cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
KARAKTERISASI GUGUS FUNGSIONAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KEMATANGAN BATUBARA FORMASI STEENKOOL, CEKUNGAN BINTUNI, KABUPATEN TELUK BINTUNI, PAPUA BARAT Ahmad Helman Hamdani, Reza Moh. Ganjar Gani, Rizal Muhammad Faishal,
Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i2.41407

Abstract

Pemahaman mengenai struktur molekul batubara dapat digunakan sebagai dasar penentuan karakteristik dan kualitas dari batubara sehingga penggunaan batubara dapat dilakukan secara tepat dan efisien. Daerah penelitian terletak di Formasi Steenkool, pada Cekungan Bintuni. Penelitian ini, bertujuan untuk meneliti karakterisasi gugus fungsional kimia batubara terhadap parameter kematangan batubara Vitrinite Reflectance (Ro) di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Analisis FTIR (Fourier-Transform Infrared Spectroscopy) pada 6 sampel batubara terpilih. Hasil analisis menunjukan rentang nilai dari parameter struktural yang tersebar di beberapa grup fungsional kimia batubara, terdapat 4 parameter yang menunjukan kenaikan nilai tren seiring bertambahnya nilai Vitrinite Reflelctance (Ro), yaitu parameter ƒa, DOC, I, A(CH2)/A(CH3). Parameter lainnya menunjukan penurunan nilai tren seiring bertambahnya nilai Ro, parameter tersebut yaitu Hal/H, Faktor C, dan (R/C)u.Kata Kunci: batubara, struktur molekul, Formasi Steenkool, gugus fungsional, FTIR
PERBANDIGAN NILAI SATURASI AIR PADA ZONA RESERVOIR BATUPASIR SERPIHAN (SHALY SAND) DENGAN PENDEKATAN MODEL INDONESIA DAN MODEL SIMANDOUX, STUDI KASUS DI CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Yusi Firmansyah, Reza Moh. Ganjar, Fathya Camyra, Nurdrajat,
Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i1.41403

Abstract

Petrofisika merupakan metode yang dilakukan untuk analisis karakteristik fisik suatu reservoir berupa kandungan serpih, porositas efektif dan saturasi air pada suatu reservoir guna mengetahui nilai-nilai nya secara kuantitatif. Tujuan penelitian ini yaitu mengukur parameter petrofisika berupa saturasi air pada reservoir batupasir. Maka analisis difokuskan pada perhitungan saturasi air. Data yang tersedia pada analisis ini yaitu terdri dari data wireline log berupa log GR, log NPHI, log RHOB, dan log Resistivity. Tahap awal dilakukan dengan analisis kualitatif berupa penentuan jenis litologi dan pembagian zona interest berupa lapisan batupasir yang dilihat dari defleksi kurva gamma ray juga adanya cross over antara log NPHI dan log RHOB. Selanjutnya untuk analisis kuantitatif dilakukan dengan perhitungan saturasi air pada tiap zona interest dengan menggunakan model Indonesia dan model simandoux karena cocok dengan jenis litologi pada daerah penelitian yaitu shaly sand. Hasil dari perhitungan saturasi air menunjukkan bahwa nilai saturasi air yang dihitung dengan model Indonesia bernilai 41% dan model simandoux bernilai 44%. Hal ini menunjukkan bahwa model Simandoux menunjukkan hasil yang lebih pesimistik dibandingkan dengan model Indonesia. Dengan hasil saturasi air yang berkisar 41-44%, maka dapat disimpulkan juga bahwa zona reservoir batupasir pada daerah penelitian merupakan reservoir yang mengandung hidrokarbon lebih banyak dibandingkan kandungan airnya.Kata kunci: petrofisika, saturasi air, shaly sand reservoir, model Indonesia, model Simandoux, wireline log.
DAYA DUKUNG PONDASI DALAM PADA TANAH LAPUKAN FORMASI CITALANG BERDASARKAN N-SPT Iyan Haryanto, Shinta Ayu, Raden Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i2.41412

Abstract

Suatu pembangunan harus memiliki kajian mengenai tanah dan tanah dasar terkait daya dukungnya. Daya dukung tanah merupakan kemampuan tanah untuk menahan beban kontruksi, daya dukung tanah dikaji agar pondasi tidak mengalami penurunan dan keruntuhan geser berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur besaran nilai daya dukung pondasi pada tanah lapukan Formasi Citalang daerah Subang. Metode yang digunakan ialah Metode Meyerhoff (1976) berdasarkan nilai SPT lapangan pada tiga titik bor. Hasil penelitian menunjukan nilai SPT yang cenderung naik turun dan nilai daya dukung cukup bervariatif berkisar BH-01 = 28,13–398,02 ton, BH-02 = 8,35–388 ton, dan BH-03 = 22,16–351,5 ton.Kata kunci: Daya dukung, N-SPT, Pondasi dalam
ANALITIKAL HIERARKI PROSES UNTUK PEMETAAN KERENTANAN TANAH LONGSOR DI KECAMATAN SEKINCAU LAMPUNG BARAT Emi Sukiyah, Prahara Iqbal, Fani Mulyana Indahsari, Dicky Muslim,
Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i1.41397

Abstract

Bahaya tanah longsor mengakibatkan banyak korban jiwa dan harta benda. Kerusakan ini dapat dikurangi jika hubungan sebab dan akibat dari peristiwa tersebut diketahui. Dalam studi ini, kami menggunakan metode analitis hirarki proses (AHP) untuk menghasilkan peta kerentanan longsor Kecamatan Sekincau Lampung Barat. Studi ini dilakukan dengan menggunakan data penginderaan jauh, survei lapangan dan perangkat sistem informasi geografis (SIG). Sembilan faktor yang mempengaruhi terjadinya longsor, seperti elevasi, orientasi lereng, sudut kemiringan, jarak dari drainase, jenis tanah, jarak dari kelurusan, jarak dari jalan raya, densitas drainase, dan NDVI dipertimbangkan. Indeks kerentanan longsor (LSI) dihitung menggunakan teknik deliniasi berdasarkan bobot dan peringkat yang diberikan oleh metode AHP. Hasil peta kerawanan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu tingkat kerentanan rendah, sedang, dan tinggi. Peta kerentanan longsor yang diperoleh berguna untuk pencegahan dan mitigasi bahaya longsor, dan perencanaan yang tepat untuk penggunaan lahan di masa depan.Kata kunci: Analitikal Hierarki Proses, Kerentanan longsor, Sistem Informasi Geografis
GEOLOGI DAERAH CIRANGKONG DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIJAMBE, KABUPATEN SUBANG, PROVINSI JAWA BARAT Euis Tintin Yuningsih, Bella Chyntia
Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i2.41408

Abstract

Secara geografis, daerah penelitian terletak antara 107̊ 43’ 12.951” BT sampai 107̊ 45’ 55.878” BT dan 6̊ 37’ 8.55” LS sampai 6̊ 39’ 9.064” LS dengan luas daerah penelitian 25 km2. Sedangkan secara administratif, daerah penelitian termasuk ke dalam Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis data sekunder berdasrkan pemetaan terdahulu. Pola pengaliran sungai pada daerah penelitian terbagi menjadi dua yaitu pola sub- angular dan pola dendritik . Geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi 4 (empat) satuan geomorfologi, yaitu Satuan Perbukitan Landai Denudasional, Satuan Perbukitan Agak Curam Vulkanik, Satuan Perbukitan Tinggi Agak Curam Vulkanik, dan Satuan Perbukitan Agak Landai Vulkanik. Berdasarkan analisis DEM (Digital Elevation Model), arah kelurusan berarah barat laut – tenggara. Urutan stratigrafi daerah penelitian terbagi atas 4 satuan, dari tua ke muda ialah Satuan Batulempung (Tpbl), Satuan Tuf (Qt), Satuan Breksi Vulkanik (Qbv), dan Satuan Lava Andesit (Qba). Daerah penelitian memiliki potensi pertanian dan budidaya rambutan dan gula aren, serta memiliki potensi kebencanaan geologi yaitu longsor.Kata Kunci : Geomorfologi, Geologi, Stratigrafi , Sejarah, Potensi
EVALUASI GEOKIMIA BATUAN INDUK DAN PEMODELAN SEJARAH PEMENDAMAN SUMUR SIANTAR-1 BLOK RA, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Ildrem Syafri,Reza Moh. Ganjar,Yusi Firmansyah, Rahmadianty Anastya Suryaningrum,
Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i1.41401

Abstract

Analisis geokimia berperan untuk mengetahui kemampuan batuan induk dalam menggenerasikan hidrokarbon serta mengetahui karakteristik batuan induk dan hidrokarbon yang ada pada daerah penelitian. Cekungan Sumatra Selatan merupakan back arc basin yang memiliki potensi sebagai batuan induk hidrokarbon. Penelitian ini menggunakan metode analisis karakteristik batuan induk yang meliputi analisis kuantitas, kualitas, dan kematangan material organik serta analisis sejarah pemendaman 1D dengan aplikasi PetroMod. Berdasarkan analisis karakteristik batuan induk sumur Siantar-1, diketahui bahwa Formasi Gumai dan Formasi Air Benakat merupakan batuan induk efektif. Berdasarkan hasil pemodelan 1D diketahui bahwa hidrokarbon mulai ekspulsi dan memasuki fase early oil pada tengah Miosen (13 Ma) dan memasuki fase early gas pada tengah Miosen menuju akhir Miosen (11 Ma).Kata kunci: Geokimia, Batuan Induk, Sejarah Pemendaman, Cekungan Sumatra Selatan
OPTIMISASI LERENG HIGHWALL TAMBANG BATUBARA TERBUKA SIKUI PROJECT AREA BERDASARKAN METODE KESETIMBANGAN BATAS MORGENSTREN PRICE Ismawan, Wawan Gunawan, Hilfi Taufiqul Rahman, Zufialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i2.41413

Abstract

Pada kegiatan pertambangan, aspek yang perlu diperhatikan diantaranya adalah keselamatan dan produksi. Masalah yang sering timbul dalam proses penambangan metode tambang terbuka yaitu longsor. Rekayasa geoteknik diperlukan sebagai salah satu instrumen terlaksananya kedua aspek tersebut. Oleh karena itu, dilakukan analisis kestabilan lereng pada lereng highwall Pit X untuk mengoptimisasi kondisi aktual lereng apabila masih dalam kondisi stabil. Optimisasi ini bertujuan untuk meningkatkan produksi batubara dengan faktor keamanan yang stabil. Lokasi penelitian berada di Sikui, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kesetimbangan batas Morgenstern – Price. Kriteria keruntuhan yang digunakan adalah Mohr – Coloumb dan Generalized Hoek – Brown. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng highwall pada section A – A’ dan B – B’ dapat dilakukan optimisasi dengan melakukan penambahan bench serta perubahan sudut dan tinggi pada bench yang ada. Optimisasi dilakukan dengan menaikan sudut dan ketinggian lereng pada setiap kondisi lereng yang dapat dilakukan optimisasi dengan acuan nilai faktor keamanan yang dihasilkan mendekati 1,25 dan berada dalam kondisi stabil sehingga dijadikan sebagai desain optimisasi lereng.Kata Kunci: Kestabilan Lereng, Optimisasi, Faktor Keamanan, Highwall
ZONASI PERGERAKAN TANAH DAERAH GIRIMUKTI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CAMPAKA, KABUPATEN CIANJUR, PROVINSI JAWA BARAT Emi Sukiyah, Feri Gunawan,
Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i1.41396

Abstract

Wilayah Jawa Barat memiliki kerawanan bencana alam tinggi yang mengakibatkan dampak bagi manusia dan sekitarnya. Bencana alam mengakibatkan kirisis ekonomi, social dan lingkungan. Untuk meminimalisir resiko bencana alam, khususnya gerakan tanah maka diperlukan penelitian di Daerah Girimukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Variabel yang digunakan berupa kerapatan struktur, kemiringan lereng dan kekuatan batuan. Metode yang digunakan berupa metode pembobotan, yang kemudian hasil dari beberapa peta akan dioverlay yang kemudian hasilnya berupa zonasi pembobotan. Hasil penelitian dibagi menjadi tiga zonasi pergerakan tanah, yaitu Kerentanan Pergerakan tanah Tinggi, Kerentanan Gerakan Tanah Sedang dan Kerentanan Pergerakan Tanah Tinggi.Kunci: Girimukti, Keraptan Struktur, Kemiringan Lereng, Kekuatan Batuan, Tanah Longsor.
KARAKTERISTIK DAN SEBARAN ENDAPAN TIMAH PADA ENDAPAN PLASER DI DAERAH AIR BIAT, BANGKA BARAT Aldrin Ramadian, Ryan Aji Frans Jaya, Meydi Ariandi, Aton Patonah,
Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i3.45239

Abstract

Kebutuhan akan timah cenderung mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan tersebut. Penelitian dilakukan di daerah Air Biat, Bangka Barat dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dan sebaran endapan timah dengan metode analisis petrografi dan GCA. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa endapan timah merupakan hasil lapukan batuan granit tipe S yang terendapkan di bagian bawah hingga atas pada endapan plaser serta terakumulasi pada material pasir halus hingga kasar dan kerikil serta pada bongkah, soil, dan tanah bekas tambang atau tailing. Dengan arah persebaran barat-timur pada periode 1 dan relatif selatan-utara pada periode 2 serta mendominasi persebaran endapan timah dengan semakin ke arah utara kadar material timah yang terakumulasi semakin berkurang. Oleh karena itu, daerah dengan potensi endapan timah cenderung lebih berpotensi untuk dilakukan eksplorasi lebih lanjut dan detail di arah selatan karena kadar endapan timah yang lebih tinggi, dekat dengan batuan sumber, dan endapan yang lebih tebal. Kata kunci: endapan timah, endapan plaser, granit S-type, Air Biat
PERINGKAT BATUBARA SEAM MANGUS (A1) DAERAH TAMBANG AIR LAYA BERDASARKAN ANALISIS PROKSIMAT Reza Moh. Ganjar Gani, Hendra Maulana Irvan, Herinda Arvia Salsabilla, Nurdrajat,
Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v6i4.45244

Abstract

Batubara saat ini masih menjadi salah satu bahan galian energi berpotensi besar yang terdapat di Indonesia dan termasuk energi yang masih diperhitungkan di Indonesia. Pada bidang industri tambang batubara, penentuan kualitas dan atau peringkat batubara sangat diperhitungkan sama halnya dengan kuantitas batubara. Daerah penelitian ini termasuk ke dalam salah satu area penghasil batubara yaitu daerah tambang Air Laya, Tanjung Enim, Cekungan Sumatera Selatan. Fokus penelitian ini yaitu Formasi Muara Enim anggota M2 Seam Mangus (A1). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peringkat batubara Seam Mangus (A1) daerah tambang Air Laya. Penelitian ini menggunakan metode analisis proksimat pada Sembilan (9) sampel terpilih. Analisis proksimat bertujuan untuk menentukan karakteristik khususnya kualitas batubara yang di dalamnya terdapat parameter kandungan air, abu, zat terbang, dan karbon tetap. Objek penelitian yang digunakan berupa data kualitas batubara yang di dalamnya terdapat parameter kandungan abu, kandungan air, zat terbang dan karbon tetap. Hasil dari analisis kualitas dan penentuan peringkat berdasarkan klasifikasi ASTM D 388-05, batubara seam Mangus (A1) memiliki rentang peringkat subbituminous A - low volatile bituminous dengan kisaran kalori 11.446,36 – 15.115,82 Btu/lb. Kata Kunci : Batubara, Tambang Air Laya, Analisis Proksimat, Peringkat Batubara

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue