Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Creating a Conducive School Learning Environment through Signage and Wayfinding Design Ismiyati Hanum; Didit Widiatmoko Soewardikoen; Irwan Sudarisman
Smart Society Vol. 5 No. 2 (2025): Smart Society
Publisher : FOUNDAE (Foundation of Advanced Education)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58524/q2pt4q21

Abstract

A conducive learning environment is a key determinant of educational success, particularly at the junior secondary school level, where students require not only cognitive stimulation but also physical and emotional support. This study aims to address facility-related challenges at SMPN 1 Warureja, Tegal Regency, where the absence of comfortable rest areas, limited creativity spaces, and inefficient spatial layout have hindered student comfort and engagement. Employing the Design Thinking approach empathize, define, ideate, prototype, and test this research involved observations, in-depth interviews, and student surveys to explore students’ and teachers’ perceptions and identify core user needs. Data analysis revealed a strong demand for child-friendly, inclusive, and participatory spatial designs that support learning motivation and well-being. Based on these insights, a spatial redesign strategy was developed and pilot-tested, showing a significant increase in student comfort and engagement levels. The findings highlight the novelty of integrating Design Thinking as a participatory, context-sensitive method for educational facility planning, which not only empowers users but also aligns designs with local socio-cultural values and sustainability principles. This research offers a replicable model for schools seeking innovative, inclusive, and student-centered solutions to improve learning environments and promote holistic educational outcomes.
Pelatihan branding dan desain kemasan sebagai upaya peningkatan penjualan UMKM Dewi Sri Lebakwangi Eko Agung Sugiyarto; Ismiyati Hanum; MT. Ardynata
CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat - April
Publisher : SCM PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65881/creative.v1i2.54

Abstract

Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM Dewi Sri dalam menerapkan strategi branding, memperbaiki kualitas kemasan produk, serta mengoptimalkan pemasaran baik secara offline maupun online guna meningkatkan daya saing dan pendapatan usaha. Metode: menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan tim pengabdi dan mitra secara aktif melalui tahapan sosialisasi, identifikasi masalah, pelatihan dan pendampingan branding produk, serta evaluasi dan tindak lanjut untuk memastikan keberhasilan penerapan materi pada UMKM Dewi Sri. Hasil: menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM Dewi Sri dalam bidang branding, pengemasan, dan pemasaran produk. Kesimpulan: kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan kapasitas pelaku UMKM Dewi Sri dalam branding, pengemasan, dan pemasaran produk, sehingga berdampak pada peningkatan daya saing dan potensi peningkatan pendapatan usaha secara berkelanjutan. Kontribusi: meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola branding dan pemasaran produk secara lebih efektif, serta mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usaha.
Strategi Branding Berbasis Desain Komunikasi Visual dalam Membangun Citra Merek: Analisis Konten Visual pada Akun Instagram @anmum_indonesia Eko Agung Sugiyarto; Ismiyati Hanum
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 4 (2026): Advances In Education Journal (Februari)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Komunikasi Visual (DKV) sangat penting untuk pembentukan citra dan persepsi merek, terutama dalam ekosistem media sosial yang bergantung pada interaksi visual. Produsen susu Anmum Indonesia, yang menyasar demografi ibu muda, menggunakan Instagram sebagai platform digital untuk menyampaikan nilai produk melalui cara yang konsisten dan visual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana elemen-elemen DKV, yaitu warna, tipografi, tata letak, dan grafis, diintegrasikan ke dalam pendekatan branding Anmum Indonesia di platform media sosial, dan bagaimana penggabungan ini membentuk persepsi audiens tentang nilai merek. Dengan menggunakan teori desain visual dan psikologi konsumen, penelitian ini dilakukan melalui analisis konten visual kualitatif terhadap sejumlah unggahan Instagram resmi Anmum Indonesia dari tahun 2024 hingga 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa metode visual Anmum Indonesia di platform sosial medianya secara konsisten menciptakan cerita yang dekat secara emosional dengan audiens. Dengan warna-warna lembut yang digunakan, karakter yang hangat dan penuh empati ditampilkan, tipografi serif digunakan untuk membuat tulisan lebih mudah dibaca dan memberikan kesan akrab nan feminim, dan tata letak dan elemen ilustratif menciptakan harmoni visual yang mendukung cerita merek. Penggunaan figur ibu dan anak dalam konten visual menghasilkan ikatan emosional yang lebih kuat dan audiens lebih terlibat. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa untuk menumbuhkan loyalitas dan persepsi positif terhadap merek di dunia digital, desain visual yang terencana sangat penting.
Analisis Evaluatif Keterlibatan Penonton Pada Konten Ritual Di Youtube Budaya Baline Channel Eko Agung Sugiyarto; Ismiyati Hanum
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 5 (2026): Advances In Education Journal (April)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana audiens terlibat dengan konten ritual di kanal YouTube Budaya Channel Baline Channel, yang berfungsi sebagai media yang membantu melestarikan tradisi Hindu di tengah era globalisasi. Teori penggunaan dan pembayaran digunakan dalam penelitian ini, yang dilakukan melalui pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dari 75 video yang dianalisis menggunakan metrik keterlibatan seperti jumlah penayangan, tanda suka, dan komentar. Penelitian menemukan bahwa rata-rata penayangan untuk setiap video adalah 3.120, dengan tanda suka rata-rata 24,75, dan komentar rata-rata 2,10. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar audiens tetap bertindak sebagai konsumen pasif. Kualitas thumbnail, konsistensi produksi, dan waktu publikasi adalah faktor luar yang lebih mempengaruhi keterlibatan daripada durasi video atau jenis ritual yang ditampilkan. Konten bertema Pitra Yajna menunjukkan tingkat keterlibatan yang paling tinggi, menunjukkan pentingnya nilai budaya untuk menarik perhatian audiens. Audiens memanfaatkan kanal ini untuk memenuhi kebutuhan informasi, pendidikan, dan pemahaman keagamaan dari sudut pandang manfaat dan keuntungan. Penelitian ini menemukan bahwa YouTube dapat memperkuat perannya sebagai media pelestarian tradisi Hindu dengan meningkatkan keterlibatan audiens dengan mengoptimalkan elemen visual, memilih tema yang relevan, dan menggunakan strategi publikasi yang tepat.
Visual Storytelling on Instagram by Eco-Print SMEs: Visual Semiotic Analysis and Brand Communication Strategy of Tiva Craft Ismiyati Hanum; Eko Agung Sugiyarto; MT Ardynata
Interdisciplinary Social Studies Vol. 5 No. 4 (2026): Interdisciplinary Social Studies
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/iss.v5i4.1166

Abstract

The rapid growth of digital platforms has created new opportunities for micro, small, and medium enterprises (SMEs) to strengthen brand identity through visual communication. Eco-print-based SMEs possess unique visual assets derived from natural materials and handcrafted processes; however, these potentials are often underutilized in social media branding. This study aims to analyze how Tiva Craft’s Instagram content constructs brand narratives through visual storytelling and to develop a strategic framework for strengthening eco-print SME branding. A descriptive qualitative approach was employed using Roland Barthes’ visual semiotic analysis. Data were collected from 30 purposively selected Instagram posts from the @tiva_craft account during a one-year observation period. The analysis focused on visual elements, caption narratives, and content patterns at denotative, connotative, and mythological levels. The findings reveal that Tiva Craft’s Instagram content is predominantly oriented toward product documentation, particularly products worn by models during activities and event participation, while content highlighting raw materials, production processes, and product uniqueness remains limited. The visual analysis indicates that existing posts primarily communicate literal product information and have not fully developed deeper brand meanings related to sustainability, craftsmanship, and authenticity. This study proposes a five-dimensional visual storytelling framework consisting of raw materials, creative process, finished products, brand values, and community engagement. The framework can support eco-print SMEs in developing more consistent and meaningful digital brand communication. The study concludes that systematic visual storytelling strategies are essential for transforming eco-print products into distinctive brand narratives on Instagram.
One Class, One Pot, One Tree as a Sustainability Design Strategy in Environmental Management at SMP Negeri 1 Warureja Ismiyati Hanum; Didit Widiatmoko Soewardikoen; Irwan Sudarisman
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 02 (2025)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.14.02.41379

Abstract

Environmental issues have become a global concern that requires serious attention, including in the education sector. This study aims to evaluate the "One Class, One Pot, One Tree" program as a sustainability design strategy for environmental management at SMP Negeri 1 Warureja. The research employed a descriptive qualitative approach with participants including students, teachers, and the principal. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analysed thematically. The findings revealed that student participation reached 85%, reflecting the success of the experiential learning approach. The program also positively impacted the school environment, with an increase in green spaces by 35% (52.5 m²) and a reduction in the average environmental temperature by 1.5°C. However, challenges such as limited water resources and busy schedules were identified. Local community involvement and integration with the curriculum present opportunities to enhance program sustainability. In conclusion, the program not only improves students' environmental awareness but also establishes a sustainability education model that can be adopted by other schools in Indonesia.
Edukasi bantuan hidup dasar bagi kelompok nelayan melalui pendekatan komunikasi visual dan media audiovisual Eko Agung Sugiyarto; Anggraeni Pratama Indrianto; MT Ardynata; Ismiyati Hanum; Kayla Ghayata Amalia Putri; Zahra Inesya Putri
CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2026): CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat - Juli
Publisher : SCM PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65881/creative.v1i3.79

Abstract

Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan kelompok nelayan mengenai bantuan hidup dasar (BHD) pada kasus tenggelam melalui pendekatan komunikasi visual dan media audiovisual. Metode: kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode edukasi kesehatan melalui pendekatan komunikasi visual berbasis media audiovisual yang dilengkapi ceramah interaktif, pre-test, dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 6 dan 9 Mei 2026 di pantai Tanjung Kait, desa Tanjung Anom, kabupaten Tangerang, dengan melibatkan 10 orang nelayan sebagai peserta. Hasil: menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan nelayan setelah diberikan edukasi, dengan nilai rata-rata meningkat dari 15,70 pada pre-test menjadi 19,40 pada post-test. Selain itu, terjadi pergeseran kategori pengetahuan dari dominan kurang menjadi cukup dan munculnya kategori baik, yang menunjukkan efektivitas media audiovisual dalam meningkatkan pemahaman BHD. Kesimpulan: Pendekatan komunikasi visual melalui media audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan kelompok nelayan mengenai bantuan hidup dasar pada kasus tenggelam. Kontribusi: meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir melalui peningkatan pengetahuan BHD dan memberikan model edukasi kesehatan berbasis media audiovisual yang efektif dan dapat diterapkan pada komunitas nelayan lainnya.
Pengaruh Komunikasi Visual Berbasis Artificial Intelligence terhadap Kinerja UMKM Kuliner di Kota Serang: Mediasi Customer Engagement Eko Agung Sugiyarto; Laely Rizki Maulida; Ismiyati Hanum; Zahra Inesya Putri; Kayla Ghayata Amalia Putri; Nesyla Damayanti
Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya Vol. 11 No. 2 (2026): Besaung: April-July 2026
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jsdb.v11i2.7548

Abstract

Digital transformation has driven changes in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) marketing strategies through the utilization of Artificial Intelligence (AI) technology, particularly in the development of visual communication on social media. AI technology enables business owners to generate more creative, personalized content tailored to audience characteristics, thereby potentially enhancing customer engagement and business performance. This study aims to analyze the effect of Artificial Intelligence-based visual communication on customer engagement, examine the effect of customer engagement on MSME performance, and test the mediating role of customer engagement in this relationship. The research employs a quantitative approach with an explanatory research design. Data were collected through observation, brief interviews, and questionnaires distributed to 383 culinary and fashion MSME owners in Serang City, selected using a purposive sampling technique. Data analysis was conducted using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) method with SmartPLS 4 software. The results indicate that AI-based visual communication has a positive and significant effect on customer engagement (β=0.788; p<0.001) and MSME performance (β=0.325; p<0.001). Furthermore, customer engagement is proven to have a positive effect on MSME performance (β=0.614; p<0.001) and acts as a partial mediator. This study concludes that the implementation of AI-based visual communication enhances digital marketing effectiveness and contributes to improving MSME performance through stronger customer engagement. These findings serve as practical recommendations for MSME owners in Serang City to optimize the use of AI as a competitive strategy in the digital economy era