cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
GEOLOGI DAERAH CIPATAT DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT, PROVINSI JAWA BARAT Pradnya P. Raditya R., Murni Sulastri, Muhammad Agil Prasetyo, Nana Sulaksana,
Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i4.32168

Abstract

Daerah penelitian berada di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis berada pada 107°19'51.9024" BT - 107°22'34.9392" BT dan -6°49'56.7156" LS - -6°47'14.8344" LS. Sebagian besar dari daerah penelitian berupa perbukitan yang didominasi oleh batuan vulkanik. Berdasarkan aspek fisiografinya, daerah penelitian termasuk ke dalam Zona Bandung. Pemetaan geologi lanjut ini bertujuan memetakkan keadaan geologi daerah penelitian dengan pendekatan lapangan dan studio. Beberapa metode yang dilakukan meliputi aspek geomorfologi, berupa morfografi, morfometri, dan morfogenetik; aspek stratigrafi meliputi litologi penyususn, umur, lingkungan pengendapan, dan hubungan stratigrafi; aspek struktur geologi meliputi interpretasi DEM, Interpretasi pola pengaliran, dan observasi lapangan berupa kekar. Hasil penelitian berupa peta kerangka geologi, peta struktur geologi, peta geomorfologi, dan peta geologi, disertai dengan laporan kerja lapangan dan lampiran – lampiran analisisnya. Secara umum, di daerah penelitian satuan batuan berdasarkan tata nama litostratigrafi tidak resmi yaitu Satuan Batu Andesitik, Satuan Batupasir berumur Miosen Tengah, Satuan Tuf berumur Pliosen, dan Satuan Breksi Vulkanik berumur Kuarter.Kata kunci: Cipatat, Pemetaan geologi, geomorfologi, struktur geologi, stratigrafi
PENDUGAAN TEMPERATUR BAWAH PERMUKAAN PADA MANIFESTASI PANAS BUMI BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIA AIR PANAS DAERAH KECAMATAN TEHORU, KABUPATEN MALUKU TENGAH, PROVINSI MALUKU Johanes Hutabarat, Dewi Gentana, Yusuf Mehdi Toisuta, Agus Didit H,
Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i3.35231

Abstract

Daerah penelitian berada di Desa Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, ProvinsiMaluku. Secara geografis terletak pada koordinat 129°30’25,05” -129°33’37,59” BTdan 3°21’37,05”-3°24’50,25”LS, dipilih sebagai lokasi penelitian karena terdapatmanifestasi panas bumi permukaan berupa mata air panas. Tujuan penelitian untukmengetahui karakteristik fluida panas bumi dan perkiraan temperatur bawahpermukaan. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu pengamatan lapangan dananalisis berdasarkan data hasil laboratorium kimia mata air panas (THR-1, THR-2 danTHR-3). Hasil ploting rasio unsur kimia mata air panas pada diagram segitiga Cl-SO4-HCO3 memperlihatkan ketiga mata air panas termasuk tipe air bikarbonat pada kondisi“pheripiral waters” dengan kandungan HCO3 dominan. Hasil ploting rasio unsur kimiadari mata air panas pada diagram segitiga Cl-Li-B memperlihatkan ketiga mata airpanas di posisi tengah diagram segitiga Cl, Li dan B. Rasio unsur Cl dan B relatifseimbang, dengan kandungan Li yang rendah, dikarenakan Li mudah terserap olehmineral sekunder seperti klorit, kuarsa dan lempung, akibat reaksi dengan batuansamping yang dilaluinya saat fluida bergerak ke permukaan. Hasil ploting rasio unsurkimia dari mata air panas pada diagram segitiga Na-K-Mg memperlihatkan ketiga mataair panas terbentuk pada kondisi “partial equilibrium” mengindikasikan mata air panasyang muncul ke permukaan dipengaruhi oleh interaksi antara fluida dengan batuandalam keadaan panas bercampur dengan air permukaan. Hasil perhitungan denganmenggunakan persamaan geotermometer fluida terhadap ke tiga sampel mata air panasdiperkirakan memiliki temperatur reservoar, 129˚C-175 ˚C (sistem panas bumi bersuhusedang).
IDENTIFIKASI SEAM BATUBARA FORMASI MUARA ENIM UNTUK PENGEMBANGAN POTENSI GASIFIKASI BATUBARA BAWAH PERMUKAAN, PT. BUKIT ASAM TBK TANJUNG ENIM, SUMATERA SELATAN Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Muhammad Tressna Gandapradana, Muhammad Faried Fachier,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32193

Abstract

Penelitian ini berlokasi di daerah Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan, dimana penelitian ini dilakukan pada salah satu lokasi pertambangan milik PT. Bukit Asam Tbk, Desa Tanjung Enim. Pemilihan batubara yang sesuai pada penelitian ini merupakan salah satu hal terpenting untuk kegiatan gasifikasi bawah permukaan. Kondisi batubara harus memenuhi persyaratan antara lain kondisi kedalaman, ketebalan, kadar abu, kadar air, dan kadar sulfur lapisan batubara. Penelitian ini menggunakan tujuh parameter seam batubara bawah permukaan yaitu A1, A2, B1, B2, C, D dan E yang bertujuan untuk mengetahui potensi gasifikasi batubara bawah permukaan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa seam batubara B1 berpotensi untuk melakukan gasifikasi bawah permukaan dengan nilai kedalaman 262,5 – 289,8 m, ketebalan 10,95 – 12,65 m, kadar abu 4,13 – 6,77%, nilai kalori 13.277 - 13.479 btu/lb, kadar air 11,42 – 14,16% dan kadar sulfur 0,25 – 0.35%. Hasil dari seam batubara B1 berpotensi untuk melakukan gasifikasi bawah permukaan dengan syarat ideal mengacu pada Underground Coal Gasification (UCG) yaitu dimana nilai kedalaman diantara 92 – 460 m dan nilai ketebalan diantara 2 – 15 m.Kata Kunci : identifikasi seam batubara, batubara muara enim, pengembangan potensi gasifikasi batubara bawah permukaan, pt. bukit asam tbk – tanjung enim
Estimasi Sumberdaya Batubara Menggunakan Metode Circular Pada Seam KS01 dan Seam KS02, PIT Kasetu, Kalimantan Selatan, PT. Adaro Indonesia M. Kurniawan Alfadli, Ririn Hindra Fidiarini, Anis Millayanti, Nurdrajat,
Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i3.29095

Abstract

Batubara merupakan salah satu bahan galian energi yang terdapat di Indonesia dengan Potensi yang sangat besar, keterdapatan tersebut salah satunya di Kalimantan. Daerah Penelitian ini dilakukan pada salah satu kuasa pertambangan milik PT. Adaro Indonesia, yaitu di Daerah Tabalong, Kalimantan Selatan. Objek penelitian berada pada seam KS01 dan seam KS02 yang merupakan seam batubara utama di daerah penelitian, dengan rentang ketebalan 10-170m. Berdasarkan Klasifikasi ASTM D-338, dikategorikan kedalam Batubara peringkat rendah atau memiliki rank Batubara Sub-bituminus C. Penyebaran seam memiliki pola relative berarah Timur Laut – Barat Daya dengan kemiringan sedang berkisar 8-50o. Berdasarkan SNI 5015 – 2011, kompleksitas geologi daerah penelitian termasuk kedalam kelompok moderat.Perhitungan Estimasi sumberdaya batubara menggunakan Metode Circular dengan bantuan software didapatkan hasil sebagai berikut: untuk seam KS01 memiliki sumberdaya batubara terukur 180.716.317 ton, tertunjuk 135.049.382 ton, dan tereka 227.859.726 ton, dan seam KS02 memiliki sumberdaya batubara terukur 385.341.853 ton, tertunjuk 332.889.628 ton, dan tereka 391.530.099 ton.Kata Kunci: Batubara, Estimasi Sumberdaya Batubara, Kompleksitas Geologi, Metode Circular
PENENTUAN POTENSI LIKUEFAKSI BERDASARKAN WSRHC PADA TIMBUNAN MUARA TIGA BESAR UTARA, SUMATRA SELATAN Reynara Davin Chen, Raden Irvan Sophian, Zufialdi Zakaria, Gilang Perwira Adi, Jodistriawan Ersyari
Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i5.32183

Abstract

Pulau Sumatra merupakan pulau yang terbentuk sebagai hasil dari proses subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia sehingga pulau ini tergolong sebagai kawasan tektonik aktif. Kawasantimbunan Muara Tiga Besar Utara adalah timbunan in pit yang terletak di Sumatra Selatan memiliki potensiterjadinya likuefaksi karena kawasan ini terletak pada kawasan tektonik aktif dan material-material yang belumkompak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menentukan potensi likuefaksi pada material timbunan dan pondasitimbunan. Dilakukan metode pembobotan pada salah satu faktor klasifikasi pembobotan Waste Dump andStockpile Stability Rating and Hazard Classification System (WSRHC), yaitu faktor potensi likuefaksi untukmenentukan tingkat potensi likuefaksi yang mungkin terjadi. Hasil pembobotan menggunakan klasifikasi WSRHCmenghasilkan potensi likuefaksi pada pondasi timbunan yaitu tergolong tidak berarti. Sedangkan pada materialtimbunan tergolong sebagai potensi likuefaksi rendah.Kata kunci: WSRHC, Timbunan, Metode Pembobotan, Likuefaksi.
ARAKTERISTIK RESERVOIR FORMASI PARIGI BERDASARKAN DATA WIRELINE LOG, SIDE WALL CORE DAN MUDLOG PADA LAPANGAN “EL”, SUB–CEKUNGAN ARDJUNA, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Febriwan Mohamad, Undang Mardiana, M. Kurniawan, Rahmat Budiana, Elvara Priyanka, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i2.29085

Abstract

Lapangan “EL” merupakan salah satu lapangan penghasil hidrokabon yang berlokasi di Cekungan Jawa Barat Utara, tepatnya di sub-Cekungan Ardjuna. Fokus penelitian berada pada Formasi Cibulakan Atas anggota pre-Parigi hingga Formasi Parigi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik reservoir berdasarkan jenis fasies, lingkungan pengendapan dan parameter petrofisika terhadap kualitas reservoir pada lapangan “EL”. Data yang digunakan, yaitu: empat data log sumur, empat data mudlog,  dan satu data side wall core. Metode yang diterapkan berupa analisis litofasies dan elektrofasies untuk menentukan fasies dan lingkungan pengendapan, sedangkan analisis petrofisika dipakai untuk menghitung kandungan serpih, porositas, dan saturasi air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasies foraminifera wacke-packestone merupakan kandidat reservoir yang baik, hal ini dilihat dari nilai kandungan serpih sebesar 38%, porositas 13% dan saturasi air 96.43%. Selain itu, hasil perhitungan pay summary menunjukkan nilai net pay sebesar 0.564 pada sumur EL-1, 0.4 pada sumur EL-3, dan 0.939 pada sumur EL-4.Kata kunci: Petrofisika, Formasi Parigi, Fasies, Reservoir, Sub-Cekungan Ardjuna
INKLUSI FLUIDA SEBAGAI INDIKASI TEMPERATUR PEMBENTUKAN MINERALISASI TIPE EPITERMAL: STUDI KASUS PADA VEIN RK DAERAH CIBALIUNG, PANDEGLANG, BANTEN Adi Hardiyono, Fifi Maulidia Nabila,Agus Didit Haryanto
Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i2.35222

Abstract

Daerah Cibaliung sebagai Banten block yang terdiri dari endapan Neogen dan terlipat kuat dariterobosan batuan beku. Studi ini dilakukan untuk mengetahui ukuran dan bentuk dari inklusifluida, menghitung salinitas dan menduga temperatur pembentukan mineralisasi. Daerahpenelitian terdiri dari dua Formasi yaitu Formasi Honje dan Formasi Bojongmanik yangterendapkan secara menjemari berumur Miosen Akhir hingga Miosen Tengah. Penelitian inimenggunakan teknik pengumpulan data kuantitatif dengan menggunakan metode inklusi fluidapada daerah Cibaliung. Terdapat tiga sayatan inklusi fluida yaitu FL11, FL16 dan FL18. Bentukdari inklusi fluida yaitu rhombic, elongated dan sub-elongated dengan ukuran 5-35 μm,memiliki nilai Th sekitar 181,62-311,4°C, nilai Tm 0,1-2,4°C dan salinitas 0,49 wt.% NaCleq., hingga 4.01 wt.% NaCl.
PENGARUH ROCK MASS RATING TERHADAP TINGKAT KESTABILAN LERENG PADA PT. HOLCIM INDONESIA UNIT NAROGONG Hendarmawan, Abraham Nainggolan, Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i1.29076

Abstract

Kecenderungan lereng untuk runtuh dalam kegiatan tambang terbuka dipengaruhi oleh sifat massa batuan,berdasarkan pengamatan di lapangan dan analisis laboratorium. Penelitian ini dilakukan di kuaribatugamping yang terletak di Narogong, Bogor, Jawa Barat. Hasil Rock Mass Rating (RMR) dan cirilitologi dari delapan lokasi di daerah penelitian menunjukkan hasil klasifikasi massa batuan berada didalam kelas II (Good Rock) dengan tingkat kestabilan lereng dan tipe keruntuhan yang berbeda terkhususpada tipe keruntuhan baji dan planar. Untuk menunjukkan pengaruh RMR terhadap kestabilan lereng,ditampilkan grafik yang menunjukkan hubungan RMR dengan faktor keamanan (FK). Berdasarkan hasilpengukuran diskontinuitas, analisis kinematik, dan analisis laboratorium di lokasi pengamatan yangberbeda menunjukkan nilai RMR berbanding lurus terhadap faktor keamanan. Meskipun massa batuanmemiliki nilai RMR yang relatif sama, terdapat perbedaan FK signifikan pada dua tipe keruntuhan.Gagasan yang mendasari penelitian ini adalah untuk menyarankan kajian geoteknik di setiap perusahaanpertambangan untuk meningkatkan aspek keselamatan mereka dalam stabilitas lereng karena berbagaijenis potensi keruntuhan lereng di tambang terbuka.Kata kunci: Kestabilan Lereng, FK, Sifat Batuan, Kinematik, RMR
IDENTIFIKASI ZONA PROSPEK PANAS BUMI MENGGUNAKAN DIGITAL ELEVATION MODEL DENGAN METODE DENSITAS KELURUSAN DAN TEMPERATUR SUHU PERMUKAAN DI DAERAH SEULAWAH, PROVINSI ACEH Johanes Hutabarat, Muhammad Ronggour Pardamean Siahaan, Audi Farhan, Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35213

Abstract

Pada penelitian ini, daerah yang diteliti adalah potensi panas bumi di daerah Seulawah,Provinsi Aceh. Penelitian ini dilakukan menggunakan teknik penginderaan jauh dalammengetahui zona prospek panas bumi tahap awal. Dengan menggunakan data citra DEMNASuntuk mengetahui denistas kelurusan daerah penelitian yang diasumsikan nilai densitas tinggimerupakan zona permeabel yang memungkinkan munculnya manifestasi ke permukaan.Serta data citra Landsat 8 untuk mengetahui kerapatan vegetasi dan suhu permukaan tanahpada daerah penelitian yang nantinya digunakan untuk mendapatkan anomali temperaturpermukaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa zona prospek pada daerah penelitian beradapada daerah Timur dari manifestasi Ie Suum dengan memiliki densitas kelurusan yang tinggi,suhu permukaan sedang sampai tinggi pada kerapatan vegetasi rapat sampai sedang denganestimasi luas reservoir 1.55 km2.Kata kunci: Panas bumi, Penginderaan Jauh, Gunung Seulawah Agam, Suhupermukaan, Densitas Kelurusan
KARAKTERISTIK GEOKIMIA AIR PANAS DAN PERKIRAAN TEMPERATUR BAWAH PERMUKAAN PANAS BUMI DAERAH OMA DAN TULEHU KABUPATEN MALUKU TENGAH Johanes Hutabarat , Dewi Gentana, William Simon Tala, Agus Didit Haryanto
Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i4.32173

Abstract

Desa Oma, Kecamatan pulau Haruku dan Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Kedua daerah penelitian tersebut memiliki mata air panas di permukaan yang diperkirakan dari suatu sistim panas bumi, analisis geokimia air dilakukan untuk mengetahui karakteristik mata air panas, jenis air panas, asal air panas dan temperatur bawah permukaan di daerah penelitian. Hasil ploting data laboratorium kimia air panas pada diagram segitiga Cl-SO4-HCO3 dari mata air panas, memiliki tipe air klorida-bikarbonat pada kondisi “mature waters”, terbentuk pada kondisi “absorption of low B/Cl steam” mendekati puncak Cl, menunjukkan mata air panas tersebut sedikit sekali dipengaruhi oleh aktifitas gunung api muncul ke permukaan pada zona outflow, tetapi daerah penelitian tidak memiliki gunung api indikasi Cl yang tinggi diduga dikarenakan hasil kontaminasi dengan air laut mengingat daerah pengambilan sampel tidak jauh darih daerah pantai. Hasil dari ploting rasio Na-K-Mg, menunjukkan mata air panas OMA-1 terbentuk pada kondisi partial water, mata air panas THU-1 dan THU-2 berada kondisi “immature waters” dengan kandungan Mg yang tinggi. Hasil perhitungan menggunakan persamaan geotermometer fluida (air) terhadap sampel mata air panas di daerah penelitian diperkirakan memiliki temperatur bawah permukaan 134,09°C - 251°C.Kata Kunci : Panas bumi, Geokimia, Temperatur

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue