Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PSIKOEDUKASI: MENGENGAL SELF EFFICACY UNTUK BIJAK BER-AI DENGAN KOMUNIKASI CONFIRMATORY FEEDBACK Ayu Laksita Utami; Chairunissa; Ega Abinowo Herlambang; Evi Santi Pratiwi; Muhammad Hafizh Syahri
ZAHRA: JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL RESEARCH Vol. 4 No. 4 (2025): JULI
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low self-efficacy is a massive problem among Indonesian teenagers and can affect mental health. Meanwhile, the unwise use of AI will have a worse impact if not handled properly. Psychoeducation: Getting to Know Self-Efficacy for Wise AI with Confirmatory Feedback Communication aims to increase self-efficacy and awareness of the wise use of AI technology among students of SMK Negeri 67 Jakarta. Using the confirmatory feedback approach, this psychoeducational activity was carried out through a series of pre-tests, providing materials, discussions in small groups to confirm participants' views, and post-tests. The results of the analysis showed that an increase in the score of reflective attitudes towards the use of AI was influenced by the score of increasing self-efficacy. This psychoeducation shows that the higher the self-efficacy, the use of AI tends to decrease in the data. The confirmatory feedback approach can also be an educational strategy that supports independent and ethical learning in the digital era.
Penguatan Literasi Kesehatan Mental Masyarakat Melalui Screening dan Asesmen Psikologis pada Program KKN di Biro Psikologi Siti Nuriya Hikma; Fajar Saputra; Hanna Aqeela Humayra; Satria Maulana; Ayu Laksita Utami; Nurwahyuni Nasir
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 2 No. 1 (2026): Maret : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v2i1.309

Abstract

Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam mendukung kesejahteraan individu dan masyarakat, namun kesadaran serta akses terhadap layanan psikologi masih tergolong terbatas. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini dilaksanakan di Biro Psikologi Gantari Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan mental masyarakat serta mendukung layanan psikologi melalui rangkaian kegiatan grand opening, screening kesehatan mental, dan asesmen psikologis. Metode pelaksanaan meliputi kegiatan sosialisasi layanan psikologi, screening Kesehatan mental menggunakan instrument Mental Health Check-up (MHCU), serta pelaksanaan asesmen psikologis pada berbagai kelompok sasaran, termasuk anak, remaja, dan individu dewasa, di bawah supervise psikolog. Hasil kegiatan menunjukkan adanya respon positif dan partisipasi masyarakat dalam mengikuti layanan disediakan. Secara keseluruhan kegiatan KKN ini berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Kesehatan mental, memperkuat peran biro psikologi sebagai pusat layanan psikologis berbasis masyarakat, serta memberikan pengalaman praktik professional bagi mahasiswa.
Peran Kecerdasan Emosional dalam Pengalaman Burnout Anggota Kepolisian: Studi Literature Review: The Role of Emotional Intelligence in Police Officers' Burnout Experience: A Literature Review Study Aulia Razanah; Avisha Nur Abidah; Ayu Laksita Utami; Rijal Abdillah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10214

Abstract

Profesi kepolisian memiliki tuntutan kerja fisik dan mental yang ekstrem, menempatkan anggota pada risiko tinggi mengalami kelelahan kerja kronis atau burnout. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kecerdasan emosional sebagai faktor protektif terhadap pengalaman burnout pada anggota kepolisian. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (literature review) dengan menyintesis 25 artikel jurnal terpilih (15 jurnal nasional terakreditasi SINTA dan 10 jurnal internasional bereputasi) yang terbit dalam rentang tahun 2018–2025. Penelusuran literatur dilakukan melalui pangkalan data Google Scholar, Portal Garuda, dan Science Direct. Hasil tinjauan menunjukkan adanya korelasi negatif yang konsisten antara kecerdasan emosional dan burnout; anggota dengan kecerdasan emosional tinggi memiliki kemampuan regulasi diri yang lebih baik, sehingga mampu meminimalisir dampak kelelahan emosional dan depersonalisasi. Kecerdasan emosional berfungsi sebagai moderator yang mengubah respons stres menjadi strategi koping adaptif dan membantu pengambilan keputusan rasional di bawah tekanan. Simpulan dari studi ini menekankan urgensi penguatan aspek psikologis dalam institusi Polri. Disarankan agar kurikulum pendidikan dan pelatihan kepolisian mengintegrasikan modul intervensi berbasis emosi, seperti mindfulness dan pelatihan ketahanan mental, guna menjaga kesejahteraan psikologis dan profesionalisme personel.