Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RETHINKING FOOD DIPLOMACY: A CRITICAL REVIEW OF INDONESIA'S RICE DIPLOMACY Fitri Fatharani; Arie Fitria; Irsyaad Suharyadi
Proceedings International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies Vol. 1 (2025): Proceedings of The International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (I
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents a critical literature review on Indonesia’s rice surplus diplomacy within the framework of South–South Cooperation (SSC). Drawing from nine key studies, the literature review identifies three thematic clusters: food diplomacy in the Global South, critics of SSC solidarity discourse, and Indonesia’s rice surplus as an instrument of foreign policy. While SSC emphasizes equality and mutual benefit, emerging literature reveals tensions between rhetorical commitments to solidarity and the strategic, state-centric practices of donor countries. Indonesia’s case exemplifies how rice surplus has evolved from a symbol of domestic achievement to a soft power instrument, used to assert regional leadership amid global food crises. However, this transformation also exposes gaps in regional governance and risks reinforcing power asymmetries under the guise of humanitarianism. The review calls for a rethinking of SSC and food-based diplomacy, advocating for inclusive mechanisms that balance national interests with collective resilience.
Peran Ijtima Ulama Dunia 2025 Bagi Soft Diplomacy Indonesia Arie Fitria; Irsyaad Suharyadi; Fitri Fatharani; Isti Fauziah; Unique Inndi Akilah Radhwa Birchly R.J
Islam Universalia: International Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol 7 No 3 (2026): Islam Universalia
Publisher : Cyber Media Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56613/islam-universalia.v7i3.321

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji peran Ijtima Ulama Dunia atau World Ulama Gathering dalam mendukung soft diplomacy Indonesia. Setelah vakum selama 16 tahun, kegiatan ini kembali digelar di Provinsi Lampung, Indonesia, pada 28–30 November 2025 dan dihadiri peserta dari 99 negara atas prakarsa Jamaah Tabligh Indonesia. Sebagai forum global, apa kontribusi Ijtima Ulama Dunia terhadap politik luar negeri Indonesia, khususnya dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia? Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen dengan memadukan teori soft diplomacy dan konsep multi-track diplomacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ijtima Ulama Dunia tidak hanya kegiatan spiritual, tetapi juga berfungsi sebagai platform dialog strategis antar-pemimpin dan komunitas Islam global. Dalam kerangka multi-track diplomacy, Ijtima Ulama Dunia melibatkan tiga dari sembilan jalur diplomasi, yaitu pemerintah, warga negara (masyarakat sipil), dan aktor keagamaan. Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini turut memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang damai, toleran, dan bersatu, khususnya di mata komunitas Islam global, serta mendukung strategi nation branding Indonesia. Dengan demikian, disimpulkan bahwa Ijtima Ulama Dunia berkontribusi terhadap implementasi soft diplomacy Indonesia, terutama dalam ranah diplomasi keagamaan.
Peningkatan Skill Menulis Cerita bagi Komunitas Penulis Hexagon Publishing di Bandar Lampung Goestyari Kurnia Amantha; Arie Fitria; Fahmi Tarumanegara; Fitri Fatharani
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.27776

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita anak bagi anggota komunitas penulis. Kegiatan dilaksanakan di Kota Bandar Lampung melalui pelatihan intensif dan diskusi kelompok terfokus, dengan melibatkan 29 penulis dari Komunitas Penulis Hexagon Publishing. Metode evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur capaian keterampilan peserta menunjukkan adanya: (1) peningkatan signifikan dalam membangun karakter tokoh, menyusun alur cerita, dan menyisipkan pesan moral; (2) perubahan persepsi terhadap menulis, dari aktivitas ekspresif menjadi proses kreatif yang reflektif dan terstruktur; dan (3) peningkatan minat terhadap profesi kepenulisan dan penerbitan karya. Respons positif peserta terhadap materi, fasilitator, dan sarana pendukung mengindikasikan efektivitas pendekatan pelatihan yang digunakan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan menulis yang dirancang secara sistematis dapat menjadi strategi penguatan literasi generasi muda. Keberlanjutan program direkomendasikan melalui pendampingan lanjutan dan pengembangan komunitas menulis yang berkesinambungan.