cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
KARAKTERISTIK AIR PANAS DAN ESTIMASI TEMPERATUR RESERVOAR DAERAH CISOLOK - CISUKARAME, KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT Johanes Hutabarat, Dewi Gentana, Rofina Masriat, Agus Didit Haryanto,
Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i1.35209

Abstract

Daerah Cisolok dan Cisukarame, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat dipilihsebagai daerah penelitian dikarenakan terdapatnya manifestasi panas bumi, diperkirakan dari suatusistim panas bumi. Sifat fisik dan data kimia panas bumi merupakan informasi penting mengenaikondisi reservoir. Sifat fisik mata air panas Cisolok –Cisukarame memiliki pH; 8 (basa), temperatur:90o-98oC. Berdasarkan hasil ploting diagram segitiga Cl –SO4 – HCO3 memiliki tipe air: Klorida-SulfatBikarbonat, kemunculan mata air panas daerah Cisolok di permukaan dipengaruhi oleh kondensasiaktifitas magmatik, sedangkan daerah Cisukarame berasal dari air reservoir yang bergerak jauh lateralmenjauhi sumber panas. Mata air panas Cisolok merupakan immature waters, Cisukarame merupakanpartially equilibrated or mixed waters. Terdapatnya kandungan Mg yang tinggi pada daerah Cisolok –Cisukarame menunjukkan saat fluida dari reservoir bergerak ke permukaan mengalami percampurandengan air permukaan yang kaya Mg (Nicholson, 1993). Mata air panas Cisolok pada posisi “Low B/Clsteam and low Li/B, sedangkan CSK-1, CSK-2 “high B/Cl steam” and high B/Li, diinterpretasikanCisolok dan Cisukarame memiliki sistem reservoir yang berbeda, rasio Cl/B yang lebih rendahmerupakan sistem yang lebih tua (Giggenbach, 1991). Berdasarkan tipe fluida, hadirnya endapan sintersilika dan geyser mata air panas memiliki sistim dominasi air. Hasil perhitungan geotermometer air,estimasi temperatur reservoir berkisa dari 139o-167oC (Cisolok) dan 178o-196oC(Cisukarame). Kedua daerah tersebut termasuk sistim reservoar bersuhu sedang (Hocstein, 1990).Kata kunci : Fluida panas bumi, geotermometer, Cisolok – Cisukarame
Desain Lereng Stabil Dengan Menggunakan Metode Probabilistik Pada Low Wall Pit Y, PT. Pamapersada Nusantara Site Kideco, Kalimantan Timur Agung Mulyo, Tri Firdiansyah, Ratih Purwaningsih, Raden Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i4.32169

Abstract

Kegiatan penambangan pada sistem tambang terbuka memiliki aspek-aspek yang penting untuk dianalisis, salah satunya yaitu kestabilan lereng tambang yang dapat ditentukan oleh nilai faktor keamanan. Faktor keamanan ini memiliki variabel acak yang dapat menyebabkan ketidakpastian. Salah satu cara untuk memperkecil nilai ketidakpastian dari FK yaitu dengan menggunakan pendekatan probabilistik, sehingga dapat diketahui Probabilistic of Failure dari lereng tersebut. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui nilai faktor keamanan dan probabilistic failure, dan memberikan re-desain lereng yang sesuai kriteria untuk kegiatan pertambangan pada daerah Low Wall Pit X. Metode yang digunakan yaitu metode probabilistik dengan variabel acak natural density yang selanjutnya dilakukan uji baiksuai dengan metode Anderson – Darling. Simulasi dilakukan dengan metode Morgenstern-Price dan metode sampling Monte-Carlo. Hasil redesain dilakukan pada lereng section T-T’, redesain ini dilakukan dengan 2 cara simulasi yaitu Cutback dan menambah penahan dikaki agar dapat menahan beban yang dihasilkan oleh gaya-gaya pendorong dari lereng.Kata Kunci : Kestabilan Lereng, Metode Probabilistik, Natural Density, Anderson-Darling, redesain
ZONA POTENSI HIDROKARBON RESERVOIR FORMASI PLOVER ATAS MENGGUNAKAN ANALISIS PETROFISIKA DAN GAS CHROMATOGRAPH PADA LAPANGAN “NT”, CEKUNGAN BONAPARTE UTARA, PROVINSI MALUKU Shaskia Putri, Nisa Ilmi, Edy Sunardi, Nadiyah Tan, Billy G. Adhiperdana,
Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i3.35232

Abstract

Lapangan “NT” terletak pada Cekungan Bonaparte Utara, Offshore Laut Timor,Provinsi Maluku. Cekungan Bonaparte Utara merupakan salah satu cekungan diIndonesia Timur yang menjanjikan untuk keterdapatan hidrokarbon. Fokus penelitianberada pada Formasi Plover Atas yang merupakan target reservoir. Penelitiandilakukan untuk mengetahui zona potensi hidrokarbon berdasarkan jenis fasies danparameter petrofisika terhadap kualitas reservoir lapangan “NT”. Metode yangdilakukan dalam penelitian yakni analisis kualitatif dan kuantitatif berdasarkan datawell log, dan mudlog. Penentuan fasies dan lingkungan pengendapan didapatkan darilaporan sumuran dan log fasies sedimen. Dari hasil analisis didapatkan enam jenislitofasies dengan interpretasi lima asosiasi fasies yakni Fasies Batupasir Masif (UpperShoreface), Fasies Batupasir Laminasi (Middle Shoreface), Fasies Batupasir Bioturbasiserta Fasies Perselingan Batupasir dan Batulempung (Lower Shoreface), FasiesBatulempung Laminasi (Offshore Transition), dan Fasies Batulempung Masif(Offshore). Hasil penelitian menunjukan Fasies III terendapkan pada lingkungan UpperShoreface yang mana berdasarkan hasil analisis petrofisika, fasies ini merupakankandidat reservoir yang baik hal ini dilihat dari nilai kandungan serpih sebesar 15%,porositas 10.6% dan saturasi air 32%. Selain itu, hasil perhitungan pay summarymenunjukan nilai net pay sebesar 0.94 pada sumur NT-1, 0.62 pada NT-2 dan 1 padasumur NT-3. Sedangkan fasies lainnya bukan kandidat reservoir karena hasilperhitungan perhitungan net pay menunjukan nilai lebih kecil dari fasies III atau 0.
ESTIMASI SUMBER DAYA BATUBARA PADA DAERAH MANGUNJAYA, KABUPATEN MUSI BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN Reza Mohammad Ganjar Gani, M. Abdurachman Ibrahim, Sigit A. Wibisono, Rahma Yesa, Nurdrajat, Yusi Fi
Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i6.32194

Abstract

Batubara merupakan sumber energi yang ada di Indonesia, untuk menemukan suatu daerah dengan prospek batubara yang baik dapat dilakukan dengan eksplorasi. Pencarian daerah prospek batubara memerlukan disiplin ilmu mengenai ekplorasi batubara sehingga dapat diketahui potensi endapan batubara. Potensi endapan batubara pada suatu daerah dapat diketahui dengan melakukan pemodelan geologi dan perhitungan sumber daya batubara. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data topografi, litologi, survey, data kualitas dan lain sebagainya kemudian data tersebut diolah menggunakan perangkat lunak. Penelitian ini dilakukan pada daerah Mangunjaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini terdapat 4 lapisan batubara yaitu lapisan Benakat, lapisan Kebon Lower, lapisan Burung dan lapisan Mangus. Hasil pemodelan menunjukkan penyebaran lapisan batubara, kedalaman dan ketebalan lapisan batubara serta kualitas masing-masing lapisan batubara. Perhitungan estimasi sumber daya pada penelitian ini membuat daerah pengaruh pada masing-masing lapisan batubara dengan jarak titik informasi geologi sederhana, sehingga total estimasi sumber daya batubara dengan tingkat kepercayaan tereka 620.303,18 Ton, tertunjuk 321.305,77 Ton dan terukur 88.975,99 Ton.Kata Kunci: Pemodelan Batubara, Estimasi Sumber Daya, Daerah Mangunjaya
Analisis Pemodelan Sejarah Pemedaman Dan Maturity Model Serta Korelasinya dengan Hidrokarbon Pada Blok VIS Reza Moh. Ganjar, Kukuh Suprayogi., Vismaia Isanjarini, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i3.29098

Abstract

Perkembangan pencarian minyak dan gas bumi pada saat ini telah mengalami kemajuan yang pesat. Berbagai metode dan teknik eksplorasi dikembangkan untuk mencari hidrokarbon yang baru maupun mengoptimalkan penemuan yang sudah ada. Penelitian mengunakan analisis karakteristik, pemodelan batu induk, maturity model, analisis biomarker serta perkiraan jalur migrasi. Berdasarkan analisis batuan induk Formasi Talang Akar dan Formasi Lahat memiliki kemampuan yang baik dalam menggenerasikan hidrokarbon, dan berdasarkan analisis pemodelan diketahui bahwa pada kedalaman 1300 m masa pliosen sumur telah dalam keadaan matang apabila terletak pada daerah rendahan. Maturity model yang dihasilkan yaitu semakin ke arah barat maka sumur semakin matang (mendekati cekungan). Berdasarkan analisis biomarker, diketahui bahwa sumur batuan induk grup III (VIN-1, AHA, ARA, dan VIT) memiliki karakteristik yang sama dengan sumur hidrokarbon grup I, sementara sumur batuan induk grup IV (VIA-1 dan VIA-2) memiliki karakteristik yang sama dengan sumur hidrokarbon grup II. Perkiraan migrasi graben Adiantum berarah Timur menuju sumur PSW-1 dan AMA. Sedangkan pada graben Nephrolepis berarah Barat menuju sumur ASA.Kata kunci: Geokimia, Batuan Induk, Hidrokarbon
ZONA KONTAMINASI AIRTANAH DAN AIR PERMUKAAN DENGAN METODA INDEKS PENCEMARAN DI LERENG GUNUNG MANGLAYANG BAGIAN TENGGARA WILAYAH JATINANGOR DAN SEKITARNYA M Nursiyam Barkah, Wahyudi, Hanif Afrizal, M. Sapari Dwi Hadian,
Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i5.32184

Abstract

Jatinangor mengalami perkembangan cukup pesat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, hal ini ditandai dengan tumbuhnya kawasan pendidikan, industri, manufaktur yang diikuti oleh pertumbuhan kawasan perdagangan dan jasa. Perkembangan yang cukup pesat ini membuat penurunan kualitas air di daerah Jatinangor akibat limbah domestik yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penyebaran kontaminasi di daerah penelitian. Penelitian ini menggunakan data geologi, pemanfaatan lahan dan data karakteristik sifat fisik, dan kimia airtanah maupun air permukaan. Berdasarkan karakteristik litologi, daerah penelitian disusun oleh satuan hasil vulkanik piroklastik tua 1 (HVPT 1), hasil vulkanik proklastik tua 2 (HVPT 2), hasil vulkanik piroklastik muda 1 (HVPM 1), hasil vulkanik piroklastik muda 2 (HVPM 2), hasil vulkanik piroklastik muda 3 (HVPM 3), dan hasil endapan danau muda (HEDM). Pemanfaatan lahan daerah penelitian meliputi pertanian, pemukiman dan industri. Pengambilan sampel dilakukan pada 28 stasiun air permukaan, 6 diantaranya teruji oleh laboratorium, dan 15 stasiun airtanah yang teruji laboratorium. Sampel tersebut selanjutnya dibandingkan dengan acuan standar baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan R.I No: 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang syarat syarat dan pengawasan kualitas air bersih untuk dapat mengetahui zonasi penyebaran kontaminasinya. Untuk mengetahui zona penyebaran kontaminasinya, data tersebut dianalisis menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Zonasi pada airtanah dengan kondisi baik tersebar pada bagian utara daerah penelitian dan sebagian kecil berada pada bagian tengah daerah penelitian, zonasi dengan tingkat pencemar rendah berada hampir menyelimuti seluruh wilayah penelitian dari sebagian utara hingga ke selatan daerah penelitian. Zonasi pada air permukaan dengan kondisi baik tersebar pada bagian utara daerah penelitian, zonasi dengan tingkat pencemar rendah berada hampir menyelimuti seluruh wilayah penelitian dari sebagian utara hingga ke selatan daerah penelitian.Kata Kunci: Jatinangor, Litologi, Pemanfaatan Lahan, Kontaminasi
KEAMANAN PENGEBORAN BERDASARKAN ESTIMASI BERAT DAN JENIS LUMPUR PADA SUMUR RA, LADANG GAS ARUN, ACEH Yusi Firmansyah, Riza Atmadibrata, Rai Atrasina, Dicky Muslim,
Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i2.29086

Abstract

Keamanan merupakan faktor yang penting dalam dunia minyak dan gas, tidak boleh ada kesalahan karena dapat mengganggu berbagai pihak.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model estimasi  berat dan jenis lumpur pada sumur RA yang berguna sebagai refrensi apabila akan dilakukan pengeboran selanjutnya. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan berbagai data yang berasal dari sumur RA pada lapangan gas Arun, Aceh, Sumatera Utara. Kemudian dibuat profil litologi dari sumur RA dengan melihat data yang ada. Tahap selanjutnya yaitu mencari berat jenis lumpur dengan mengetahui nilai tekanan poridan tegasan horizontal berdasarkan Wellbore Failure. Setelah itu, menentukan jenis lumpur dengan cara menganalisis litologi. Berat jenis lumpur dan data litologi sumur RA dijadikan dasar dalam menentukan jenis lumpur. Nilai dari berat jenis lumpur dan jenis lumpur yang akan digunakan dengan melihat ciri  litologi pada sumur RA yaitu pada kedalaman 310,8 m - 1375,15 m dengan berat jenis lumpur 1,596-1,658 g/cm3 menggunakan Water-based Mud, 1375,16 m – 2354,644 m dengan berat jenis lumpur sama menggunakan Oil-based Mud, dan kedalaman 2354,644 m-3096 m dengan berat jenis 1,868 – 2,102g/cm3 menggunakan Oil-based Mud .Kata Kunci: Kestabilan Lubang Sumur; Kegagalan Sumur Bor; Berat Jenis Lumpur; Jenis Lumpur
ASOSIASI INDEKS GEOMORFIK DENGAN KARAKTERISTIK GERAKAN TANAH PADA DAERAH LIWA DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LAMPUNG BARAT, INDONESIA Zufialdi Zakaria, Ghazi Oktavidi Muslim, Dicky Muslim,
Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i2.35223

Abstract

Geomorfologi merupakan ilmu yang mempelajari bentuk lahan, proses fisik dan perkembanganbentang lahan dari permukaan bumi. Bencana alam gerakan tanah merupakan salah satu bencanageologi yang sering terjadi di suatu wilayah. Hubungan keterkaitan antara nilai indeks geomorfikdengan 15 Titik rekam jejak kebencanaan longsor yang terletak pada 103°54'55.89"BT -104°15'36.02" BT dan 4°51'17.05"S LS – 5°11'47.91"S LS mencakup daerah kota Liwa dansekitarnya yang berlokasi di Kabupaten Lampung Barat diketahui melalui pendekatan analisis polapola kelurusan dan analisis kuantitatif (morfometri dan morfotektonik). Analisis morfometri yangdigunakan untuk mengidentifikasi Indeks Aktivitas Tektonik (IAT) di daerah aliran sungai (DAS)Way Krui, Way Laay, Way Musi, dan Way Semangka menggunakan indeks geomorfik, KerapatanSungai (Dd), Nisbah Percabangan Sungai (Rb), dan sinusitas muka pegunungan (Smf). Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan longsor yang disebabkan oleh peristiwa geologi denganaktivitas tektonik. Hasil uji statistik yang dilakukan pada variabel diatas menunjukkan adanyahubungan antara segmen sungai dengan kekar dan azimuth mahkota longsor yang terjadi. Analisismorfometri juga menunjukkan adanya aktivitas tektonik dengan tingkat yang paling aktif berada padaDAS Way Musi dan Way Semangka , sedang pada DAS Waay, dan DAS Way Krui terkateogorikanlemah. Berdasarkan hasil penelitian diatas diketahui bahwa wilayah penelitian memiliki tingkataktivitas tektonik aktif
KONDISI DASAR LAUT PERAIRAN KRUI, PESISIR BARAT, LAMPUNG BERDASARKAN HASIL ANALISIS DATA SUB BOTTOM PROFILER DAN SIDE SCAN SONAR Undang Mardiana, M. Kurniawan Alfadli,, Alya Maharani, Sri Ardhyastuti,
Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i6.38383

Abstract

Daerah penelitian terletak di Teluk Krui, Perairan Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Tujuan daripenelitian ini yaitu untuk menentukan kondisi dasar laut berdasarkan bentuk, fitur, dan juga lapisansedimennya pada rencana jalur kabel Ina CBT. Data yang digunakan pada penelitian ini meliputidata Sub Bottom Profiler dan Side Scan Sonar yang diambil diatas K.R Baruna Jaya IV dalam SurveiJalur Kabel Tsunami Early Warning System - Ina CBT yang dilaksanakan oleh Badan Pengkajiandan Penerapan Teknologi (BPPT) pada bulan Desember 2020. Metode yang dipakai dalampenelitian ini adalah pengolahan data, interpretasi bentuk dasar laut dan perhitungan kemiringanlereng, koreksi geometrik, perhitungan ketebalan lapisan dan interpretasi seabed feature.Berdasarkan hasil penelitian, daerah penelitian memiliki bentuk dasar laut berupa lereng landaidengan elevasi dari -121,9 meter hingga -175 meter. Fitur dasar laut yang ditemui berupa furrows /gravel waves yang dapat mengindikasikan arah arus. Sedimen permukaan pada daerah penelitianterdiri dari 2 lapisan, lapisan yang pertama terendapkan yaitu lapisan sedimen berbutir kasar denganketebalan hingga 16 meter dan lapisan kedua yaitu lapisan yang berada diatasnya (Top Layer),merupakan sedimen berbutir halus dengan ketebalan hingga 7 meter. Dari hasil penelitian inidiharapkan dapat memberikan gambaran dasar laut di Perairan Krui untuk rencana pergelaran kabelIna-CBT. Kondisi kemiringan lereng yang landai dan tidak ada fenomena yang menunjukanancaman bahaya terhadap penggelaran kabel.Kata Kunci: Sub Bottom Profiler, Side Scan Sonar, sedimen, Perairan Krui, jalur kabel
MODEL AKUIFER BEBAS BERDASARKAN DATA GEOLISTRIK 1D DAN SUMUR PENGEBORAN DAERAH LENGKITI, KABUPATEN OGAN KOMERING ULU, SUMATRA SELATAN Muhammad Kurniawan Alfadli, Bunga Raissa Harsanti, Undang Mardiana
Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i6.38381

Abstract

Daerah penelitian terletak di antara Cekungan Air Tanah Baturaja dan Muaraduo-Curup,tepatnya pada daerah Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatra Selatan. Penelitianini bertujuan untuk menggambarkan sebaran dan bentuk akuifer pada daerah penelitian berdasarkandata geolistrik 1D dan sumur pengeboran. Data geolistrik 1D digunakan untuk mengetahui sebaran nilairesistivitas daerah penelitian dengan pembuatan peta isoresistivitas. Analisis data sumur pengeboranmenghasilkan enam satuan litostratigafi, yaitu: Satuan Batulempung Talangakar, Satuan NapalBaturaja, Satuan Batugamping Baturaja, Satuan Batupasir Gumai, Satuan Tuf Kasai, dan Satuan TanahLapukan. Kedua data tersebut dikorelasikan menjadi tiga kelompok resistivitas, yaitu: resistivitas tinggi(>300 Ωm) terdiri dari tanah hasil lapukan; resistivitas menengah (50—300 Ωm) terdiri daribatugamping a, tuf, dan napal b; resistivitas rendah (<50 Ωm) terdiri dari batupasir, batugamping b,batulempung, napal a, batulanau, breksi, dan lempung karbonan. Dari karakteristik batuan, disimpulkanbahwa akuifer terdiri atas batugamping, batupasir, dan breksi; non-akuifer terdiri atas batulempung,batulanau, tuf, lava andesit, napal, dan batulumpur. Kemudian dari analisis hidrogeologi daerahpenelitian didapatkan dua jenis akuifer, yaitu akuifer bebas dan akuifer semi-tertekan. Model akuiferbebas berkedalaman 10 hingga 50 meter memiliki volume sekitar 1.011.000.000 m3 dengan sistemaliran melalui rekahan, ruang antar butir, dan saluran pelarutan.Kata Kunci: Sumatra Selatan, resistivitas, litostratigrafi, model akuifer

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue