cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
KARAKTERISTIK DAN JENIS BATUBARA SERTA POTENSINYA UNTUK DIMANFAATKAN MENJADI BRIKET BATUBARA PADA LAPISAN SEAM F, DAERAH SEKITAR SUBANBURUNG, FORMASI MUARA ENIM, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Kemala Wijayanti, Silty Salinita., Muhammad Rafli Kamil, Adi Hardiyono,
Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i6.53362

Abstract

Penelitian berlokasi di kepada Cekungan Sumatera Selatan, Sub-Cekungan Palembang Selatan pada Formasi Muara Enim , Provinsi Sumatera Selatan, Lapisan Seam F pada sumur UCG 11, UCG 12, UCG 14, dan UCG 15. Penelitian inni betujuan untuk mengetahui karakteristik batubara di daerah penelitian berdasarkan analisis sifat kimia, fisika, dan nilai kalor, mengklasifikasikasikan peringkat dan kualitas batubara yang ada didaerah penelitian, serta mengetahui potensi batubara didaerah penelitian untuk dimanfaatkan sebagai briket batubara. Berdasarkan sifat kimianya dari keempat sumur yang diambil dari seam F berdasarkan analisis proximate batubara memiliki nilai moisture 15,95%-18,48%, nilai kadar abu 3,48% - 5,3%, nilai zat terbang 38,22% - 40,49%, nilai karbon tertambat 38%-40,47%. Berdasarkan analisis ultimate batubara memiliki nilai karbon 58,05% - 61,61%, nilai hidrogen 6,1% - 6,19%, nilai nitrogen kurang lebih 1%, nilai belerang total dibawah 1%, dan nilai oksigen 26,88% - 29,65%. Berdasarkan sifat fisika, batubara dari keempat sumur yang diambil dari seam F memiliki nilai HGI 60-61, serta memiliki nilai pembakaran (kalor) 5.478 cal/g - 5.817 cal/g. Sedangkan berdasarkan peringkatnya, batubara pada daerah penelitian berjenis Subbituminous. Untuk potensinya dimanfaatkan mejadi briket, batubara pada daerah penelitian sebagian besar dapat dimannfaatkan menjadi briket batubara.Kata Kunci : karakteristik batubara, peringkat batubara, briket batubara
PENGARUH ELEVASI PERMUKAAN AIR TERHADAP PROBABILITAS KELONGSORAN DAN STABILITAS LERENG TIMBUNAN DI OPEN PIT "X" PT. BERAU COAL, KALIMANTAN TIMUR Mohamad Sapari Dwi Hadian, Nur Khoirullah, Muhamad Arief, Hanifan Cipta,
Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i3.53300

Abstract

Dalam kegiatan penambangan di tambang terbuka (open pit mining) dibutuhkan tempat untuk menyimpan material penutup bahan galian (overburden) yang biasa disebut sebagai disposal. Dalam beberapa kasus, penimbunan material overburden dilakukan di lubang bekas galian tambang (void). Kegiatan penimbunan material overburden membutuhkan perencanaan yang baik. Penelitian ini dilakukan di open pit “X” site Sambarata PT. Berau Coal, Kalimatan Timur. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghitung nilai faktor keamanan lereng timbunan, probabilitas kelongsoran dan menganalisis pengaruh tinggi permukaan air terhadap stabilitas lereng timbunan. Penelitian ini menggunakan metode Bishop dengan kondisi pseudostatic dan kondisi muka air tanah fully saturated. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa nilai faktor keamanan lereng pada area penelitian berkisar antara 0.993 hingga 1.33 dan nilai probabilitas kelongsoran 17.1 hingga 35.6 %. Nilai faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran tersebut dipengaruhi oleh bentuk geometri lereng, distribusi tekanan, koefisien getaran dan tinggi permukaan air dimana semakin tinggi permukaan air pada pit maka nilai faktor keamanan lereng nya semakin tinggi dan nilai probabilitas kelongsorannya semakin rendah.Kata Kunci : Analisis Kestabilan Lereng, Probabilitas Kelongsoran, Tambang Terbuka, Disposal, Overburden
PROSPEK RESERVOIR HIDROKARBON PADA FORMASI GABUS(ZONA-1), CEKUNGAN NATUNA BARAT BERDASARKAN ANALISIS PETROFISIKA DAN ANALISIS FASIES Reza Mohammad, Haniva Navilova, Muhammad Farhan R, Yuyun Yuniardi,
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53327

Abstract

Lapangan FR merupakan salah satu lapangan minyak dan gas bumi yang terletak di Cekungan Natuna Barat, Penelitian ini difokuskan pada Formasi Gabus (Zona-1) sebagai zona prospek reservoir. Penelitian ini menggunakan data sumur (44 sumur) dan data conventional core. Berdasarkan analisis litofasies, pada Lapangan FR terdapat sembilan jenis litofasies, yaitu serpih masif, batupasir halus bioturbasi, batupasir halus lentikular, batupasir halus masif, dan batulempung masif, batupasir halus ripple laminasi, batupasir kasar masif, batulempung karbonan, dan batulempung root cast. Hasil analisis elektrofasies menunjukkan adanya pola log bell shape dan funnel shape. Berdasarkan analisis batuan inti dan elektrofasies, asosiasi fasies pada interval reservoir diinterpretasikan distributary channel dan distributary mouthbar serta diinterpretasikan berada pada lingkungan pengendapan distributary channel pada sistem delta. Nilai analisis properti petrofisika pada Formasi Gabus Zona-1 pada pay zones di Lapangan FR adalah clay volume berkisar antara 23.3% – 32.7%, porositas efektif berkisar antara 9.7% - 13.8%, dan saturasi air berkisar antara 53.6% - 76.6%. Hasil evaluasi perhitungan petrofisika didapatkan zona reservoir terbaik terdapat pada sumur A-14 dan A-15 dengan fasies distributary channel karena zona tersebut memiliki penyebaran yang baik pada daerah penelitian.Kata kunci: Cekungan Natuna Barat, litofasies, elektrofasies, asosiasi fasies, properti petrofisika.
ANALISIS TEKANAN PORI DAN IN-SITU STRESS PADA SUMUR GA-1 CEKUNGAN KUTAI KALIMANTAN TIMUR Yusi Firmansyah, Zufialdi Zakaria, Sena Warman Reksalegora, Ghina Rafifah Zulyan,
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57215

Abstract

Pemahaman mendalam, penelitian, dan analisis tekanan pori menjadi langkah kunci dalam mengoptimalkan proses pengeboran serta meningkatkan produktivitas operasi sumur eksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tekanan pori dan in-situ stress bawah permukaan pada Sumur GA-1 di Cekungan Kutai. Data yang digunakan berupa wireline log dan laporan akhir pengeboran serta pengolahan dilakukan dengan menggunakan data pengukuran dari metode langsung, tidak langsung serta metode Eaton (1975). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan tekanan pori pada sumur GA-1 diketahui memiliki zona overpressure yang sangat kecil yang dimulai pada kedalaman 7333 ft pada Formasi Tanjung. Analisis tekanan pori menggunakan data pengukuran langsung berupa RFT (Repeat Formation Test), DST (Drill Stem Test) dan data pengukuran tidak langsung berupa data berat lumpur (mud weight), serta prediksi tekanan pori juga dilakukan dengan menggunakan metode Eaton (1975). Hasil analisis in-situ stress menunjukkan kemungkinan keterdapatan sesar naik pada sumur terseb
KARAKTERISTIK BATUBARA SEAM F DAN J UNTUK PENGEMBANGAN GASIFIKASI BAWAH PERMUKAAN DI MUSI BANYUASIN, SUMATERA SELATAN Reza Mohammad Ganjar Gani, Silti Salinita, Muhammad Ananda Hibatillah, Nudrajat,
Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i4.53317

Abstract

Gasifikasi batubara bawah permukaan dapat menjadi teknologi pemanfaatan batubara yang ramah lingkungan dan rendah emisi. Batubara yang ideal untuk gasifikasi bawah permukaan harus memiliki karakteristik tertentu, dengan parameter antara lain, ketebalan, kedalaman, peringkat, kadar air, kadar abu, kadar sulfur, nilai kalori dan batuan pengapit. Penelitian ini bertujuan untuk megidentifikasi potensi gasifikasi batubara bawah permukaan pada batubara seam F dan J di Kabupaten Musi Banyuasin berdasarkan karakteristiknya. Berdasarkan hasil penelitian didapat bahwa Seam F dan J memiliki potensi pada sebaran area tertentu yang dianalisis melalui Peta Potensi Gasifikasi Bawah Permukaan. Seam F memiliki ketebalan 1-6,2 m, kedalaman 160-255 m, nilai kalori 10300-11600 btu/lb, kadar sulfur 0,45-1,2 %, kadar abu 3,8 – 7,8 % dan kadar air 12,8-18,4%. Seam J memiliki ketebalan 1-8 m, kedalaman 45-155 m, nilai kalori 9900 – 11000 btu/lb, kadar sulfur 0,14 – 0,25%, kadar abu 2,5-9,5% dan kadar air 11-21%.Kata kunci : Karakteristik batubara, gasifikasi bawah permukaan, potensi UCG, Musi Banyuasin
EVOLUSI TEKTONIK DAERAH MEKARSARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIHARA, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN Euis Tintin Yuningsih, Aton Patonah, Adryansyah Madya Ramadhan,
Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i1.57196

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Mekarsari, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang termasuk dalam Zona Pegunungan Bayah dengan morfologi berupa kubah dan punggungan di zona depresi tengah. Penielitian ini bertujuan untuk merekontruksi urutan tektonik di daerah penelitian. Identifikasi dan pengukuran unsur struktur geologi di lapangan berupa data anomali strike-dip, cermin sesar, kekar, dan pola kelurusan punggungan dan lembahan untuk mengungkap evolusi tektonik yang berkembang di daerah penelitian. Hasil penarikan kelurusan menunjukkan terdapat dua arah kelurusan dominan yaitu relatif barat-timur yang merupakan bagian dari Pola Jawa dan relatif utara-selatan yang merupakan bagian dari Pola Sunda. Perbedaan pola tersebut terbentuk sebagai akibat dari fase tektonik yang berbeda. Pengolahan data kekar menunjukkan adanya indikasi sesar naik dan sesar mendatar di daerah penelitian. Pada fase tektonik Oligosen Akhir – Miosen Awal, terjadi pengangkatan yang menyebabkan terbentuknya lipatan berarah barat-timur, seperti Antiklin Karangkamulyan dan Antiklin Mekarsari. Pengangkatan berlanjut pada fase tektonik Miosen Tengah diikuti oleh pembentukan sesar naik berarah barat-timur, seperti Sesar Naik Karangkamulyan dan Sesar Naik Mekarsari. Pada fase tektonik Pliosen – Plistosen, terbentuk sesar mendatar dengan arah relatif timurlaut-baratdaya yang memotong sesar dan lipatan sebelumnya.Kata Kunci: Evolusi Tektonik, Oligosen Akhir – Miosen awal, Pliosen – Plistosen, Pola Jawa, Pola Sunda
ZONASI EPITERMAL BERDASARKAN TEKSTUR URAT KUARSA ENDAPAN CIKONDANG, CIANJUR, JAWA BARAT Kurnia Arfiansyah, Syahadun, Euis Tintin Yuningsih,
Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i4.53307

Abstract

Daerah Cikondang dan sekitarnya memiliki sistem endapan epitermal, dengan ditandai hadirnya urat-urat yang membawa mineralisasi bijih. Daerah penelitian berlokasi di Desa Karyamukti, Cikondang, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui zona mineralisasi logam mulia dan logam dasar berdasarkan tekstur urat yang berkembang di daerah penelitian. Metode dalam penelitian ini adalah analisis petrografi dan mineragrafi pada sampel urat dari 4 data pengeboran yang diambil pada beberapa kedalaman. Hasil penelitian menunjukkan tekstur urat yang berkembang di daerah penelitian diantaranya tekstur crustiform, comb, vuggy, mosaic, feathery, flamboyant, lattice-bladed, saccharoidal, sulfide banded, dan disseminated sulfide. Berdasarkan tekstur yang berkembang daerah penelitian berada di Crystalline-colloform superzone dan Crystalline superzone. Hasil analisis mineragrafi menunjukkan hadirnya mineral logam seperti pirit, kalkopirit, arsenopirit, sfalerit, galena, dan tennantit yang berasosiasi dengan endapan urat di daerah penelitian. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, daerah penelitian termasuk kedalam zona akumulasi logam mulia dan logam dasar dari sistem epitermal sulfidasi rendah.Kata kunci: Cikondang; Tekstur urat; Zonasi epitermal
PENYEBARAN MINERALISASI DAERAH MARGINAL DENGAN MENGGUNAKAN ALAT GEOLISTRIK SUPERSTING R8/IP Andi A Nur, Yuyun Yuniardi, M Afrizal Ie, Asep Bahtiar Purnama,
Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i3.53296

Abstract

Penelitian ini berlokasi di Desa Wangunjaya dan sekitarnya, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk Memperkirakan kondisi batuan penyusun di bawah permukaan tanah terutama adanya zona mineralisasi dan alterasi yang merupakan tempat terbentuknya zonasi endapan mineral sulfida. Pada daerah penelitian terdapat kelurusan yang berarah baratlaut-tenggara yang dianggap sebagai patahan, arah umum struktur geologi adalah N 155° E dan N 248° E, memanjang disebelah barat daerah penelitian. Pembahasan dalam mineralisasi mencakup aspek bentuk dari ore body (bijih), mineralogi dan tekstur. Berdasarkan data pengamatan lapangan diketahui terdapat urat/vein di lokasi batas utara sebelah barat dari daerah penelitian yang memiliki kedudukan N 150o E/75o untuk dengan ketebalan urat kuarsa berkisar antara 5 – 10 cm.
GEOLOGI DAERAH SURADE DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SURADE, KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT Yusi Firmansyah, Reza Mohammad Ganjar Gani, Moh Fahrul Yahya, Dicky Muslim,
Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i6.53358

Abstract

Daerah pemetaan geologi berada pada koordinat 106°34'31.4"- 106°37'13.57" BT dan 7°14'6.95" - 7°16'50.36" LS. Lokasi pemetaan berdasarkan tata letak administrasi berada di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan analisis geomorfologi tentatif, satuan geomorfologi pada daerah penelitian dibagi menjadi dua, yaitu Satuan Perbukitan Vulkanik Agak Curam dan Satuan Perbukitan Fluvial Agak Landai. Berdasarkan peta geologi regional, daerah pemetaan dibagi menjadi empat satuan, yaitu Satuan Satuan Batuan Breksi Vulkanik (SB) dan Satuan Lava Andesit (SLA) yang termasuk kedalam anggota Cikarang (Tmjc), Satuan batupasir (SBP I dan SBP II) yang termasuk kedalam Lower Bentang Formation (Tmbl) dan Tmjc, Satuan Batugamping (SBG) yang merupakan bagian dari Formasi Cibodas (Tmci). Struktur geologi yang telah ditemukan di lapangan adalah struktur kekar, adapun informasi dari peta geologi regional menunjukkan bahwa daerah penelitian diduga memiliki struktur lipatan dan segmen Sesar Waluran. Sejarah geologi penelitian dimulai pada Miosen Bawah terjadi pengendapan satuan breksi vulkanik dan tuff yang berasal dari produk erupsi gunung api tersier (Tmjc). Pada Kala Miosen Tengah terjadi ketidakselarasan, pada Miosen Atas dilanjutkan oleh pengendapan batupasir dan batulempung (Tmbl) dan terjadi pembentukan batugamping Formasi Cibodas (Tmci). Hasil pemetaan di lapangan menunjukkan bahwa daerah penelitian tersusun atas enam litologi, yaitu breksi vulkanik, breksi sedimen, lava andesit, batupasir, batulempung dan batugamping klastik. Diketahui di daerah ini memiliki potensi sumberdaya bahan galian yang besar berupa batugamping. Sayangnya pada daerah pemetaan ditemukan potensi kebencanaan geologi, yaitu memungkinkan terjadinya gerakan tanah berupa longsor.Kata kunci: Surade, Geologi, Pemetaan, Kebencanaan, Sumberdaya.
KARAKTERISASI FLUIDA HIDROTERMAL PADA PROSPEK X, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR, SULAWESI UTARA Euis Tintin Yuningsih, Kurnia Arfiansyah, Lyra Arnetta,
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57220

Abstract

Daerah penelitian berada di Prospek X, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian dilakukan untuk mengkarakterisasi host rock dan mineral ubahan pada daerah penelitian dan mengetahui karakteristik fluida hidrotermal melalui pengukuran temperatur dan salinitas inklusi fluida. Penelitian dilakukan menggunakan metode analisis petrologi untuk mengetahui karakteristik fisik batuan, analisis petrografi untuk menganalisis kehadiran mineral ubahan, dan analisis inklusi fluida untuk mengetahui temperatur homogenisasi, temperatur leleh, dan salinitas. Daerah penelitian terdiri dari litologi breksi-tuff dengan kehadiran urat berkomposisi kuarsa dan kuarsa-karbonat, termasuk kedalam klasifikasi zona alterasi porpilitik ditandai dengan kehadiran mineral klorit-silika-pirit. Kehadiran mineral ubahan ini terbentuk melalui proses pengisian fluida hidrotermal kedalam rongga yang sudah ada secara bertahap, membentuk kristal-kristal yang semakin besar seiring berjalannya waktu. Di sekitar daerah penelitian berdasarkan peta geologi regional, terdapat struktur berupa sesar mendatar. Karakteristik inklusi fluida pada daerah penelitian berbentuk sub-elongated, elongated, dan rombik, dengan ukuran 1 – 40μm, memiliki nilai Th 143.2°C - 308.2°C, nilai Tm -2°C - -5.6°C, dan hasil perhitungan salinitas 5.49 - 7.62 wt%NaCl eqv. Salinitas ini termasuk salinitas rendah – menengah. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa evolusi fluida yang membentuk vein kuarsa di daerah penelitian umumnya terjadi melalui proses pencampuran dengan fluida yang memiliki salinitas yang berbeda. Hal ini juga dapat disimpulkan bahwa fluida pembawa mineralisasi bercampur dengan fluida yang memiliki salinitas rendah, yang umumnya merupakan fluida meteorik.Kata Kunci: Fluida Hidrotermal, Endapan Epitermal, Inklusi Fluida, Bolaang Mongondow Timur

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue