Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI PERILAKU HEMAT ENERGI DAN PEMANFAATAN SAMPAH MENJADI ENERGI PADA SISWA SMA SAINS ALUMNIKA PALEMBANG Iriani Reka Septiana; Nurul Kholidah; Metta Wijayanti; Isnandar Yunanto; Agum Try Wardhana; Rima Daniar; Aisyah Suci Ningsih
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i4.1148

Abstract

Semakin majunya perkembangan zaman maka kebutuhan energi kian lama semakin meningkat karena energi adalah sumber kehidupan manusia. Energi yang digunakan saat ini jumlah terbatas dan sebagian besar tidak ramah lingkungan sehingga perlu adanya penghematan energi. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mengedukasi siswa SMA Sains Alumnika Palembang dalam berperilaku hemat energi dan memanfaatkan sampah yang ada di sekitar menjadi energi. Adapun manfaat yang diperoleh adalah siswa guru dapat memperoleh pengetahuan mengenai perilaku hemat energi dan pengelolaan sampah. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi di sekolah dengan sasaran yaitu siswa SMA. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan beberapan metode, yaitu observasi dimana sebelum kegiatan dilaksanakan dilakukan survey tentang pengetahuan perilaku hemat energi dan pemanfaatan sampah menjadi sumber energi pada siswa SMA dalam bentuk survei berupa kuesioner melalui google form dan selanjutnya metode sosialisasi terdiri dari ceramah, diskusi dan tanya jawab serta demonstrasi.
PEMANFAATAN KULIT PISANG KEPOK DAN KAPUK JADI KERTAS ORGANOSOLV NATRIUM HIDROKSIDA Aisyah Suci Ningsih; Sofiah; Desti Lidya; Amrullah
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 4 (2024): Aptekmas Volume 7 Nomor 4 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring pertumbuhan populasi, permintaan kertas meningkat, yang pada gilirannya meningkatkan kebutuhan kayu sebagai bahan utama. Untuk meminimalisir biaya produksi yang meningkat karena terbatasnya pasokan kayu, kertas yang diproduksi dari bahan limbah alami menghadirkan alternatif yang layak. Kulit pisang (Musa balbisiana) dan serat kapuk (Ceiba petandra), keduanya tinggi selulosa, dapat berfungsi sebagai bahan baku utama untuk produksi pulp. Studi ini menyelidiki pemanfaatan kulit pisang dan limbah kapuk sebagai bahan utama untuk pembuatan kertas, menggunakan metode inovatif yang berbeda dari teknik konvensional. Proses produksi menerapkan metode organosolv dengan berbagai rasio kulit pisang terhadap kapuk (3g:7g, 4g:6g, 5g:5g, 6g:4g, 7g:3g) dan berbagai kombinasi pelarut NaOH-metanol (525ml:0ml, 450ml:0ml, 375ml:0ml, 300ml:0ml, 225ml:0ml). Kertas diproduksi melalui hidrolisis kulit pisang dan serat kapuk dengan pelarut yang sesuai dan katalis asam sulfat, diikuti dengan pemutihan dan pembentukan lembaran dengan penambahan perekat pada pulp. Hasil optimum dicapai pada formula 10, dengan rasio kulit pisang terhadap kapuk sebesar 7g:3g dan NaOH terhadap metanol 225ml:0ml, menghasilkan gramatur 190,41g/m² dan kadar abu 2,295%. Semua variasi yang diuji memenuhi standar mutu SNI 8218:2015.
Sosialisasi Biodegradable Foam Berbahan Baku Serat Daun Nanas dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) di Kelurahan Patih Galuh Prabumulih Barat Aisyah Suci Ningsih; Idha Silviyati; Endang Supraptiah; Yulianto Wasiran; Desti Lidya; Sri Murda Niati; Nazua Tita
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joong-ki.v5i3.16420

Abstract

Prabumulih merupakan kota penghasil nanas terbesar kedua di Sumatera Selatan, Daun nanas jadi salah satu menyokong limbah perkebunan terbesar, karena nanas hanya bisa dipanen sebanyak 3 kali, selanjutnya harus dilakukan pembibitan kembali. Limbah daun nanas di kota Prabumulih dimanfaatkan menjadi produk woven yaitu produk yang dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain. sedangkan limbah yang kualitasnya tidak memenuhi persyaratan dibuang. padahal kandungan selulosa pada daun nanas dapat dimanfaatkan menjadi produk non woven (produk non pintal). Salah satunya dapat dijadikan bahan baku pembuatan biodegradable foam. Selain nanas Sumatera Selatan juga dikenal sebagai salah satu penghasil minyak kelapa sawit mentah (CPO). Luas perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan mencapai 1.232.205 hektar, menjadikannya salah satu provinsi dengan perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Tandan Kosong Kelapa Sawit adalah limbah padat yang dihasilkan dari proses pengolahan tandan buah segar (TBS) di pabrik kelapa sawit, setelah buah sawit dipanen dan dipisahkan dari tandannya. Kandungan selulosa pada TKKS sebanyak 38% dapat digunakan sebagai bahan baku biofoam untuk kemasan makanan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bougenville Prabumulih Barat dalam mengolah limbah perkebunan seperti serat daun nanas dan tandan kosong kelapa sawit menjadi biodegradable foam sebagai kemasan makanan pengganti styrofoam. Metode kegiatan yang digunakan adalah partisipatif aktif, dimana warga diajak untuk berperan aktif dalam kegiatan, baik pada tahap observasi, sosialisasi, demonstrasi pembuatan biofoam, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta kegiatan, hal ini terlihat dari respon peserta selama kegiatan.