Sri Lestari
Universitas Tompotika Luwuk

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The effectiveness of industrial relations dispute settlement (IRDSS) in the banggai district labor and transit migration office Sri Lestari; Anies Handayani
Jurnal Scientia Vol. 13 No. 01 (2024): Education, Sosial science and Planning technique, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v13i01.2184

Abstract

The progress of the business environment is highly dependent on several things such as cost issues, service, and product quality improvement which greatly impact customer satisfaction where the supply chain is faced with high dynamics and uncertainty in the business environment, which is more obvious when end customer demands and orders are considered. The supply chain network must be able to deal with uncertain demand from all its elements including manufacturers, suppliers, and distribution centers. Therefore, this study aims to optimize the multi- product distribution system and multi-level delivery of product flow under uncertain conditions. A multi-objective mathematical model is developed that minimizes supply chain costs while maximizing customer satisfaction and different scenarios. In addition, the significant diversity of different channels in terms of product information, price, consumer experience, and service level it possible to introduce of the Internet to the business world has offered new communication channels to facilitate shopping, making product sales by manufacturers, and product purchases by customers faster and more precise. In addition, purchases through computers, mobile phones, and various applications as well as traditional purchasing methods such as buying from a store or selecting desired items from a catalog have covered all social strata, tastes, and habits. This method of using all available means, called omnichannel, allows organizations to take greater control over pricing and product selection and to receive precise feedback from the market and customers assisting them in the best production and pricing decisions.
Enhanced of analysed optimization learning model for multi product retail and distribution system Anies Handayani; Sri Lestari; Budianto Taib; Abdul Rachman Saida
Jurnal Scientia Vol. 13 No. 01 (2024): Education, Sosial science and Planning technique, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v13i01.2213

Abstract

This study aims to describe and analyze the supervision of Disnakertrans in fulfilling the minimum wage of Banggai Regency. This research is based on the curiosity of researchers on supervision related to the minimum wage received by the workforce amid economic growth and inflation as well as a fairly rapid industry in Banggai Regency. This research is a qualitative descriptive research with the sampling technique used is purposive sampling, The number of informants is 5 people. Data collection techniques are taken from interview and observation techniques which are then explained descriptively to obtain valid and accountable research results. The results of this study can be concluded that the supervision carried out by the Disnakertrans is still not good or ineffective, The form of supervision carried out by the Banggai Regency Disnakertrans is related to the fulfillment of wages including the preparation of work plans, the preparation stage, the implementation of activities, evaluation and reporting of supervisory results. Supervision is carried out on companies with a priority scale, namely companies that are considered often problematic, the results obtained from supervisory activities are recorded and reports are made, if there is a violation regarding MSEs, an inspection memorandum will be issued and can be reported to the authorities. There are several things that cause ineffective supervision, namely the lack of employees, while employers are increasing day by day in the Banggai Regency area, besides that direct supervision activities are rarely carried out in supervising the District Minimum Wage due to many agendas in the disnakrertrans, the large number of companies so that the period of time used is very much in conducting supervision and lack of facilities.
Kualitas Pelayanan Perizinan Pada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banggai Kepualuan : Quality of Licensing Services at the Investment and Integrated One-Stop Service Office of Banggai Kepulauan Regency Sri Lestari; maharani
Jurnal Kebijakan dan Pelayanan Publik Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Kebaijakan Dan Pelayanan Publik
Publisher : FISIP UNTIKA LUWUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banggai Kepulauan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian deskriptif kualitatif ini melibatkan 8 informan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori Zeithaml digunakan dengan lima indikator kualitas pelayanan: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan perizinan belum optimal karena masih terdapat kekurangan pada sarana prasarana, kompetensi aparatur, dan dukungan anggaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan meliputi: (1) sarana dan prasarana yang belum memadai, (2) kompetensi ASN yang kurang, dan (3) dukungan APBD yang terbatas. Peneliti menyarankan peningkatan sarana prasarana, pelatihan teknis bagi ASN, serta peningkatan alokasi anggaran agar pelayanan perizinan menjadi lebih berkualitas dan optimal.
Kualitas Pelayanan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Di Kabupaten Banggai (Studi Kasus Di Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk): Quality of Service Provided by the Social Security Administration Agency for Health (BPJS Kesehatan) in Banggai Regency (Case Study at Luwuk Regional General Hospital) Sri Lestari; Ine Asstriyani
Jurnal Kebijakan dan Pelayanan Publik Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Kebijakan Dan Pelayanan Publik
Publisher : FISIP UNTIKA LUWUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66475/fisip.v10i1.1161

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Luwuk Kabupaten Banggai berdasarkan teori Zeithhaml, Parasuraman, dan Berry (Hardiansyah, 2011) yang mencakup enam sub variabel: Responsiveness, Reliability, Competence, Access, Courtesy, dan Appearance Presentation. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan 92 responden peserta BPJS yang dipilih melalui teknik aksidental dan rumus Taro Yamane. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode persentase skor kriterium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan BPJS Kesehatan di RSUD Luwuk tergolong baik dengan skor rata-rata 69,34%. Sub variabel dengan nilai tertinggi adalah competence (76,76%), sedangkan yang terendah adalah courtesy (58,15%). Meskipun secara keseluruhan berkategori baik, masih perlu peningkatan pada keramahan petugas muda, kehandalan administrasi, serta kebersihan ruang inap.
PELAKSANAAN PROGRAM PENINGKATAN KAPASITAS PERANGKAT DESA DI DESA BOYOU KECAMATAN LUWUK UTARA KABUPATEN BANGGAI: IMPLEMENTATION OF THE VILLAGE APPARATUS CAPACITY BUILDING PROGRAM IN BOYOU VILLAGE, NORTH LUWUK DISTRICT, BANGGAI REGENCY Sri Lestari; Ni Luh Titi Indayaani
Jurnal Kebijakan dan Pelayanan Publik Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Kebijakan Dan Pelayanan Publik
Publisher : FISIP UNTIKA LUWUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66475/fisip.v11i1.1170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelaksanaan program peningkatan kapasitas perangkat desa dengan penerapan teori penguatan kapasitas yang mencakup tiga pilar utama: Peningkatan SDM, Pendidikan dan Pelatihan, serta Kompetensi Dasar. Landasan teoritis merujuk pada definisi kapasitas sebagai kemampuan, keterampilan, sikap, dan nilai yang dibutuhkan perangkat desa untuk menjalankan fungsi pemerintahan dan pelayanan publik secara efektif. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif analisis secara kualitatif dengan studi kasus pada beberapa perangkat desa yang telah melaksanakan program tersebut. Hasil menunjukkan bahwa : Peningkatan SDM : Perangkat desa yang mengikuti program merasa mengalami perbaikan pemahaman organisasi, manajemen pemerintahan dan pengelolaan sumber daya manusia. Pendidikan dan Pelatihan : Pelatihan teknis seperti pengelolaan keuangan, administrasi desa, penggunaan teknologi informasi,serta pelatihan soft skills seperti komunikasi, perencanaan, dan manajemen sangat membantu meningkatkan efisensi, transparansi, dan akuntabilitas pemerintahan desa. Kompetensi Dasar : Kompetensi Dasar perangkat desa termasuk penguasaan administrasi desa, sistem informasi, kemampuan menyusun program pembangunan, dan penganggaran menjadi lebih terarah setelah pendampingan teknis dan bimbingan terus-menerus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pelatihan serta evaluasi hasil kegiatan. Temuan utama mengungkapkan adanya kendala seperti kurangnya motivasi peserta yang telah memiliki masa kerja lama dan minimnya evaluasi pasca pelatihan.
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KELURAHAN SIMPONG KECAMATAN LUWUK SELATAN KABUPATEN BANGGAI: Quality of Public Services at the Simpong Village Office, Luwuk Selatan Subdistrict, Banggai Regency Sri Lestari
Jurnal Kebijakan dan Pelayanan Publik Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Kebijakan Dan Pelayanan Publik
Publisher : FISIP UNTIKA LUWUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66475/fisip.v13i2.1205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Simpong Kecamatan Luwuk Selatan yang dilihat dari teori A. Parasuraman, Valarie A, Zeithaml dan Leonard L. Bery. yang memiliki 5 dimensi yaitu Tangible (Bukti Fisik), Reability (Keandalan), Responsiveness (Daya Tanggap), Assurance (Jaminan) dan Emphaty (Empati). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan Metode Kuantitatif Subjek penelitian ini adalah Masyarakat Kelurahan Simpong Kecamatan Luwuk Selatan yang berjumlah 90 orang. Teknik penarikan sampel yang digunakan yaitu Acidental Sampling dan rumus yang digunakan slovin. Pengumpulan data yang digunakan diperoleh dari Sekunder dan Primer yang di dapat melalui Observasi, Wawancara, Kuesioner dan Dokumentasi. Sedangkan Pengukuran Kepuasan Masyarakat dilakukan terhadap lima dimensi jasa yaitu Tangible, Reliability, Responsiveness, Assurance dan Emphaty. Kemudian dari hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Simpong Kecamatan Luwuk Selatan mencapai 90,3% yang termasuk dalam kategori Sangat Berkualitas. Adapun rincian hasil dari masing-masing sub variabel adalah sebagai berikut: Tangible (Bukti Fisik) sebesar 87,5%, Reliability (Keandalan) sebesar 89,72%, Responsiveness (Daya Tanggap) sebesar 92,54%, Assurance (Jaminan) sebesar 93,1% dan Emphaty (Empati) sebesar 87,7%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pelayanan publik di Kantor Kelurahan Simpong secara umum berjalan dengan baik dan masyarakat merasa puas, dengan begitu berarti secara keseluruhan dapat di katakan Sangat Berkualitas.