cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
PENGARUH BEBAN GEMPA TERHADAP KESTABILAN LERENG TANAH DAERAH LIWA DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LAMPUNG BARAT, LAMPUNG R. Irvan Sophian, Prahara Iqbal, Haryadi Permana, Riansyah Widisaputra, Zufialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i5.32181

Abstract

Daerah Penelitian yang berlokasi di Liwa dan sekitarnya, Lampung Barat merupakan daerah yang cukup sering terjadi bencana tanah longsor Iqbal, 2018). Selain gaya gravitasi, salah satu penyebab terjadinya gerakan tanah berupa tanah longsor adalah gempa. PGA (Peak Ground Acceleration) merupakan percepatan getaran maksimum yang timbul akibat adanya gempa. Litologi daerah penelitian berupa breksi, lava dan tuff bersusunan andesit sampai basalt berdasarkan pada data sekunder. Nilai PGA yang didapat berbeda pada setiap lereng, hal ini disebabkan karena getaran merambat pada media (litologi) yang berbeda-beda pada daerah penelitian. Simulasi analisis kestabilan lereng dilakukan pada kondisi statis dan dinamis. Pada kondisi statis seluruh lereng dalam keadaan stabil, sedangkan pada kondisi dinamis terdapat dua lereng yang mengalami perubahan menjadi labil (Bowles, 1989). Adanya penambahan beban gempa terhadap simulasi analisis kestabilan lereng dinamis berpengaruh kepada penurunan nilai faktor keamanan sebesar sampai dibandingankan pada kondisi statis.Kata kunci : Liwa, Lampung Barat, Longsor, Gempa, PGA, Analisis Kestabilan Lereng
Kondisi Lingkungan Pengendapan, Kematangan, Dan Klasifikasi Batubara Berdasarkan Data Petrografi Dan Geokimia Organik, Lapangan Rokan Hulu Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Nana Suwarna, Muhammad Firman Pratama, Ildrem Sjafri,
Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i2.29083

Abstract

Daerah penelitian, secara administratif terletak di Kecamatan Tambusi, Rambah Samo, Tandun,dan IV Rokan Koto, Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Berdasarkan analisis petrografiorganik, batubara di lokasi penelitian didominasi oleh litotipe Bright dan Bright Banded dengankandungan maseral vitrinit berkisar dari 45,2 – 92 %, inertinit 0,6 – 10,7 %, liptinit 0 – 5,6 %,dan bahan mineral 3,2 – 50,6 %. Peringkat batubara daerah penelitian berkisar dari lignit hingga bituminus volatil rendah. Selanjutnya, analisis fasies melalui diagram V+L-I-MM menunjukkan batubara yang diteliti berasal dari fasies F, yang berarti bahwa proses pengendapan batubara berada pada kondisi basah (anoksik), mengalami banjir dengan tingkatannya moderat hingga tinggi (besar) secara periodik, sebentar ataupun non periodik (oksik). Kemudian, berdasarkan analisis hasil ploting pada diagram TFD, menunjukkan batubara terendapkan pada fasies limnic, limno-telmatic, dan telmatic. Sementara itu, hasil analisis diagram TPI versus GI pun menunjukkan fasies limnic, limno-telmatic dan telmatic. Terakhir, berdasarkan indeks muka air tanah dengan menggunakan analisis GWI versus GI menunjukkan bahwa rezim hidrologi  batubara didominasi oleh mesotrophic yang mengarah ke rheotrophic dengan jenis vegetasinya berupa wet forest swamp dan sisanya dikontrol oleh rezim ombrotrophic dengan jenis vegetasi berupa bog.Kata Kunci: batubara, fasies, maseral, petrografi, Rokan Hulu
KARAKTERISTIK GEOKIMIA AIR PANAS DAN PERKIRAAN TEMPERATUR RESERVOAR PANAS BUMI DAERAH SULI, KECAMATAN SALAHUTU, KABUPATEN MALUKU TENGAH, PROVINSI MALUKU Johanes Hutabarat, Dewi Gentana, Jeaneth Wattimanela,Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i2.35220

Abstract

Desa Suli, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Malukumemiliki manifestasi berupa mata air panas permukaan. Hasil pengamatan lapanganmemperlihatkan sifat fisik mata air panas yang bervariasi memiliki temperatur; 40ºC -63ºC dan pH ; 6-7 (mendekati netral) – 7 (netral). Analisis geokimia air dilakukan untukmengetahui tipe fluida, asal fluida, kesetimbangan fluida, dan perkiraan temperaturreservoar. Hasil ploting rasio Cl-SO4-HCO3 dari mata air panas memperlihatkan tipeair klorida bikarbonat pada kondisi mature waters, dengan kandungan Cl yang tinggimengindikasikan zona outflow, sedangkan mata air dingin memperlihatkan tipe airbikarbonat pada kondisi peripheral waters. Hasil ploting rasio Cl-Li-B dari mata airpanas dan mata air dingin terbentuk pada absorption of low B/Cl steam dengankandungan Cl dominan. Tingginya kandungan Cl pada mata air panas disebabkanadanya kontaminasi dari air laut mengingat keberadaan mata air panas relatif dekatdengan pantai. Hasil ploting rasio Na-K-Mg dari mata air panas dan mata air dinginberada pada kondisi immature waters dengan kandungan Mg yang dominan,diinterpretasikan terjadi pelarutan dari batuan samping dan pencampuran dengan airpermukaan yang kaya akan Mg. Hasil perhitungan geotermometer menggunakanpersamaan geotermometer air pada sampel mata air panas di daerah penelitiandiperkirakan memiliki temperatur reservoar; 115,21ºC - 177,31ºC.
KESTABILAN SUMUR BERDASARKAN KARAKTERISTIK GEOMEKANIK BATUAN PADA LADANG GAS ARUN, ACEH Yusi Firmansyah, Riza Atmadibrata, Donny Agasi Hasugian, Dicky Muslim,
Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i1.29074

Abstract

Pada Ladang Gas Arun, terdapat zona overpressure yang membuat perlu adanya analisis geomekaniklebih lanjut untuk menjaga kestabilan sumur dan mencegah beberapa resiko yang dapat terjadi pada saatproses pemboran seperti kick, blowout, washout, dan well breakdown. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk menjelaskan karakteristik geomekanik, overpressure, dan kriteria kestabilan sumur pada daerahpenelitian. Metode yang digunakan untuk melakukan prediksi variabel – variabel geomekanik berupatekanan pori, tekanan rekah, tekanan hidrostatik, dan tekanan vertikal adalah perhitungan empirismenggunakan data log gamma ray, log sonik, dan log densitas. Prediksi tekanan pori dan tekanan rekahmenggunakan persamaan Eaton, sedangkan untuk prediksi tekanan hidrostatik dan tekanan vertikalmenggunakan persamaan Archimedes. Tekanan pori, tekanan hidrostatik, dan tekanan vertikal digunakanuntuk mengidentifikasi kedalaman zona overpressure. Hasil dari perhitungan sebelumnya di analisismenggunakan kriteria wellbore failure menurut Cook, untuk membuat Model Wellbore Failure padasumur daerah penelitian. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pada daerah penelitian terdapatoverpressure yang dimulai pada kedalaman 1558 m, dan kriteria kestabilan sumur dalam pemborandisajikan dalam Mechanical Earth Model 1D.Kata Kunci: Geomekanik, kestabilan sumur, Ladang Gas Arun, Mechanical Earth Model,overpressure
Analisis Debit Banjir Dengan Membandingkan Nilai Debit Banjir Metode Rasional Dan Kapasitas Debit Aliran Sungai Pada Sub-DAS Ciwaringin Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat M. Nursiyam Barkah, Kurnia Arfiansyah, Rinaldy Muhammad Yusuf, Bombom Rachmat,
Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i4.35243

Abstract

Sub-DAS Ciwaringin yang termasuk ke dalam DAS Cimanuk secara administratif terletak diKabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat. Desa Mirat merupakan salah satu desa yangtermasuk ke dalam Sub-DAS Ciwaringin yang kemudian akan dikembangkan menjadi desabinaan maka perlu dipertimbangkan potensi bencana yang mungkin terjadi salah satunya yaitubanjir. Berdasarkan data dari Badan Pusat statistik setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlahpenduduk. Hal ini berbanding lurus dengan perubahan kondisi tata guna lahan yang menimbulkanalih fungsi lahan dan akan berpengaruh pada peningkatan debit banjir. Metode penelitianmenggunakan metode rasional untuk perhitungan debit banjir rencana dan perhitungan kapasitasdebit aliran sungai. Nilai debit banjir pada Sub-DAS Ciwaringin mengalami kenaikan sebesar35,73% saat penggunaan koefisien pengaliran yang digunakan 2009 dan 2019. Kenaikan tersebutdisebabkan oleh perubahan tataguna lahan pada tahun 2009 dan 2019 yang menyebabkankenaikan nilai koefisien pengaliran dari 0,085 menjadi 0,116. Kemudian dari perhitungankapasitas debit aliran sungai didapatkan debitnya sebesar 215,162 m3/detik. Jika dibandingkanantara hasil perhitungan debit banjir metode rasional dengan hasil perhitungan kapasitas debitaliran sungai, potensi banjir tidak akan terjadi pasa Sub-DAS Ciwaringin. Meskipun potensibanjir tidak akan terjadi namun perlu dilakukan rencana pemanfaatan lahan yang optimal agarkenaikan debit banjir pada Sub-DAS Ciwaringin bisa tepat sasaran.
GEOLOGI DAERAH LANGKAPLANCAR DAN SEKITARNYA, KECAMATAN LANGKAPLANCAR, KABUPATEN PANGANDARAN, PROVINSI JAWA BARAT Agus Didit Haryanto, Aghnia Fadhilah, Mega Fatimah Rosana,
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35211

Abstract

Secara administratif daerah Langkaplancar dan sekitarnya termasuk kedalam wilayah KecamatanLangkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis terletak diantara garis bujur108° 22’ 41,8116” BT sampai 108° 26’ 30,444” BT dan garis lintang -7° 30’ 2,6784” LS sampai -7° 30’493092” LS. Satuan geomorfologi di daerah penelitian dibagi menjadi 3, yaitu satuan perbukitan agakcuram vulkanik, satuan perbukitan landai vulkanik, satuan perbukitan tinggi agak curam denudasional.Satuan batuan pada daerah penelitian dibagi menjadi 3 berdasarkan penamaan litostratigrafi tak resmi, yaituSatuan Breksi, Satuan Tuf dan Satuan Batugamping. Struktur geologi yang berkembang diindikasikan sesarnaik dekstral. Sejarah Geologi di daerah penelitian. Sejarah geologi pada daerah penelitian ini awalnyaterjadi dimulai dari kala Oligosen-Miosen Awal merupakan fase vulkanisme yang ditandai dengan adanyaproduk-produk gunung api. Pada periode ini terjadi pengendapan satuan breksi serta satuan tuf di lautdalam terbuka. Pada kala Oligosen – Miosen Awal terbentuk juga satuan batugamping dengan bentukendapan menjari terhadap satuan breksi dan satuan tuf. Lingkunga pengedapan satuan batugamping beradapada neretik tengah hingga luar. Potensi sumberdaya geologi di daerah penelitian yaitu adanyapenambangan batugamping dan geowisata berupa curug. Potensi kebencanaan geologi pada daerahpenelitian ini yaitu tanah longsor dan jatuhan.Kata Kunci : Geologi, Langkaplancar, Oligosen, Miosen, Jampang
KESESUAIAN LAHAN DALAM RANGKA PENGEMBANGAN PERMUKIMAN BERDASARKAN ASPEK GEOLOGI LINGKUNGAN DAERAH HANTARA DAN SEKITARNYA, KECAMATAN HANTARA, KABUPATEN KUNINGAN, PROVINSI JAWA BARAT Muhammad Nursiyam Barkah, Ciria Humanis Brilian, M.Salman Alfarizi,Bombom Rachmat Suganda
Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i4.32171

Abstract

Pertambahan penduduk di daerah Hantara dan sekitarnya setiap tahunnyamengalami peningkatan dan daerah penelitian berada di dataran tinggi sehinggamembutuhkan pengembangan wilayah permukiman dan tingkat kesesuaian lahan yangtepat agar tidak merusak lingkungan pada daerah tersebut. Penelitian ini bertujuanuntuk memberikan rekomendasi dalam pengembangan permukiman di daerah Hantaradan sekitarnya. Data penelitian yang digunakan mengacu pada data primer dan datasekunder dengan terlebih dahulu melakukan pengumpulan informasi mengenaiwilayah penelitian. Metode penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan melakukananalisis statistik, metode pembobotan dan skoring berdasarkan klasifikasi (Howarddan Remson, 1978) untuk menganalisis kemampuan lahan dan kesesuaian lahan.Berdasarkan hasil analisis kesesuaian lahan, daerah penelitian terbagi menjadi 3wilayah, yaitu wilayah kemungkinan, wilayah kendala, dan wilayah limitasi.Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan skor kesesuaian lahan 93 – 101dikategorikan sebagai wilayah kemungkinan dengan kesesuaian lahan tinggi sehinggasangat baik jika dijadikan kawasan permukiman. Kemudian skor 86 – 93dikategorikan sebagai wilayah kendala dengan kesesuaian lahan sedang sehinggadapat dijadikan untuk wilayah permukiman, namun dibutuhkan bantuan rekayasateknik. Skor <78 dan 78 – 86 dikategorikan sebagai wilayah limitasi dengankesesuaian lahan rendah – sangat rendah yang tidak layak untuk dijadikan wilayahpermukiman, namun dapat dijadikan kawasan lindung.Kata Kunci: Hantara, pengembangan wilayah permukiman, kemampuan lahan ,kesesuaian lahan.
LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI CINAMBO PADA SEBAGIAN LINTASAN SUNGAI CILUTUNG, DESA BABAKAN JAWA , KABUPATEN MAJALENGKA - JAWA BARAT Yusi Firmansyah, Arya Akbar, Abdurrokhim,
Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i3.35234

Abstract

Formasi Cinambo, salah satu endapan tertua yang tersingkap di areaMajalengka, tersingkap dengan baik di sebagian lintasan Sungai Cilutung, di DesaBabakan Jawa – Majalengka. Pada lintasan ini Formasi Cinambo memiliki rentangumur Miosen Akhir – Pliosen Awal, yang dicirikan dengan endapan-endapansiliciclastic laut dalam berupa perselingan batulempung, batulanau, dan batupasirserta konglomerat atau breksi. Berdasarkan pengamatan secara rinci komposisilitologi, tekstur, ketebalan, dan struktur sedimen. Formasi ini tersusun oleh 10(sepuluh) litofasies berdasarkan klasifikasi Pickering & Hiscott (2016), yangkemudian dikelompokan menjadi 9 (Sembilan) asosiasi fasies berdasarkanklasifikasi Stow & Piper (1984). Formasi Cinambo yang tersingkap pada sebagianlintasan Sungai Cilutung, di Desa Babakan Jawa ini diinterpretasikan diendapkanpada sistem kipas laut dalam (submarine fan system), dari kipas laut dalam bagiantengah (middle fan) hingga kipas laut dalam bagian atas (upper fan).
PENURUNAN MUKA TANAH AKIBAT BEBAN FONDASI PADA TEMPAT CALON PEMBANGUNAN EMBUNG UNPAD, JATINANGOR, SUMEDANG, JAWA BARAT Zufialdi Zakaria, Silvya Oktaviana , Raden Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32196

Abstract

Salah satu perencanaan pembangunan infrastrukrtur di Jatinangor, ialah pembangunan embung. Potensi kerusakan infrastruktur embung dapat berasal dari adanya penurunan muka tanah yang memungkinkan dapat mengakibatkan ketidakstabilan fondasi embung tersebut. Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi geologi teknik, sehingga dapat menilai nilai daya dukung tanah dan peranan konsolidasi terhadap besar dan waktu penurunan muka tanah daerah penelitian. Analisis penurunan muka tanah dilakukan pada 3 titik bor (A1, A2, dan A3) yang direncanakan sebagai tempat peletakan timbunan (urugan) embung. Perhitungan penurunan muka tanah dilakukan menggunakan persamaan Terzaghi dan Peck dengan beban tambahan dari beban fondasi embung itu sendiri. Tanah Lempung yang diteliti berjenis CH yang berasal dari lapukan batuan tuf, serta memiliki karakteristik tekanan pra-konsolidasi yakni terkonsolidasi secara normal. Berdasarkan perhitungan daya dukung tanah di permukaan dalam kondisi keruntuhan geser umum, jenis fondasi yang cocok adalah fondasi bujur sangkar dengan nilai daya dukung yang diizinkan berkisar 0,2995 – 0,553 kg/cm2. Dengan mengasumsikan penambahan beban sama dengan nilai daya dukung yang diizinkan, dalam 3 bulan penurunan tanah yang terjadi adalah berkisar 5,145 – 12,198 cm.Kata Kunci: Konsolidasi, Penurunan Muka Tanah, Fondasi, Daya Dukung Tanah, Embung, Jatinangor.
PENGARUH MUKA AIRTANAH DAN BEBAN GETARAN TERHADAP FAKTOR KEAMANAN LERENG (STUDI KASUS LERENG DI CITATAH, KECAMATAN CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT) Dicky Muslim, Andika Dary Nugraha, Zufialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i3.29104

Abstract

Longsor atau gerakan tanah merupakan salah satu bencana geologi yang sering terjadi diIndonesia. Kawasan Citatah termasuk kedalam zona rentan longsor, terutama pada lereng dengan material penyusun batulempung (Formasi Batuasih), dan termasuk dalam zona Sesar Cimandiri, serta kawasan pertambangan batugamping yang sering dilalui kendaraan berat. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan hubungan FS dengan kedalaman muka airtanah pada saat disertai dan tanpa seismic load, yang kemudian disandingkan dengan kriteria lereng menurut Bowles, 1984. Metode yang dilakukan mencakup pengambilan data, uji laboratorium, dan simulasi lereng menggunakan software slide. Faktor-faktor penyebab terjadinya longsor diantaranya aktivitas gempa, getaran kendaraan, material penyusun, tingkat vegetasi, curah hujan dan muka airtanah, serta geometri dari lereng itu sendiri. Pada saat simulasi menggunakan nilai seismic load gempa, kondisi lereng termasuk kedalam lereng labil. Sedangkan pada saat simulasi tidak menggunakan nilai seismic load dan menggunakan seismic load kendaraan, lereng berada dalam kondisi stabil. Peran seismic load gempa lebih berpengaruh terhadap kestabilan lereng dibandingkan peran muka airtanah dan seismic load kendaraan.Kata kunci : Geologi, longsor, faktor keamanan, muka airtanah, seismic load

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue