cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
HASIL SURVEY GEOLISTRIK UNTUK MEMPERKIRAKAN ZONA JENUH AIRTANAH UNTUK MENDAPATKAN LOKASI SUMUR BOR AIRTANAH DI DUKUH GUYANGAN, DESA SIDOLUHUR, KECAMATAN JAKEN Andi Agus Nur, Yuyun Yuniardi, Jeremy Bryant, Asep Bahtiar Purnama,
Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i3.53303

Abstract

Penelitian dilaksanakan di dukuh Guyangan, Desa Sidoluhur, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Dengan pengukuran difokuskan pada 7 stasiun atau lintasan dengan jarak lintasan awal sampai ke akhir yaitu 330 m. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi kejenuhan air tanah dalam batuan menggunakan metode tahanan jenis geolistrik. Dalam hal ini, kejenuhan air tanah pada batuan diinterpretasikan berdasarkan distribusi tahanan jenis (ρ) batuan di bawah permukaan tanah di areal tersebut. Pengukuran didalam penelitian ini memakai beberapa konfigurasi yaitu Wenner, dan Schlumberger, jarak antar elektroda 6 meter dengan jumlah elektroda 56, sehingga panjang bentangan 330 m. Kemudian data lapangan diproses dengan software Earth Imager 2D yang juga buatan AGI, USA. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil yaitu lokasi penelitian memiliki zona batuan yang berpotensi air tanah yang relatif kecil atau < 6 Ωm. Dalam penelitian ini tahap pemboran juga menunjukkan bahwa kedalaman lubang bor harus lebih dalam minimal 5% dari total kedalaman lubang bor yang dimaksudkan untuk tempat (kantong) material yang mengendap pada proses pemboran. Kata Kunci: Air Tanah, Tahanan Jenis, Geolistrik.
PERBEDAAN DIAGENESA DAN SIFAT FISIK BATUAN RESERVOIR BERDASARKAN ANALISIS PETROFISIKA PADA STRUKTUR A DAN B FORMASI MALACCA CEKUNGAN SUMATERA UTARA Febriwan Mohammad, Farouqi Al-Ayubie, Dhanny Triamindo., Andre Windo Sinaga, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i6.53356

Abstract

Daerah penelitian merupakan salah satu lapangan minyak dan gas bumi yang berada di Cekungan Sumatera Utara, tepatnya di Formasi Malacca dan Formasi Peutu. Daerah penelitian ini memiliki jenis reservoir karbonat dimana di Indonesia merupakan salah satu prospek hidrokarbon yang menjanjikan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis fasies dan lingkungan pengendapan daerah penelitian serta mengetahui hubungan diagenesa karbonat daerah penelitian terhadap perhitungan petrofisika. Interval karbonat daerah penelitian berumur Miosen Awal-Miosen Tengah. Berdasarkan hasil analisis litofasies, sumur-sumur penelitian memiliki litofasies mudstone-packstone dan wackstone-packstone yang diendapkan pada lingkungan Back-Reef dan Open Sea Shelf. Berdasarkan perhitungan petrofisika, kualitas reservoir dibagi menjadi dua yaitu porous zone (reservoir di Formasi Malacca) dan tight zone (reservoir di Formasi Peutu). Secara hipotetis, kualitas reservoir karbonat umumnya dipengaruhi oleh tahapan diagenetik setelah pertumbuhan karbonat namun beberapa kasus menunjukkan hal ini disebabkan oleh perubahan fasies. Pemahaman tentang proses dan produk diagenesis karbonat sangat penting untuk eksplorasi hidrokarbon dan pengembangan lapangan lebih lanjut dalam studi reservoir karbonat.Kata kunci: Cekungan Sumatra Utara, Formasi Malacca, Formasi Peutu, litofasies, karakteristik reservoir, reservoir karbonat, kualitas reservoir karbonat, diagenesa
STRUKTUR GEOLOGI PERMUKAAN DAERAH GUNUNG GURUH DAN SEKITARNYA, KECAMATAN CISAAT, KABUPATEN SUKABUMI, PROVINSI JAWA BARAT Iyan Haryanto, Faisal Helmi, Vijaya Isnaniawardhani, Regy Mahardika Wijaya,
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57218

Abstract

Kondisi geologi Pulau Jawa, khususnya wilayah Jawa Barat sangat dipengaruhi oleh aktivitas tektonik yang berasal dari subduksi di bagian selatan. Oleh karenanya, keterdapatan struktur geologi banyak di jumpai di wilayah Jawa Barat, salah satunya di daerah Gunung Guruh, Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta merekonstruksi struktur geologi permukaan yang terdapat pada daerah penelitian. Hasil pengambilan data struktur geologi di lapangan menunjukkan bahwa struktur kekar yang berkembang berjenis kekar tarik. Rekonstruksi pola jurus perlapisan batuan menunjukkan keberadaan struktur lipatan yang relatif sejajar dengan sesar naik. Sesar-sesar yang terdapat di daerah penelitian memiliki orde pembentukan yang sama. Struktur lipatan dan sesar ini hadir sebagai akibat dari tektonik kompresi yang dihasilkan oleh subduksi.Kata Kunci : Lipatan, Sesar, Struktur Geologi, Sukabumi
ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH PONDASI TIANG PANCANG BERDASARKAN UJI SPT DI IBU KOTA NEGARA (IKN), KALIMANTAN TIMUR, INDONESIA Raden Irvan Sophian, Teuku Yan, Muhammad Ardi Ramadhan, Galih Aji,
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53320

Abstract

Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah rencana pemerintah Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke lokasi baru di Pulau Kalimantan. Hal ini menyebabkan terjadinya pembangunan secara besar-besaran di daerah tersebut. Pembangunan sebuah infrastruktur selalu berkaitan dengan pondasi dan daya dukung tanah. Penentuan nilai dan perancangan bentuk pondasi bergantung pada karakteristik lapisan tanah yang berada di bawahnya. Perhitungan daya dukung pondasi dalam digunakan ketika tanah pondasi pada kedalaman normal tidak mampu menopang beban struktur dan tanah yang keras terdapat pada kedalaman yang cukup dalam. Perhitungan dilakukan berdasarkan nilai hasil uji SPT menurut Meyerhoff, 1956. Pemboran dilaksanakan di dua titik bor yaitu titik BH-01 dan Titik BH-02. Nilai N-SPT yang didapatkan di kedua titik bor menunjukkan nilai yang semakin naik seiring dengan bertambahnya kedalaman. Nilai daya dukung pondasi tiang pancang dihitung dengan kekuatan bahan tiang pancang beton sebesar 240 ton. Nilai daya dukung pada titik BH-01 berkisar dari 6.66-242.97 ton dan pada titik BH-02 berkisar dari 5.51-200.82 ton.Kata kunci: Ibu Kota Nusantara, Pondasi, Daya Dukung Tanah, SPT.
TINGKAT KELAYAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) BERDASARKAN METODE LE GRAND DI KABUPATEN MOJOKERTO Teuku Yan Waliyana Muda Iskandarsyah, Bunga Azwa Fairuz,
Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i1.57200

Abstract

Daerah penelitian terletak pada daerah Mojokerto kecamatan dawarblandong. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Mojokerto (Noya dkk, 1992), formasi batuan yang terdapat di daerah penelitian yaitu Formasi Lidah dan Formasi Pucangan. Formasi Lidah terdiri dari batulempung sisipan batupasir gampingan dan batugamping. Formasi Pucangan diendapkan selaras di atas Formasi Lidah terdiri dari breksi, batupasir tufan bersisipan batulempung dan konglomerat. Daerah penelitian merupakan wilayah yang telah mengalami pengembangan yang pesat menjadi Tempat Pembuangan Akhir Limbah B3. Dari hal tersebut maka ada beberapa faktor yang terpengaruh salah satunya kelayakan pembuatan TPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan pembangunan TPA limbah B3 di daerah penelitian. Hasil pembobotan pada daerah penelitian tersebut pada bagian timur dengan nilai peringkat tapak <-8 hampir tidak mungkin adanya pencemaran, tingkat penerimaan dengan hasil hampir pasti dapat diterima dan golongan peringkat . Pada bagian barat dengan nilai peringkat tapak <-4 s.d -7 hampir tidak mungkin atau mungkin adanya pencemaran, tingkat penerimaan dengan hasil mungkin diterima dan golongan peringkat B.Kata Kunci: Limbah B3, Kelayakan pembuatan TPA
PENGARUH ABUTMENT STRESS TERHADAP NILAI SPALLING PADA TAMBANG BAWAH TANAH GRASBERG BLOCK CAVING Ismawan, Rizky Ayyub Ginting, Muhamad Raihan, Zufialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i4.53311

Abstract

Pada underground mine, Grasberg Block Caving yang menggunakan block caving method akan menemukan sebuah 2 tantangan, salah satunya yaitu abutment stress. Hal ini akan selalu ada ketika proses cave propagation pada tahap development. Abutment stress ini merupakan tegangan yang teredistribusi yang akan menyebabkan akumulasi stress pada development cave yang dapat menyebabkan damage. Damage yang ditimbulkan, dapat dikonfirmasi dengan diamati secara visual dan diukur menggunakan convergence meter. Perubahan tegangan yang semakin besar dapat menambah akumulasi damage, hal ini akan ditunjukan dengan nilai spalling. Nilai ini menghitung berapa besar respon massa batuan ketika dikenai gaya, yang secara aktual dapat diamati berupa rekahan yang terbentuk sejajar dengan tegangan maksimum. Spalling Threshold diperlukan untuk menjadi acuan pada massa batuan untuk diketahui ada damage maupun tidak, juga digunakan sebagai parameter acuan dalam memodifikasi cave. Spalling threshold yang dihasilkan dari penelitian ini yaitu 0.43. Sehingga, di titik yang memiliki nilai spalling lebih dari 0.43 akan mulai mengalami damage.Kata Kunci: Grasberg Block Caving, Abutment Stress, Underground mine, Convergence, Spalling, Threshold
KAJIAN AWAL GEOMORFOLOGI DAERAH SUKAMAJU DAN SEKITARNYA KECAMATAN BANTARUJEG, KABUPATEN MAJALENGKA, PROVINSI JAWA BARAT Tsani Syifaussakinah, Adhin Fadilah, Santi Dwi Pratiwi, Ahmad Helman, Azzam Robbi Rodhiya, Faisal Ga
Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i6.53361

Abstract

Secara geografis daerah kajian terletak pada koordinat 6°57'30,2904"LS - 6°58'18,8544"LS dan 108°14'42,7992"BT - 108°15'31,7232"BT di Desa Sukamaju dan sekitarnya, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang terbentuk secara regional dari Miosen hingga Kuarter. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik geomorfologi beserta aspek-aspek yang terdapat di dalamnya dan faktor yang mempengaruhinya. Observasi, inventarisasi data dan pemetaan mencakup aspek geomorfologi, stratigrafi dan struktur geologi telah dilakukan dengan fokus kajian pembuatan peta geomorfologi. Pola aliran sungai yang berkembang pada daerah pemetaan adalah pola aliran sub-paralel dan pinnate. Lingkungan pengendapan yang terbentuk secara regional dari Miosen hingga Kuarter yaitu Marine dan Terrestrial. Struktur geologi yang berkembang pada daerah pemetaan yaitu lipatan sinklin. Karakteristik geomorfologi daerah penelitian dapat dikelompokkan menjadi Satuan Perbukitan Landai Denudasional (25% dari keseluruhan luas daerah pemetaan), Satuan Perbukitan Curam Denudasional (65%) dan Satuan Perbukitan Curam Vulkanik (10%). Kemiringan lereng yang terbesar di satuan perbukitan curam vulkanik (30%) dan yang terendah sebesar yaitu 9% pada satuan perbukitan landai denudasional.Kata Kunci : Geomorfologi, Sukamaju, Sub paralel dan Pinnate, Perbukitan Landai Denudasional, Perbukitan Curam Denudasional, Perbukitan Curam Vulkanik
KARAKTERISTIK BATUAN INDUK DAN KORELASI MINYAK BUMI TERHADAP BATUAN INDUK BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIA HIDROKARBON PADA SUMUR PN – 1, GA – 1, DAN GP – 2, NATUNA SEA BLOCK ‘A’, CEKUNGAN NATUNA BARAT Nisa Nurul Ilmi, Mona Ausiana, Ilham Malik Asytar,Ahmad Helman Hamdani,
Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i3.53299

Abstract

Penelitian berlokasi di Natuna Sea Block ‘A’, Cekungan Natuna Barat pada Sumur PN – 1, GA – 1, dan GP – 2. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristrik geokimia batuan induk seperti kualitas, kuantitas, kematangan material organik pada setiap formasi dengan metode pirolisis Rock – Eval, TOC, dan reflektansi vitrinit. Analisis biomarker menggunakan parameter normal alkana, isoprenoid, sterana, dan triterpana untuk menentukan tingkat kematangan dan organofasies sehingga dapat mengkorelasikan minyak bumi dan batuan induk. Hasil analisis geokimia menunjukkan bahwa formasi yang masuk ke dalam kategori batuan induk efektif pada sumur PN – 1 dan GA – 1 adalah Formasi Middle Arang dan Upper Gabus. Untuk sumur GP – 2 adalah Formasi Middle Arang, Barat, dan Upper Gabus. Hasil analisis biomarker pada minyak bumi dan batuan induk menunjukkan bahwa sampel minyak bumi GA – 1 (DST – 2) dan GP – 2 (DST – 2) berkorelasi positif dengan sampel batuan induk GP – 2 (8448 ft) Formasi Upper Gabus yang diendapkan di lingkungan transisi (fluvio deltaic), suboksik, dan peak – late mature. Sampel minyak bumi PN – 1 (DST – 2B) yang berkorelasi negatif dengan seluruh sampel batuan induk berasal dari lingkungan terrestrial, oksik, immature – early mature mengindikasikan sampel berasal dari batuan induk berbeda yang memungkinan eksplorasi yang baru dalam daerah penelitian.Kata Kunci: Cekungan Natuna Barat, Geokimia, Batuan Induk, Biomarker, Korelasi
Karakteristik Reservoir Karbonat Berdasarkan Analisis Petrofisika Pada Lapisan “X”, Formasi Baturaja, Lapangan “NS”, Cekungan Jawa Barat Yoga Andriana Sendjaja, Febriwan Mohammad, Muhammad Ikhsan Zaher, Nadya Putri Salsabila
Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i2.57223

Abstract

Lapangan “NS” merupakan salah satu lapangan minyak bumi yang terletak di Cekungan Jawa Barat Utara. Lapangan tersebut merupakan lapangan minyak bumi yang merupakan wilayah kerja dari PT. Pertamina EP. Analisis yang dilakukan adalah dengan menghitung parameter petrofisika seperti kandungan serpih, porositas, dan saturasi air pada reservoir. Metode yang digunakan dalam perhitungan petrofisika yaitu dengan menggunakan metode kombinasi log gamma ray dan log neutron-densitas untuk perhitungan kandungan serpih, metode log densitas untuk perhitungan porositas, dan metode Archie untuk menentukan nilai saturasi air. Penelitian ini difokuskan pada Lapisan “X” Formasi Baturaja sebagai zona prospek hidrokarbon. Penelitian dilakukan pada 5 sumur dengan menggunakan data well log, data core, dan data mudlog. Berdasarkan hasil analisis petrofisika pada lapangan “NS” didapatkan hasil untuk masing-masing sumur berurutan dari NA-01 hingga NA-05 adalah rata-rata nilai volume shale 13,5%, 14,7%, 0,8%, 25,2%, dan 16,6%; rata-rata nilai porositas adalah 15,5%, 13,4%, 12,1%, 11,9%, dan 13,3% dengan kualitas cukup hingga baik (Koesoemadinata, 1978); rata-rata nilai saturasi air (Sw) pada tiap sumur adalah 50,7%, 81,2%, 78,2%, 38%, dan 26,7%.Kata kunci: Cekungan Jawa Barat Utara, Formasi Baturaja, Petrofisika, Reservoir
KARAKTERISTIK RESERVOIR KARBONAT BERDASARKAN ANALISIS PETROFISIKA PADA LAPANGAN LANGSA FORMASI MALACCA CEKUNGAN SUMATRA UTARA OFFSHORE Yoga Andriana Sendjaja, Dede Kurniadi, Ivan Nugraha, Muhammad Aditya Wijaya, Ildrem Syafri,
Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v7i5.53325

Abstract

Lapangan Langsa merupakan lapangan penghasil minyak dan gas bumi yang berada di Cekungan Sumatra Utara Offshore dan merupakan wilayah kerja milik PT Pertamina Hulu Rokan Zona 1. Penelitian yang dilaksanakan berfokus pada Formasi Malacca yang merupakan reservoir karbonat pada Lapangan Langsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik reservoir pada Lapangan Langsa, Formasi Malacca berdasarkan analisis petrofisika. Data yang dianalisis pada Lapangan Langsa meliputi data wireline log dari 5 sumur serta data cutting dan data core. Berdasarkan hasil analisis dari data cutting dan data core menunjukkan bahwa Fasies yang berkembang yaitu Fasies Wacke-Packstone, Fasies Crystalline Limestone dan Fasies Packstone. Lingkungan Pengendapan pada Lapangan Langsa, Formasi Malacca diinterpretasikan berada pada lingkungan back-reef lagoon hingga reef core. Selanjutnya dilaksanakan perhitungan parameter petrofisika yang meliputi volume shale, porositas efektif, dan saturasi air. Berdasarkan hasil analisis petrofisika didapatkan bahwa, sumur dengan potensi terbaik untuk diproduksi berada pada sumur L1 dengan nilai net pay 296,5 ft dengan net/gross 0,443 dimana pada Fasies Pacsktone memiliki zona potensi hidrokarbon yang paling tebal.Kata Kunci: Petrofisika, Reservoir, Fasies, Formasi Malacca, Cekungan Sumatra Utara.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue