Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education Berbantuan PhET Simulation Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Galingging, Dina Meryarta; I Nyoman Budayana; Nengah Suparta
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5515

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penerapan pembelajaran yang mengaitkan konsep matematika dengan situasi nyata dan media pembelajaran interaktif, sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model RME berbantuan PhET Simulation, model RME, dan pembelajaran konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain post-test only control group design. Populasi penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 6 Singaraja pada tahun ajaran 2025/2026 yang terdiri atas 11 kelas dengan total siswa 398 orang. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling, sehingga terpilih tiga kelas sebagai sampel, kelas eksperimen berjumlah 35 siswa, sedangkan kelas pembanding dan kelas kontrol masing – masing berjumlah 36 siswa. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes uraian sebanyak 5 butir soal untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji ANAVA Satu Jalur dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Rata-rata nilai post-test yang diperoleh kelas eksperimen sebesar 68, rata-rata nilai post-test yang diperoleh kelas pembanding sebesar 67,50, sedangkan pada kelas kontrol memperoleh rata-rata nilai post-test sebesar 58,14. Hasil uji lanjut Scheffe menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol serta antara kelas pembanding dan kelas kontrol, sedangkan antara kelas eksperimen dan kelas pembanding tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Artinya, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelas eksperimen dan kelas pembanding tidak berbeda secara signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran RME berbantuan PhET Simulation dan model RME lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.