cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUBARA FORMASI MUARA ENIM LAPANGAN “BIMA”, DAERAH LUBUK BETUNG, SUMATERA SELATAN Yusi Firmansyah, Reza Mohammad Ganjar Gani, Aufa Rofiqy Anwar, Abdurrokhim,
Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i6.38389

Abstract

Daerah studi terletak di wilayah Lubuk Betung, Kabupaten Lahat Sumatra Selatan. Di daerah ini dijumpai lapisan-lapisanbatubara yang termasuk dalam Formasi Muara Enim. Data core dan cutting dari enam buah sumur pemboran digunakan dalampenelitian ini. Secara umum Formasi Muara Enim pembawa batubara di daerah ini dapat dikelompokkan dalam empat facies,yaitu (1) Facies A, yang didominasi oleh batulempung, (2) Facies B, yang dicirikan oleh batulempung karbonan, (3) Facies C,yang dicirikan oleh batulempung dan batupasir (channel), dan (4) Facies D, batulempung dan batubara. Endapan ini ditafsirkanterbentuk pada lingkungan transitional lower delta plain.Kata Kunci : Batubara, Formasi Muara Enim, Fasies, Lingkungan Pengendapan
Zona Potensi Keterdapatan Air Tanah Menggunakan Sistem Informasi Geografis pada Sub-DAS Ciwaringin, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah, Mochamad Nursiyam Barkah, Rafly Satria Putra Yunandar,
Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i5.38375

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat dimanfaatkan dalam membantu pemetaan air tanah. PenggunaanSIG pada penelitian ini diterapkan dalam menentukan zona-zona potensi keterdapatan air tanah di SubDAS Ciwaringin dengan beberapa parameter. Parameter yang digunakan meliputi peta geomorfologi, petageologi, peta kemiringan lereng, peta tutupan lahan, peta drainage density, peta lineament density, petajenis tanah, peta topographic wetness index (TWI), peta topographic position index (TPI), petatopographic rugedness index (TRI), dan peta curvature. Parameter-parameter tersebut diberikan nilai danbobot berdasarkan kemampuannya dalam menyimpan air tanah (Arulbalaji et. al., 2018). Peta zona potensiketerdapatan air tanah sebagai hasil akhir didapatkan dari hasil overlay beberapa parameter tersebut.Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 10.3% daerah penelitian memiliki potensi keterdapatan air tanahyang sangat rendah, 17.3% daerah penelitian berpotensi rendah, 24.5% daerah penelitian berpotensisedang, 38.7% daerah penelitian berpotensi tinggi, dan 9.2% daerah penelitian berpotensi sangat tinggi.Kata Kunci: Sistem Informasi Geografis (SIG), Sub-DAS Ciwaringin, Zona Potensi Keterdapatan AirTanah
FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUAN KARBONAT FORMASI RANCAK, PAPARAN MADURA UTARA, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA Ildrem Syafri, Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Riszky Baisal Risyad, Achhmad Yusqi Maula
Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i6.38384

Abstract

Lokasi daerah penelitian terletak pada lapangan “COVID”, Paparan Madura Utara, Cekungan Jawa Timur Utara. Tujuan daripenelitian ini merupakan pengidentifikasian faseis dan lingkungan pengendapan yang berkembang pada Formasi Rancak yangmerupakan suatu sistem terumbu pada batuan karbonat. Metodologi penelitian dilakukan dengan cara analisis kualitatif padadata log sumur untuk mengetahui litoogi dan analisis fasies menggunakan data core dan petrografi. Terdapat 7 litofasies yangdapat diidentifikasi, yaitu silty foraminiferal packstone, bioclastic wackestone, silty bioclastic wackestone, red algalwackestone, larger forams packstone, coralline Rudstone, intraclastic coralline Rudstone, Grainstone, dan Boundstone.Litofasies yang telah diidentfikasikan dapat dikelompokkan ke dalam 3 asosiasi fasies, yaitu Backreef, Reef Core, dan ForeReef. Berdasarkan hasil analisis lingkungan pengendapan tersebut dapat disimpulkan bahwa daerah penelitian merupakanbagian dari sistem terumbu rimmed carbonate platform.Kata Kunci: Fasies Karbonat, Asosiasi Fasies, Formasi Rancak, Paparan Madura Utara
KARAKTERISTIK DAN SISTEM ALIRAN AIRTANAH DAERAH SEMARANG UTARA BERDASARKAN ANALISIS FISIKA-KIMIA AIRTANAH Yudhi Listiawan, Tulus Pramudyo, Teuku Yan W. M.Iskandasyah, Aisyah Shafa Virgianty,
Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i5.38371

Abstract

Daerah Semarang utara merupakan daerah pesisir pantai yang sudah dieskploitasi dengan membangun sumur dalam dariberatus-ratus tahun lalu. Selain itu, pada daerah ini juga mengalami pertumbuhan penduduk maupun industri yang begitucepat. Hal tersebut berdampak buruk pada airtanah daerah Semarang dan sekitarnya. Pada tahun 2020 dilakukan pengambilan24 sampel fisika-kimia airtanah oleh Pusat Air Tanah dan Geologi Lingkungan, yang kemudian 6 sampelnya diteliti padatahun berikutnya untuk mengetahui karakteristik dan sistem aliran airtanah daerah penelitian. Metode yang digunakan terdirianalisis berbagai diagram yang terdiri dari diagram Piper, diagram Durov, diagram Gibbs, dan diagram rasio normalisasi ion.Secara umum fungsi dari diagram-diagram ini untuk mengetahui karakteristik dan proses yang terjadi pada airtanah. Hasilanalisis kimia dan fisika airtanah akan diproyeksikan ke dalam peampang hidrogelogi yang nantinya akan digunakan untukmengetahui sistem aliran airtanah pada daerah penelitian. Hasil analisis menujukan terdapat tiga fasies yang terdiri dari CaMg-HCO3, Ca-Na-HCO3, dan Na-Cl, dengan dua proses yang terjadi yaitu pertukaran ion dan pelarutan oleh mineral silikatmaupun evaporit pada airtanah Semarang utara. Hasil tersebut dianalisis lebih lanjut terkait sistem aliran airtanahanya,dengan memproyeksikan ke dalam penampang hidrogeologi, di mana menunjukan bahwa pada daerah penelitan terdiri daridua sistem aliran airtanah yaitu lokal dan intermediet.Kata Kunci: Semarang utara, airtanah, karakeristik fisika-kimia airtanah, sistem aliran.
PETROGENESA BATUAN METAMORF PADA BLOK KEMUM DAERAH WARIORI INDAH, DISTRIK MASNI, KABUPATEN MANOKWARI, PROVINSI PAPUA BARAT Aton Patonah, Ario Jamesbond, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i6.38390

Abstract

Blok Kemum merupakan bagian dari tinggian batuan dasar, dibatasi Sesar Sorong di utara dan Sesar Ransiki di timur. Blok inidicirikan oleh batuan metamorf, pada beberapa tempat terdapat diintrusi oleh granit Permo-Trias. Daerah penelitian berada didaerah Wariori Indah dan sekitarnya, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat yang merupakan lapanganemas placer milik PT. Tri Abadi Mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lithologi dan karakteristik geokimiabatuan metamorf dari Blok Kemum. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis petrologi dan analisis petrografipada 19 sampel batuan, serta analisis geokimia menggunakan metode XRF (X-Ray Fluorescence) dan ICP-MS (InductivelyCoupled Plasma-Mass Spectrometry) pada 3 sampel batuan terpilih. Berdasarkan analisis tersebut didapatkan data bahwa jenisbatuan metamorf yang hadir di daerah penelitian merupakan metapelit dan metafelsik. Protolit metapelit daerah penelitianadalah asal kontinental margin. Hasil analisis geokimia, afinitas magmatiknya adalah High-K calc-alkaline. Protolith metafelsikdaerah penelitian berasal dari andesit basaltik dengan lingkungan tektoniknya yang berasosiasi dengan island arc calc-alkalinedan berinteraksi dengan batuan dari kerak benua.Kata kunci: Blok Kemum, petrogenesis, metapelite, metafelsik, calc alkaline
Zona Kerentanan Gerakan Tanah Berdasarkan Metode Indeks Storie Pada Daerah Gajahmungkur dan Sekitarnya, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah Dicky Muslim, Nur Khoirullah, Arfi AM Hassanusi,
Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i5.38378

Abstract

Kota Semarang merupakan kota yang mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang pesat, namunkota Semarang memiliki permasalahan yang serius terhadap bencana gerakan tanah berdasarkan riwayatkebencanaannya. Daerah penelitian tersusun oleh satuan (Qtd) yang memiliki karakteristik litologi berupabatupasir tufan, konglomerat, dan breksi vulkanik dan tersusun oleh satuan (Tmk) yang tersusun ataslitologi perselingan batulempung, napal, dan batupasir tufan serta terdapat endapat alluvium (Qa). DenganBreksi Vulkanik yang kemungkinan diendapkan sebagai Lahar. Kondisi geologi teknik daerah penelitiantersusun atas empat satuan tanah yaitu satuan batuan dasar (ss,cs), satuan lempung lanauan-lanau lempung(cm-mc), satuan lanau pasiran-lempung lanauan (ms-cm). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahuikondisi geologi dan geologi teknik serta menentukan zona kerentanan gerakan tanah di daerahGajahmungkur dengan menggunakan metode Indeks Storie yang menggunakan parameter-parameterberupa data curah hujan, jenis tanah, kemiringan lereng dan tata guna lahan. Berdasarkan hasil perhitungandengan metode Indeks Storie didapatkan tingkat kerentanan gerakan tanah yang rendah pada daerahpenelitian dimana nilai dari tiap parameter yang ada memiliki nilai yang seragam, nilai tersebut kemudiandimasukkan kedalam perhitungan dari metode Indeks Storie yang kemudian menghasilkan output berupaPeta Kerentanan Gerakan Tanah.Kata Kunci: kerentanan gerakan tanah, geologi teknik, indeks storie, semarang
TINGKAT AKTIVITAS TEKTONIK BERDASARKAN ANALISIS GEOMORFOLOGI KUANTITATIF DAERAH ALIRAN SUNGAI CIKAPUNDUNG PROVINSI JAWA BARAT Nana Sulaksana, Murni Sulastri, Wijdan Salman Fadhilla,
Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i5.38366

Abstract

Daerah yang menarik untuk diidentifikasi pengaruh tektonik terhadap bentuk permukaan bumi yaitu DAS Cikapundungkarena terdapat sesar lembang yang membentang dan membagi area penelitian menjadi blok Utara dan blok Selatan.Berdasarkan stratigrafi regional, Sub-DAS Cikapundung terdiri dari 6 satuan batuan yaitu Qc, Qyu, Qyd, Qyl, Qyt, dan Qvuyang umumnya didominasi oleh batuan vulkanik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Indeks AktivitasTektonik Relatif (IATR) menggunakan analisis morfotektonik yang terdiri dari rasio lebar dan tinggi lembahan (Vf), sinusitasmuka gunung (Smf), faktor asimetri (Af), indeks bentuk DAS (Bs), dan indeks gradien panjang sungai (SL). Tingkat aktivitastektonik relatif menggambarkan sebesar apa pengaruh tektonik terhadap bentuk permukaan bumi. Indeks Aktivitas TektonikRelatif ( IATR) di daerah penelitian terbagi menjadi 3 kelas: kelas 2 (tinggi), kelas 3 (menengah), dan kelas 4 (rendah).Distribusi nilai IATR pada 13 Sub-DAS seluas 90,33 Km2, yaitu kelas 2 sekitar 1,64% dengan jumlah luas Sub-DAS 1,48km2, kelas 3 sekitar 19,97% dengan jumlah luas Sub-DAS 18,04 Km2, dan kelas 4 sekitar 78,39% dengan jumlah luas SubDAS 70,81 Km2. Hasil analisis geomorfologi kuantitatif mengindikasikan daerah ini dipengaruhi oleh tektonik dan erosidengan jenis tingkat aktivitas tektonik relatif tinggi hingga rendah.Kata Kunci: das cikapundung, indeks aktivitas tektonik relatif, morfotektonik, geomorfologi kuantitatif
ENGARUH JENIS POROSITAS VUGY PADA RESERVOIR KARBONAT FORMASI KUJUNG Yusi Firmansyah, Eko Sudarsono, Abdurrokhim,
Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i6.38386

Abstract

Formasi Kujung, reservoir batugamping di daerah kajian, berkembang pada daerah tinggian yang terisolasi (isolated platform).Hasil dari pengamatan petrografi dari 4 (empat) sumur pemboran dan 5 data mudlog menunjukkan bawah reservoirbatugamping Formasi Kujung ini terdiri dari 5 (lima) asosiasi fasies dan lingkungan pengendapannya sebagai berikut: (1)Planktonik Foram Packstone, yang terendapkan pada lingkungan lower slope (basin), (2) Corraline - Foraminifera Wackestoneto Packestone , yang terbentuk pada lingkungan platform interior (deeper part), (3) Corraline Packstone to Grainstone, yangterbentuk pada lingkungan platform interior (shoals), (4) Skeletal - Planktonik Foraminifera Wackestone to Packstone, yangterbentuk pada kondisi drowning, dan (5) Grainstone to Rudstone, yang terbentuk pada lingkungan lower slope. Analisispetrofisika pada sembilan sumur memperlihatkan bahwa fasies Corraline Packstone to Grainstone memiliki porositas yangpaling baik, dimana vuggy porosity lebih banyak berkembang pada facies ini.Kata Kunci : Fasies, porositas, Formasi Kujung, petrofisika.
KARAKTERISTIK BATUAN VULKANIK DAERAH CISANGGARUNG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIMENYAN, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT Aton Patonah, Oktory Prambada, Nurul Imaniar,
Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i5.38372

Abstract

Daerah Cisanggarung terletak di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, merupakan daerah yang tersusun oleh hasilgunungapi sehingga ditemukan banyak singkapan batuan yang cukup tebal dan dimanfaatkan sebagai tambang andesit.Penelitian ini mengkaji karakteristik batuan vulkanik daerah Cisanggarung dengan pendekatan analisis petrologi danpetrografi sehingga dapat diinterpretasikan petrogenesanya. Batuan vulkanik daerah Cisanggarung secara mikroskopismemiliki tekstur porfiritik, glomeroporfiritik, trakitik, zoning, sieve dan embayment. Paragenesa mineral pada batuan secaraberurutan adalah piroksen, fenokris plagioklas, mikrolit plagioklas, mineral opak, dan mineral sekunder berupa minerallempung dan klorit. Magma pembentuk batuan vulkanik daerah ini telah mengalami proses diferensiasi yaitu asimilasi danfraksinasi kristalisasi. Proses magmatisme membentuk dua tahapan tahap kristalisasi, yaitu dimulai dari tahap pendinginanmagma yang lambat, kemudian diikuti oleh magma yang mendingin relatif cepat ke permukaan.Kata kunci: Batuan vulkanik, Petrografi, Cisanggarung, Kabupaten Bandung
PETROGENESA GRANODIORIT DAERAH WARIORI INDAH DAN SEKITARNYA PADA FORMASI KEMUM, DISTRIK MASNI, KABUPATEN MANOKWARI, PAPUA BARAT Aton Patonah, Ariiq Dessindra, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i6.38391

Abstract

Daerah Wariori Indah terletak di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat merupakan daerah yang memiliki sumberdaya alam melimpah dan geologi ekonomi yang tinggi. Penelitian ini mengkaji karakteristik granodiorit daerah Wariori Indahdengan pendekatan analisis petrologi, petrografi dan analisis geokimia menggunakan metode XRF dan ICP-MS sehingga dapatdiinterpretasikan petrogenesanya. Batuan granodiorit daerah Wariori Indah secara mikroskopis memiliki granularitas faneritik,holokristalin, inequigranular, bentuk mineral subhedral-anhedral dengan komposisi mineral K-feldspar, kuarsa, plagioklas,dengan mineral lainnya seperti amfibol, biotit, serisit, klorit dan opak. 3 sampel dari batuan granitoid menunjukkan hasil rasioA/N+K+C > 1 molar termasuk ke dalam tipe granit-S peralumina. Magma pembentuk batuan daerah Wariori Indah merupakanseri calc-alkaline tepatnya pada tatanan tektonik island arc yang berkaitan dengan subduksi yang dicirikan oleh nilai Nb danTa yang kecil. Batuan terbentuk pada temperature yang berkisar 719-774oC dengan berat jenis 2,65 – 2,69 grams/cm3berdasarkan kalkulasi normatif CIPW.Kata kunci: Granodiorit, Wariori Indah, Granit Tipe S, Calc-alkaline, Island arc

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue