Ni Luh Titi Indayaani
Universitas Tompotika Luwuk

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Di Desa Toropot Kecamatan Bokan Kabupaten Banggai Laut: The Role of the Village Government in Empowering the Fishing Community in Toropot Village, Bokan District, Banggai Laut Regency herni djohanis; Ni Luh Titi Indayaani
Jurnal Kebijakan dan Pelayanan Publik Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Kebijakan Dan Pelayanan Publik
Publisher : FISIP UNTIKA LUWUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa Peran Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Di Desa Toropot Kecamatan Bokan Kabupaten Banggai Laut. Penelitian ini didasari oleh keingintahuan peneliti terhadap Peran Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan Teknik sampling yang digunakan purposive sampling, jumlah informan 8 orang. Teknik pengumpulan data diambil dari teknik wawancara dan observasi yang kemudia dijelaskan secara deskriptif untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Pemerintah Desa Dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan Di Desa Toropot Kecamatan Bokan Kabupaten Banggai Laut sudah berperan di lihat dari empat sub variabel peran secara keseluruhan, tetapi masi ada peran yang belum terlaksana dengan maksimal pada peran pemerintah sebagai dinamisator, pada indikator pembentukan kelompok pemberdayaan Nelayan Di Desa Toropot, ditemui bahwa pemerintah Desa masi mengutamakan keluarga untuk diangkat sebagai pengurus kelompok pemberdayaan Nelayan, kurangnya bimbingan dari pihak pemerintah Desa terhadap pemberdayaan, serta lemahnya pengawasan dari pemerintah Desa Toropot sehingga menyebabkan banyak bantuan alat tangkap ikan yang tidak digunakan tetapi di jual tanpa sepengetahuan pemerintah Desa.
Peran Pemerintah Desa Dalam Pelayanan Administrasi Di Desa Peling Seasa Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepualuan: The Role of the Village Government in Administrative Services in Peling Seasa Village, Bulagi District, Banggai Kepulauan Regency herni djohanis; Ni Luh Titi Indayaani
Jurnal Kebijakan dan Pelayanan Publik Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Kebijakan Dan Pelayanan Publik
Publisher : FISIP UNTIKA LUWUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66475/fisip.v10i2.1167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Pemerintah Desa Dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan Di Desa Peling Seasa Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan. Penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan populasi berjumlah 304 orang dan sampel 75 orang respoden teknik penarikan sampel mengunakan teknik purposive Sampling. Teknik pengumpulan data diambil dari teknik observasi, pembagian kuisioner, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa Presentase mengenai sub variabel yaitu regulator hasil presentase 80,66% masuk kategori sangat berperan, dinamisator hasil Presentase 74,166% masuk kategori berperan, fasilitator hasil presentase 48,83% masuk kategori kurang berperan, karena pada indikator pemeritah Desa Peling Seasa memberikan pelayanan secara akurat, cepat dan tepat dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan, terdapat banyak responden yang menjawab tidak setuju berjumlah 17 responden dengan presentase (22,66%) dan yang menjawab sangat tidak setuju berjumlah 38 dengan presentase (50,66%) responden hal ini menujukan peran pemeritah Desa Peling Seasa memberikan pelayanan secara akurat, cepat dan tepat masi belum maksimal jumlahkan secara keseluruhan sub variabelnya presentase mencapai 67,889% yang berada pada kategori Berperan. Artinya tiga sub variabel dalam penelitian ini menujukan bahwa Peran Pemerintah Desa Dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan Di Desa Peling Seasa Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan sudah berperan.
EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DALAM PELAKSANAAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA UNU KECAMATAN BULAGI SE- LATAN KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN: EFFECTIVENESS OF VILLAGE FUND MANAGEMENT IN THE IMPLEMENTATION OF COMMUNITY EMPOWERMENT IN UNU VILLAGE, BULAGI SE- LATAN DISTRICT, BANGGAI KEPULAUAN REGENCY Siska Mahmud; Ni Luh Titi Indayaani
Jurnal Kebijakan dan Pelayanan Publik Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Kebijakan Dan Pelayanan Publik
Publisher : FISIP UNTIKA LUWUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66475/fisip.v11i1.1169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efekktivitas Pengelolaan Dana Desa Dalam Pelaksanaan Pemberdayaan Masyarakat Desa Unu Kecamatan Bulagi Selatan Kabu- paten Banggai Kepulauan. Penelitian ini di dasari oleh keingintahuan peneliti terhadap pengelolaan dana desa terhadap pelaksanaan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan Teknik sampling yang di gunakan pur- posive sampling, jumlah informan 10 orang. Teknik pengumpulan data di ambil dari teknik wawancara dan observasi yang kemudian di jelaskan secara deskriptif untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan dapat di pertanggung jawabkan kebena- ran-nya. Hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa Efektivitas pengelolaan dana desa dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat masih kurang maksimal atau belum di katakan efektif. Di lihat dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Pemerintah desa sudah melaksanakan pengelolaan dana desa dengan mengikuti aturan-aturan yang sudah di sepakati dalam musyawarah desa, mulai dari musyawarah dusun, musyawarah desa, serta penyusunan RKPDes dan APBDes. Ada beberapa hal yang membuat pengelolaan dana desa dalam pelaksanan pemberdayaan masyarakat kurang maksimal yaitu kurangnya partisipasi dari masyarakat desa unu serta masih kurangnya sumber daya manusia dari sebagian aparat desa dan kurang-nya pengawasan dari pemerintah desa terhadap pelaksanaan program kegiatan.
PELAKSANAAN PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS PERANGKAT DESA DI DESA BOYOU KECAMATAN LUWUK UTARA KABUPATEN BANGGAI: IMPLEMENTATION OF THE VILLAGE APPARATUS CAPACITY BUILDING PROGRAM IN BOYOU VILLAGE, NORTH LUWUK DISTRICT, BANGGAI REGENCY Sri Lestari; Ni Luh Titi Indayaani
Jurnal Kebijakan dan Pelayanan Publik Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Kebijakan Dan Pelayanan Publik
Publisher : FISIP UNTIKA LUWUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66475/fisip.v11i1.1170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelaksanaan program peningkatan kapasitas perangkat desa dengan penerapan teori penguatan kapasitas yang mencakup tiga pilar utama: Peningkatan SDM, Pendidikan dan Pelatihan, serta Kompetensi Dasar. Landasan teoritis merujuk pada definisi kapasitas sebagai kemampuan, keterampilan, sikap, dan nilai yang dibutuhkan perangkat desa untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik secara efektif. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analisis secara kualitatif dengan studi kasus pada beberapa perangkat desa yang telah melaksanakan program tersebut. Hasil menunjukkan bahwa : Peningkatan SDM : Perangkat desa yang mengikuti program merasa mengalami perbaikan pemahaman organisasi, manajemen pemerintahan dan pengelolaan sumber daya manusia. Pendidikan dan Pelatihan : Pelatihan teknis seperti pengelolaan keuangan, administrasi desa, penggunaan teknologi informasi,serta pelatihan soft skills seperti komunikasi, perencanaan, dan manajemen sangat membantu meningkatkan efisensi, transparansi, dan akuntabilitas pemerintahan desa. Kompetensi Dasar : Kompetensi Dasar perangkat desa termasuk penguasaan administrasi desa, sistem informasi, kemampuan menyusun program pembangunan, dan penganggaran menjadi lebih terarah setelah pendampingan teknis dan bimbingan terus-menerus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pelatihan serta evaluasi hasil kegiatan. Temuan utama mengungkapkan adanya kendala seperti kurangnya motivasi peserta yang telah memiliki masa kerja lama dan minimnya evaluasi pasca pelatihan.