Indra Rio Saputro
Universitas Jenderal Soedirman

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Evaluasi Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Karangasem Provinsi Bali dalam Pengembangan Infrastruktur Irigasi Subak dan Implikasinya terhadap Kebutuhan Biaya Pemeliharaan Pasca-Program Erik Wahyu Palguna; Diajeng Sekar Shaliha; Via Azizul Saputri Khalifah; Iola Abigail; Indra Rio Saputro
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.13152

Abstract

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) terlaksana sejak tahun 2013-saat ini. Berdasarkan Ringkasan Pelaksanaan P3-TGAI, presentase realisasi nasional pelaksanaan P3-TGAI mengalami fluktuasi. Pemeliharaan pasca kegiatan P3-TGAI sepenuhnya tanggung jawab Petani (Subak). Karangasem merupakan salah satu kabupaten yang paling sering menerima bantuan P3-TGAI. Penelitian ini bertujuan, menganalisis tingkat kesesuaian capaian tahapan pelaksanaan P3-TGAI di Karangasem sesuai SE DirJen SDA No.02/SE/D/2021, dan menghitung biaya pemeliharaan. Menganalisis tingkat kesesuaian capaian menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Dalam menghitung Rencana Biaya Pemeliharaan riil bangunan irigasi menggunakan AHSP PUPR no 20 tahun 2016, harga satuan Peraturan Bupati Karangasem nomor 6 tahun 2024, dan disusun dalam konsep hasil wawancara dan masukan dari seluruh Ketua Subak dan Tim Ahli P3-TGAI. Berdasarkan analisis deskriptif kuantitatif terhadap 20 responden, ditemukan bahwa seluruh tahapan kegiatan telah "terlaksana dengan baik". Rincian skor yang dicapai secara berturut-turut adalah 90% untuk tahap persiapan, 90% untuk perencanaan, 80% untuk pelaksanaan, dan 80% untuk penyelesaian. Hasil tersebut menunjukan bahwa tahapan P3-TGAI terlaksana sesuai SE DirJen SDA No.02/SE/D/2021. Hasil tersebut menunjukan pelaksanaan P3-TGAI di Kabupaten Karangasem berpengaruh positif terhadap Presentase Realisasi Nasional Pelaksanaan P3-TGAI. Rencana Biaya Pemeliharaan sebesar Rp. 1.793.500,00 (Biaya inventarisasi alat dan bahan pertahun), biaya tersebut dibagi 12 dan dibagi dengan jumlah anggota Subak (dijadikan iuran rutin perbulan untuk biaya pemeliharaan bangunan irigasi). Untuk prinsip P3-TGAI berkesinambungan perlu diperhatikan pemeliharaan rutin saluran irigasi. Materi pemeliharaan jaringan irigasi pasca kegiatan P3-TGAI dan pembaruan SE DirJen SDA dimasukan kedalam materi sosialisasi.
TOURISM INFORMATION CENTER SEBAGAI UPAYA PENGUATAN DESA WISATA KAMPOENG KAUMAN HERITAGE, BANYUMAS Billy Arifa Tengger; Raina Ghinaa Pratitasari; Indra Rio Saputro; Intrada Reviladi
Migunani Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Migunani Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65669/migunaninusantara.v3i2.543

Abstract

Kampoeng Kauman Heritage, Desa Sudagaran, Banyumas, memiliki potensi wisata sejarah, budaya, seni, dan kuliner yang signifikan. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terkelola secara terintegrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk merancang Tourism information center (TIC) sebagai pusat informasi terintegrasi dan ikon desa wisata. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, analisis kebutuhan, desain bangunan TIC, redesain identitas kawasan (logo, pamflet), serta edukasi manajemen keuangan desa wisata. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa TIC mampu berperan sebagai pusat layanan informasi, edukasi, serta promosi budaya lokal. Redesain logo dan pamflet berhasil memperkuat identitas visual Kampoeng Kauman Heritage, sedangkan pelatihan pencatatan jurnal keuangan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa wisata. Keberadaan TIC mendukung peningkatan daya tarik wisata, memperkuat identitas lokal, dan memberikan kontribusi pada pembangunan desa berkelanjutan.
REDESAIN LOGO KAMPOENG KAUMAN HERITAGE SEBAGAI PENGUATAN IDENTITAS VISUAL BERBASIS NILAI FILOSOFIS MELALUI PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Raina Ghinaa Pratitasari; Intrada Reviladi; Billy Arifa Tengger; Indra Rio Saputro
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v6i2.458

Abstract

Kampoeng Kauman Heritage di Desa Sudagaran, Kabupaten Banyumas memiliki berbagai potensi budaya, sejarah, seni, kuliner dan pelestarian lingkungan yang menjadi daya tarik wisata kawasan. Namun, identitas visual yang digunakan belum mampu merepresentasikan karakter kawasan secara komprehensif sehingga branding dan promosi kawasan belum berjalan optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan redesain logo Kampoeng Kauman Heritage sebagai upaya penguatan identitas visual dan branding kawasan berbasis nilai filosofis. Metode yang digunakan adalah partisipatif kolaboratif melalui tahapan observasi lapangan, wawancara dan diskusi, brainstorming konsep visual, eksplorasi sketsa secara manual dengan media kertas dan pensil, digitalisasi desain menggunakan perangkat lunak CorelDraw, serta validasi dan finalisasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa logo baru menunjukkan identitas visual yang lebih menarik bagi pengunjung dan mampu merepresentasikan tempat wisata yang menjadi daya tarik pada Kampoeng Kauman Heritage. Perbaikan yang dilakukan meliputi peningkatan visual melalui bentuk dan warna, penguatan unsur heritage, dan penguatan nilai-nilai filosofis. Bentuk, warna dan simbol yang digunakan memiliki makna filosofis yang menjunjung nilai-nilai kebersamaan, semangat perjuangan dan akar sejarah dari Kampoeng Kauman Heritage. Redesain logo memberikan kontribusi terhadap penguatan identitas visual kawasan serta mendukung strategi branding dan promosi bagi kawasan Kampoeng Kauman Heritage. Keywords: place branding; visual identity; logo redesign
EVALUASI KONDISI PERKERASAN RUAS JALAN BANJARNEGARA-PURWOKERTO BERDASARKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) Via Azizul Saputri Khalifah; Indra Rio Saputro; Iola Abi Gail; Erik Wahyu Palguna
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 5 No. 03 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/0agpvw71

Abstract

Ruas jalan Banjarnegara – Purwokerto merupakan salah satu jalur utama penghubung antardaerah di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya, yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta pertumbuhan sektor ekonomi regional. Transportasi secara umum memiliki peranan penting dalam mendukung pertumbuhan perekonomian. Keberadaan transportasi memberikan stimulasi terhadap sistem produksi dan invertasi melalui peningkatan aksesbilitas serta kelancaran distribui barang dan jasa. Untuk menunjang hal tersebut, dibutuhkan infrastruktur yang memadai, salah satunya adalah jalan sebagai prasarana vital. Keperluan ketersediaan infrastruktur merupakan prasarat untuk mendukung laju pertumbuhan ekonomi. Sehingga untuk mendukung laju perekonomian dibutuhkan prasarana guna mendukung aksesbilitas maupun perpindahaan barang dan jasa. Jalan merupakan aspek penting pada prasarana yang berperan besar dalam berbagai sektor bidang.  Sehingga perlu menjaga peforma kondisi jalan agar tetap fungsional untuk berbagai jenis kendaraan. Kerusakan jalan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air karena sistem drainase yang tidak baik, roda kendaraan yang berat menginjak permukaan jalan dan penanganan pemeliharaan dilakukan pada waktu kurang tepat. Persentase perbandingan kerusakan pada ruas Ruas Jl. Banjarnegara – Purwokerto sebagian besar berupa patching, raveling dan aligator cracking dengan hasil masing - masing 58,74%, 21,62% dan 6,23 % dari total kerusakan yang terjadi. Dan hasil perhitungan Pavement Condition Index (PCI) menghasilkan nilai 47,1 dengan kondisi fair sehingga dibutuhkan masa pemeleiharaan jalan setiap 1 - 5 tahun.
A REVIEW ON SUSTAINABLE CONSTRUCTION REGULATIONS IN DEVELOPED COUNTRIES: KEY LESSONS AND INSIGHTS FOR INDONESIA Erik Wahyu Palguna; Diajeng Sekar Shaliha; Iola Abi Gail; Indra Rio Saputro; Via Azizul Saputri Khalifah
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/bn7cvw06

Abstract

The construction sector is a major contributor to global energy consumption, greenhouse gas emissions, and resource depletion, making sustainable construction regulations an urgent policy priority. This systematic literature review examines regulatory frameworks, policy instruments, and implementation experiences from developed countries including the United States, Japan, the United Kingdom, and European countries and synthesizes key lessons applicable to Indonesia. Following Mayring’s process model, 50 peer reviewed articles were selected through a rigorous four-stage screening protocol and analyzed using qualitative content analysis. The findings reveal that effective sustainable construction governance in developed countries relies on mandatory building codes, green building certification programs (LEED and BREEAM), life cycle assessment requirements, financial incentives such as tax credits and subsidies, and alignment with broader circular economy and carbon neutrality objectives. Conversely, Indonesia and comparable developing countries continue to face persistent barriers including weak law enforcement, prohibitive upfront costs, fragmented governance, limited stakeholder awareness, and insufficient financial incentives. The study concludes that direct transplantation of foreign regulatory models is impractical; instead, context-sensitive adaptation that accounts for local economic realities and institutional capacities is essential. Practical recommendations are offered for Indonesian policymakers and construction practitioners to strengthen legal frameworks, expand incentive mechanisms, improve enforcement, and invest in stakeholder education.
COMPARATIVE NUMERICAL ACCURACY OF EULER AND RUNGE–KUTTA METHODS FOR REINFORCED CONCRETE BEAM DEFLECTION USING A DOUBLE-INTEGRATION ANALYTICAL BENCHMARK Iola Abi Gail; Indra Rio Saputro; Via Azizul Saputri Khalifah; Erik Wahyu Palguna; Diajeng Sekar Shaliha
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 6 No. 03 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/h886sa93

Abstract

Beam deflection is a critical parameter in reinforced concrete design because it governs structural serviceability. Analytical solutions are often limited to simplified cases; therefore, accurate numerical methods are required for practical analysis. This study evaluates the accuracy of the Euler, second-order Runge-Kutta (RK2), and fourth-order Runge-Kutta (RK4) methods in predicting reinforced concrete beam deflection against an analytical benchmark obtained using the double-integration method. A quantitative approach was applied to a simply supported reinforced concrete beam with a 6 m span, a uniformly distributed load of 1200 kg/m, and flexural rigidity (EI) of 3.97 x 107 kg/cm2. The governing differential equation was solved numerically and compared with the exact analytical solution. Pointwise relative error and root mean square error (RMSE) were used to evaluate numerical accuracy. The results show that the Euler method has the lowest accuracy, with an initial error of 100% decreasing to approximately 9% at mid-span and a maximum deflection of 0.0002790 m. RK2 improves the prediction substantially, reducing the error to below 1% and producing a maximum deflection of 0.00030620 m. RK4 provides the highest accuracy, with errors approaching 0% after rounding and a maximum deflection of 0.0003057 m, closely matching the exact value of 0.000306 m. Step-size sensitivity analysis confirms first-order convergence for Euler and second-order convergence for RK2, while RK4 remains at machine-precision level for the adopted polynomial model.