIRAWAMEKAR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT Aton Fatonah, Mochamad Nursiyam Barkah, Vijaya Isnaniawardhani, Mirai Suchayla A, Euis Tintin Yuning
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35212

Abstract

Studi bentuk kenampakan muka bumi sebagai bukti dari adanya proses - proses geologi yangterjadi di suatu daerah, atau geomorfologi, sering mengekspresikan karakteristik dan sebaranjenis litologi batuan penyusunnya. Maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui karakteristik geomorfologi dan hubungannya dengan distribusi litologi penyusundi daerah Cirawamekar, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Penelitian dilakukandengan menggunakan data DEM SRTM dan kompilasi dengan peta geologi dari penelitiansebelumnya yang kemudian diolah dalam software Global Mapper dan ArcGis. Skala petayang digunakan adalah 1:12.500. Karakteristik geomorfologi dianalisis dengan melakukanpendekatan aspek-aspek geomorfologi antara lain morfografi (bentuk lahan dan polapengaliran), morfometri (kemiringan lereng), dan morfogenetik (endogen dan eksogen).Bentang alam/geomorfologi yang terbentuk di daerah penelitian dipengaruhi olehkarakteristik litologi penyusunnya. Daerah penelitian memiliki karakteristik geomorfologiyang dapat dikelompokkan dalam 5 satuan, yaitu Satuan Geomorfologi Perbukitan RendahAgak Curam Vulkanik dengan litologi breksi vulkanik dan tuf, Satuan GeomorfologiPerbukitan Agak Curam Vulkanik dengan litologi tuf dan breksi vulkanik, SatuanGeomorfologi Perbukitan Rendah Landai Denudasional dengan litologi batulempung, SatuanGeomorfologi Perbukitan Agak Curam Struktural dengan litologi batupasir, SatuanGeomorfologi Perbukitan Curam Karst dengan litologi batugamping.Kata kunci : geomorfologi, litologi, morfogenetik, morfografi, morfometri.
SIMULASI PENGARUH PERUBAHAN TATAGUNA LAHAN DAN TEMPERATUR TERHADAP POTENSI CADANGAN AIRTANAH PADA PERHITUNGAN NERACA AIR DAS CIJULANG, PANGANDARAN Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah, Muhammad Augi , Boy Yoseph CSSSA,
Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i4.32172

Abstract

DAS Cijulang termasuk kedalam Kabupaten Pangandaran, terletak diantara koordinat 7° 30' 15" LS dan 108° 19' 28" BT hingga 7° 45' 27" LS dan 108° 44' 54" BT. Luas wilayah DAS Cijulang sebesar 528.791.341,82 m² yang meliputi 9 kecamatan. Daerah ini merupakan wilayah yang berkembang pesat di bidang pembangunan. Kabupaten Pangandaran memiliki potensi sebagai tujuan wisata yang cukup tinggi karena keindahan alam dan geologinya menyebabkan pembangunan daerah ini terus berkembang sampai sekarang. Berubahnya tata ruang serta meningkatnya jumlah penduduk akan mempengaruhi potensi serta kebutuhan air tanah pada daerah ini. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana potensi air tanah, dan pengaruh perubahan tata guna lahan dan temperatur terhadap potensi cadangan air tanah pada DAS Cijulang. Hasil perhitungan neraca air, didapatkan potensi cadangan air tanah pada DAS Cijulang sebesar 645,607,807.89 m³/tahun, total kebutuhan air sebesar 23,862,390.92 m³/tahun. Berdasarkan simulasi perubahan tata guna lahan diperoleh nilai pengaruh tiap tataguna lahan pada DAS Cijulang yaitu: Perkebunan sebesar 12%; Sawah sebesar 4%; Ladang sebesar 1%; Hutan sebesar 2%; dan Semak belukar sebesar 2,23%. Sedangkan perubahan temperatur mempengaruhi nilai infiltrasi air tanah secara eksponensial.Kata kunci : DAS Cijulang, Neraca air, Potensi air tanah, Perubahan tata guna lahan, Perubahan temperatur.
AKTIFITAS TEKTONIK BERDASARKAN ASPEK Rb, Dd, Smf, dan Vf PADA SUBDAS CIUJUNG TENGAH, SERANG, BANTEN Nur Khoirullah, Taufik Yasir Sukarda,Raden Irvan Sophian
Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i4.35235

Abstract

Daerah penelitian bearada pada sub-DAS Ciujung tengah,dengan posisi daerahpenelitian yang berdekatan dengan gunungapi karang menjadikan daerah penelitianmenarik untuk diamati, karena aktivitas tektonik dapat memicu terjadinya bencanaalam,penting untuk mengetahui aktifitas tektonik pada suatu daerah.Pada daerahpenelitian jenis batuan penyusunya adalah batuan vulkanik yang berasal dari GunungKarang. metode pendekatan kuantitatif terhadap aspek morfometri dilakukan untukmengindentifikasi aktivitas tektonik.Aspek morfometri yang digunakan adalah rasiopercabangan sungai (Rb), Kerapatan Pengaliran (Dd), sinusitas muka gunung (Smf),dan rasio perbandingan lebar dasar lembah dengan tinggi lembah (Vf). hasil analisisempat aspek morfometri menunjukkan bahwa pada daerah penelitian aktivitastektonik nya rendah, mengindikasikan daerah penelitian dipengaruhi oleh aktivitastektonik yang tidak begitu signifikan sehingga erosi yang terjadi akan lebihsignifikan, dengan ini menunjukkan bahwa aspek yang digunakan dapat memberikangambaran umum aktifitas tektonik daerah penelitian yaitu aktifitas tektonik yangrendah.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue