Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Sulawesi Barat Melalui Optimalisasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera dalam Pengembangan Dodol Jewawut Berbasis Kearifan Lokal Ramlah Ramlah; Yusrianto Nasir; Nurman Nurman; Syamsiara Nur; Musriani Musriani; Rahmawati Rahmawati; Nurfiana Abdullah; Rifca Farih Azizah; Rasydah Nur Tuada
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5577

Abstract

Sulawesi Barat yang ditetapkan sebagai daerah otonom pada tahun 2004 menyimpan kekayaan sumber daya alam yang beraneka ragam dengan karakteristik geografis yang unik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat Sulawesi Barat melalui optimalisasi peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera dalam pengembangan produk dodol jewawut berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2025. Metode yang digunakan adalah participatory action research (PAR) dengan lima tahap: (1) identifikasi dan analisis situasi awal melalui survei dan focus group discussion (FGD), (2) pelaksanaan pelatihan pembuatan dodol jewawut, (3) pendampingan intensif dalam produksi dan pemasaran, (4) monitoring dan evaluasi, dan (5) keberlanjutan program. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat dengan melibatkan 26 anggota KWT Sejahtera. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam pengolahan jewawut menjadi dodol, peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 95%, dan terciptanya 3 varian produk dodol jewawut yaitu original, pandan, dan buah naga dengan kemasan menarik. Program ini berhasil meningkatkan kesejahteraan ekonomi kelompok KWT dan melestarikan tanaman pangan lokal jewawut sebagai warisan budaya.
Integrasi AI dan ORPIN dalam Pembelajaran Biologi untuk Meningkatkan Keterampilan Generasi 4C Rahmawati Rahmawati; Nurfiana Abdullah
BIOMA: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 1 (2026): BIOMA : Jurnal Biologi dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas yang dikenal dengan 4C merupakan keterampilan yang ditetapkan oleh asosiasi perguruan tinggi Amerika untuk pendidikan guru sebagai sebuah keterampilan yang wajib dimiliki oleh setiap lulusan. Oleh karena itu program pendidikan diusahakan untuk dapat membentuk generasi 4C tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model ORPIN ( Orientation, Relating, Prompt Engineering, dan Interacting ) sebagai model yang dapat digunakan untuk membantu peserta didik menghadapi tantangan perkembangan AI yang dapat mereduksi kemampuan tersebut. Peneitian ini memiliki kebaruan dari sekadar menggunakan AI sebagai alat bantu menjadi sebuah kolaborasi dalam pembentukan generasi abad 21 ke dalam model pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D). Hasilnya berupa model pembelajaran ORPIN yang mengacu pada model pengembangan SAM dan terinspirasi dengan penerapan Artificial Intelligence (AI) untuk menghasilkan model pembelajaran yang lebih inovatif. Tahpan pengembanga model dengan SAM terdiri atas: tahap evaluasi (analisis), yaitu analisis kebutuhan dan analisis peserta didik. Analisis Kebutuhan dilakukan dengan mengidentifikasi dan menganalisis masalah dalam proses pembelajaran biologi berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh sebelumnya, sedangkan tahap analisis selanjutnya, yaitu peserta didik belum memaksimalkan segala potensinya untuk mengoptimalkan kompetensi yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, penulis mendesain model pembelajaran yang diawali dengan merancang proses pengembangan, yaitu mencetuskan ide pengembangan yang akan dikembangkan berdasarkan hasil analisis. Inovasi model pembelajaran ini diharapkan dapat mencetak lulusan generasi 4C sehingga dapat meningkatkan sumber daya indonesia.