This Author published in this journals
All Journal Joong-Ki
Nazua Tita
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi Biodegradable Foam Berbahan Baku Serat Daun Nanas dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) di Kelurahan Patih Galuh Prabumulih Barat Aisyah Suci Ningsih; Idha Silviyati; Endang Supraptiah; Yulianto Wasiran; Desti Lidya; Sri Murda Niati; Nazua Tita
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joong-ki.v5i3.16420

Abstract

Prabumulih merupakan kota penghasil nanas terbesar kedua di Sumatera Selatan, Daun nanas jadi salah satu menyokong limbah perkebunan terbesar, karena nanas hanya bisa dipanen sebanyak 3 kali, selanjutnya harus dilakukan pembibitan kembali. Limbah daun nanas di kota Prabumulih dimanfaatkan menjadi produk woven yaitu produk yang dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain. sedangkan limbah yang kualitasnya tidak memenuhi persyaratan dibuang. padahal kandungan selulosa pada daun nanas dapat dimanfaatkan menjadi produk non woven (produk non pintal). Salah satunya dapat dijadikan bahan baku pembuatan biodegradable foam. Selain nanas Sumatera Selatan juga dikenal sebagai salah satu penghasil minyak kelapa sawit mentah (CPO). Luas perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan mencapai 1.232.205 hektar, menjadikannya salah satu provinsi dengan perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Tandan Kosong Kelapa Sawit adalah limbah padat yang dihasilkan dari proses pengolahan tandan buah segar (TBS) di pabrik kelapa sawit, setelah buah sawit dipanen dan dipisahkan dari tandannya. Kandungan selulosa pada TKKS sebanyak 38% dapat digunakan sebagai bahan baku biofoam untuk kemasan makanan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bougenville Prabumulih Barat dalam mengolah limbah perkebunan seperti serat daun nanas dan tandan kosong kelapa sawit menjadi biodegradable foam sebagai kemasan makanan pengganti styrofoam. Metode kegiatan yang digunakan adalah partisipatif aktif, dimana warga diajak untuk berperan aktif dalam kegiatan, baik pada tahap observasi, sosialisasi, demonstrasi pembuatan biofoam, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta kegiatan, hal ini terlihat dari respon peserta selama kegiatan.