Nurreni Irawati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TERNAK KAMBING DI KTT TERUS JAYA MELALUI PERBAIKAN TATALAKSANA REPRODUKSI MENGGUNAKAN KALENDER REPRODUKSI Chayatul Luthfi; Novita Hindratiningrum; Nurreni Irawati; Arif Harnowo; Dwi Sukowati
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbaikan tatalaksana dapat dilakukan dengan pengelolaan reproduksi, pakan dan pemeliharaan yang baik. Pengelolaan reproduksi dapat diwujudkan antara lain dengan perkawinan tepat waktu yang merupakan langkah awal untuk mendapatkan keturunan (cempe). Penetapan perkawinan tepat waktu dapat dilakukan dengan menerapkan teknologi kalender reproduksi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak kambing, khususnya berkaitan dengan teknologi reproduksi dan pemuliaan, dan meningkatkan produktivitas ternak kambing dengan memperpendek selang beranak dan meningkatkan laju reproduksi induk kambing.di kelompok peternak Terus Jaya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: (1) Transfer Pengetahuan (Pendidikan kepada Peternak) dan (2) Demplot paket teknologi Kalender Reproduksi. Peningkatan pengetahuan dapat dilakukan melalui alih teknologi sehingga ada perubahan pola pikir dalam beternak. Cara paling sederhana untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peternak, adalah dengan melakukan test tertulis setelah ceramah dan diskusi dilakukan pada khalayak sasaran. Hasil test yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman di tingkat peternak. Pre test yang diberikan diperoleh rata-rata nilai sebesar 37,7 dan meningkat pada hasil nilai post test menjadi 68,8. Peningkatan nilai tersebut berkisar 82,49%. Beberapa hal yang dilakukan dalam kegiatan PkM ini adalah : (1) Peternak diberikan bimbingan untuk membatasi waktu cempe tinggal bersama dengan induknya, (2) Peternak diberikan gambaran tentang inefisiensi yang terjadi jika perkawinan setelah melahirkan dilakukan terlambat. (3) Peternak diajak untuk lebih memperhatikan pemberian pakan ternak kambingnya. Kesimpulan kegiatan ini adalah memberikan wawasan baru bagi peternak terkait efisiensi pemeliharaan melalui pengelolaan reproduksi.
Pembuatan Silase sebagai Solusi Kelangkaan Pakan di Musim Kemarau Siti Rahmawati Zulaikhah; Arif Harnowo Sidhi; Nur Rohmat; Nurreni Irawati
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i2.15099

Abstract

Kelompok Ternak “Sari Banjar Makmur” berada di Desa Banjarsari Kulon Rt 01 Rw 02 Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Anggota kelompok sebanyak 45 orang, dengan ketua bapak Warsito. Masalah yang dihadapi oleh kelompok tersebut adalah kesulitan pakan ternak saat musim kemarau. Solusi yang diberikan adalah memberikan teknologi pembuatan pakan dengan fermentasi yaitu pembuatan silase, untuk menjamin ketersediaan pakan di musim kemarau, karena mempunyai massa simpan yang lama dan tetap terjaga kandungan nutrisinya. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah Metode pelaksanaan pengabdian adalah (1) sosialisasi program berupa pembuatan silase sebagai usaha untuk mengatasi kesulitan pakan di musim kemarau, (2) penyuluhan dan pelatihan dengan menyampaikan materi tentang pembuatan silase, manfaat, dan cara pemberian ke ternak, (3) melakukan demonstrasi, sebagai praktek dari materi yang diberikan, (4) melakukan monitoring dan evaluasi, untuk menilai keberhasilan dari program pengabdian. Hasil kegiatan ini adalah respon positif dari kelompok, mereka memperoleh pengetahuan dan praktek secara langsung mengenai pembuatan silase sebagai alternatif pakan saat musim kemarau. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan pembuatan silase menunjukkan bahwa teknologi pembuatan silase dapat mengatasi kesulitan pakan, dan mempunyai manfaat dapat meningkatkan kualitas pakan dan produktivitas ternak. Evaluasi, pendampingan, dan monitoring menjadi langkah untuk memastikan penerapan teknologi di masyarakat.