Hamzani Hamzani
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Substitusi Filler Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Karakteristik Marshall Campuran AC-WC Zakqi Mubarrak; Hamzani Hamzani; Fadhliani Fadhliani
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 1 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v1i2.25306

Abstract

Pertumbuhan lalu lintas yang terus meningkat menuntut kualitas perkerasan jalan yang lebih baik dan tahan lama. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memodifikasi campuran aspal menggunakan bahan tambahan dan limbah potensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik Marshall pada campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC–WC) dengan menggunakan abu cangkang kelapa sawit sebagai pengganti sebagian Filler. Variasi abu cangkang kelapa sawit yang digunakan yaitu 0%, 2%, 4%, dan 6%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai karakteristik Marshall yang paling optimal diperoleh pada campuran dengan variasi abu cangkang kelapa sawit sebesar 6%. Pengujian dilakukan dengan metode Marshall untuk memperoleh nilai stabilitas, flow, densitas, VIM, VMA, VFA, dan Marshall Quotient. Penambahan abu cangkang kelapa sawit sebagai pengganti sebagian Filler cenderung menyebabkan penurunan nilai VIM, VFA, dan flow serta peningkatan nilai densitas, VMA, stabilitas, dan Marshall Quotient hingga kadar optimum. Perubahan nilai-nilai tersebut masih berada dalam batas yang dipersyaratkan oleh Spesifikasi Umum Bina Marga 2018, sehingga pemanfaatan abu cangkang kelapa sawit sebagai pengganti sebagian Filler pada campuran AC–WC dapat direkomendasikan, khususnya untuk ruas jalan dengan lalu lintas yang tidak terlalu padat seperti jalan perkampungan.
Analisis Kinerja Jalan Simpang Tak Bersinyal dan U-Turn Pada Dua Jalur (Studi Kasus: Jalan Medan-Banda Aceh, Simpang Line Pipa Sampai Dengan Simpang Rancung) Sahrul Adami; Hamzani Hamzani; Yovi Chandra; Yulius Rief Alkhaly; Nura Usrina
Jurnal Rekayasa Sipil dan Teknologi Vol. 2 No. 2 (2026): September
Publisher : Universitas Malikussaleh, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jrst.v2i2.29014

Abstract

Jalan raya merupakan bagian vital dari sistem transportasi darat yang menunjang mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan aktivitas sosial. Sebagai infrastruktur publik, jalan harus mampu menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, efisien, dan andal. Kinerja jalan ditentukan oleh kapasitas, derajat kejenuhan, kecepatan rata-rata, waktu perjalanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh U-Turn terhadap kinerja jalan akibat simpang tak bersinyal ruas jalan Medan-Banda Aceh, pengaruh karakteristik lalu lintas simpang tak bersinyal dan U-Turn pada ruas jalan Medan-Banda Aceh, serta hasil perbandingan kinerja ruas jalan menggunakan perangkat lunak simulasi mikroskopik PTV VISSIM  dan perhitungan dengan metode PKJI 2023. Pelaksanaan survei dilakukan selama satu minggu dengan periode waktu 11 jam per hari dimulai dari pukul 07:00-18:00 WIB. Dan dilanjutkan dengan pengambilan data geometrik, selanjutnya dilakukan analisis kinerja simpang menggunakan Pedoman kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2023) dan menentukan tingkat pelayanan. Hasil analisis PKJI 2023 menunjukkan volume lalu lintas sebesar 1.293 skr/jam, kapasitas 2.774 skr/jam, derajat kejenuhan 0,466, tundaan 9,975 detik/kendaraan, dan peluang antrian 9,755%–22,590%, Karakteristik lalu lintas menunjukkan volume puncak sebesar 1.863 skr/jam dengan Nilai LOS C menunjukkan arus lalu lintas masih stabil, namun mulai dipengaruhi oleh aktivitas U-Turn, kendaraan keluar-masuk simpang, dan hambatan samping DAN Perbandingan PKJI 2023 dan PTV VISSIM menunjukkan hasil yang relatif serupa. PKJI menghasilkan LOS C dengan tundaan 9,975 detik/kendaraan, sedangkan PTV VISSIM menghasilkan LOS B, tundaan 10,71 detik/kendaraan, dan panjang antrian 11,41 meter.