cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BATUGAMPING FORMASI BERAI DI LAPANGAN “JK”, CEKUNGAN KUTAI ATAS Febriwan Mohamad, Yusi Firmansyah, Luqman, Jasmine Mustika Sukmawati, Abdurrokhim,
Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i3.45235

Abstract

Cekungan Kutai merupakan salah satu cekungan hidrokarbon tersier yang produktif di Indonesia, baik Cekungan Kutai Bagian Atas maupun Bawah (Darmawan, 2015). Pada Cekungan Kutai Atas terdapat bukti rembesan minyak dan gas yang mengindikasikan adanya petroleum system yang aktif. Formasi Berai Bagian Atas berperan sebagai batuan reservoir. Batuan karbonat dapat berpotensi sebagai reservoir karena batuan karbonat memiliki porositas dan permeabilitas yang sangat heterogen (Jardine & Wilshart, 1982). Pemahaman yang baik mengenai reservoir sangat penting dalam kegiatan ekplorasi. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengungkap dimensi dan karakter dari reservoir adalah melalui interpretasi fasies dan lingkungan pengendapan fasies tersebut terbentuk. Melalui studi fasies dan lingkungan pengendapan dengan menggunakan data log sumur, batuan inti (core) dan sayatan tipis, reservoir pada daerah penelitian dapat diketahui kemampuannya untuk menyimpan fluida. Daerah penelitian memiliki tiga fasies pengendapan yaitu Wackestone to Packstone, Wackestone to Boundstone dan Packstone to Boundstone yang masing-masing diendapkan di lingkungan inner back-reef lagoon, outer backreef lagoon dan reef. Proses penumpukan batuan karbonat yang terjadi pada daerah penelitian adalah keep-up carbonate. Dari keseluruhan fasies yang memiliki porositas paling baik adalah fasies Packstone to Boundstone yang diendapkan di lingkungan reef, memiliki porositas sebesar kurang lebih 10% dari massa batuan. Kata Kunci: Fasies, Lingkungan Pengendapan, Karbonat, Berai Atas, Kutai Atas
POTENSI AIR TANAH DI UTARA KOTA BANDUNG DAN SEKITARNYA Yusi Firmansyah, Beryl Malik Aveta, Mohamad Sapari,
Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i4.45249

Abstract

Air tanah merupakan air yang terdapat di lapisan bawah permukaan, cadangan air tanah yang terdapat dilapisan bawah tanah disebut akuifer. Berkurangnya air tanah pada daerah resapan mengakibatkan penurunan muka air tanah hingga dua hingga empat meter/tahun sementara daerah industri hingga enam meter/tahun. Air tanah yang diteliti merupakan bagian Timur Laut Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Metode magnetotelurik (MT) menjadi metode untuk menggambarkan sifat listrik yang terdistribusikan di bawah permukaan bumi dengan instrumentasi alat ADMT 300-HT2. Terdapat 26 data lintasan yang diambil dan terbagi menjadi empat blok; BUD, BUM, BIC, dan BCR. Data tersebut menghasilkan menjadi tiga kelompok resistivitas yaitu: resistivitas tinggi (x > 48 mV) yang terdiri dari breksi, breksi tufaan, breksi vulkanik; resistivitas sedang (28 mV < x < 48 mV) yang terdiri daribatupasir, pasir lempungan, pasir tufaan (halus-kasar); resistivitas rendah (x < 28 mV) yang terdiri dari lempung tufaan, lempung pasiran, tufa. Analisis hidrrogeologi daerah penelitian didapatkan dua jenis akuifer yaitu akuifer bebas terletak pada kedalaman 0 hingga 60 meter dan potensi akuifer tertekan terletak pada kedalaman 0 hingga 200 meter pada batuan dengan resistivitas tinggi dan resistivitas sedang yang dihimpit oleh resistivitas tinggi.. Kata Kunci: Kota Bandung, resistivitas, magnetotelurik, model akuifer
EVALUASI KARAKTERISTIK BATUAN INDUK BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIA HIDROKARBON DAN PEMODELAN 1D SEJARAH PEMENDAMAN PADA SUMUR SFA-3 DI CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA Billy Gumelar Adhiperdana, Edy Sunardi, Shafa Samratul Fuadah, Nisa Nurul Ilmi,
Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i3.45240

Abstract

Cekungan Jawa Timur Utara memiliki potensi untuk menghasilkan hidrokarbon. Penelitian dilakukan pada Sumur SFA-3 yang berada di Cekungan Jawa Timur Utara untuk mengetahui karakteristik geokimia batuan induk, organofasies, karakteristik material organik serta sejarah pemendaman. Batuan induk efektif terdapat pada endapan Middle Eocene yang memiliki kekayaan material organik buruk – sempurna, kerogen tipe II-III dan III, tingkat kematangan belum matang – puncak matang, dengan organofasies D/E. Batuan induk efektif terdapat pula pada endapan Paleocene yang memiliki kekayaan material organik buruk – sangat baik, tipe kerogen tipe II-III dan III, tingkat kematangan puncak matang, dengan organofasies D/E. Material organik endapan Late Eocene pada Sumur SFA-3 berasal dari alga dengan lingkungan pengendapan transisi (laguna/tidal flat), kondisi suboksik dan memiliki tingkat kematangan belum matang. Berdasarkan analisis sejarah pemendaman yang di overlay dengan kematangan dari %Ro, fase awal matang berada pada endapan Middle Eocene kedalaman ±5500 ft. Kata kunci: Cekungan Jawa Timur Utara, Geokimia, Batuan Induk, Organofasies, Biomarker, Sejarah Pemendaman, Petroleum System
EVALUASI BATUAN INDUK BERDASARKAN DATA GEOKIMIA DAN PERMODELAN 1D SEJARAH PEMENDAMAN DI LAPANGAN “AS” CEKUNGAN SUMATRA SELATAN Dodi Wirasatia, Nisa Nurul Ilmi, Edy Sunardi, Alda Safira Paramadina, Jana Maulana,
Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i3.45230

Abstract

Penelitian dilakukan di Sub Cekungan Jambi, Cekungan Sumatra Selatan pada tiga titik sumur, yaitu ASD-1, ASK-1, dan ASM-1 dengan menggunakan metode geokimia. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan potensi batuan induk yang melibatkan analisis biomarker, korelasi minyak – batuan induk, serta rekonstruksi sejarah pemendaman. Hasil analisis menunjukkan bahwa batuan induk di daerah penelitian memiiki kemampuan menggenerasikan hidrokarbon jenis gas. Batuan induk efektif terletak pada Formasi Gumai, Baturaja, Talang Akar, dan Lahat, sementara batuan induk potensial terletak pada Formasi Air Benakat. Pemodelan cekungan 1D telah dilakukan untuk menganalisis potensi pembentukan hidrokarbon berdasarkan rekonstruksi pemendaman dan sejarah kematangan termalnya yang menunjukkan jendela kematangan awal pada Sumur ASD-1, ASK-1, dan ASM-1 dimulai pada Formasi Gumai. Kata Kunci : Sub Cekungan Jambi, Cekungan Sumatra Selatan, Geokimia, Batuan Induk, Biomarker, Sejarah Pemendaman
FASIES PENGENDAPAN BATUBARA FORMASI MUARA ENIM DI TAMBANG AIR LAYA, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN Budi Muljana, Hendra Maulana Irvan, Istighfar Ramadhana, Undang Mardiana,
Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i4.45245

Abstract

Cekungan Sumatera Selatan merupakan Cekungan Tersier yang dijumpai potensi batubara. Salah satu formasi pembawa batubara yaitu Formasi Muara Enim. Penelitian ini berfokus pada daerah tambang Air Laya, PT. Bukit Asam, Formasi Muara Enim, Cekungan Sumatra Selatan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis fasies pengendapan batubara dengan pendekatan analisis litofasies dan elektrofasies. Data yang digunakan dalam penelitian meliputi 5 sumur yaitu DN-1, DN-2, DN-3, DN-4, dan DN-5 di mana pada tiap sumur ini terdapat data inti batuan (core) dan data well logging yang meliputi natural gamma log, formation density log, Bed Resolution Density (BRD), dan High Resolution Density (HRD). Berdasarkan hasil penelitian di tambang Air Laya PT. Bukit Asam memiliki 6 unit litofasies secara berurutan dari yang paling bawah, terdiri atas fasies 1 (fasies batulempung 1), fasies 2 (fasies batupasir 1), fasies 3 (fasies batulempung 2), fasies 4 (fasies Batulempung 3), fasies 5 (fasies batulempung 4), fasies 6 (fasies batupasir 2) dengan elektrofasies yang dominan terdiri atas motif log cylindrical, serrated, funnel, bell, dan symmetrical shape. Berdasarkan dari analisis litofasies dan elektrofasies dapat diinterpretasikan daerah penelitian memiliki fasies pengendapan dari Transitional Lower Delta Plain hingga Upper Delta Plain. Kata Kunci: Tambang Air Laya, Litofasies, Elektrofasies, Fasies Pengendapan Batubara
GEOKIMIA BATUAN INDUK DAN PEMODELAN 1D SEJARAH PEMENDAMAN SUMUR MKA-1, MKA-2, DAN MKA-3 PADA SUB-CEKUNGAN JAMBI, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN Dodi Wirasatia, Nisa Nurul Ilmi, Edy Sunardi, Mila Komalasari, Jana Maulana,
Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i3.45236

Abstract

Daerah penelitian terletak di Sub-Cekungan Jambi, Cekungan Sumatra Selatan. Penelitian ini dilakukan pada sumur MKA-1, MKA-2, dan MKA-3 dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik geokimia batuan induk, lingkungan pengendapan, dan sejarah pemendaman daerah penelitian. Pada sumur MKA-1 terdapat batuan induk yang efektif, yaitu Formasi Gumai (kerogen tipe II/III dan III) dan Formasi Talangakar (kerogen tipe III). Pada sumur MKA-2, batuan induk yang efektif terdapat pada Formasi Talangakar, Lower Talangakar, dan Lahat dengan kerogen tipe III. Pada, sumur MKA-3 tidak terdapat batuan induk efektif karena ekstrak sampel batuan induk pada sumur ini masih belum matang (Ro). Berdasarkan sejarah pemendaman 1-D, batuan induk pada sumur MKA-1 telah mencapai tingkat kematangan pada Formasi Air Benakat pada umur Miosen Awal, batuan induk pada sumur MKA-2 telah mencapai tingkat kematangan pada Formasi Talangakar pada umur Miosen Awal, dan batuan induk pada sumur MKA-3 telah mencapai tingkat kematangan pada Formasi Lower Talangakar pada umur Miosen akhir. Hasil evaluasi batuan induk dan korelasi antara sumur MKA-1, MKA-2, dan MKA-3 untuk implikasi petroleum system menunjukkan bahwa formasi yang dapat menjadi batuan induk dan reservoir yaitu Fomasi Lahat, Lower Talangakar, Talangakar, dan Gumai. Sedangkan formasi yang dapat menjadi batuan penutup yaitu Formasi Gumai. Kata kunci: Geokimia, Sub-Cekungan Jambi, Batuan Induk, Lingkungan Pengendapan, Sejarah Pemendaman
PEMODELAN SATU DIMENSI DAERAH CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA LAPANGAN “X” DAN PENGARUHNYA TERHADAP PETROLEUM SYSTEM Muhammad Kurniawan Alfadli, Tri Peni Setyowati, Anandito Xaviero, Yusi Firmansyah,
Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i4.45251

Abstract

Penelitian dilakukan di pada daerah Cekungan Jawa Timur Utara yang merupakan daerah di Indonesia dengan potensi hidrokarbon yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi batuan induk berdasarkan karakteristik geokimia, mengetahui potensi hidrokarbon, dan merekonstruksi sejarah pemendaman dan pengaruhnya terhadap petroleum system. Adapun metode yang digunakan yaitu evaluasi batuan induk yang mencakup kuantitas, kualitas, dan kematangan material organik serta pemodelan cekungan 1-D. Terdapat 4 sumur yang dianalisis dari Sumur AX-01, AX-02, AX-03, dan AX-04. Berdasarkan hasil penelitian, karakteristik batuan induk yang memiliki nilai cukup baik secara merata darisemua parameter terdapat padaSumur AX– 01 dengan tipe kerogen campuran hingga minyak. Hasil pemodelan sejarahpemendaman satu dimensi menunjukkan bahwa tiap sumur mulai menggenerasikan minyak pada waktu yang berbeda dan kedalaman yang berbeda. Kata Kunci: Cekungan Jawa Timur Utara, Batuan Induk, Sejarah Pemendaman.
KARAKTERISTIK GEOKIMIA BATUAN INDUK DAN SEJARAH PEMENDAMAN PADA SUMUR CAS-1, CAS-2, DAN CAS-3, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA Dodi Wirasatia, Nisa Nurul Ilmi, Edy Sunardi, Cintia Amalia Syaadah, Jana Maulana,
Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i4.45241

Abstract

Daerah penelitian terletak di Cekungan Jawa Timur Utara. Penelitian ini dilakukan pada sumur CAS1, CAS-2, dan CAS-3 untuk mengetahui karakteristik geokimia batuan induk, lingkungan pengendapan, dan sejarah pemendaman daerah penelitian. Batuan induk efektif terdapat pada endapan Late Eocene sumur CAS-1 dengan kandungan material organik buruk - baik, kerogen tipe III, dengan tingkat kematangan puncak matang - akhir matang yang terendapkan pada lingkungan transisi dengan kondisi anoksik-suboksik. Berdasarkan hasil pemodelan 1D sejarah pemendaman, batuan induk pada sumur CAS-1 memasuki fase awal kematangan pada Oligosen Akhir (27,9 Ma). Batuan induk pada sumur CAS-2 memasuki fase awal kematangan pada Eosen Akhir (37 Ma). Batuan Induk pada sumur CAS-3 memasuki fase awal kematangan pada Oligosen Akhir (25 Ma). Berdasarkan korelasi penampang antara sumur CAS-1, CAS-2, dan CAS-3 menunjukkan bahwa formasi yang dapat menjadi batuan induk adalah serpih dan batubara pada interval Paleocene, Middle Eocene, dan Late Eocene. Kata Kunci: Geokimia, Batuan Induk, Lingkungan Pengendapan, Sejarah Pemendaman, Cekungan Jawa Timur Utara
EVALUASI GEOKIMIA BATUAN INDUK SUMUR RRP-1 UNTUK MENGETAHUI KANDUNGAN HIDROKARBON DI SUB CEKUNGAN MAKASSAR UTARA (CEKUNGAN LARIANG) Dodi Wirasatia, Yoga Andriana Sendjaja, Nisa Nurul Ilmi, Edy Sunardi, Reza Rizqia Pujianto, Jana Mau
Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i3.45231

Abstract

Penelitian dilakukan terhadap sumur RRP-1 yang terletak di Sub Cekungan Makassar Utara. Sub Cekungan ini merupakan penghasil minyak dan gas bumi di Indonesia. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik batuan induk dan sejarah pemendaman di area penelitian. Analisis geokimia yang meliputi analisis Total Organic Carbon (TOC), Rock Eval Pyrolysis (REP), Vitrinite Reflectance serta software genesis untuk pemodelan kematangan 1D merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Kuantitas batuan induk pada Younger dan Formasi Lisu menunjukan kandungan TOC poor dan Kelompok Toraja menunjukan kuantitas poor – very good. Kualitas batuan induk pada sumur ini menunjukan kerogen tipe II dan III (Oil dan gas prone). Kematangan Batuan induk pada Formasi Lisu adalah immature dan Kelompok Toraja mature dengan oil window di kedalaman 15.690 – 16.100 ft. Sejarah Pemendaman yang terekam pada kurva time vs depth menunjukan endapan Paleogen diendapkan pada awal fase synrift, dan terdapat unconformity pada Kelompok Toraja dan Formasi Lisu. Batuan Induk Efektif ditunjukan oleh Kelompok Toraja, Batuan Induk Potensial ditunjukan oleh Formasi Lisu dan Younger. Kelompok Toraja diendapkan pada fase synrift dengan temperatur yang tinggi menyebabkan terbentuknya kematangan termal yang baik dan memiliki waktu yang lama untuk material organik tertimbun dan terawetkan. Formasi Lisu dan Younger diendapakan setalah terjadi pemekaran dengan temperatur yang menurun sehingga kematangan kedua Formasi yang tidak maksimal. Kata Kunci: Geokimia, Kuantitas, Kualitas, Kematangan, Efektif, Potensial
KARAKTERISTIK BATUAN INDUK BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIA DAN SEJARAH PEMENDAMAN DI LAPANGAN “RNF” CEKUNGAN SUMATRA UTARA Nisa Nurul Ilmi, Billy Gumelar Adhiperdana, Edy Sunardi, Rena Nur Fauziah, Dodi Wirasatia,
Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i4.45246

Abstract

Lapangan ‘RNF’ merupakan lapangan yang memiliki potensi menghasilkan hidrokarbon yang berlokasi di Cekungan Sumatera Utara. Penelitian dilakukan berdasarkan sumur RNF-3 di Cekungan Sumatra Utara dengan menggunakan metode geokimia. Penelitian dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan potensi batuan induk, biomarker, serta sejarah pemendaman yang terjadi. Hasil analisis menunjukkan bahwa batuan induk di daerah penelitian memiliki kemampuan menggenerasikan hidrokarbon. Batuan induk efektif terletak pada Formasi Baong S, Baong SS, Belumai, dan Bampo berdasarkan analisis karakteristik batuan induk dengan organofasies berupa A dan D/E. Berdasarkan analisis biomarker diketahui bahwa sumur RNF-3 Formasi Baong S berasal dari alga dan tumbuhan tingkat tinggi dengan tingkat oksidasi anoxic. Memiliki lingkungan pengendapan transitional(estuarin)-open marine. Pemodelan cekungan 1D telah dilakukan untuk menganalisis potensi pembentukan hidrokarbon berdasarkan rekonstruksi pemendaman dan sejarah kematangan termalnya. Jendela kematangan awal pada Sumur RNF-3 dimulai pada Formasi Baong SS. Kata kunci: Geokimia, Batuan Induk, Cekunan Sumatra Utara, Biomarker,Sejarah Pemendaman

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue