cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 495 Documents
PROYEKSI TUTUPAN LAHAN TAHUN 2025 DAN 2026 DENGAN PENDEKATAN RANDOM FOREST CLASSIFIER DI SUB-DAS CIBEUSI, KECAMATAN JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG, PROVINSI JAWAB BARAT Muhammad Kurniawan Alfadli, Yudhi Listiawan, Muhammad Arigi Adityarahman,
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61659

Abstract

Perubahan tutupan lahan merupakan indikator penting dalam transformasi lingkungan yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia. Perubahan ini dapat memperngaruhi berkurangnya daerah resapan air. Sub-DAS Cibeusi di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, merupakan wilayah dengan potensi air tanah signifikan. Wilayah ini memegang peranan penting dalam menyediakan zona resapan air tanah. Sub-DAS Cibeusi terletak di perbatasan Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung, sehingga pembangunan di area tersebut dapat memengaruhi tutupan lahan yang berperan penting sebagai zona resapan air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi tutupan lahan di Sub-DAS Cibeusi pada tahun 2025 dan 2026 dengan menggunakan model Random Forest pada Google Earth Engine, berdasarkan perubahan tutupan lahan tahun 2020, 2021, dan 2023. Data yang digunakan diambil dari citra satelit Sentinel-2 dan Digital Elevation Model (DEM) Jawa Barat. Model Random Forest menghasilkan prediksi tutupan lahan tahun 2025 dengan akurasi 84% dan koefisien kappa 0,8, sementara prediksi tahun 2026 memiliki akurasi 83% dengan koefisien kappa 0,79. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan tutupan lahan pemukiman sebesar 67,48%, penurunan hutan sebesar 50,17%, peningkatan lahan tanam 14,66%, peningkatan lahan kosong sebesar 82,42%, dan kenaikan signifikan pada jalan raya sebesar 635,84%. Proyeksi ini harus diperhatikan dalam tata kelola ruang agar zona resapan air tetap terjaga dan Sub-DAS Cibeusi mampu mempertahankan ruang terbuka hijau, sehingga sumber daya air di wilayah tersebut dapat terjaga secara optimal.Kata Kunci: Tutupan Lahan, Machine Learning, Random Forest, Remote Sensing, Sentinel-2.
PENENTUAN KARAKTERISTIK RESERVOIR DENGAN PENDEKATAN PETROFISIKA PADA LAPANGAN “X”, FORMASI TALANG AKAR, INTERVAL GITA, CEKUNGAN ASRI Ildrem Syafri, Muhammad Kurniawan Alfadli, Dwandari Ralanarko, Muhammad Erfanda,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61616

Abstract

Penelitian dilakukan pada Lapangan “X” Cekungan Asri pada Formasi Talang Akar, Interval Gita sebagai zona prospek hidrokarbon. Penelitian dilakukan terhadap lima sumur dengan menggunakan data log sumur, batuan inti, dan lumpur pemboran. Berdasarkan data core litofasies yang berkembang pada daerah penelitian adalah F1 (Claystone), S1 (Fine Sandstone), F2 (Claystone), S2 (Medium to Very Fine Sandstone), S3 (Sandstone - Siltstone), S4 (Medium to Fine Sandstone), dan F3 (Claystone), serta memiliki elektrofasies cylindrical, symmetrical, dan serrated. Berdasarkan model fasies Davis Jr & Dalrymple (2011), Asosiasi fasies yang berkembang pada daerah penelitian adalah sand bar, sand flat, mixed flat, dan mud flat yang merupakan lingkungan pengendapan estuary. Adapun, berdasarkan perhitungan petrofisika pada Lapangan “X” didapatkan hasil bahwa asosiasi fasies sand flat yang memiliki volume shale yang paling rendah dengan menggunakan persamaan linear Asquith & Gibson (1982), yaitu kisaran 0.132 – 0.233, sedangkan nilai porositas tinggi dengan pendekatan porositas neutron-densitas Bateman-Konen, yaitu kisaran 0.270 – 0.300 dan memiliki nilai saturasi air paling rendah dengan Persamaan Indonesia (1971), yaitu kisaran 0.170 – 0.233.Kata Kunci: Cekungan Asri, Formasi Talang Akar, Fasies, Analisis Petrofisika
PORE PRESSURE DAN FRACTURE GRADIENT PADA SUMUR AF-78, CEKUNGAN KUTAI, FORMASI BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR Febriwan Mohamad, Yuyun Yuniardi, Reza Moh. Ganjar Gani, Danny Nursasono, Ahmad Fauzan, Yusi Firmans
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61655

Abstract

Lapangan “AF” berada pada Formasi Balikpapan berumur miosen dengan lingkungan pengendapan berupa delta. Karakteristik tekanan pori pada lapangan penelitian terbagi menjadi tekanan hidrostatik dan overpressure. Data yang digunakan selama proses penelitian berlangsung ialah data Survey, Data Mudlog, Data Well Log, Data PTFA, LOT/FIT, Drilling report, dan velocity. Pengolahan data yang dilakukan berupa penentuan shale point berdasarkan log gamma ray, menghitung overburden gradient berdasarkan data density, menentukan Normal Compaction Trend (NCT), mengestimasi nilai pore presure dan fracture gradient menggunakan metode Eaton. Zona overpressure berada pada nilai yang melebihi nilai tekanan hidrostatik pada Zona-I pada kedalaman 4557ft TVD. Mekanisme pembentukan overpressure loading yang disebabkan sedimentation rate yang tinggi dan unloading yang disebabkan oleh diagenesis mineral lempung smektit-ilite.Kata Kunci : Overpressure, Fracture gradient, Metode Eaton, Cekungan Kutai
Karakteristik Reservoir Karbonat Berdasarkan Analisis Petrofisika Pada Formasi Kais, Lapangan “SMR”, Cekungan Salawati, Papua Undang Mardiana, Febriwan Mohammad1, Yuyun Yuniardi, Theodorus Rendhi, Aryosito Iswarajati, Sofia Ma
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61612

Abstract

Cekungan Salawati di Papua, Indonesia, merupakan wilayah dengan potensi besar untuk penemuan hidrokarbon, terutama dalam Formasi Kais. Penelitian ini mengkaji karakteristik petrofisika Formasi Kais di Lapangan SMR dengan menggunakan data log sumur dan data batuan inti untuk menganalisis potensi hidrokarbon. Metode yang digunakan meliputi analisis kualitatif untuk identifikasi litologi, serta analisis kuantitatif untuk menghitung kandungan serpih (Vshale), porositas efektif (PHIE), dan saturasi air (Sw). Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa litologi utama adalah batugamping, sedangkan analisis petrofisika menghasilkan nilai rata-rata kandungan serpih sebesar 3.8%, 6.8%, 7.8%, rata-rata nilai porositas efektif 13.3%, 13.8, 15.5% dengan kualitas "baik" (Koesoemadinata, 1978); dan ata-rata nilai saturasi air 12.2%, 29.8%, 35.9%. Berdasarkan nilai cut off yang ditetapkan (Vsh ≤ 20%, PHIE ≥ 10%, Sw ≤ 60%), ketiga sumur menunjukkan potensi hidrokarbon yang baik. Penelitian ini mengungkapkan bahwa Formasi Kais memiliki kualitas reservoir yang menjanjikan untuk eksplorasi lebih lanjut, memberikan wawasan penting untuk pengembangan sumber daya hidrokarbon di Cekungan Salawati dan kontribusi terhadap pemahaman geologi regional.Kata kunci: Cekungan Salawati, Formasi Kais, Petrofisika, Reservoir
STABILITAS LERENG HIGHWALL BERDASARKAN ANALISIS KINEMATIK PADA TAMBANG TERBUKA BATUBARA PT. PAMAPERSADA NUSANTARA, KALIMANTAN TENGAH Faisal Helmi, Sahala Manulang, Daniel Thristyanta, Zufialdi Zakaria,
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61660

Abstract

Struktur geologi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kestabilan lereng tambang. Analisis kinematik untuk lereng tambang terbuka merupakan salah satu aspek yang penting terhadap pengaruh struktur geologi dalam meminimalisir terjadinya tanah longsor. Maka dari itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh keberadaan struktur kekar terhadap kestabilan lereng tambang pada tambang terbuka pit “X” PT. Pamapersada Nusantara. Pada penelitian ini dilakukan analisis kinematik menggunakan stereonet berdasarkan orientasi kekar, besar sudut kemiringan lereng, dan sudut geser dalam untuk mengetahui jenis longsoran yang berpotensi terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa longsoran yang dominan akan terbentuk pada daerah penelitian adalah longsoran guling.Kata Kunci: Analisis Kinematik, Kestabilan Lereng, Struktur Geologi.
ANALISIS KARAKTERISTIK GEOKIMIA BATUAN INDUK POTENSIAL PADA SYN-RIFT DEPOTION DI CEKUNGAN SUMATERA UTARA Edy Sunardi, Nisa Nurul Ilmi, Farouqi Al’ Ayubie, Albertus Bayu Aditya,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61617

Abstract

Studi geokimia minyak dan gas bumi memegang peranan penting untuk mengetahui potensi minyak dan gas bumi di suatu cekungan. Studi analisis karakteristik geokimia untuk mengetahui potensi batuan induk di Cekungan Sumatera Utara ini difokuskan pada syn-rift deposition. Sampel batuan induk diambil dari total lima sumur, yaitu AD-1, AD-2, ABY-1, AD-3, AD-4, dan AD-5 serta dua formasi yaitu Formasi Bampo dan Formasi Parapat. Penelitian ini meliputi karakterisasi batuan induk meliputi kuantitas, kualitas, kematangan, dan kematangan material organik. Berdasarkan analisis geokimia, batuan induk yang dikategorikan sebagain batuan induk efektif untuk syn-rift di Cekungan Sumatera Utara adalah Formasi Parapat dan batuan induk potensial adalah Formasi Bampo. Formasi Parapat memiliki kuantitas buruk-baik (TOC 0,49-1,79%), dengan kerogen tipe II-III (menghasilkan minyak dan gas), dan tipe III (menghasilkan gas), dan tingkat kematangan belum matang-matang. Formasi Bampo memiliki kuantitas cukup baik (TOC 0,53-1,49%), dengan kerogen tipe III (menghasilkan gas), dan tingkat kematangan belum matang.Kata kunci: Cekungan Sumatera Utara, Batuan Induk, Evaluasi Batuan Induk, Geokimia, Syn-Rift Deposition
PETROFISIKA UNTUK KARAKTERISASI RESERVOIR DAN IDENTIFIKASI ZONA HIDROKARBON FORMASI LAKAT (SIHAPAS GROUP) DI LAPANGAN X, CEKUNGAN SUMATRA TENGAH Febriwan Mohamad, Abdurrokhim, Yuyun Yuniardi, Fahrul Alfiandi,
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61656

Abstract

Lapangan “X” merupakan salah satu lapangan potensi minyak dan gas bumi yang terletak di Cekungan Sumatra Tengah, Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui fasies dan lingkungan pengendapan, mengetahui sifat fisik reservoir menggunakan perhitungan parameter petrofisika. Penentuan fasies dan lingkungan pengendapan dilakukan melalui analisis data batuan inti sumur FA_03 dengan kedalaman 111 ft dengan pendekatan analisis elektrofasies. Hasil analisis menunjukkan bahwa fasies yang berkembang pada Lapangan “X”, yaitu Fasies Serrated Dominated Shale, Fasies Coarsening Shally – Sandstone A, Fasies Fining Shally – Sandstone, Fasies Coarsening Shally – Sandstone B, dan Fasies Serrated Dominated Sandstone yang berkembang di seluruh sumur. Asosiasi Fasies yang berkembang pada Lapangan “X”, yaitu Fluvial Channel Fill, Crevasse Splay, dan Floodplain dengan lingkungan pengendapan fluvial meandering river. Adapun, hasil analisis petrofisika pada Lapangan “X” didapatkan Fasies Fining Shally – Sandstone sebagai nilai net pay yang terbesar.Kata Kunci : Formasi Lakat, Well Log, Petrofisika, Fasies, Lingkungan Pengendapan.
FASIES DAN LINGKUNGAN PENGENDAPAN BERDASARKAN ANALISIS DATA LOG SUMUR DAN SEISMIK 2D POST STACK TIME MIGRATION (PSTM) PADA FORMASI NGRAYONG LAPANGAN “NALP” CEKUNGAN JAWA TIMUR Yusi Firmansyah, Febriwan Mohamad, Bayu Sapta Fitriana, Nakula Luhur Pambudi,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61613

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Lapangan “NALP” yang merupakan salah satu daerah penghasil hidrokarbon terbesar di Indonesia yang terletak di Cekungan Jawa Timur. Penelitian ini difokuskan pada Interval Formasi Ngayong. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui fasies, asosiasi fasies dan lingkungan pengendapan, persebaran fasies serta struktur bawah permukaan, dan geometri pada interval Formasi Ngrayong berdasarkan seismik 2D. Penelitian ini menggunakan data sumur (8 sumur) dan 55 lintasan sesimik 2D. Dari data tersebut dilakukan analisis litofasies dan analisis elektrofasies, Analisis kontur kedalaman, analisis peta ketebalan, dan analisis atribut seismik. Berdasarkan hasil analisis litofasies pada daerah penelitian Fasies yang teramati yaitu Fasies Mudstone, Fasies Pebbly Sandstone, dan Fasies Massive Sandstone. Setelah dilakukan analisis elektrofasies didapatkan pola pengendapan pada daerah penelitian yaitu pola Funnel, Serrated, Bell, dan Cyilindrical. Asosiasi fasies yang terdapat pada daerah penelitian yaitu Slope, Middle Fan, dan Lower Fan. Hasil Berdasarkan analisis kontur kedalaman, analisis peta ketebalan, dan analisis atribut seismik didapatkan suatu persebaran dan geometri bawah permukaan pada sistem pengendapan Submarine fan, serta struktur yang terbentuk merupakan struktur lipatan dan sesar naik inversi berarah barat laut– tenggara.Kata kunci: Cekungan Jawa Timur, Litofasies, Elektrofasies, Asosiasi Fasies, Seismik 2D, Ngrayong.
SUMBER DAYA GEOLOGI DAN TANTANGAN BENCANA ALAM DI KECAMATAN CIJAMBE DAN CIBOGO, KABUPATEN SUBANG, PROVINSI JAWA BARAT Raden Irvan Sophian, Yusi Firmansyah, Cecep Yandri Sunarie, Mohamad Sapari Dwi Hadian, Luthhfia Thah
Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i4.61661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kondisi geologi dan sejarah geologi daerah Subang, yang terletak di Kecamatan Cijambe dan Cibogo, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, dengan cakupan wilayah 5 x 5 km. Secara fisiografis, daerah ini termasuk dalam Zona Bogor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengamatan singkapan langsung, lintasan kompas, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah tersebut tersusun atas Formasi Subang, Citalang, Kaliwangu, Aluvium Kuarter, serta hasil vulkanik tua, dengan pola aliran sungai dendritik, paralel, dan sub-paralel. Litologi yang ditemukan meliputi batupasir sangat halus hingga sedang, tuf halus, batupasir tufan, dan batulempung. Stratigrafi wilayah ini terdiri dari urutan satuan Satuan Batulempung (Tmblp), Batupasir (Tmbp), Batupasir Tufan (Qbpt), dan Tuf (Qt), yang diperkirakan berumur Miosen Awal hingga Pleistosen Awal. Aktivitas vulkanik pada Pleistosen Awal menghasilkan batuan vulkanik yang tidak selaras dengan lapisan sebelumnya. Daerah penelitian memiliki potensi geologi, antara lain sumber daya air dan tanah lempung, namun juga menghadapi potensi bencana longsor di daerah dengan kemiringan tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemahaman geologi regional Subang serta potensi sumber daya dan mitigasi bencana geologi.Kata Kunci: Geologi, Sejarah Geologi, Subang, Vulkanik, Longsor.
PETROGRAFI GRANITOID PADANG GANTING, CEKUNGAN OMBILIN, SUMATERA BARAT Ildrem Syafri, Kemala Wijayanti, Aton Patonah, Iyan Haryanto, Emi Sukiyah, Rizqi Fadilah,
Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v8i3.61618

Abstract

Pembentukan batuan beku erat kaitannya dengan proses magmatisme. Pembentukan ini dipengaruhi oleh faktor kimia, temperatur, dan tekanan saat batuan mengalami pendinginan. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis batuan granitoid dan melihat komposisi mineral batuan granitoid Formasi Granit Trias . Metode yang digunakan adalah observasi lapangan untuk deskripsi petrologi dan pengambilan sampel batuan dan dengan metode pengamatan petrografi. Pembentukan batuan granit pada daerah Padang Ganting disusun oleh jenis granit-granodiorit dan granit yang teralterasi. Ketiga batuan ini memiliki komposisi dan tekstur yang berbeda-beda disebabkan oleh kristalisasinya. Stasiun 1 terdapat granit berwarna coklat keabuan disusun oleh quartz-rich granitoid, stasiun 2 terdapat granit berwarna merah kecoklatan disusun oleh granodiorite, dan stasiun 3 disusun oleh monzo-granite yang sudah mengalami alterasi sedang. Kehadiran mineral biotit dan hornblende mencirikan batuan mengalami kristalisasi pada kondisi magma yang basah atau hydrous. Selain itu, kehadiran kedua mineral ini dan tidak adanya piroksen pada batuan menandakan batuan termasuk dalam tipe KCG (K-rich and K-feldspar Porphyritic Calc-alkaline Granitoids) (Barbarin, 1999).Kata kunci: Padang Ganting; granit; granodiorit; minera

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue