Lelly Suhartini
Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE DESCRIPTION OF WRITING STRATEGY, SELF-EFFICACY, AND WRITING ANXIETY RELATING TO WRITING PERFORMANCE Lelly Suhartini; Samdin Samdin; La Ode Nggawu; Aris Badara; Putri Tipa Anasi; Andri Estining Sejati
Prima Magistra: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7 Number 2 (April 2026)
Publisher : Program Studi PGSD Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jpm.v7i2.7497

Abstract

Academic writing in English remains a persistent challenge for English as a Foreign Language (EFL) students, whose written work often fails to meet disciplinary expectations due to complex interactions among linguistic competence, psychological states, and strategic behavior. While previous quantitative research, particularly studies employing Structural Equation Modeling (SEM), has examined causal and mediating relationships among writing self-efficacy, anxiety, strategy use, and performance, these approaches offer limited insight into how these constructs manifest in students' lived experiences and writing processes. To address this gap, the present study adopts a descriptive qualitative approach to portray the characteristics, expressions, and interconnections of writing strategy use, self-efficacy beliefs, and writing anxiety as experienced by EFL learners in relation to their academic writing performance. In-depth semi-structured interviews and analysis of writing artifacts were conducted with 18 purposively selected students from the 4th, 6th, and 8th semesters of the English Language Education Study Program at Halu Oleo University. Data were analyzed through iterative thematic analysis to generate rich descriptions of participants' strategic behaviors, confidence levels, emotional responses, and perceived writing outcomes. The findings depict self-efficacious students as actively employing planning, drafting, and revising strategies with metacognitive awareness, which they associate with improved text quality and fluency. In contrast, students with low self-efficacy frequently reported strategy avoidance or mechanical application of techniques without adaptation to task demands. Writing anxiety emerged not as a uniform barrier but as a context-dependent experience, sometimes coexisting with strategic effort yet often disrupting cognitive resources during high-stakes writing tasks. Notably, the descriptive accounts reveal that strategy use appears closely intertwined with self-efficacy beliefs, while anxiety manifests more independently without consistent patterns of strategic compensation. These qualitative descriptions complement prior SEM-based findings by illuminating the experiential dimensions underlying statistical relationships, highlighting the need for pedagogy that nurtures self-efficacy through mastery experiences, cultivates flexible strategy repertoires with explicit modeling, and addresses anxiety through supportive writing environments. The study contributes a nuanced understanding of the psychological and strategic landscape of EFL academic writing beyond what variable-centered quantitative approaches alone can capture.
Optimalisasi Media Pembelajaran Bahasa Inggris melalui Pelatihan Aplikasi Edukatif bagi Guru SMA Wa Ode Fatmawati; Mursalim Mursalim; Lelly Suhartini; Sitti Agustina; Dessy Liliani Husain; Yustih Yasin; Wa Ode Sitti Wardani
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.713

Abstract

Rendahnya literasi digital guru bahasa Inggris berdampak pada pembelajaran yang monoton dan kurang interaktif, sehingga motivasi serta partisipasi siswa menurun. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital dan profesionalisme guru melalui pelatihan penggunaan aplikasi edukatif berbasis teknologi. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan andragogi dan metode pelatihan partisipatif, meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, kolaborasi kelompok, dan project-based training, mencakup pengenalan dan penggunaan aplikasi Wayground, Kahoot, Google Classroom, dan Canva for Education. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi peserta dimana sebanyak 82,35% menilai materi pelatihan “Sangat Baik”, 93,75% menyatakan pelatihan “Sangat Membantu” dalam pemahaman aplikasi edukatif, 75% menilai pelatihan “Sangat Efektif”, serta 93,75% peserta menyatakan siap mengimplementasikan aplikasi dalam pembelajaran di kelas. Luaran program meliputi model pembelajaran inovatif berbasis aplikasi edukatif, artikel ilmiah, dan publikasi media massa. Simpulannya, pelatihan ini terbukti efektif meningkatkan kompetensi digital guru, yang berdampak langsung pada meningkatnya keterlibatan dan antusiasme siswa selama proses pembelajaran di kelas.
Manajemen Pendidikan Ecopreneurship Dalam Mengatasi Sampah Di Lingkungan Masyarakat Sekitar Kampus Nanik Hindaryatiningsih; Jafar Ahiri; Lelly Suhartini; Fina Amalia Masri; Yuniyarti Ahiri; La Ode Safarudin; Rusdiana Tugy
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.855

Abstract

Kelompok ibu rumah tangga dan wanita muda anggota PKK Kelurahan Padaleu Kota  Kendari, menjadi mitra  kegiatan pengabdian ini. Permasalahan yang dihadapi adalah meningkatnya  volume sampah yang menyebabkan pencemaran lingkungan serta rendahnya keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Padahal, sampah memiliki potensi sebagai sumber peluang usaha yang menguntungkan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberikan solusi melalui pelatihan dan pendampingan manajemen ecopreneurship untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah sampah menjadi produk kerajinan tangan bernilai jual. Kegiatan dilakukan melalui edukasi kewirausahaan berbasis lingkungan, pelatihan dan pendampingan produksi kerajinan, pemasaran digital, serta literasi keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keberhasilan pelatihan mencapai 100%, dengan peningkatan: (1) pengetahuan manajemen ecopreneurship sebesar 80%, (2) Pengetahuan pemasaran digital sebesar 70%, (3) kemampuan perhitungan harga pokok produksi sebesar 85%, (4) minat berwirausaha sebesar 50%. Selain itu, evaluasi akhir dari program ini menghasilkan terbentuknya 2 (dua) kelompok usaha  home industry, berkontribusi pada pencemaran lingkungan, serta meningkatkan pendapatan dan ekonomi keluarga.