cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
Fasies dan Lingkungan Pengedapan Cibulakan Bagian Atas di Lapangan ‘RAZJ’ Cekungan Jawa Barat Utara Febriwan Mohammad, Adnanda Albarrazjani S, Undang Mardiana
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53322

Abstract

Lapangan 'RAZJ' merupakan salah satu lapangan minyak dan gas bumi yang berada di Cekungan Jawa Barat Utara. Penelitian dilakukan pada interval 1200 - 1600 m MD yang merupakan salah satu penghasil minyak terbesar dari Formasi Cibulakan Bagian Atas. Penelitian dilakukan untuk melakukan analisis fasies pada interval reservoir dengan menentukan elektrofasies, stratigrafi lapisan, litofasies dan perhitungan elektrofasies. Berdasarkan analisis pada persebaran sumur dengan metode elektrofasies terdapat pola aggrading dengan mencirikan cynlindrical dan serrated shape, prograding dengan ciri funnel shape, dan retrograding dengan ciri bell shape. Hasil analisis batuan inti menunjukkan bahwa litofasies terdapat 6 litofasies yaitu : batupasir sedang, batupasir halus, kontak batupasir sedang dengan batu gamping wackestone, batu gamping wackestone, batupasir halus perselingan batu lempung dan batupasir sisipan batu lempung.ada daerah penelitian yang diendapkan pada lingkungan pengendapan laut dangkal dengan Paparan Karbonat yang terdiri dari 3 fasies yaitu tide dominated shelves, storm dominated shelves, dan shelves platform dengan arah pengendapan yang berarah dari barat ke timur.Kata Kunci: elektrofasies, stratigrafi, litofasies, karakteristik reservoir, Formasi Cibulakan Bagian Atas, lingkungan pengendapan laut dangkal, Cekungan Jawa Barat Utara
PREDIKSI TEKANAN PORI DAN IN-SITU STRESS PADA 4 SUMUR EKSPLORASI DI CEKUNGAN KUTAI, KALIMANTAN TIMUR Yusi Firmansyah, Undang Mardiana, Sena Warman Reksalegora, Ihda Shifa Farhana,
Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i1.57202

Abstract

Penelitian dilakukan pada 4 sumur eksplorasi yang terletak di Cekungan Kutai Bawah, Kalimantan Timur. Stratigrafi daerah penelitian disusun oleh Formasi Tuyu berumur Oligosen Awal-Akhir, Formasi Pamaluan berumur Miosen Awal, dan Fornasi Balikpapan berumur Miosen Awal-Tengah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik tekanan pori, kondisi in-situ stress, dan persebaran tekanan pori dan in-situ stress pada daerah penelitian. Pengolahan data dilakukan pada empat sumur (Belonak-1, Tengin-1, Saka Kanan-1, dan Loa Haur-1) dengan menggunakan data berupa wireline logs dan laporan akhir pengeboran. Prediksi tekanan pori menggunakan Metode Eaton.Berdasarkan analisis, prediksi tekanan pori daerah penelitian memiliki nilai eksponensial Eaton berkisar 0,7-1,4. Seluruh sumur mulai memasuki kenaikan tekanan pori (overpressure) pada kedalaman, umur, dan formasi yang berbeda-beda yang disebabkan oleh mekanisme loading. Analisis kondisi in-situ stress hanya dilakukan pada tiga sumur di bagian tenggara dan menunjukkan indikasi sesar normal dan sesar naik.Kata kunci : Cekungan Kutai Bawah, Tekanan Pori, Insitu Stress, Metode Eaton, Overpressure
PERBANDINGAN NILAI PENURUNAN MUKA TANAH DI KELURAHAN TAMBAKWEDI DAN KELURAHAN BULAK, SURABAYA Pradnya Paramarta Raditya Rendra, Ryan Nur Rahdiana, Raihan Rafi Rizqullah, Dicky Muslim,
Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i4.53313

Abstract

Penurunan muka tanah merupakan fenomena yang sering terjadi di kota – kota besar, salah satunya kota Surabaya. Kondisi geologi daerah penelitian yang di dominasi oleh endapan aluvial berumur Kuarter menyebabkan potensi penurunan muka tanah semakin rentang terjadi. Kondisi geologi teknik daerah penelitian di dominasi oleh tanah lempung, lempung lanauan, dan pasir lanauan dengan konsistensi tanah sangat lunak – sangat kaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perhitungan distirbusi tegangan dengan metode Boussinesq yang dihitung menggunakan software Rocscience Settle 3. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan nilai potensi penurunan muka tanah di titik bor TS – 5 daerah Kelurahan Tambakwedi dan titik bor TS – 6 Kelurahan Bulak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai penurunan muka tanah dalam kurun waktu lima tahun di titik bor TS - 5 memiliki nilai yang lebih kecil yaitu 69,4 cm sedangkan di titik bor TS – 6 memiliki nilai yaitu 99,2 cm. Kemudian, untuk nilai penurunan muka tanah pada titik bor TS – 5 dan TS – 6 dengan menambahkan beban rumah yaitu 83,8 cm dan 124,7 cm, beban kantor yaitu 102,2 cm dan 138,9, dan beban rumah sakit yaitu 109,3 cm dan 146 cm. Perbedaan nilai penurunan tanah terjadi akibat adanya perbedaan tebal lapisan tanah, jumlah beban overburden, nilai indeks kompresibilitas, indeks rekompresi dan koefisien konsolidasi tanah dari kedua titik bor.Kata kunci: Penurunan muka tanah, Surabaya, Boussines, Rocscience Settle 3
KARAKTERISTIK ALTERASI DAN MINERALISASI DAERAH X, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT Andi Agus, Agata Vanessa, Fildza Noer Rahmawati, Aton Patonah,
Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i6.53364

Abstract

Daerah penelitian terletak di Daerah X, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi geologi dan alterasi mineralisasi dengan melakukan observasi lapangan, analisis petrografi, dan analisis mineragrafi. Hasil pemetaan menunjukan bahwa secara stratigrafi daerah penelitian terdiri atas satuan tuf dan satuan andesit diperkirakan berumur Pleistosen Awal. Hasil analisis petrografi menunjukan daerah penelitian terbagi menjadi tiga zona alterasi, yaitu zona klorit+karbonat, zona mineral lempung+kuarsa+karbonat, dan zona kuarsa sedangkan mineralisasi yang berkembang di daerah penelitian diantaranya, yaitu pirit, sfalerit, kovelit, gutit, dan emas yang ditemukan pada sampel buangan material tambang. Tekstur yang berkembang umumnya memperlihatkan tekstur massif dan sebagian colloform diambil dari material buangan tambang. Berdasarkan karakteristik di atas tipe endapan daerah penelitian adalah endapan epitermal sulfida rendah-tinggi dicirikan dengan berdasarkan manifestasi mineralisasi sulfida temperatur tinggi dan posisi mineralisasi yang didominasi oleh base metal zone.Kata Kunci: Geologi, alterasi, mineralisasi, tipe epitermal
UMUR RELATIF DAN PERUBAHAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN PURBA DAERAH SEPAKU KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA KALIMANTAN TIMUR BERDASARKAN DATA PALINOLOGI Winantris, Anggi Ayu Lestari, Lili Fauzielly,
Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i3.53301

Abstract

Daerah penelitian terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui umur relatif dan lingkungan pengendapan purba berdasarkan analisis data palinologi. Sampel penelitian berasal dari program penelitian pemetaan geologi daerah calon ibu kota baru, Kalimantan Timur oleh Pusat Survei Geologi. Sampel-sampel tersebut dideterminasi dan dianalisis taksa beserta umur dan kelimpahannya kemudian disusun ke dalam suatu tabel yang menunjukkan spesies penunjuk, kelimpahan dan keragamannya, zona palinologi, umur, dan lingkungan pengendapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian diendapkan pada umur Oligosen Akhir hingga Miosen Tengah. Ditandai dengan kemunculan awal Magnastriatites howardii serta kemunculan akhir Florschuetzia. Daerah penelitian diendapkan pada lingkungan freshwater peat swamp dengan adanya pengaruh air laut.Kata kunci: Sepaku, Calon Ibu Kota Baru, Palinologi, Oligosen Akhir, Miosen Tengah
HUBUNGAN ROCK MASS RATING (RMR) DENGAN DAYA DUKUNG FONDASI DALAM DI KAWASAN IBUKOTA NEGARA (IKN), KALIMANTAN TIMUR Reza Muhammad Ganjar Gani, Thomas Maman Sudirman, Rafki Vendiza, Zulfialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53328

Abstract

Daerah penelitian berada pada kawasan Ibukota Negara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi geologi teknik berupakualitas massa batuan, daya dukung pondasi dalam, dan hubungan antara keduanya berdasarkan data hasil pemboran dan Soil Penetration Test (SPT) sebagai penyelidikan awal dalam perancangan bangunan-bangunan besar pada daerah penelitian. Kualitas massa batuan pada kedua lubang bor berkisar antara 41 – 71, dikategorikan sebagai poor rock – fair rock (Bieniawski, 1989). Nilai rata-rata daya dukung izin pada BH-1 sebesar 290 ton, sedangkan pada BH-2 sebesar 305 ton. Berdasarkan hasil analisis regresi terhadap nilai rock mass rating dan daya dukung izin pada dua lubang bor, didapatkan angka koefisien korelasi sebesar 0,708 termasuk dalam kategori kuat (Sugiyono, 2010). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa semakin bagus kualitas massa batuan maka nilai daya dukung izin juga semakin besar, dan sebaliknya.Kata Kunci : Geologi Teknik, Soil Penetration Test, Rock Mass Rating, Daya Dukung
UMUR RELATIF DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN SATUAN BATUPASIR, FORMASI RAJAMANDALA, DAERAH CICANTAYAN DAN SEKITARNYA, KABUPATEN SUKABUMI BERDASARKAN ANALISIS FORAMINIFERA Vijaya Isnaniawardhani, Yusi Firmansyah, Faisal Helmi, Mutiara Nuraliza,
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57216

Abstract

Formasi Rajamandala merupakan formasi yang berumur Oligosen Akhir-Miosen Awal, menindih secara tak selaras Formasi Batuasih, dan menjemari dengan Anggota Formasi Rajamandala (Effendi & Hermanto, 1998). Lokasi penelitian terletak di Formasi Baturaja, Daerah Cicantayan dan Sekitarnya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui umur relatif dan lingkungan pengendapan Satuan Batupasir, Formasi Rajamandala. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi pustaka, observasi lapangan, dan analisis fosil foraminifera pada tiga sampel. Berdasarkan hasil analisis, keterdapatan fosil foraminifera planktonik sebanyak 95 spesies menunjukkan bahwa umur satuan batupasir ini adalah Miosen Awal (N5-N8), serta keterdapatan fosil foraminifera bentonik kecil sebanyak 8 spesies menunjukkan bahwa satuan ini terendapkan pada lingkungan pengendapan Outer Shelf (Laut Dangkal).Kata Kunci : Foraminifera Bentonik Kecil, Foraminifera Planktonik, Formasi Rajamandala, Lingkungan Pengendapan, Umur Relatif
ANALISIS POTENSI KERUNTUHAN BERDASARKAN ORIENTASI STRUKTUR KEKAR PADA LERENG HIGH WALL PIT X PT BERAU COAL Ismawan, Sindu Umboro, Tiara Yutika R, Raden Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53318

Abstract

Pit X merupakan salah satu pit aktif milik PT Berau Coal yang terletak di Kabupaten Berau,Provinsi Kalimantan Timur dan secara geologi regional termasuk ke dalam area strukturkompleks. Selama proses penambangan berlangsung, banyak dijumpai longsoran yang dipicuoleh struktur geologi. Penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi seberapa besar pengaruhstruktur kekar yang ada pada area tambang, sehingga dapat mengantisipasi dan mengurangirisiko longsoran yang mungkin terjadi, serta mengoptimalkan kegiatan penambanganbatubara yang sedang berlangsung. Untuk mengetahui pengaruh struktur kekar terhadapkondisi kestabilan lereng digunakan metode analisis kinematika. Hasil analisis kinematikamenunjukkan nilai probability of failure (PoF) yang didapatkan memiliki nilai rentang 0% -27.86% dengan potensi tipe longsoran terbesar adalah tipe longsoran baji.Kata Kunci : Analisis kinematika, kestabilan lereng, kekar, potensi kelongsoran
RISIKO BENCANA GEOLOGI DAERAH CISARUA KABUPATEN BANDUNG BARAT MENGGUNAKAN PENILAIAN POTENSI BAHAYA BERDASARKAN METODE SKORING DARI HOWARD DAN RAMSON (1978) Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah, Bombom Rachmat Suganda, Ciria Humanis Brilian, Jaysi Wiridan,
Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i1.57197

Abstract

Cisarua merupakan kecamatan yang berada di Kabupaten Bandung Barat, dimana Kecamatan Cisarua ini menjadi daerah penelitian yang membahas mengenai analisis risiko bencana. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif, salah satunya menggunakan metode bobot skoring metode ini menggunakan klasifikasi dari Howard dan Remson (1978). Hasil dari penelitian ini adalah sebuah peta analisis risiko bencana yang dihasilkan dari overlay tiga peta, yaitu peta potensi bahaya, peta kerentanan, dan peta kapasitas, dimana hasil akhirnya adalah peta analisis risiko bencana, dimana pada peta menunjukan daerah penelitian terbagi menjadi tiga tingkat risiko bencana mulai dari rendah sampai tinggi, dengan persentase rendah 74%, sedang 24%, dan tinggi 2%. Dimana dari hasil ini memperlihatkan bahwa daerah kecamatan cisarua lebih dominan dengan tingkat risiko bencana yang rendah. Pada daerah sedang hingga tinggi terutama pada Desa Padaasih bisa dilakukan sosialisasi kepada warga sekitar mengenai risiko bencana, melakukan pembuatan beberapa posko bencana, dan melakukan relokasi pemukiman pada daerah yang memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi, hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko bencana.Kata kunci: risiko bencana, penilaian lahan, bencana
KARAKTERISASI RESERVOIR BERDASARKAN ANALISIS PETROFISIKA PADA FORMASI CIBULAKAN ATAS, LAPANGAN “RNA”, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Yusi Firmansyah, Rafif Pradipta Bagaskara, Abdurrokhim,
Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i4.53309

Abstract

Lapangan “RNA” terletak di Cekungan Jawa Barat Utara dan merupakan salah satu lapangan ekplorasi minyak dan gas bumi. Penelitian ini berfokus pada Formasi Cibulakan Atas Anggota Mid Main Carbonate sebagai zona prospek hidrokarbon. Penelitian ini dilakukan pada 3 sumur dengan menggunakan data well log dan data SCAL. Berdasarkan hasil analisis elektrofasies dan stacking pattern pertumbuhan karbonat, terdapat 6 fasies yang berkembang pada daerah penelitian, yaitu: Fasies A, Fasies B, Fasies C, Fasies D, Fasies E, dan Fasies F. Dimana Fasies D dan Fasies E tidak menerus ke sumur RNA-02 atau ke arah Tenggara. Hasil analisis dan korelasi fasies menunjukkan bahwa keenam fasies terendapkan pada Shallow Marine Inner Neritic dengan lingkungan pengendapan Back-reef Lagoon. Adapun, berdasarkan hasil analisis petrofisika pada lapangan “RNA” didapatkan bahwa Sumur RNA-02 merupakan sumur dengan karakteristik reservoir terbaik dengan rata-rata nilai volume shale13%; rata-rata nilai porositas efektif 12% dengan kualitas cukup; rata-rata nilai saturasi air 37%; serta total ketebalan net pay 23.32 meter (m) dan Fasies C merupakan fasies terbaik, dengan nilai volume shaleyang lebih rendah sebesar 3% dibanding dengan fasies lainnya, nilai porositas efektif sebesar 10% dengan kualitas cukup, dan nilai saturasi air yang cukup rendah sebesar 62%, Selain itu keberadaan fasies ini juga menyebar pada semua sumur penelitian.Kata kunci: Cibulakan Atas, Well Log, Fasies, Petrofisika

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue