cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
EKSTRAKSI DAN ANALISIS DENSITAS KELURUSAN DARI DIGITAL ELEVATION MODEL (DEM) PADA LAPANGAN PANASBUMI BLAWAN-IJEN, JAWA TIMUR Aton Patonah, Ridwan Nur Fauzi,
Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i1.49205

Abstract

Penginderaan jauh merupakan metode praktis yang secara luas digunakan dalam pengamatan morfologi dan struktur geologi pada skala regional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran zona permeabel pada lapangan panasbumi Blawan-Ijen melalui pengamatan kerapatan kelurusan berdasarkan analisis Digital Elevation Model (DEM). Data diperoleh dari DEMNAS dengan resolusi spasial ~8.1 m. Ekstraksi fitur kelurusan dilakukan secara otomatis menggunakan software Geomatica yang kemudian dibuat ke dalam peta kontur densitas kelurusan untuk mengetahui zona permeabel pada daerah penelitian. Selanjutnya dilakukan pengolahan pada software Rockworks untuk mengetahui arah gaya utama yang mempengaruhi struktur yang berkembang. Hasil menunjukan zona dengan permeabilitas yang tinggi berasosiasi dengan struktur geologi dan morfologi vulkanik pada daerah penelitian. Gaya yang mempengaruhi kelurusan memiliki arah utara – selatan yang berorientasi sama dengan gaya tektonik utama pulau Jawa.Kata kunci : densitas kelurusan, struktur, digital elevation model
ZONA PERSEBARAN RESERVOIR HIDROKARBON INTERVAL BATUPASIR TELISA UMUR MIOSENAWAL PADA LAPANGAN RIDHO-CAHYA, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Ildrem Sjafri, Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Ridho Cahya Fajar Sugiharto,
Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i2.49232

Abstract

Penelitian dilakukan pada interval reservoir Batupasir Telisa lapangan Ridho-Cahya yang merupakan reservoir produktif setelah Formasi Baturaja dan Talang Akar pada Cekungan Sumatera Selatan. Formasi Batupasir Telisa merupakan formasi dengan karakteristik reservoir yang padat dan memiliki permeabilitas di bawah <1 mD. Penelitian dilakukan untuk menentukan persebaran reservoir dengan menentukan litostratigrafi, jenis fasies dan perhitungan analisis petrofisika berdasarkan data dari 21 sumur penelitian. Hasil analisis batuan inti menunjukkan bahwa litofasies penyusun reservoir Batupasir Telisa adalah 3 litofasies yaitu: batupasir halus laminasi, batupasir halus berlumpur hummocky cross stratified, dan batulempung berlembar. Berdasarkan analisis batuan inti, dan elektrofasies, asosiasi fasies pada interval reservoir Batupasir Telisa diinterpretasikan berada pada lingkungan pengendapan Lower Shoreface pada sistem laut dangkal menunjukkan arah umum pengendapan Barat Daya – Timur Laut. Nilai properti reservoir batupasir telisa di Lapangan Ridho adalah volume serpih berkisar antara 11,2% - 32,7%, porositas efektif berkisar antara 16,3% - 28%, dan saturasi air berkisar antara 27,5% - 52,6%. Nilai properti reservoir batupasir telisa pada di Lapangan Cahya adalah volume serpih berkisar antara 8,7% - 24,3%, porositas efektif berkisar antara 13,1% - 25,6%, dan saturasi air berkisar antara 28,4% - 52%. Rekomendasi pengerjaan Lapangan Ridho-Cahya dapat disimpulkan bahwa pada Lapangan Ridho memiliki persebaran reservoir baik pada bagian timur sedangkan untuk Lapangan Cahya memiliki persebaran reservoir baik pada bagian timur laut. Pengerjaan tahap produksi pada Interval Reservoir Batupasir Telisa adalah pengerjaan rekahan hidrolik untuk mengatasi permasalahan formasi batupasir yang rapat. Alternatif lain adalah dilakukan pembuatan sumur horizontal. Namun kedua rekomendasi ini perlu dilakukan studi lanjut guna menentukan metode paling sesuai untuk mencapai recovery factor terbaik dan mempertimbangkan aspek lain seperti biaya dan geomekanika minyak & gas bumi.Kata kunci: Batupasir Telisa, Cekungan Sumatera Selatan, Asosiasi Fasies, Lower Shoreface, Persebaran Reservoir.
GEOLOGI DAERAH CIMULYA DAN SEKITARNYA KECAMATAN CIMAHI, KABUPATEN KUNINGAN, PROVINSI JAWA BARAT Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah, Santi Dwi Pratiwi, Astrina Salsabilla Khumaedi,
Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i1.49210

Abstract

Secara administratif daerah penelitian terletak di Kecamatan Cimahi, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Secara astronomis, daerah penelitian terletak pada koordinat 108°42,6' – 108°45,3' BT dan 7°-0,3' – -7°2,4' LS . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan secara rinci permukaan geologi skala 1:25.000 pada kondisi peta yang terbagi dalam beberapa aspek seperti geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, sejarah geologi, dan potensi material di daerah penelitian. Metode pembuatan peta menggunakan Peta Bumi Indonesia (RBI), Geospasial, dan DEM Nasional (DEMNAS). Pemetaan dilakukan berdasarkan data permukaan (singkapan batuan) dengan menggunakan pengamatan lapangan, penampang terukur, analisis laboratorium termasuk analisis fosil dan petrografi. Berdasarkan peta geologi regional daerah penelitian merupakan anggota Formasi Pemali (Tmp), Basal Piroksen (b), Anggota Gunung Hurip Formasi Halang (Tmhg), Formasi Halang (Tmph), Undak Sungai (Qt), dan Endapan Aluvium (Qa). Berdasarkan aspek morfografi, morfogenetik, dan morfometrik, daerah penelitian dibagi menjadi beberapa satuan geomorfologi yaitu: Satuan Terjal Bukit Denudasional, Dataran Rendah Aluvial, Satuan Tebing Bukit Vulkanik, Dataran Denudasional, dan Dataran Struktural yang dipengaruhi oleh Sejajar, Sub Sejajar, dan Persegi Panjang pola drainase. Satuan batuan pada daerah pemetaan terdiri dari Satuan Batulempung, Satuan Batupasir, Satuan Breksi Vulkanik, Satuan Tuff, dan Endapan Aluvial dari tua ke muda yang disusun berdasarkan sebaran litologi, interpretasi struktur, dan rekonstruksi pola strike dan dip. Analisis paleontologi menunjukkan persebaran foraminifera yang umur wilayah pemetaan geologi berkisar antara Miosen Akhir – Pliosen Awal. Didukung oleh pengaruh struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian terdiri dari lipatan, kekar, dan sesar. Potensi geologi daerah penelitian didominasi oleh litologi batulempung yang berpotensi menimbulkan longsor.Kata Kunci : Cimahi, Indonesia, Geomorfologi, Stratigrafi, Struktur Geologi, Sejarah Geologi.
KARAKTERISTIK DAN POTENSI BATUAN INDUK BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIA PADA SUB-CEKUNGAN JAMBI, CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Dodi Wirasatia, Jana Maulana Supriatna, Nisa Nurul Ilmi, Edy Sunardi, Dagna Zalfa Utomo,
Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i2.49221

Abstract

Penelitian berlokasi pada Cekungan Sumatera Selatan, tepatnya di Sub-Cekungan Jambi. Sumur penelitian terdiri dari Sumur DZU-1, DZU-2, DZU-3, DZU-4, DZU-5, DZU-6, DZU-7, DZU-8 dan DZU-9. Identifikasi karakteristik batuan induk dilakukan dengan metode geokimia yaitu dengan mempelajari kuantitas, kualitas dan kematangan batuan induk. Selain itu studi ini meliputi sejarah pemendaman, peta kematangan dan sistem petroleum. Berdasarkan analisis geokimia, dapat diketahui kuantitas dari seluruh sumur yaitu bersifat cukup hingga sangat baik, kecuali Sumur DZU-9 pada Formasi ABF yang bersifat buruk. Kemudian kualitas kesembilan sumur umumnya berada pada zona kerogen tipe II/III dan III, menghasilkan gas dan minyak campuran gas. Serta tingkat kematangan yang tersebar dari belum matang hingga terlalu matang. Maka berdasarkan implikasi hasil evaluasi batuan induk terhadap petroleum system yaitu LAF, LTAF, UTAF, dan GUF berpotensi sebagai batuan induk. Formasi LAF, LTAF dan UTAF berpotensi menjadi reservoir. Selain itu, Formasi GUF berpotensi sebagai lapisan penutup.Kata kunci: Sub-Cekungan Jambi, Cekungan Sumatera Selatan, Geokimia, Sejarah Pemendaman, Petroleum System.
REKONTRUKSI GEOLOGI DAERAH MEKARSARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CIRACAP, KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT Santi Dwi Pratiwi, Syahadun, Mega Fatimah Rosana,
Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i1.49206

Abstract

Daerah penelitian secara geografis terletak di koordinat 106°27'31.1" – 106°30'12.2" BT dan 7°18'42.4" - 7°21'24.3" LS, secara administratif daerah penelitian berada di desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat yang termasuk ke dalam Peta Rupa Bumi Indonesia Bakosurtanal lembar Gunungbatu (1108-642) dan lembar Surade (1208-413) skala 1:25.000. Geologi regional daerah penelitian termasuk ke dalam peta gelogi regional lembar Jampang dan Balekambang skala 1:100.000 (Sukamto, 1975). Berdasarkan aspek geomorfologi, lokasi penelitian terbagi menjadi tiga Satuan geomorfologi, yaitu dataran rendah denudasional, dataran rendah bergelombang denudasional, dan perbukitan rendah denudasional. Berdasarkan fisiografinya, daerah penelitian termasuk zona Pegunungan Selatan Jawa Barat. Sejarah geologi daerah penelitian dimulai pada Miosen Awal-Miosen Tengah (N6-N9) terendapkan Satuan Batupasir (Sbp) seleras menjemari dengan Satuan Tuf (St) di zona batrimetri neritik tengah-batial atas. Pada Miosen Tengah terjadi aktivitas tektonik regional, terbentuk antiklin Ciracap serta indikasi sesar normal, tidak terjadi proses pengendapan. Pengendapan kembali berlangsung pada Miosen Akhir-Pliosen Awal (N17-N19) terendapkan Satuan Batugamping (Sbg). Potensi sumberdaya geologi daerah penelitian yaitu bahan galian batupasir dan batugamping yang dimanfaatkan untuk bahan bangunan, industri, dan potensi tempat wisata alam.Kata kunci: Pemetaan Geologi, Geomorfologi, Stratigrafi, Struktur Geologi, Geologi Sejarah, Mekarsari
SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR BATUPASIR FORMASI “MERAK” BAGIAN ATAS, LAPANGAN “ARUNA”, CEKUNGAN SUMATRA TENGAH, BERDASARKAN ANALISIS PETROFISIKA Undang Mardiana, Febriwan Mohammad, Rezalita Junalia, Sekar Ayu Herviyanti Putri,
Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i2.49233

Abstract

Lapangan “Aruna” terletak di Cekungan Sumatra Tengah dan merupakan bagian dari blok operasi milik PT. Pertamina Hulu Rokan. Penelitian ini berfokus pada reservoir batupasir Formasi “Merak” bagian atas. Penelitian ini dilakukan pada 15 sumur dengan menggunakan data well log, data batuan inti, dan data SCAL. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 4 fasies yang berkembang di daerah penelitian, yaitu: Fasies IS (Interbedded Shale), Fasies CS (Coarse Sandstone to Shale), Fasies SC (Shale to Coarse Sandstone), serta Fasies MV (Medium to Very Coarse Sandstone). Hasil analisis dan korelasi fasies menunjukkan bahwa keempat fasies yang teramati terendapkan pada lingkungan pengendapan tide-dominated estuary (Allen, 1993). Adapun, berdasarkan evaluasi nilai petrofisika pada Lapangan “Aruna” didapatkan hasil bahwa Fasies MV – Tidal Channel memiliki nilai rata-rata volume shale yang paling rendah diantara fasies lain yaitu sebesar 17,3%. Disamping itu, porositas, saturasi air, dan permeabilitas paling baik di antara seluruh fasies juga ditunjukkan oleh Fasies MV – Tidal Channel yang memiliki nilai porositas 20,7%, nilai SW sebesar 54,3% serta nilai permeabilitas sebesar 2001 mD.Kata kunci: Well Log, Fasies, Petrofisika, Cekungan Sumatra Tengah
EVALUASI KANDIDAT RESERVOIR PADA INTERVAL BATUPASIR LAPANGAN “SF”, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH Reza Mohammad Ganjar Gani, Yusi Firmansyah, Erry Mastoadji, Ilham Barustan, Halomoan Stefanopaulus S
Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i1.49212

Abstract

Lapangan "SF" berlokasi di Cekungan Sumatera Tengah dan secara fisiografis terletak pada Kiri Graben, yang menempati wilayah selatan dari blok cekungan. Reservoir utama pada lapangan ini berada di interval Formasi Bekasap, disebabkan zonanya terbentuk ketika pengaruh sedimentasi dari dataran tinggi Perisai Malaya bernilai maksimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandidat reservoir yang paling produktif di Lapangan "SF", sehingga dapat dijadikan sebagai dasar acuan untuk pengelolaan dan optimalisasi lapangan lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan 11 data log sumur dan 1 data batuan inti pada interval kedalaman 4916 - 5005 kaki, di sumur SF-03. Data batuan inti berupa Routine Core Analysis (RCAL) dan digunakan untuk memverifikasi perhitungan petrofisika yang dilakukan. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini mencakup analisis fasies dan analisis petrofisika. Analisis fasies dilakukan melalui pendekatan interpretasi elektrofasies, sementara itu analisis petrofisika dikalkulasi dengan Metode Sandstone Porosity Workflow (SSPW). Hasil dari analisis fasies menunjukkan bahwa pada interval Bekasap di area penelitian terdapat 4 fasies pengendapan, yaitu: Tidal Channel, Tidal Mud Flat, Tidal Sand Bars, dan Tidal Sand Flat, dengan lingkungan pengendapannya berupa estuarin dominasi pasang-surut. Sementara itu, hasil perhitungan petrofisika menunjukkan bahwa zona produktif di Lapangan "SF" memiliki kandungan serpih berkisar antara 11% - 45%, porositas efektif berkisar antara 12% - 30%, permeabilitas berkisar antara 11.5 – 4764.93 milidarcy, saturasi air berkisar antara 33% - 74%, dan net pay berkisar antara 1.5 – 91 kaki. Berdasarkan kedua analisis tersebut, penelitian ini menunjukkan adanya potensi hidrokarbon di Lapangan "SF", yang tersebar pada fasies Tidal Channel dan Tidal Sand Flat, dengan kandidat reservoir paling produktifnya berada di fasies Tidal Channel. Kata Kunci : Cekungan Sumatera Tengah, Fasies, Analisis Petrofisika.
KARAKTERISTIK ALTERASI DAN MINERALISASI DAERAH X, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT Aton Patonah, Andi Agus, Agata Vanessa, Fildza Noer Rahmawati,
Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i2.49223

Abstract

Daerah penelitian terletak di Daerah X, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kondisi geologi dan alterasi mineralisasi dengan melakukan observasi lapangan, analisis petrografi, dan analisis mineragrafi. Hasil pemetaan menunjukan bahwa secara stratigrafi daerah penelitian terdiri atas satuan tuf dan satuan andesit diperkirakan berumur Pleistosen Awal. Hasil analisis petrografi menunjukan daerah penelitian terbagi menjadi tiga zona alterasi, yaitu zona klorit+karbonat,zona mineral lempung+kuarsa+karbonat, dan zona kuarsa sedangkan mineralisasi yang berkembang di daerah penelitian diantaranya, yaitu pirit, sfalerit, kovelit, gutit, dan emas yang ditemukan pada sampel buangan material tambang. Tekstur yang berkembang umumnya memperlihatkan tekstur massif dan sebagian colloform diambil dari material buangan tambang. Berdasarkan karakteristik di atas tipe endapan daerah penelitian adalah endapan epitermal sulfida rendah-tinggi dicirikan dengan berdasarkan manifestasi mineralisasi sulfida temperatur tinggi dan posisi mineralisasi yang didominasi oleh base metal zone.Kata Kunci: Geologi, alterasi, mineralisasi, tipe epitermal
ANALISIS POTENSI BATUAN INDUK BERDASARKAN KARAKTERISTIK GEOKIMIA DAN SEJARAH PEMENDAMAN 1D BLOK “TB” CEKUNGAN SUMATERA SELATAN Yoga Andriana Sendjaja, Nisa Nurul Ilmi, Dhea Ezra Dulanlebit,
Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i1.57201

Abstract

Lokasi lapangan penelitian “TB” terletak di Cekungan Sumatera Selatan. Cekungan Sumatera Selatan menjadi salah satu cekungan produktif penghasil hidrokarbon. Penelitian ini dilakukan pada tiga sumur batuan induk yaitu Sumur DEA-1, Sumur DEA-2, dan Sumur DEA-3. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui potensi batuan induk berdasarkan karakteristik geokimia seperti kualitas, kuantitas, dan kematangan material organik dengan menggunakan metode pirolisis evaluasi batuan dan evaluasi biomarker. selain itu juga dilakukan analisis sejarah pemendaman 1D dengan memanfaatkan perangkat lunak PetroMod. Berdasarkan analisis geokimia, Sumur DEA-2 dan DEA-3 merupakan batuan induk potensial, sedangkan Sumur DEA-1 menjadi batuan induk efektif. Kemudian, berdasarkan pemodelan sejarah pemendaman 1D, dapat diketahui Sumur DEA-1 dan DEA-2 memasuki awal kematangan pada Formasi Baturaja, sedangkan DEA-3 masih belum matang.Kata Kunci : Cekungan Sumatera Selatan, Batuan Induk, Geokimia, Lingkungan Pengendapan, Sejarah Pemendaman
ANALISIS PETROFISIKA DAN EVALUASI BATUAN RESERVOIR LAPANGAN “AN” FORMASI CIBULAKAN ATAS, CEKUNGAN JAWA BARAT UTARA Muhammad Kurniawan, Anggit Hasna, Yoga Andriana,
Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i4.53312

Abstract

Lapangan AN adalah salah satu lapangan minyak bumi yang berlokasi di Cekungan Jawa Barat Utara yang difokuskan pada Formasi Cibulakan Atas sebagai zona prospek reservoir. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi formasi dengan identifikasi litologi, mengetahui zona prospek hidrokarbon berdasarkan volume shale, porositas, dan saturasi air, dan karakteristik fisik reservoir yang diintegrasikan dengan fasies dan lingkungan pengendapan. Penelitian ini dilakukan menggunakan data sumur (4 sumur), data mudlog, dan data core. Lapangan AN memiliki 1 pola elektrofasies yaitu bell. Berdasarkan analisis elektrofasies, terdapat 1 fasies yaitu Fasies Wackestone to Packestone dengan lingkungan pengendapan back reef lagoon (Pomar, 2004). Hasil analisis petrofisika menunjukkan tebal net pay untuk sumur AN-1 adalah 15.25 m dan sumur AN-2 adalah 22.25 m. Rata-rata Vsh sumur AN-1 adalah 3% dan sumur AN-2 adalah 5% Rata-rata nilai porositas efektif sumur AN-1 adalah 25% dan sumur AN-2 adalah 20% dengan kualitas sangat baik (Koesoemadinata, 1978). Rata-rata nilai Sw sumur AN-1 adalah 53% dan sumur AN-2 adalah 50%. Geometri penyebaran berdasarkan korelasi gamma ray menunjukkan penebalan ke arah utara dengan urutan sumur AN-2, AN-1, AN-4, dan AN-3 dari selatan ke utara. Zona hidrokarbon terbesar terdapat pada sumur AN-2 dengan net pay 22.25 m. Lapangan AN memiliki prospek hidrokarbonKata Kunci: Well log, Petrofisika, Formasi Cibulakan Atas

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue