cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
KARAKTERISTIK MANIFESTASIPERMUKAAN PANAS BUMI DAN POTENSI PEMANFAATANNYA UNTUKGEOWISATA DI DAERAH NAMLEA Agus Didit Haryanto, Johanes Hutabarat, Nurul Azmy Wakan,
Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i5.38379

Abstract

Lokasi pemunculan manifestasi panas bumi ditemukan pada tiga wilayah yaitu kecamatan Kecamatan Wapsalit, Bata Bual(Waelawa), Kepala Madan (Waesekat), yangberupa mata air panas dan batuan ubahan, akan tetapi di wilayah kecamatanWapsalit juga ditemukan adanya manifestasi fumarol, tanah panas dan lumpur panas. Pemunculan mata air panas Wapsalitdi Sungai Pemali dengan suhu antara 99.6 – 101.3°, serta daerah alterasi yang cukup luas ± 35.000 M2 dikontrol olehstruktur sesar normal geser(oblik) Waekedang yang berarah baratlaut – tenggara. Sedangkan munculnya air panasMetardengan suhu 60.7°C. Perkiraantemperatur bawah permukaan daerah Wapsalit dengan menggunakangeothermometer ratarata berkisar antara 224-247°C dan termasuk kedalam entalphi tinggi, sedangkan menggunakan geothermometer Na/KGiggenbach rata-rata berkisar antara 188-198°C yangmenunjukkan temperatur relatif cukup tinggisedangkan daerah Metardengan menggunakan geothermometer SiO2 (conductive-cooling) adalah 145°C, sedangkan menggunakangeothermometer Na/K Giggenbach adalah 171°C dan termasuk kedalam entalphi sedang. Fluida panas bumi daerah inibertipe klorida bikarbonat dan erat hubungannya dengan sumber panas bumi. Tipe reservoir entalpi tinggi yangdiindikasikan oleh temperatur bawah permukaan yang tinggi antara 234 - 237°C di daerah Wapsalit. Dapat dijadikansebagai geowisata karena potensinya cukup baik untuk dikembangkan lebih lanjut dari pemerintah daerah tersebut.Kata Kunci: Geowisata, Panasbumi,Geologi.
ZONASI PERMEABILITAS PADA AREA MANIFESTASI PANAS BUMI DI DAERAH KABUPATEN BURU PROVINSI MALUKU Johanes Hutabarat, Agus Didit Haryanto, Dinda Rezkia Putri,
Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i5.38368

Abstract

Daerah panas bumi Wapsalit,Kabupaten Buru Provinsi Maluku merupakan salah satu daerah di Pulau Buru secara geografisterletak pada 3°30’16” - 3°29’17” LS dan 126°51’75” -126°21’11” BT yang diperkirakan mempunyai potensi panasbumi.Keberadaan struktur geologi memicu pembentukan zona lemah (zona permeable) sebagai media kemunculan manifestasipanas bumi ke permukaan dari suatu sumber panas bumi di bawah permukaan. Tujuan penelitian adalah untuk menentukanzona per- meabel yang berpengaruh terhadap kemunculan manifestasi panas bumi. Metode penelitian berupa analisispenginderaan jauh pada kelurusan punggungan dan lembah dengan (azimuth penyinaran 00, 45o, 900, 1350, dan altitude450), Fault Fracture Density (FFD). Hasil dari analisis studio terhadap kelurusan-kelurusan punggungan dan lembah diolahke dalam diagram roset, menunjukkan pola ke- lurusan secara umum daerah penelitian, diinterpretasikan dengan pola utamamengarah Barat Laut- Tenggara dan Barat daya- Timur Laut. Hasil analisis FFD, di daerah penelitian memiliki kerapatanrekahan rendah nilai LD (6,5-7,1 km-¹) sedang nilai LD (7,1-8,5km-¹), dan tinggi nilai LD (8,5- 9,5km-1). Reservoir yangterbentuk diprediksi akibat pendinginan rekahan- rekahan serta kekar- kekar pengaruh proses tektonik. Permeabilitas darireservoir ini dibangun oleh pensesaran yang intensif teru- tama oleh sesar oblik Waekedang serta Sesar Waemetar dan dankomplek Sungai Waemetar serta me- nyebar ke arah barat laut hingga tenggara daerah manifestasi.Kata Kunci :FFD ,Maluku, Panas Bumi, Pulau Buru, Wapsalit
FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUPASIR FORMASI AIR BENAKAT PADA LAPANGAN “GPS”, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Yusi Firmansyah, Reza Mohammad Ganjar Gani, M Arie Putra Pratama, Abdurrokhim,
Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i6.38387

Abstract

Tulisan ini berfokus pada pembahasan litofasies dan lingkungan pengendapan pada reservoir batupasir Formasi Air Benakat diLapangan GPS, Cekungan Sumatera Selatan. Penafsiran ini berdasarkan data well log 6 (enam) sumur dan data deskripsilitologi. Berdasarkan pola log dan komposisi litologi, litofasies Formasi Air Benakat dapat dibagi menjadi lima, yaitu : (A)Inner Shelf Facies, (B) Lower Outer Shelf/Offshore Facies, (C) Upper Offshore Facies, (D) Upper Shoreface, dan (E) ProximalOffshore Transition Facies. Keseluruhan litofasies ini diendapkan pada Lingkungan Laut Dangkal/Shelf.Kata kunci : Fasies, Lingkungan Pengendapan, Formasi Air Benakat
FENOMENA AMBLESAN LAHAN AKIBAT BEBAN INFRASTRUKTUR (STUDI KASUS DESA KALIGAWE DAN SEKITARNYA, KECAMATAN GAYAMSARI, KOTA SEMARANG, PROVINSI JAWA TENGAH) Dicky Muslim, Zufialdi Zakaria, Tulus Pramudyo, Muhammad Nur Wahid Fakhrudin,
Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i5.38373

Abstract

Permasalahan amblesan lahan di Kota Semarang telah menimbulkan berbagai kerusakan. Fenomena tersebut salah satunyadipengaruhi oleh beban infrastruktur. Penelitian ini dilakukan untuk menghitung amblesan lahan serta mengidentifikasiasosiasi kondisi geologi dan hubungan kondisi geologi teknik serta pengaruh beban infrastruktur terhadap amblesan lahan.Analisis amblesan lahan dilakukan pada dua titik bor (BM-01 dan BM-04). Metode perhitungan dilakukan menggunakanpersamaan konsolidasi primer satu dimensi Terzaghi dengan asumsi tambahan tekanan efektif dari beban rumah tinggal,apartemen, dan landasan pesawat. Hasil perhitungan menunjukan amblesan total terbesar yaitu terjadi pada BM-04 (bebanlandasan pesawat) sebesar 91,1 cm. Waktu amblesan tercepat yaitu pada BM-01 sebesar 121,1 tahun. Laju amblesan lahantercepat yaitu pada BM-01 (beban landasan pesawat) sebesar 6,7 cm/tahun. Daerah penelitian tersusun atas alluvium berumurholosen dan terletak pada satuan lanau lempungan-lanau pasiran (mc-ms) sehingga amblesan cenderung dipengaruhi olehmaterial sedimen dan tidak berkaitan langsung dengan aktivitas tektonik. Indeks pemampatan (Cc) dan koefisien konsolidasi(Cv) sangat berhubungan dengan amblesan lahan. Beban infrastruktur juga sangat berpengaruh terhadap besar amblesanlahan.Kata Kunci: amblesan lahan, beban infrastruktur, geologi teknik, konsolidasi primer, semarang
KARAKTERISTIK HIDROKIMIA AIR TANAH PADA BAGIAN TIMUR CEKUNGAN AIR TANAH BANDUNG – SOREANG : STUDI KASUS SEBAGIAN KECAMATAN CICALENGKA DAN KECAMATAN CIMANGGUNG, PROVINSI JAWA BARAT Boy Yoseph CSSSA, T. Yan Waliana Muda Iskandarsyah, Aldynanda Lesmana,
Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i6.38382

Abstract

Daerah penelitian termasuk ke dalam Cekungan Air Tanah Bandung – Soreang. Keberadaan daridaerah penelitian yang secara geologi tersusun atas lingkungan vulkanik dan merupakan salah satukawasan industri dan padat pemukiman menjadikan topik ini menarik untuk dibahas. Tujuandaripada penelitian ini untuk mengetahui kondisi dan karakteristik hidrokimia air tanah daerahpenelitian berdasarkan sifat fisik dan kimia air tanah serta kaitannya dengan kondisi geologi yangberkembang di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis sifat fisik dankimia air tanah secara numerik dan grafis. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan sifat fisik airtanah memiliki nilai yang homogen. Nilai Daya Hantar Listrik (DHL) yang berkisar antara 45,7µS/cm – 293 µS/cm, nilai Total Dissolved Solid (TDS) yang berkisar antara 30 mg/liter – 120mg/liter, dan nilai Potential Hydrogen (pH) yang berkisar antara 5,5 – 7,5. Kemudian data sampelair yang diuji di laboratorium dianalisis kembali untuk mengetahui fasies kimia air menggunakandiagram. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa daerah penelitian memiliki 2 fasies kimia airtanah yaitu Ca(Mg)HCO3 dan Ca(Na)HCO3 yang didominasi oleh proses pertukaran ion (IonExchange) dan dibentuk oleh interaksi antara air dengan batuan atau material penyusun akuifer.Kata Kunci : Air Tanah, Karakteristik Sifat Fisik dan Kimia, Diagram, Fasies Air Tanah
KETERSEDIAAN DAN TINGKAT KEKRITISAN AIR TANAH DI CEKUNGAN AIR TANAH LABUANBAJO, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Boy Yoseph CSSSA, Yudhi Listiawan,, Narendra Elsalis Zulilmi,
Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i5.38369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan dan tingkat kekritisan air di Cekungan Air Tanah Labuanbajo, NusaTenggara Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan Neraca Air perhitungannya ini didasari olehMetode Thornwaithe yang memanfaatkan data Curah Hujan dan Evapotranspirasi. Hasil dari penelitian ini yaitu ketersediaanair di daerah penelitian pada tahun 2020 yaitu sebesar 64,375,459 m3 dengan penggunaan air sebanyak 3,996,374 m3/tahun.Konsumsi air masyarakat sekitar daerah penelitian pada tahun 2020 masih tercukupi dengan ketersediaan air yang cukupmelimpah. Kemudian, dengan adanya proyeksi pertumbuhan penduduk, ketersediaan air hingga tahun 2030 dapat diprediksisecara matematis. Ketersediaan air pada tahun 2025 sebesar 58,798,299 m3 dengan penggunaan air sebanyak 4,488,055m3/tahun dan ketersediaan air pada tahun 2030 sebesar 53,758,069 m3 dengan penggunaan air sebanyak 5,040,229 m3/tahun.Indeks kekritisan air menunjukkan bahwa seluruh kecamatan di sekitar daerah penelitian memiliki tingkat kekritisan yaituBelum Kritis.Kata kunci: Air, Geologi, Neraca Air
PENGARUH TINGGI MUKA AIR TANAH DAN GETARAN KENDARAAN TERHADAP KESTABILAN LERENG (STUDI KASUS LERENG SPILLWAY PROYEK BENDUNGAN CIAWI, KECAMATAN CISARUA, KABUPATEN BOGOR) Zufialdi Zakaria, Mochamad Ilham Yusripar, Dicky Muslim,
Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i6.38388

Abstract

Bendungan kering Ciawi merupakan proyek yang dikerjakan pemerintah Indonesia dalam rangka menanggulangi masalahbanjir DKI Jakarta. Proyek ini secara administratif berada di kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Pada proyek bendunganini terdapat saluran pelimpah atau spillway dengan lereng cukup besar, lereng ini dijadikan fokus penelitian. Pada lereng bagianspillway bendungan dilakukan analisis kestabilan lereng dengan pengaruh tinggi muka air tanah dan getaran kendaraan. Hal inidilakukan untuk mengetahui pengaruh tinggi muka air tanah dan beban getaran kendaaran terhadap kestabilan lereng, sehinggadapat diketahui kapan lereng akan kritis atau tidak stabil ketika tinggi muka air tanah berubah-ubah. Data penelitian diperolehdari pihak PT Brantas Abipraya. Setelah data diperoleh dilakukan analisis kestabilan lereng dengan metode Morgenstern-Pricedengan bantuan software Geoslope. Simulasi dilakukan dengan pengaruh beberapa tinggi muka air tanah dan beban getarankendaraan. Tinggi MAT tentu mempengaruhi kestabilan lereng. Semakin tinggi atau dangkal MAT maka nilai FK akan semakinturun dan begitupula dengan getaran kendaraan.Kata Kunci : Faktor keamanan, muka air tanah, getaran kendaraan.
POTENSI AIR TANAH DANGKAL BERDASARKAN NERACA AIR PADA SUB-DAS CIKAO, KABUPATEN PURWAKARTA, PROVINSI JAWA BARAT Teuku Yan W M I, M Nursiyam Barkah, Naufal Zulfikar Ahmad,
Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v5i5.38374

Abstract

Kebutuhan air bersih Kabupaten Purwakarta selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya, sementaraketersediaannya mengalami penurunan. Maka diperlukan perhitungan potensi ketersediaan air tanah untukmembantu dalam merencanakan pemanfaatan air tanah kedepannya agar tidak terjadi kondisi krisis atau kekuranganair. Penelitian ini dilakukan pada Sub-DAS Cikao, dengan luas sekitar 68 km², Kecamatan Purwakarta, KabupatenPurwakarta, Provinsi Jawa Barat. Metode yang digunakan yaitu metode analisis neraca air dengan perhitungan curahhujan menggunakan metode Polygon Thiessen, perhitungan evapotranspirasi menggunakan metode Thornthwaite,dan proyeksi pertumbuhan penduduk menggunakan metode Aritmatika. Parameter yang digunakan adalah datasifat fisik dan kimia air tanah, data iklim (curah hujan dan suhu), peta tutupan lahan, peta kemiringan lereng, dandata jumlah penduduk. Nilai debit infiltrasi pada tahun 2015-2019 sebesar 39.213.044,94 m3/tahun. Nilai totalkebutuhan air pada tahun 2015-2019 sebesar 22.747.681,6 m3/tahun. Hasil perhitungan neraca air pada tahun 2019,yaitu sebesar 16.465.363,38 m3/tahun atau masih dalam kategori surplus. Berdasarkan hasil simulasi, dapatdisimpulkan bahwa dengan bertambahnya jumlah penduduk, dan perubahan tutupan lahan karena pembukaankawasan industri baru. Kondisi air tanah pada daerah penelitian diperkirakan akan mengalami defisit pada tahun2041. Sementara kualitas airtanahnya masih dikategorikan baik berdasarkan parameter Pemenkes Nomor 32 Tahun2017.Kata kunci: Sub-DAS Cikao, Potensi Air, Neraca Air
KARAKTERISTIK RESERVOIR BATUAN KARBONAT FORMASI BATURAJA BERDASARKAN ANALISIS PETROFISIKA DI LAPANGAN ‘TI’ CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Yusi Firmansyah, Lia R Ketaren, Arnaz Ayuba, Tiwi Oktarisma, Febriwan Mohamad,
Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i2.41409

Abstract

Minyak dan gas bumi saat ini masih berperan penting sebagai bahan bakar dalam industri. Lapangan ‘TI’ terletak pada Sub Cekungan Jambi, Sumatera Selatan merupakan salah satu daerah penghasil hidrokarbon. Daerah penelitian berfokus pada Formasi Baturaja. Data yang diolah berupa wireline log dari 4 sumur, data core dan juga data mudlog dari Sumur TI-1. Pada analisis fasies dan lingkungan pengendapan terdapat 3. Pada interval subarkose di lingkungan pengendapan off reef pada bagian open shelf. Selanjutnya yang kedua terdapat fasies foraminifera wackestone dengan karakteristik batugamping yang mengandung butiran pasir halus. Pada fasies tersebut terdapat di lingkungan pengendapan reef core. Ketiga, terdapat fasies coral mudstone-dolostone dengan karakteristik batulanau yang sedikit sampai butiran pasir halus yang terdapat di lingkungan pengendapan outer lagoonal. Berdasarkan perhitungan petrofisika didapatkan nilai cut off vsh sebesar 40%, cut off phie sebesar 3%, dan cut off sw sebesar 70%. Hasil analisis dan perbandingan pada setiap sumur, dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa sumur TI-1 dan TI-2 terdapat di lingkungan pengendapan reef core dan juga outer lagoonal memiliki kualitas terbaik dengan kandungan hidrokarbon yang baik. Sehingga untuk masa yang akan datang dalam eksplorasi dan pengembangan lebih lanjut dapat berfokus pada fasies tersebut untuk meningkatnya efektifitas pengembangan lapangan.Kata Kunci: Fasies, Petrofisika, Formasi Baturaja, Sub Cekungan Jambi, Lingkungan Pengendapan, Well log.
PENDUGAAN PERSEBARAN AKUIFER BERDASARKAN DATA GEOLISTRIK RESISTIVITAS 1D DAN 2D DI DAERAH CICALENGKA DAN SEKITARNYA, KABUPATEN BANDUNG, PROVINSI JAWA BARAT Boy Yoseph C.S.S.S.A, Yusi Firmansyah, Mochammad Askar Bachtiar,
Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i1.41400

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk menafsirkan sistem dan persebaran akuifer di daerah penelitian. Lokasi penelitian berada di daerah Cicalengka dan sekitarnya, Kabupaten Jawa Barat dan Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan hasil pengukuran geolistrik resistivitas 1D dan 2D menggunakan konfigurasi Schlumberger, maka nilai resistivitas yang tersebar pada daerah penelitian memiliki rentang 1 – 389 Ω.m. Kemudian hasil tersebut dikorelasikan dengan kondisi geologi dan juga referensi dari berbagai sumber yang telah ada sebelumnya, maka nilai resistivitas yang ada terbagi menjadi tiga kelompok resistivitas batuan yaitu kelompok resistivitas rendah (< 20 Ω.m), kelompok resistivitas menengah (20-80 Ω.m) dan kelompok resistivitas tinggi (> 80 Ω.m).Kata Kunci : Cicalengka, Geolistrik, Resistivitas dan Akuifer.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue